Hukum Taurat Vs Hukum Kasih

Perjanjian lama memberlakukan Hukum Taurat bagi umat kristiani. setelah Tuhan Yesus datang , Perjanjian Barulah yang berlaku, yaitu Hukum Kasih . dengan kematian Tuhan Yesus di kayu salib, maka Hukum Taurat dibatalkan , diganti dengan hukum Kasih. benar tidak ?

jika demikian , maka timbul pertanyaan di benak saya, jika Hukum taurat dihapus, berarti umat kristiani boleh berdusta, boleh mencuri , boleh berzinah , dan tetap akan mendapat keselamatan, karena hukum Taurat sudah dibatalkan ?

reff: bENARKAH PERJANJIAN LAMA SUDAH USANG ?? - NonTrinitarian - ForumKristen.com

Kalau kita TIDAK BERADA DIBAWAH HUKUM TAURAT bukan berarti kita ini LAWLESSNESS (TANPA HUKUM/ A-NOMOS), dalam artian boleh berzinah, mencuri, membunuh dst…

Umat KRISTUS Perjanjian Baru berada di bawah HUKUM KRISTUS, bukan HUKUM TAURAT, jadi anggapan Anda tentang " LAWLESSNESS (TANPA HUKUM/ A-NOMOS)" SAMA SEKALI TIDAK BENAR!

Kita dibawah HUKUM KRISTUS, hukum dari segala hukum
HUKUM KRISTUS secara MORAL-SPIRITUAL jauh lebih tinggi ketimbang Hukum Taurat

Kalau Hukum Taurat misalnya mengenai pembunuhan itu terbatas pada hilangnya nyawa. Dan Perzinahan terbatas pada perbuatan kontak seksual fisik. Hukum KRISTUS lebih lagi, lihat Artikel : “YESUS MEMURNIKAN HUKUM PEMBUNUHAN DAN PERZINAHAN DARI FISIKAL MENJADI MORAL-SPIRITUAL”, di http://www.sarapanpagi.org/YESUS-memurnikan-hukum-pembunuhan-dan-perzinahan-vt612.html#p1392

YESUS KRISTUS adalah Sang Empunya Hukum
Dia adalah HUKUM!

bersambung…

Ayat yang masih Sulit Dimengerti oleh “orang2 yang menganggap Taurat masih berlaku bagi Jemaat KRISTUS”:

* Efesus 2:15
Alkitab LAI Terjemahan Baru, “sebab dengan mati-Nya sebagai manusia IA TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,”
Alkitab Terjemahan Lama 1954, “sesudah dilenjapkan-Nja hukum Taurat dengan segala sjariatnja, supaja didjadikannja didalam diri-Nja kedua pihak itu satu manusia jang baharu dengan mengadakan perdamaian,”
Alkitab Shellabear 1912, “laloe ditidakkannja dengan toeboehnja akan perseteroean itoe, jaitoe Tauret dengan hoekoem-hoekoem jang dipesan didalamnja, soepaja kedoeanja itoe didjadikan dalam dirinja seorang orang baroe, serta mengadakan perdamaian demikian,”
Kitab Soetji Indjil 1912, “Kematian-Nja membatalkan Kitab Soetji Taoerat dengan semoea perintah-perintah jang terkandoeng didalamnja, soepaja didalam diri-Nja, kedoeanja didjadikan satoe manoesia baroe. Demikianlah terdjadinja perdamaian.”
King James Version, “Having abolished in his flesh the enmity, even the law of commandments contained in ordinances; for to make in himself of twain one new man, so making peace;”
New International Version, “by abolishing in his flesh the law with its commandments and regulations. His purpose was to create in himself one new man out of the two, thus making peace,”
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, “the chok of mishpatim in ordinances having annulled that the Shneym he might create in himself into Adam Chadash Echad, arbitrating shalom,”
Stephanus Textus Receptus, την εχθραν εν τη σαρκι αυτου τον νομον των εντολων εν δογμασιν καταργησας ινα τους δυο κτιση εν εαυτω εις ενα καινον ανθρωπον ποιων ειρηνην
Translit interlinear, tên ekhthran {dalam perseteruan} en {di dalam} tê sarki {daging/ tubuh (sebagai manusia)} autou {-Nya} ton nomon {hukum taurat} tôn entolôn {dari perintah2} en {di dalam} dogmasin {ketentuan2} katargêsas {Ia telah membatalkan/ Ia telah membinasakan} hina {supaya} tous duo {dua} ktisê {Ia menciptakan} en {di dalam} heautô {diri-Nya} eis {menjadi} hena {satu} kainon {yang baru} anthrôpon {manusia} poiôn {(untuk) mengadakan} eirênên {pendamaian}

Pengertian ayat ini: PERSETERUAN (Kematian KRISTUS) DI DALAM DAGING-NYA MEMBATALKAN HUKUM TAURAT BERSAMA PERINTAH-PERINTAH DAN KETENTUAN-KETENTUANNYA.

Detail kupasan ayat ini sudah saya sampaikan pada posting2 sebelumnya.

Bagaimana memahami ayat ini?

Ayat ini sama sekali tidak menyatakan adanya bagian-bagian dari Taurat yang disisakan untuk kembali dilaksanakan dalam ibadah umat Kristiani. Tetapi justru jelas menulis “Ia membatalkan Hukum Taurat bersama perintah-perintah dan ketentuan-ketentuannya.”

Ada banyak sekali kebingungan-kebingungan di antara orang Kristen termasuk yang di forum ini dalam memahami Efesus 2:15., sbb :

“Kalau hukum Taurat “batal”, apakah benar yang dulunya dilarang berzinah boleh berzinah? dan yang dulunya dilarang membunuh boleh membunuh?”

Perlu kita sadari bahwa, pembatalan Hukum Taurat tidak menjadikan orang Kristen menjadi “TANPA HUKUM” (ανομος – ANOMOS), Tuhan kita YESUS KRISTUS sudah memberikan dasar kepada para murid suatu HUKUM yang BARU yang telah diperkenalkan sebelum kematianNya di Kayu Salib yang “membatalkan Taurat Musa” itu :

* Matius 11:28-30
11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."

Lihat penjelasan di http://www.sarapanpagi.org/pikullah-kuk-matius-11-28-30-vt39.html#p93

Tuhan YESUS mengatakan dalam Matius 11:30, bahwa KUK (hukum) yang Dia pasang itu “easy” karena KUK KRISTUS hanya ada 2, sedangkan KUK Taurat Musa terdapat 613 perintah yang harus dilaksanakan secara sempurna.

bersambung…

Kuk Hukum Kasih :

* Matius 22:37-40
22:37 Jawab YESUS kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Hukum Kasih juga dikenal dengan istilah Hukum KRISTUS (lihat penjelasannya di http://www.sarapanpagi.org/hukum-law-nomos-torah-vt1312.html#p4353 )

Kembali kepada persoalan : Kalau hukum Taurat “batal”, apakah yang dulunya dilarang berzinah boleh berzinah? Dan yang dulunya dilarang membunuh boleh membunuh?

Perlu kita ketahui Firman ke-7 : “Jangan Berzinah” itu dijelaskan lebih lanjut dalam kitab Taurat misalnya Imamat 18:20 dan masih banyak lagi. Tidak ada satu pun ajaran Taurat seperti yang diajarkan oleh YESUS KRISTUS bahwa setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Inilah yang sering saya kutip bahwa YESUS KRISTUS merombak habis-habisan hukum Taurat Perjanjian Lama.

Firman ke-6 : “Jangan Membunuh”, bandingkan dengan Hukum balas-dendam (Lex Talionis): Mata ganti mata. Jika perintah itu diubah menjadi mata beri mata, apakah hal ini berarti menjelaskan arti yang sebenarnya? Bagi saya, itu artinya membalikkan hukum Taurat seratus delapan puluh derajat. Hukum balas-dendam yang “permissive” terhadap pembunuhan, juga dirombak habis-habisan.

Kalau Hukum Taurat mengenai pembunuhan itu terbatas pada hilangnya nyawa. Dan Perzinahan terbatas pada perbuatan kontak seksual fisik. Hukum KRISTUS lebih lagi, lihat Artikel : “YESUS MEMURNIKAN HUKUM PEMBUNUHAN DAN PERZINAHAN DARI FISIKAL MENJADI MORAL-SPIRITUAL”, di
http://www.sarapanpagi.org/YESUS-memurnikan-hukum-pembunuhan-dan-perzinahan-vt612.html#p1392

Demikianlah perbuatan-perbuatan dosa yang dalam Taurat hanya disorot secara Fisik, di dalam Hukum KRISTUS disorot secara Moral-Spiritual. Dan Hukum Taurat yang termasuk 10 Firman di dalamnya pun sudah digenapi oleh Tuhan kita YESUS KRISTUS. Dengan 2 macam hukum saja, Kasih kepada Allah dan Kasih kepada manusia. YESUS KRISTUS telah menetapkan HUKUM BARU yaitu HUKUM KASIH, karena KASIH telah memenuhi tuntutan hukum Taurat :

* Roma 13:10
LAI TB, Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
KJV, Love worketh no ill to his neighbour: therefore love is the fulfilling of the law.
TR, η αγαπη τω πλησιον κακον ουκ εργαζεται πληρωμα ουν νομου η αγαπη
Translit, hê agapê {kasih} tô plêsion {kepada sesama} kakon {yang jahat/ yang salah} ouk {tidak} ergazetai {melakukan} plêrôma {pemenuhan (perbuatan memenuhi/ melakukan)} oun nomou {hukum taurat} hê agapê {kasih (adalah)}

Kasih adalah Undang-undang Dasar Kerajaan Allah. Kata-kata “Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia” Adalah suatu petunjuk supaya orang Kristen terhindar dari perbuatan jahat bila mereka memelihara kasih. Maka menyusulah kesimpulan : KASIH ADALAH JALAN MEMENUHI HUKUM TAURAT.

Jikalau masih ada pertanyaan Kalau hukum Taurat “batal”, apakah benar yang dulunya dilarang berzinah boleh berzinah? dan yang dulunya dilarang membunuh boleh membunuh?, menjadi jelas bahwa si penanya belum memahami ajaran Kasih dari KRISTUS yang menjadi dasar dalam semua ajaran-ajaranNya.

bersambung…

Pada bagian lain yang menguatkan Efesus 2:15 ini adalah ada ayat yang mengatakan : KRISTUS adalah kegenapan Hukum Taurat :

* Roma 10:4
LAI TB, Sebab KRISTUS adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
KJV, For CHRIST is the end of the law for righteousness to every one that believeth."
TR, τελος γαρ νομου χριστος εις δικαιοσυνην παντι τω πιστευοντι
Translit interlinear, telos {akhir/ kesudahan/ tujuan} gar {sebab} nomou {hukum taurat} khristos {KRISTUS (adalah)} eis {sehingga} dikaiosunên {status yg dibenarkan} panti {bagi setiap} tô {(orang) yang} pisteuonti {percaya}

Dalam terjemahan LAI-TB urutan kata-kata ayat 4a dalam bahasa asli dibalik. Terjemahan harfiah berbunyi : “Kegenapan/ kesudahan hukum Taurat ialah KRISTUS, demi kebenaran bagi tiap-tiap orang percaya”

Dalam Perjanjian Baru, kata “telos” paling sering sebagai kata akhir/ end/ kesudahan sebagai lawan dari ‘awal’. Disamping itu juga bermakna ‘tujuan/ maksud’ seperti dalam 1 Timotius 1:5. Tapi juga berunsur ‘penggenapan’ (bandingkan Lukas 22:37). Dan YESUS Kristuslah penggenap dari hukum Taurat itu. Dalam terjemahan KJV agaknya lebih mudah dipahami, karena kita tentu paham bahasa Inggris dalam memaknai the end of the law di atas. Maksudnya pemanfaatan hukum Taurat untuk mengerjakan kebenaran, ataupun sebagai syariat agamawi sudah tidak diperlukan lagi. Karena umat KRISTUS telah menerima hukum yang baru, Hukum KRISTUS yaitu Hukum Kasih. Perbuatan kasih adalah suatu perbuatan2 yang memenuhi hukum Taurat.
Disini, bagaimanapun “telos” mengandung arti ‘kesudahan, akhir’.

Dari kata dasar yang sama “telos” kita mengenal ungkapan : “Sudah genap, sudah berakhir, SUDAH SELESAI”, tetelestai, dalam ayat ini :

* Yohanes 19:30
LAI TB, Sesudah YESUS meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: ‘Sudah selesai.’ Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.
KJV, When JESUS therefore had received the vinegar, he said, It is finished: and he bowed his head, and gave up the ghost.
The Orthodox Jewish Brit Chadasha, Therefore, when Rebbe, Melech HaMoshiach received the vinegar, he said, Nishlam! and having bowed his rosh, Rebbe, Melech HaMoshiach gave up his neshamah.
TR, οτε ουν ελαβεν το οξος ο ιησους ειπεν τετελεσται και κλινας την κεφαλην παρεδωκεν το πνευμα
Translit Interlinear, hote {sesudah} oun {oleh karena itu} elaben {Dia menerima} to oxos {anggur asam} ho iêsous {YESUS} eipen {Dia berkata} tetelestai {sudah selesai} kai {dan} klinas {menunduk} tên kephalên {kepala} paredôken {Dia menyerahkan} to pneuma {Roh}

Perkataan terakhir dari 7 perkataan salib “tetelestai” (sudah selesai) menggunakan kata perfek yang berarti penebusan telah dilaksanakan, sekali untuk selamanya, efeknya terasa hingga kini. Perfect Tense dalam tata bahasa Yunani ini memiliki fungsi yang khas. Tidak ada padanan baik dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris yang mampu menyatakan makna yang terkandung di dalamnya secara utuh.

Perfect Tense melibatkan tiga gagasan: tindakan yang berlangsung intensif; tindakan yang mengarah pada titik penyelesaian; dan keberadaan dari hasil tindakan. Proses yang dilibatkan dalam Perfect Tense adalah proses yang telah mencapai penyelesaian dengan suatu hasil pasti dari sudut pandang pembaca.

Roma 10:4, Yohanes 19:30 selaras dengan perkataan YESUS KRISTUS “tetelestai”, Efesus 2:15 dengan sangat tegas menyatakan “KEMATIAN YESUS DI KAYU SALIB itu TELAH MEMBATALKAN HUKUM TAURAT”

bersambung…

Maksud KRISTUS membatalkan/memusnahkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya itu, menurut Paulus dalam bagian ini, mempunyai dua tujuan.

Pertama: untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya. Yang pertama-tama dIkatakan. di sini ialah pekerjaan KRISTUS untuk menciptakan orang-orang Kristen-Yahudi dan orang-orang Kristen-non Yahudi menjadi satu manusia di dalam Dia.

Kedua: untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu (ayat 16). KRISTUS bukan saja mempersatukan orang-orang Kristen-Yahudi dan orang-orang Kristen-non-Yahudi di dalam diri-Nya menjadi satu manusia baru, tetapi Ia juga memperdamaikan keduanya, dalam satu tubuh, dengan Allah.

[b]Jadi, ingatlah bahwa:

  • Apabila murid2 KRISTUS tidak membunuh, bukan berarti ia masih terikat pada Hukum Taurat, Firman ke-6, atau Mitsvot ke-278 Hukum Taurat, tetapi karena Hukum kasih mengatakan Kasihilah sesamamu

  • Apabila murid2 KRISTUS tidak berzinah, bukan berarti ia masih terikat pada Hukum Taurat, Firman ke-7, atau Mitsvot ke-82-106 Hukum Taurat, tetapi karena Hukum kasih mengatakan Kasihilah sesamamu

  • Apabila murid2 KRISTUS tidak mengucapkan saksi palsu, bukan berarti ia masih terikat pada Hukum Taurat, Mitsvot ke-262-277 Hukum Taurat, tetapi karena Hukum kasih mengatakan Kasihilah sesamamu

dan seterusnya…

  • Apabila murid2 KRISTUS tidak membalas kejahatan, itu adalah karena Hukum kasih mengatakan Kasihilah sesamamu. Sebaliknya Hukum Taurat menghalalkan hukum Pembalasan Setimpal (LEX TALIONIS).

dan seterusnya… [/b]

Demikian, semoga penjelasan ini cukup memberikan pengertian bahwa kita murid-murid KRISTUS memang TIDAK BERADA DIBAWAH KUK TAURAT tetapi kita telah BERADA DIBAWAH KUK KRISTUS yang enak itu.

Blessings,
BP

Artikel terkait :
MANUSIA DIBENARKAN HANYA OLEH IMAN, baca di http://www.sarapanpagi.org/manusia-dibenarkan-hanya-oleh-iman-roma-3-21-4-25-vt1606.html#p6010

KUK KRISTUS, di http://www.sarapanpagi.org/pikullah-kuk-matius-11-28-30-vt39.html#p93

Demikian, semoga penjelasan ini cukup memberikan pengertian bahwa kita murid-murid KRISTUS memang TIDAK BERADA DIBAWAH KUK TAURAT tetapi kita telah BERADA DIBAWAH KUK KRISTUS yang enak itu.

terima kasih untuk penjelasan anda yg panjang lebar di atas ( walaupun sebenarnya jawaban yg saya harapkan cukup yg singkat padat & jelas )

menurut saya setelah mendengar penjelasan anda , intinya baik PL maupun PB , tetap sama saja harus menerapkan aturan Taurat , walaupun secara tidak langsung …

seharusnya ditulis bukan membatalkan, tapi merevisi / memperbaharui /menambah essensi hukum Taurat, tidak hanya secara jasmani ,tapi juga secara moral …

menurut saya , hal ini bukan bertambah ringan, melainkan bertambah berat …

karena bukan hanya jasmani saja yg dilarang , bahkan moral juga dilarang , apa nggak tambah berat tuh ?

menurut Yesus, kuknya enak & ringan , tapi kenyataannya kog tambah berat ya ??

sering saya menemukan kontradiksi di alkitab , salah satunya ya PL vs PB …

BENAR<
hukum taurat sudah di batalkan yesus dan sudah diberi hukum yang baru yaitu kedua hukum kasih karunia

oleh sebabitu kedua hukum kasih itulah sekarang yang dipakai sebagai pedoman (hukum taurat ga usah di buku buka lagi buat pedoman )

contoh jika ingin membunuh , Apakah membunuh itu tidak melanggar hukum kasih yang kedua ? kalau tidak melanggar boleh dilakukan , kalau melanggar jangan dilakukan

GBU

Anda sdh pernah baca ayat2 ini? kalaupun sdh baca tampaknya tdk menangkap apa yg disampaikan:

Matius 22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.