Hukum Taurat

hukum Taurat di berikan oleh orang Yahudi agar hidup kudus…
apakah Hukum Taurat sudah terbatalkan ?
saat Yesus datang, maka hukum Taurat pun dikatakan terbatalkan, dan kita pun berfokus pada Yesus… padahal kita lupa bahwa Yesus adalah PEMILIK hukum Taurat tersebut…
justru Hukum Taurat yang benar2 BENAR itu telah datang…

jadi apakah Yesus mengajar bertentangan dengan hukum Taurat ?
tidak, Yesus malah menyempurnakan hukum Taurat…
dan malah menambahkan hukum yang baru…

Rm. 3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Mat. 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

dalam Efesus 2 :11 -15
apakah hukum taurat terbatalkan ?
disini Paulus menyindir orang2 yahudi yang melakukan Hukum Taurat dimana mereka yang dinamakan golongan “bersunat
2:11 Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu–sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, –
2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.
2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Paulus mengatakan akar penyebab dari permusuhan ini : Hukum Taurat. Hukum Yahudi lebih dari sekedar 10 Perintah Allah…
10perintah Allah adalah presentasi pertama dari Hukum Tuhan kepada Israel, dan kepada manusia pada umumnya…
lalu ada hukum tentang makanan, budaya, hubungan serta segala penjabarannya.
dan Hukum itu menjelaskan secara spesifik setiap penggaran…
Hukun ini mencakup tentang bagaimana para imam harus mempersembahkan berbagai korban untuk ibadah dan korban untuk pengampunan dosa…

dari sinilah bangsa Israel menjadi sombong. dan merasa menjadi Spesial di antara orang2, akibatnya orang Yahudi menganggap bangsa2 lain itu najis.
mereka pun menjadi menata kehidupan mereka dari ibadah sampai kehidupan sehari2, agar sesuai dengan Hukum Taurat…
ini bukan rencana Allah, tujuan Allah memberikan Hukum Taurat adalah menyatakan umat nya adalah orang berdosa yang membutuhkan juruselamat

Galatia 3:24-26
3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.
3:25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.
3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.

maka dari itu Tuhan memerintahkan umat Nya untuk mendirikan Kemah Suci, dan kemudian Bait Suci, bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga sebagai tempat untuk mempersembahkan korban untuk dosa2 mereka…
setiap kali mereka berdosa secara perorangan atau secara satu bangsa, hukum itu mensyaratkan secara persis apa yang harus dikorbankan untuk dosa tertentu itu, pada hari raya "pendamaian,
imam harus memercikkan darah seekor kambing di atas tutup pendamaian dari Tabut Perjanjian, perabotan diruang mahakudus dan melepaskan seekor kambing ke padang gurun. [Imamat 16:7-8; 15-16; 16:20-22]

Tuhan memerintahkan agar seekor kambing dikorbankan pada hari raya perdamaian.
kambing dilambangkan sebagai dosa… dan domba dilambangkan sebagai orang percaya…
Ketika Yesus disalibkan, Alkitab mengatakan bahwa Ia menjadi dosa supaya kita menjadi benar. 2Kor 5:21
pada saat Yesus mati disalib, Bait Suci terbelah menjadi 2 dari atas ke bawah…
Tuhan melakukan untuk menunjukkan bahwa korban terakhir untuk semua dosa sepanjang zaman sudah digenapkan. tidak perlu lagi kambing untuk dikorbankan pada hari raya Pendamaian… tidak perlu lagi domba yang tidak bercacat untuk perayaan Paskah… semua pelanggaran terhadap hukum Taurat sudah dibayar lunas ketika darah Yesus dicurahkan saat itu… setiap orang percaya dapat dilahirkan baru, dan dosa2 yang lalu, sekarang dan yang akan datang sudah diampuni !! dan hukum Tuhan tertulis dihati mereka…

Yeremia 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah Firman Tuhan: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.

tidak ada lagi permusuhan antara orang Yahudi dan non-Yahudi… tidak ada lagi perseteruan antara Tuhan dan manusia karena Yesus telah menggenapi hukum Taurat di kayu salib.
Saat ini kita tidak perlu lagi memelihara hukum Taurat, dan bila gagal, tidak perlu mempersembahkan korban di Bait Suci. Saat ini, orang percaya menjadi bait Roh Kudus! Kita menjadi korban yang hidup bagi Tuhan.
Ibrani 9 :11-28

singkatnya… Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya mencakup tiga bidang kehidupan.

  1. hukum itu menetapkan teokrasi,
    perintah Tuhan atas bangsa Israel
    contoh : Keluaran 22:4

2.Hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya,
memerintahkan korban apa yang harus dipersembahkan untuk dosa tertentu. cara pembasuhan, penahiran dan penghapusan dosa…
Contoh : Imamat 17:15

  1. Tata cara ibadah.
    adanya hari2 raya khusus “Hari raya Pondok Daun, Roti Tak Beragi, Buah Sulung”, hari2 suci “Hari raya Purim” dan Hari raya Pendamaian.
    Contoh : Bilangan 15:17-20

dan ada tambahan di samping itu untuk orang2 yang tidak sengaja
Imamat 4:27-29

apakah kita akan melakukan itu semua pada hari2 sekarang ?
sukurlah Yesus telah menggenapi dan menghapus semua hukum itu… dengan menjadi korban terakhir dan penebus kita yang sempurna dari dosa…
Ia adalah realita yang nyata dari setiap gagasan Hukum Taurat…

jadi apakah Yesus membatalkan Hukum Taurat?
ataukah Yesus menyempurnakan Hukum Taurat ?

Gbu…

good… menyempurnakan Hukum Taurat

Rm. 3:31
Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

yg membatalkan hukum taurat memang bukan kami (para Rasul) melainkan yg membatalkan hukum taurat adalah kematian KRISTUS

Efesus 2:15
…sebab dengan mati-Nya sbg manusia IA telah membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya.

karena hanya KRISTUS saja sudah menggenapinya (melakukan 613 printah tanpa salah satu pun)

Sundul ahh no comment takuttttt di denda 2m…ber…bocor

Salam sekali bebas tetap BEBAS :smiley:

bila bro mengatakan para rasul…
demikian pula Yesus tidak pernah mengatakan Hukum Taurat telah dibatalkan, yang ada sudah di genapi :slight_smile:

jangan begitu dong bro… kali aja bro ada masukan… :slight_smile:
kalo saya salah ya maklum, situ salah pun maklum… kan sama2 belajar…
yang penting jangan tarik2 urat, kan kita sama2 1 urat… haha…

Kolose 2:19
2:19 sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.

hukum kasih itu menggenapkan dan menyempurnakan yang ada dalam hukum taurat…

dan dijelaskan dengan baik oleh St Paulus mengenai pembatalan ini, sebab kalau tidak sia-sialah iman kita. :afro:

bila bro berpendapat demikian…
mungkin bisa di kategorikan Taurat Vs Kasih Karunia…

saya pakai kalimat bro michael sword…
hukum kasih itu menggenapkan dan menyempurnakan yang ada dalam hukum taurat…

contoh…
bila anda mengirim surat perintah kepada seseorang… lalu orang yang membaca surat perintah tersebut menuruti perintah anda sesuai apa yang anda tuliskan…

dan ketika anda datang… apakah “surat perintah” tersebut masih terpakai ?
tentunya tidak…

anda akan datang, dan menyatakan apa yang tercantum di dalam surat tersebut… serta menyempurnakan surat tersebut…

Baik pak… Perintah diterima… 86

Roma 7:22 Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, 23 tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.

Di atas diri manusia terdapat tiga hukum, yaitu hukum Allah, hukum akal budi, dan hukum dosa. Hukum Allah adalah taurat, yang sempurna, yang baik, dan manusia berusaha meresponi dengan menggunakan hukum akal budinya, usahanya untuk memenuhi hukum Allah tersebut. Namun sayang manusia lemah, hukum dosa yang ada diatas dirinya lebih kuat daripada hukum akal budinya sehingga ia terus jatuh dalam dosa hingga bila kita menyadarinya kita akan berkata: “Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini?”

Inilah nasib kita bila terus berharap bisa melakukan hukum Allah, hukum Taurat. Selamanya manusia tidak bisa melakukannya, ini adalah fakta.

Namun syukur kepada Allah masih ada satu jalan yaitu melalui Kristus yang kini menjadi Roh yang berhuni dalam bati kita. MelaluiNya kita bisa terbebas dari hukum dosa. Hanya melalui Kristus bukan yang lain, bukan otak kita, bukan uang kita, bukan kegiatan rohani kita. Mari kita kembali kedalam roh kita dan hidup menurut bimbingan Roh kudus.

Roma 8: 1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. 2 Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut. 3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, 4 supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

saat seseorang berkata “saya sudah tidak membutuhkan Hukum Taurat lagi”
itu adalah salah besar, justru dengan adanya Hukum Taurat membuat kita menjadi sadar akan ketidakberdayaan manusia terhadap dosa… karena kita tidak dapat melakukan 100%, dan membutuhkan Juruselamat…

Rm. 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

bila saya melakukan perpuluhan, menguduskan hari Tuhan, tidak berjinah, tidak membunuh… apakah saya telah melakukan Hukum Taurat ?
Tidak, karena itulah kewajiban saya… karena itulah cara saya mengucap syukur…
kita berada dalam jalur Kasih Karunia, tetapi kita tetap menjalani Hukum Taurat…
Karena Hukum Taurat adalah Kudus… dan semua yang baik terdapat dalam Hukum Taurat…

Yak. 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

bukan berarti kita melakukan segala sesuatu dengan se enak kita, lalu berkata “saya berada dalam Kasih Karunia”
Jadi Kasih Karunia bukan sebagai alasan untuk memaklumi perbuatan dosa, Tetapi oleh karena Kasih Karunia itu kita dapat melakukan kebenaran Allah…

Roma 5:20
5:20 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah,

Hukum Taurat diberikan kepada manusia, manusia bermegah dan berusaha mengerjakan perintah Allah… tetapi pada saat Kasih Karunia datang, bagian tersebut telah di kerjakan oleh YESUS… kita mengakuinya bahwa kita tidak dapat melakukan Hukum Taurat 100%, oleh sebab itu kita butuh Kasih Karunia…

Jadi seluruh dosa yang seharusnya kita tanggung, telah di tangguhkan pada YESUS setelah Ia mati di atas kayu salib… maka siapa yang percaya kepadaNya telah terbebas dari Hukum Taurat…

Gal. 2:21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian KRISTUS.

Hukum Taurat bukanlah jalan keselamatan! keselamatan hanya ada pada YESUS…

Mazmur 19:8 Taurat TUHAN itu sempurna, menyegarkan jiwa; peraturan TUHAN itu teguh, memberikan hikmat kepada orang yang tak berpengalaman.

apakah Kita benar2 tidak membutuhkan Hukum Taurat lagi ?
ataukah kita masih membutuhkan Hukum Taurat sebagai parameter ?

Gbu Thx…

Kasih karuniaNya sudah menyempurnakan hukum taurat yang tidak sempurna

Menurut saya … maksud Yesus maupun para rasul menggunakan istilah Membatalkan / Menggenapi / Menyempurnakan … secara harafiah memang berbeda

Tapi maksud utama yang tersirat dan saya rasa Bro Rusdi di Post #1 pun sudah setuju bahwa

“Pengikut Kristus sudah tidak terikat lagi kewajiban2 melakukan hukum taurat”

Sebagai ganti-nya … ya hukum kasih yang YESUS ajarkan :

Matius 22:37-40
Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.”

Jadi apa yang kita perbuat/lakukan/pikirkan perlu di cek apakah sudah sesuai dengan hukum kasih tersebut :slight_smile:

Oh iya jangan lupa … Tuhan melihat Hati :slight_smile:

Ya. intinya hati kita

KEGENAPAN HUKUM TAURAT
Lukas 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

HUKUM TAURAT DIBATALKAN
Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. Efesus 2:14-16

HUKUM TAURAT DIHAPUSKAN
Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku." Di atas Ia berkata: “Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya” --meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat–. Dan kemudian kata-Nya: “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.” Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua. Ibrani 10:7-9

PENGGANTI HUKUM TAURAT
“Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?” Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Matius 22:36-40

613 HUKUM TAURAT TIDAK DIHAPUS UNTUK PERINGATAN KEPADA MEREKA YANG MELAKUKANNYA
Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan. Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan, yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya, bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku. I Timotius 1:7-11

PANDANGAN DAN KESIMPULAN SAYA PRIBADI
Mengenai melakukan hukum Taurat bisa dilakukan jika bukan karena menjalankan perintah, wajib, terpaksa, terikat, mempunyai suatu harapan atau oleh karena hukum itu sendiri maka baiknya dilakukan karena oleh KASIH itu sendiri dengan tulus, tanpa pamrih dan balasan.

Salam bro rusdinech sekali MERDEKA tetap MERDEKA. :onion-head86:

dahulu bangsa Yahudi adalah bangsa pilihan… dimana itu membuat mereka menjadi sombong, dan menata kehidupan mereka agar di sesuaikan dengan Hukum Taurat…
mereka memandang hina bangsa2 lain… dan menyebut bangsa2 lain sebagai “anjing”
anjing di sini adalah suatu bentuk hinaan…
contoh : Mat. 15:26 Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.”
tetapi wanita tersebut merendahkan dirinya… maka Yesus pun memuji “sungguh besar Iman mu”

lukas 16:10-16 “setia dalam perkara yang kecil”
Kasih Karunia dalam perjanjian baru terjadi “UpGrade” dari Hukum Taurat… bukan Downgrade [dimana hukum semakin mudah] !!
maka pendapat saya adalah bahwa Kasih Karunia adalah penyempurnaan dari Hukum Taurat…

16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

semua orang tidak dapat menyangkal bahwa harta kita semua adalah kepunyaan Tuhan… Ternyata orang2 Farisi tersebut tidak dapat menerima, karena mereka adalah hamba uang… tentunya mereka tidak dapat mengakui bahwa harta mereka 100% kepunyaan Tuhan…
Orang Farisi memegang Hukum Taurat, dan selalu membanggakan perbuatan mereka…
Hukum Taurat = Orang berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan dengan cara menjalani seluruh isi Hukum Taurat dengan lahiriah
maka perkataan ini pun keluar…

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.

apa yang membenarkan diri mereka ?? karena mereka melakukan Hukum Taurat mereka merasa benar… tetapi bukan, karena mereka berpokok kan kemunafikkan…
cawan bagian luar tampak bersih, tetapi dalam nya bobrok…

16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

seperti sebelum nya… bahwa Kasih Karunia merupakan Upgrade an dari Hukum Taurat… dimana standar lebih tinggi…
kita melihat dengan berkeinginan >> sudah berzinah…
membenci >>> Sudah membunuh…
jadi kita harus lebih baik dari pada orang2 ahli Taurat, bukan hanya diluar… melainkan dari dalam hati keluar…
bila Ahli2 Taurat memberikan persembahan persepuluhan, kita memberikan 100%
apa mudah bagi kita memberikan 100% PLUS dengan hati yang tulus ??
maka kita latih dulu dari 10%… jadi Hukum Taurat masih di pakai sebagai motivasi kita, agar menjadi lebih baik lagi…

16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.

ini adalah akhir dari perikop…
16:18 Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah."

Zinah !
orang Yahudi melakukan Hukum Taurat dengan hati yang bobrok…
kita pun jangan melakukan Kasih Karunia dengan semena-mena…
tetapi haruslah menjadi Kudus di dalam suatu standar yang telah ada…

seperti kata bro salvation

Mengenai melakukan hukum Taurat bisa dilakukan jika [b]bukan karena menjalankan perintah[/b], wajib, [b]terpaksa, terikat,[/b] mempunyai suatu harapan atau oleh karena hukum itu sendiri maka baiknya dilakukan karena oleh KASIH itu sendiri dengan tulus, tanpa pamrih dan balasan.

saya tidak setuju dengan wajib… karena
Yak. 4:17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
jadi Hukum Kasih Karunia bukan karena paksaan betul sekali…
ada yang berkata… Semakin kita banyak tau, semakin banyak yang kita harus lakukan !! karena Hukum Taurat berisikan yang baik… maka otomatis kita pun melakukan Hukum Taurat… dan bila gagal… kita tidak perlu menanggung dosa yang ada di dalam Hukum Taurat, karena kita sudah ada Korban yang tetap… yaitu Yesus… itulah kasih karunia…

Contoh : anda orang kaya… melihat orang miskin kelaparan… otomatis anda akan membantu !! itu wajib !!
bukan malah berkata “ah hati saya tidak sreg bantu itu orang” jadi bodo amad deh…

Merdeka… :slight_smile:
Gbu.

Wajib oleh karena KASIH dan KEBENARAN dengan tulus, tanpa pamrih dan balasan, sebab hanya satu yang BAIK. Amin

tetap MERDEKA… :slight_smile:
Jbu

HUKUM TAURAT YA SEGALA HUKUM YANG ADA DI KITAB TAURAT MUSA
HUKUM TAURAT YA HUKUM YANG MASIH DI PAKAI OLEH ORANG YAHUDI /AGAMA YAHUDI DI MANAPUN DIA BERADA DIDUNIA INI.
APAKAH SEMUA ORANG ISRAEL YANG MASIH HIDUP DI NEGARA ISRAEL MENGGUNAKAN HUKUM TAURAT…?? PASTI ENGGAK YA…?? KARENA ADA SEBAGIAN ORANG ISRAEL ATAU YAHUDI YANG SUDAH MENGIKUTI JEJAK RASUL PAULUS TENTUNYA.