Hypnosis

syalom guyss… :wink:
kali ini saya mau nanya pendapat dan juga sekalian share tentang hypnosis… :rolleye0014:
minggu kemarin saya baru meminjam buku hypnosis, cuma iseng2… ;D :cheesy: setelah saya membacanya ada penjelasan yang mengatakan bahwa hypnosis tidak ada hubunganna dengan hal-hal yang berbau spritual, melainkan hanya pengendalian pikiran bawah sadar lewat kata-kata… :huh: bahkan sangat bagus untuk mengubah pola pikiran yang tidak mencerminkan seorang pemenang (loser), yang selalu menyerah dan suka mengatakan “aku tidak bisa” dengan sugesti-sugesti yang mebangun :afro: :afro:. setelah aku membaca lebih jauh ternyata memang masuk akal bahwa hypnosis tidak ada hubungannya dengan setan karena penjelasannya yang begitu masuk akal :afro:. tapi saya kembali pada buku yang saya pernah baca. buku itu mengungkit bahwa hypnosis merupakan cara setan utnuk lebih mudah masuk dalam pikiran kita.
jadi guys :smiley: pendapat kalian gimana tentang uku “hypnosis” yang saya baru baca ini…?? karena ada kekhwatiran juga bahwa penulis yang menulis buku yang saya baca merupakan orang yang “dipakai” iblis agar kita tidak ragu2 mau di hypnosis di suatu saat nanti… :happy0062:
jika ada dari teman2 ( atau mempunyai teman) yang pernah dihipnotis atau mengikuti program hypnotrapi bisa di ceritakan kesaksiannya adakah efek sejak di hipnotisss… karena menurut saya jika buku yang saya baca itu benar, maka pola pikir orang indonseia mungkin bisa di ubah dengan hypnosis agar kita bisa berpikir seperti orang2 dari negara suksess… :coolsmiley: ;D

Thanks udah bacaaa,

Hipnosis, ide liar muncul saat kita melihat begitu bodohnya Hawa mau ditipu oleh Ular sehingga munculah dugaan bahwa Ular itu kalau dilihat matanya lama-lama bisa menghipnotis orang. Dengan kata lain, Hawa menuruti mau Ular sebab di hipnotis…

Ha ha ha

Secara ilmiah hipnosis bukan berhubungan dengan roh setan. Pada tahap-tahap tertentu kondisi lepas dari akal budi dan kehendak bebas tersebut, dapat membuka peluang untuk menerima roh jahat. Sehingga hidupnya bisa berubah bukan lagi karena sugesti yang diberikan tetapi sudah merupakan karya roh jahat, seperti halnya Yudas Iskariot yang dirasuki roh jahat, ia jadi berubah berani kata injil, tetapi sikapnya tidak menyerupai orang gila Gadara walau sama-sama dirasuki roh jahat.

Orang yang disebut kesurupan dalam beberapa kasus juga bukan merupakan pekerjaan roh jahat, tetapi merupakan kegilaan mental. Memang tidak mudah untuk membedakannya, sebab hal itu tidak dapat dinilai dengan satu atau dua pertimbangan, tetapi harus dilayani secara total sehingga kita dapat membedakan apakah ini gila atau benar-benar kerasuakn roh jahat. Demikian juga hipnosis apakah benar-benar masih merupakan permainan sugesti atau sudah menjadi bagian dari pekerjaan roh jahat.

Saya belum pernah di hipnotis, tetapi saya pernah menontonnya saat disebuah acara, dimana salah satu karyawan bersedia maju untuk membantu dan saat itu dia merasa ada yang menepuk pundaknya waktu berdiri sendirian. Entah itu proses hipnosis atau ada roh jahat yang terlibat dalam acara tersebut saya tidak dapat memberikan pandangan.

Dilain waktu saya pernah melihat acara di TV (nasional) seorang pesulap hendak mendemostrasikan kemampuannya ke pemirsa dengan menghidupkan battery jam yang sudah mati. Saya iseng mencoba mengambil weaker dan memasang batt mati didalamnya. Pesulap menaruh tangannya dikamera dan penonton TV dipersilahkan memegang tangan tersebut yang ada dilayar TV sambil membawa jam yang berisi batt mati. Begitu saya sentuh, layar TV itu, eh… langsung jam weaker tersebut nyala… ga habis bingung saya taruh mungkin nanti juga mati, nyala sebentar. Ternyata besok masih nyala, lusa masih nyala dan karena penasaran adik saya mengunakan alat testnya untuk melihat kapasitasnya dan Wow, isinya masih penuh.

Oke, saya yakin ini pekerjaan roh jahat, bukan hipnosis lagi… sebab tidak ada sugesti yang membuat saya percaya jam ini menyala walau mati.

Terlalu tipis bedanya, tetapi baik juga jika anda mempelajari agar dapat membantu beberapa orang yang membutuhkan bantuan orang-orang yang benar-benar menguasai hipnosis dan juga pekerjaan iblis sehingga dapat dibedakan.

Tentang apakah kita baiknya menerima di hipnosis atau tidak, maka jawabnya adalah tidak, sebab kita dibawa dalam kondisi tidak sadar sehingga kita kehilangan akal budi dan kehendak bebas kita. Tetapi apakah dilarang? Saya jawab tidak juga, sebab dalam kasus tertentu seorang pasien membutuhkan proses hipnosis dapat dilakukan dengan pertimbangan medis yang dapat dipertanggung jawabkan.

saya lurusken,
hypnosis hanya bs d pakai jk org itu sadar atau stuju dgn yg menghipnosis
liat aja kyk romy rafael uya pasti nanti pas sugesti pasti mereka menghimbau jgn menolak tu sugesti krn kalau ditolak mk sugesti ga akn dtrma artinya hypno gagal
tapi jka ada hypnosis yg bisa maksa atau utk kejahatan maka itu namanya paling trik pengalihan perhatian dan ada juga gendam yaitu pake jin

Diluruskan pakai apa ne maksudnya…

Hipnosis adalah proses dimana manusia dibawa dalam kondisi tidak sadar (dari awalnya sadar) sehingga dirinya kosong tanpa akal budi dan kehendak bebas. Kondisi dimana seseorang tanpa menimbang akan mengungkapkan isi hatinya atau sebaliknya tanpa menimbang juga akan menerima sugesti dari dokter yang melakukan terapi hipnosis. Ini bukan pertunjukan sulap.

Untuk dihipnotis seseorang harus menyetujui sesuai prosedur kedokteran dan hukum, tanpa itu dokter tidak berhak melakukan terapi hipnosis. Tetapi dalam prakteknya hipnosis dapat dilakukan terhadap semua orang didalam kondisi yang memungkinkan.

Berbeda dengan pekerjaan roh jahat, seseorang dapat atau tidaknya dirasuk roh jahat agar dalam kondisi mirip hipnosis tergantung iman orang tersebut.

Selain itu ada satu lagi yang bisa disebut cabang hipnosis dan bisa juga dianggap diluar proses hipnosis, adalah proses manipulasi konsentrasi. Mirip dengan hipnosis (entah bisa disebut bagiannya atau bukan) seseorang dibawa dalam kondisi dimana otak dihadapkan kepada banyak keputusan bersamaan sehingga konsentrasi otak dan indra manusia yang terbatas mengabaikan hal yang satu dan memfokuskan pada hal yang lainnya. Hal ini biasanya dipakai dalam sulap dan sering diterapkan dalam kejahatan seperti pencopetan dan perjudian. Seseorang akan tidak sadar akan melakukan atau tidak melakukan apa yang distimulus oleh pelaku.

kn uda gue bilang

Huh jangan percaya hipnotis, itu kerjaan setan!

Kurang lebih seperti penuturan bro Krispus.
Ilmu pengetahuan (termasuk Hikmat), budaya dan semua hasil2nya (termasuk senjata) harus digunakan HANYA demi Kegunaan yg mendatangkeun Faedah Kebaikan, karena bila sdikit aja salah kaprah melenceng / sengaja dilencengkeun… fatal jreng :char12:

Apa2 kok dikaitkeun sama syeton yg seolah-olah powr & wewenang mereka lebih membanggakuen drpd qte2 :char11: Makin besaaar kepalaa deh mereka! :mad0261: emangnye siape elu set ? ;D (Loe gue END!! :onion-head43: )

terlalu mudah untuk mengatakan hipnotis kerjaan setan… pikiran pendek dan ambil gampangnya saja… mungkin akan berpikir kerjaan syeton… biasanya yang bilang kerjaan syeton adalah orang yang belum dewasa dalam berpikir… dan selalu mengutip dari perkataan Pendeta… tapi tidak pernah menguji kebenarannya…

hipnotis ada 2 type… dari syeton atau terapi secara profesional…

bahkan gereja pun(palagi aliran kharismatik) skrng banyak yg memakai teknik hipnosis(terutama sugesti) untuk pelayanan jemaat lho(disamarkan dgn istilah ‘nubuat’).

@jegan2000

saya tambahin lagi… termasuk " theori kemakmuran"…

http://www.cute-factor.com/images/smilies/missbone/old-pervert-62.gif
Makmuuuur… makmuuur… makmuur…

Gimana om caranya hipnotis buat jadi kaya raya di gereja?

ente2 kudu baca/cari info dulu ttg hipnoterapi di google2 yeee… emang itu sudah masuk kategori pengobatan alternatif (gak pake “katenye” ye…) dan ini sudah lame diterapkan di negara2 maju, masalahnye orang indon kadang mudah di “bodoh2in” selama ini dari tv show ato kejadian2 kehajatan yang pake hipnotis, yang ade di tv show kaya uya kuya mah itu boong2an, keponakan ane aje tau ;D ;D ;D ;D mana ade orang di hipnotis semuanye pada bisa di-“korek” itu mah artis bayaran semua, nah kalo kategori hipnotis yang buat kejahatan itu mah pake ilmu goib, gendam kalo kagak saleh tuh, nah yang ini yang bahaya krn pake kekuatan jin katanye, serem dah ;D ;D ;D ;D
kalo hipnoterapi ame ahli2 gitu kagak pake cepat, ade prosesnye, kerena kalo hipnotis juge gak bisa langsung dapat “lampu hijau” dari otak kite2, malah otak kite langsung kasih “lampu merah” dulu sebelum di proses. ade teman yang ikut hipnoterapi tapi sampe sekarang kagak ada efeknye, ibadah biasa2 aje, makanya kalo mau ahli hipnoterapi kudu orang yang pengalaman ame ade sertifikatnye, atau ahli ye ;D ;D ;D ;D jangan mau dihipnotis ame orang gak jelas bisa2 ente2 di hipnotis/disugesti ngasih duit ke orang tersebut tiap bulan kalo gak bayar sesuai persenannye nanti muncul perasaan bersalah kayak dikutuk gitu dah ;D ;D ;D ;D hati2 yeee… minta hikmat Tuhan yeee…

@Krispus
jawabannya yang saya bold

Ya die’ pada BENGKELAHI deh…makanya kalau BELAJAR yg KOMPLIT, baru tahu kulitnya udeh NYEPLOS omongan dari mulut…jadi bikin BINGUNG dan MEMBINGUNGKAN deh !..Kata-Nya :“Orang BUTA menuntun Orang Buta, keduanya PASTI Jatuh kedalam PERIGI!” Byuuuurrrrrr, Basah Kuyup deh !
Om Krispus aja yg sudah Lumayan dengan APA2 yg sudah dibacanya RADA BINGUNG karena ada 2 PENDAPAT yg bertentangan tentang HYPNOTIS itu !

HYPNOSE adalah suatu keadaan dimana otak manusia dalam keadaan TIDUR / Hypnose (Latin)

Alam SADAR adalah keadaan seseorang dimana AKAL dan PIKIRAN nya ber PERAN dan AKTIF sehingga ia bisa melakukan PILIHAN, PUTUSAN dan KEMAUAN nya

Alam Bawah Sadar adalah semacam Gudang Memory yg menyimpan SEMUA pengalaman baik Perbuatan, Pikiran dan Perkataan2 yg TEREKAM di Masa Lampau
Seseorang yg akan di Hypnotis ia akan dibawa kedalam STATUS dimana ia hampir TERTIDUR seluruhnya tetapi belum Masuk dalam Status Benar2 TIDUR. Makanya dalam Ilmu Hipnotis dijalaskan bahwa ada Gelombang Alpha, Beta, Theta dan Delta

Buat yg suka NGOBROL tentang HYPNOSIS dan HIPNOTIS ada baiknya coba BACA SENDIRI dulu Artikerl2 ini agar di CHARGING segala sesuatu tentang Ilmu tsb, baru setelah itu NGOBROL bareng2 lagi disini agar TIDAK TERKESAN “ASBUN”…OK ? :coolsmiley: :happy0062:

Apa sebenarnya hipnosis itu?

Apa sebenarnya hipnosis itu?
Hipnosis adalah suatu cabang ilmu yang terus berkembang. Di luar negeri, khususnya di Amerika, hipnosis telah diajarkan secara resmi di berbagai lembaga pendidikan terkemuka. Meskipun ada sangat banyak pakar yang menjelaskan atau menulis tentang hipnosis, apabila diteliti dengan cermat, apa yang mereka jelaskan selalu mengacu pada satu konsep dasar. Konsep dasar ini yang harus dikuasai untuk bisa mengerti dengan benar hipnosis dan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari.

Dulunya sebelum saya mempelajari hipnosis, saya juga mempunyai pandangan yang negatip terhadap hipnosis. Namun setelah mendalami dengan sungguh-sungguh, saya akhirnya mengerti, jatuh cinta, dan dapat memetik manfaat yang luar biasa dari cabang ilmu ini, baik untuk diri saya sendiri maupun untuk membantu orang lain.

Apa bedanya dengan hipnotis dan hipnotisme?Kata hypnosis berasal dari kata hypnos, yaitu dewa tidur pada mitologi Yunani. Hipnosis adalah ilmunya, hipnotis adalah orang yang melakukan hipnosis, sedangkan hipnotisme sama dengan hipnosis.

Apa beda hipnotis dan hipnoterapis?
Gelar hipnotis atau hipnoterapis memang agak membingungkan. Namun untuk mudahnya, hipnotis adalah seseorang yang telah mempelajari dasar-sadar ilmu hipnosis. Hipnoterapis adalah hipnotis yang mempelajari teknik terapi dengan menggunakan kondisi hipnosis.
Hipnotis belum tentu seorang hipnoterapis. Hipnoterapis pasti seorang hipnotis. Seorang hipnotis yang biasa membawakan pertunjukan belum tentu mampu melakukan terapi. Namun seorang hipnoterapis pasti bisa melakukan apa yang dilakukan hipnotis.

Apakah benar saat ini banyak orang yang salah mengartikan apa itu hipnosis?
Saat ini masyarakat Indonesia mulai mengenal hipnosis, baik dari pertunjukkan di televisi maupun dari pemberitaan di berbagai media masa. Seiring dengan semakin gencarnya publikasi, masyarakat juga dihadapkan pada berbagai informasi yang tidak tepat atau bahkan salah mengenai hipnosis. Beberapa pandangan yang salah tentang hipnosis, yang beredar di masyarakat, antara lain, hipnosis adalah praktek supranatural atau klenik, hipnosis sama dengan gendam atau kejahatan, hipnosis adalah penguasaan pikiran, hipnosis adalah ilmu sesat yang menggunakan kekuatan mahluk halus, dan hipnosis adalah sama dengan tidur.
Apakah hipnosis seperti itu? Tentu tidak. Pandangan yang salah tentunya akan sangat merugikan masyarakat. Masyarakat yang tidak mengerti hipnosis yang sebenarnya akan menutup diri dan menolak mempelajari hipnosis, dan tentunya tidak akan bisa mendapatkan manfaat luar biasa dari praktek hipnosis.

Bersambung…

Sambungan 1…

Bagaimana cara kerja hipnosis?Kondisi hipnosis sebenarnya identik dengan gelombang otak alfa dan theta. Gelombang alfa berada pada kisaran 8 - 12 Hz dan theta pada 4 - 8 Hz. Saat seseorang berada dalam kondisi trance maka kisaran gelombang otaknya pasti berada di antara alfa dan theta.

Setiap orang dalam satu hari minimal pasti berada dalam kisaran gelombang ini yaitu saat mau tidur dan saat baru bangun tidur. Secara alamiah saat kita mau tidur gelombang otak akan turun dari beta, ke alfa, ke theta, dan akhirnya di delta (tidur pulas tanpa mimpi). Demikian pula sebaliknya. Saat kita bangun tidur maka gelombang otak akan naik dari delta, ke theta, ke alfa, dan akhirnya di beta atau sadar penuh.
Apakah benar kita selalu mengalami hipnosis setiap saat?
Sebenarnya setiap hari kita mengalami kondisi hipnosis. Anda pasti pernah nonton film, bukan? Saat adegan film sedang seru-serunya anda pasti merasa tubuh anda menjadi tegang, napas berubah, dan jantung anda berdebar lebih kencang. Mengapa? Bukankah anda tahu bahwa apa yang sedang anda tonton bukanlah suatu kejadian nyata? Pikiran sadar anda tahu bahwa film itu bukan sesuatu yang nyata. Namun pikiran bawah sadar anda menerima apa yang anda lihat dan alami sebagai suatu hal yang nyata.
Saat menonton film, perhatian anda sangat terpusat pada apa yang sedang berlangsung di layar sehingga anda mem-blok suara-suara lain, misalnya suara batuk penonton lainnya, atau suara handphone yang berbunyi. Pada saat ini anda sangat sadar dengan keberadaan diri anda yang sedang menonton film. Semua sensasi atau perasaan yang anda rasakan saat menonton film, misalnya perasaan sedih, gembira, kecewa, marah, jengkel, atau bahagia merupakan hasil dari kerja pikiran bawah sadar anda. Saat itu anda sebenarnya berada dalam kondisi hipnosis.
Lalu, apakah anda dikendalikan oleh film yang anda tonton? Tentu tidak! Film itu tidak mengendalikan diri anda tetapi mengarahkan pikiran anda dengan alur ceritanya. Inilah sebenarnya yang dimaksud dengan keadaan hipnosis atau trance.
Berbeda dengan pemahaman kebanyakan orang, yang mengatakan bahwa saat dalam kondisi hipnosis atau trance kesadaran seseorang sangat lemah, saat dalam kondisi trance level kesadaran seseorang justru meningkat sangat tinggi.

Bagaimana definisi hipnosis yang benar?
Saat ini, definisi yang paling banyak digunakan dan diterima berbagai lembaga / asosiasi hipnosis dan hipnoterapi di dunia adalah definisi yang dikeluarkan oleh U.S. Dept. of Education, Human Services Division: “hypnosis is the by-pass of the critical factor of the conscious mind followed by the establishment acceptable selective thinking” atau “hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar diikuti dengan diterimanya suatu pemikiran selektif (sugesti).”

Apakah hipnosis hanya bisa untuk acara hiburan, seperti yang ditampilkan di Televisi?
Tentu tidak. Berikut ini adalah jenis hipnosis dan manfaatnya:

Stage Hypnosis
Stage hypnosis adalah hipnosis yang digunakan untuk pertunjukan hiburan.

Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy
Clinical Hypnosis atau Hypnotherapy adalah aplikasi hipnosis dalam menyembuhkan masalah mental dan fisik (psikosomatis). Aplikasi dalam pengobatan penyakit antara lain: depresi, kecemasan, phobia, stress, penyimpangan perilaku, mual dan muntah, melahirkan, penyakit kulit, dan masih banyak lagi.

Anodyne Awareness
Anodyne Awareness adalah aplikasi hipnosis untuk mengurangi rasa sakit fisik dan kecemasan.

Forensic Hypnosis
Forensic Hypnosis adalah penggunaan hipnosis sebagai alat bantu dalam melakukan investigasi atau penggalian informasi dari memori.

Metaphysical Hypnosis
Metaphysical Hypnosis adalah aplikasi hipnosis dalam meneliti berbagai fenomena metafisik. Jenis hipnosis ini bersifat ekperimental.

Bersambung…

Sambungan 2 …

Bagaimana sebenarnya hipnosis itu, apa termasuk unsur klenik?
Hipnosis berhubungan dengan kondisi kesadaran seseorang pada satu waktu tertentu. Tidak ada unsur klenik sama sekali. Hipnosis sebenarnya merupakan seni komunikasi dengan pikiran bawah sadar. Dulunya saya tidak percaya bahwa hipnosis adalah suatu seni komunikasi. Namun setelah saya mempraktikkan hipnosis baik untuk diri sendiri maupun dengan orang lain maka saya akhirnya sadar bahwa memang benar bahwa hipnosis adalah seni komunikasi bawah sadar.
Dalam setiap kesempatan saya memberikan workshop hypnosis selalu muncul pertanyaan, “Apa hubungan hipnosis dengan mahluk halus?”, “Gendam itu jenis hipnosis yang mana ?”. Saya berusaha menerangkan bahwa sebenarnya hipnosis itu murni seni komunikasi dan nggak ada hubungannya dengan mahluk halus. Sambil guyon saya berkata, “Hipnosis memang ada hubungannya dengan mahluk halus bila yang menghipnosis anda adalah seorang wanita yang cantik, berkulit mulus, dan tutur katanya halus. Jadi benar itu mahluk halus”.
“Lalu bagaimana dengan gendam? Bukankah ada banyak contoh kasus di mana seseorang ditelpon, katanya ia dapat hadiah, dan diminta menyetor sejumlah uang ke rekening tertentu, lha…. koq mau? Itu pasti kena gendam”, kejar si penanya. Benarkah demikian? Untuk menjelaskan fenomena ini saya akan membahas mengenai cara kerja pikiran.

Bagaimana cara kerja pikiran manusia?Manusia mempunyai dua jenis pikiran yang bekerja secara simultan dan saling mempengaruhi, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Besarnya pengaruh pikiran sadar terhadap seluruh aspek kehidupan seseorang, misalnya sikap, kepribadian, perilaku, kebiasaan, cara pikir, dan kondisi mental seseorang hanya 12%. Sedangkan besarnya pengaruh pikiran bawah sadar adalah 88%. Untuk mudahnya kita bulatkan menjadi 10% dan 90%. Dari sini dapat kita ketahui bahwa pikiran bawah sadar mengendalikan diri kita 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar.

Apakah setiap orang bisa dihipnosis?Jawabnya bisa. Semua orang bisa dihipnosis asalkan mereka bersedia. Satu-satunya faktor yang menghambat seseorang untuk masuk kondisi hipnosis adalah rasa takut.

Apakah benar jika kita menolak untuk dihipnosis maka kita tidak dapat dihipnosis?Syarat utama agar dapat dihipnosis adalah subjek (orang yang dihipnosis) harus bersedia untuk dihipnosis. Bila subjek menolak maka hipnotis / hipnoterapis tidak akan mampu menghipnosis. Saat hipnotis melakukan hipnosis, yang terjadi adalah si hipnotis mem-by-pass pikiran sadar subyek dan langsung berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek. By-pass di sini jangan salah dimengerti sebagai suatu bentuk manipulasi.
By pass maksudnya adalah pikiran sadar subjek dibuat sibuk, lengah, bosan, bingung atau lelah sehingga pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar, yaitu RAS (Reticular Activating System) terbuka atau tidak terjaga dengan baik. Karena RAS terbuka atau pengawasannya lemah maka si hipnotis akan dengan mudah menjangkau pikiran bawah sadar. Apabila subjek merasa takut, tidak suka, khawatir, atau tidak percaya pada hipnotis, maka proses hipnosis akan menjadi sangat sulit karena RAS akan terkunci rapat. Dalam kondisi ini hipnotis akan sulit sekali menjangkau dan berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek.

Apa yang dimaksud dengan self-hypnosis?Kerja sama dari subjek sangat dibutuhkan agar proses hipnosis dapat berlangsung dengan mudah dan lancar. Mengapa? Karena semua proses hipnosis sebenarnya adalah self-hypnosis. Dikatakan self-hypnosis karena seorang hipnotis sebenarnya hanya berperan sebagai fasilitator atau operator. Subjek menghipnosis dirinya sendiri dengan mengikuti instruksi yang diberikan oleh hipnotis. Bila subjek menolak dengan cara tidak bersedia mengikuti instruksi maka hipnosis tidak akan bisa terjadi.

Bagaimana cara seorang hipnotis / hipnoterapis menjangkau pikiran bawah sadar seseorang?Seorang hipnotis / hipnoterapis yang ahli tentu mempunyai sangat banyak cara untuk bisa menjangkau pikiran bawah sadar subjeknya. Cara untuk menjangkau pikiran bawah sadar ini dinamakan induksi. Ada sangat banyak cara melakukan induksi. Dari semua cara itu, bila dicermati, akan tampak suatu pola umum. Pola umum ini membagi teknik induksi menjadi enam kategori. Para pakar biasanya menggabungkan beberapa pola induksi menjadi satu pola baru. Ada teknik induksi untuk orang yang mudah dihipnosis.Ada yang untuk yang moderat. Dan ada yang untuk orang yang sulit dihipnosis.

Sambungan 3 …
Apakah saya bisa menjadi seorang hipnotis / hipnoterapis?
Untuk menjadi seorang hipnotis / hipnoterapis yang andal diperlukan beberapa syarat utama, antara lain konsep diri positif, rasa percaya diri yang tinggi, memahami cara kerja pikiran, kemampuan komunikasi verbal dan non verbal yang baik, kreatif, dan menguasai ilmu hipnosis dengan baik dan benar.

Di mana saya bisa mempelajari hipnosis / hipnoterapi?Ini satu pertanyaan yang sangat bagus. Saat ini ada banyak orang atau lembaga yang melakukan loka karya hipnosis. Ada yang memasang harga yang murah sampai harga yang cukup mahal. Terlepas dari berapa harga yang dipasang untuk loka karya hipnosis, yang harus benar-benar diperhatikan adalah siapa yang mengajar di loka karya hipnosis tersebut.
Instruktur yang mengajar mempunyai pengaruh yang sangat penting. Bila anda belajar pada orang yang salah, yang hanya mengerti sedikit namun telah berani mengadakan loka karya, maka anda akan membuang uang, waktu, pikiran, dan tenaga karena telah salah belajar.
Saya dapat bercerita seperti ini karena pengalaman pribadi. Sebelum mendalami hipnosis, dengan mengikuti loka karya, saya banyak membaca buku-buku hipnosis yang ada di toko buku. Semakin saya membaca maka semakin bingung saya jadinya. Saya akhirnya memutuskan untuk mengikuti loka karya yang diselenggarakan oleh beberapa pakar hipnosis. Ada pakar dari dalam negeri maupun yang dari luar negeri, sudah tentu dengan biaya yang tidak sedikit. Dari mereka akhirnya saya mendapat pemahaman yang benar mengenai apa itu hipnosis. Selanjutnya saya mendalami sendiri dengan banyak membeli buku dari luar negeri dan tentu saja banyak praktik.
Cara yang lebih mudah adalah dengan mengikuti pelatihan hipnosis/hipnoterapi 100 jam …

Apakah benar belajar hipnosis itu sangat sulit?Untuk mendalami hipnosis dan melakukan stage hypnosis bukanlah sesuatu yang sulit. Namun untuk melakukan hypnotherapy, ini anda harus hati-hati. Aplikasi hipnosis dalam terapi memerlukan pengetahuan yang lebih dalam. Belajar di loka karya saja belum cukup. Kita masih harus mendalami dari berbagai sumber lainnya.
Baru-baru ini saya mendapat cerita dari seorang kawan mengenai suatu lembaga yang menyelenggarakan loka karya hypnotherapy. Ternyata apa yang diajarkan sangat keliru. Dari cerita kawan saya ini dapat disimpulkan bahwa sebenarnya teknik terapi yang diajarkan di loka karya tersebut, kalau di Amerika, masuk dalam kategori malpraktik.
Saya sengaja menceritakan hal ini tidak bertujuan mendiskreditkan suatu lembaga atau pribadi tertentu. Saya ingin agar kita semua berhati-hati agar kita dapat belajar dari sumber yang benar dan kompeten agar ilmu hipnosis dapat dikuasi dengan benar dan dapat dimanfaatkan untuk kemajuan kita bersama.

Apakah hipnoterapis bisa melakukan diagnosa penyakit?Hipnoterapis tidak bisa dan tidak boleh melakukan diagnosa penyakit karena hipnoterapis bukan dokter. Hipnoterapis juga bukan psikolog atau psikiater.
Untuk bisa menjadi seorang hipnoterapis andal tidak perlu harus menjadi dokter, psikolog, atau psikiater dulu. Namun dokter, psikolog, atau psikiater bisa menjadi hipnoterapis dengan mengikuti pelatihan hipnoterapi.

Apakah seseorang, saat dihipnosis, bisa tidak “bangun” atau “tersangkut” di dalam kondisi hipnosis?Ini pandangan yang salah yang diyakini kebanyakan orang. Belum pernah dalam sejarah hipnosis/hipnoterapi ada orang yang “tersangkut” dan tidak bisa keluar dari kondisi hipnosis. Orang dikatakan tidak mau keluar atau “tersangkut” sebenarnya karena mereka merasa enggan untuk keluar dari kondisi hipnosis yang sangat rileks dan menyenangkan.

Siapapun bisa keluar dari kondisi hipnosis dengan segera saat ia memutuskan untuk keluar dari kondisi hipnosis. Saat dalam kondisi hipnosis, subjek tetap memiliki kontrol sepenuhnya atas pikirannya sendiri.

Nah SEMUA ITU baru hanya KULITnya saja belum sam[ai ke INTI nya untuk bisa membantu orang lain menghilangkan PHOBIA HABITUAL, ANXIETY HABITUAL, DEPRESI HABITUAL, DLL !

STRUKTUR DASAR dalam HYPNOTIS :
Pada Hypnosis gaya klasik, atau konvensional, berlaku struktur atau tahapan sebagai berikut :

Pre-InductionTahap ini adalah saat dimana Hypnotist pertama kali berinteraksi dengan Subyek. Dalam Tahap ini seorang Hypnotist melakukan observasi terhadap diri Subyek menyangkut berbagai hal yang kiranya dibutuhkan dalam proses Hypnosis, antara lain : perkiraan tingkat Suggestibility (sugestivitas), serta detail permasalahan (pada proses Hypnotherapy). Pada tahap ini pulalah seorang Hypnotist dapat melakukan proses pembelajaran “Trance” kepada Subyek, atau dikenal dengan istilah “Hypnotic Training”. Dalam proses Hypnotherapy, tahap ini merupakan tahap dimana seorang Hypnotherapist memberikan edukasi di seputar proses Hypnotherapy yang akan dilakukan.

Induction
Suatu tahapan teknis, dimana seorang Hypnotist mulai memandu Subyek untuk mulai memasuki kondisi “Trance”. Teknik induction atau induksi yang dipergunakan disesuaikan dengan kondisi Subyek berdasarkan hasil observasi pada saat tahapan Pre-Induction.

Deepening
Suatu tahapan untuk memperdalam kondisi “Trance” dari Subyek. Kedalaman “Trance” yang dibutuhkan dapat berbeda-beda untuk setiap kebutuhan.

Depth Level Test
Pengujian tingkat kedalaman “Trance” dari Subyek. Cara yang dipergunakan dapat melalui konfirmasi (Ideo Motor Response) atau berdasarkan identifikasi dengan standar kedalaman yang ada (misal : Davis-Husband Scale).

Suggestion
Tahapan inti dari proses Hypnosis, yaitu pemberian sugesti sesuai dengan maksud dan tujuan proses Hypnosis yang dilakukan.

Termination (Emerge)
Pengakhiran proses Hypnosis, yaitu suatu langkah bertahap untuk membawa kembali Subyek ke kondisi normal.


Struktur atau tahapan di atas merupakan struktur standar, terutama diterapkan pada proses Hypnosis untuk menghasilkan efek therapeutic atau Hypnotherapy. Pada Stage Hypnotism, terkadang pada Subyek diminta membuka mata sebelum proses Termination, dan melakukan “action” sesuai dengan sugesti yang diberikan. Dalam kasus ini, dikenal istilah bahwa Subyek berada dalam kondisi “Ability To Open Eyes Without Affecting The Trance”, atau membuka mata dalam kondisi “Trance”. Termination yang sesungguhnya baru dilakukan di akhir acara.

Penghalang Itu Bernama “Self Image”
Seringkali kita sangat sulit untuk mewujudkan sesuatu, entah sebuah tujuan tertentu, atau menuju perilaku tertentu, walaupun kita telah menerapkan berbagai teknik pemberdayaan diri terkini. Salah satu hal yang seringkali menjadi faktor penghambat utama adalah suatu “selubung” diri yang sangat kuat yang dinamakan dengan “Self Image” atau “Citra Diri”.
Self Image adalah persepsi tentang diri kita oleh diri kita sendiri, dan seringkali tidak kita sadari, karena memiliki bentuk yang sangat halus atau abstrak. Self Image lebih bersifat “global” dan bersifat sebagai “payung besar” yang menaungi seluruh kecenderungan tindakan kita dalam berpikir atau bertindak.
Self Image juga sering dianalogikan sebagai “kartu identitas” diri yang kita perkenalkan kepada “alam semesta”.
Self Image merupakan selubung atau filter yang sangat kuat yang mempengaruhi suatu pemikiran. Self Image hanya akan “meloloskan” pemikiran yang sejalan dengan Self Image tersebut, dan sebaliknya “mematahkan” pemikiran yang tidak sejalan.

Berbagai “outcome” atau “objective” sangat sulit atau bahkan mustahil dapat dicapai bilamana bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Self Image. Oleh karena itu penting bagi kita untuk “membersihkan” terlebih dahulu berbagai Self Image yang tidak memberdayakan dari diri kita, dan memasukkan berbagai Self Image yang kita perlukan.
Self Image merupakan ekspresi dari Belief System kita, dan pada umumnya bersifat global (Chunk-Up), seperti misalkan :
“Saya pribadi yang menarik”
“Saya selalu gagal”
“Saya berhak atas keberlimpahan”
“Saya ditakdirkan untuk menderita”
“Saya dilahirkan sebagai pemimpin”
“Saya tidak memiliki darah bisnis”
“Saya selalu mampu untuk menyelesaikan persoalan”
“Saya adalah panutan bagi banyak orang”

Ketika kita memiliki “outcome” tertentu, misalkan kita ingin membangun suatu usaha sendiri, maka perlu diamati terlebih dahulu apakah terdapat Self Image yang “tidak memberdayakan” untuk konteks dimaksud, misalkan : “Saya tidak memiliki darah bisnis” atau “Saya tidak trampil dalam mengerjakan hal-hal baru”.


Self Image bersifat global, oleh karena itu tidak ada salahnya jika kita memasukkan sebanyak-banyaknya berbagai Self Image yang memberdayakan dan kondusif bagi langkah-langkah kita untuk mewujudkan berbagai “outcome”, ataupun untuk mengubah “behavior” tertentu.
Self Image dapat di-programkan ke diri kita melalui berbagai teknik pemrograman diri yang ada saat ini, entah melalui teknik Hypnosis, NLP, Psychocybernetic, atau berbagai teknik lainnya yang sejenis.
Selamat merekayasa ulang Self Image kita masing-masing ……!

“Hipnosis Itu Haram!” Katanya

Diskusi-diskusi yang saya dan beberapa sahabat lakukan, terutama yang awam dalam hal hipnosis masih berkaitan tentang bagaimna hipnosis bisa terjadi. Di sela-sela diskusi tentu ada saja yang minta untuk ditunjukkan kehebatan hipnosis.
Sekali lagi saya katakan, hipnosis tidaklah sehebat yang Anda bayangkan, yang hebat adalah penciptaan pikiran oleh Tuhan.
Sampai saat ini, masih dilakukan penelitian tentang kapasitas otak dan pikiran yang masih belum diketahui batasnya. Hipnosis memberikan cara untuk mengeksplorasi luasnya pikiran yang dapat digunakan untuk penyembuhan maupun pemberdayaan diri.

HARAM-nya dimana? Itu yang terpikirkan ketika saya menonton tayangan di sebuah stasiun TV di pagi hari. Tayangan tersebut merupakan tayangan keagamaan, dan bagi mereka yang hadir untuk kesembuhan akan dibantu untuk mengetahui penyebab penyakitnya yang berhubungan dengan perilaku dan sikap-sikap negatifnya sehari-hari yang kemudian harus diubah menjadi positif untuk mendapatkan kesembuhan.

Host (pembawa acara) acara tersebut menjelaskan kepada masyarakat terutama jemaahnya bahwa apa yang dilakukan oleh host tidak menggunakan kekuatan mistis, klenik atau bantuan jin. Memang secara kasat mata acara ini sangat luar biasa dahsyat (yes…yes…yes…). Sang host menanyakan keluhan jamaahnya, misal, jamaahnya sakit kepala yang kadang datang dan kadang hilang, sudah berobat ke dokter namun tidak kunjung berhenti sakit kepalanya. Sang host pun bertanya dan menebak yang hampir seluruh tebakannya benar. “Bapak kalau ada permasalahan sukanya marah tapi marahnya tidak dikeluarkan, disimpan aja sendiri ya? Dan jika ada pendapat yang berbeda bapak pinginnya terus mempertahankan pendapatnya dan jika memang itu terjadi bapak marah-marah yang disimpan untuk diri sendiri.” Begitu tanya sang host.
“Betul pak host.”
Semua orang terkesima termasuk saya yang menontonnya walau hanya dari TV. “Bapak mau ngga sembuh? Kalo mau mulai sekarang bapak kalo ada perbedaan pendapat Bapak harus ngomong dan bersabar kemudian ikhlaskan saja ke Tuhan, ayo sekarang bapak ikhlaskan ke Tuhan…Sekarang…!”
Sang Bapak pun mengikuti instruksi host tersebut dan…”Gimana Pak sekarang sudah mendingan?”
“Sudah Pak host, Terimakasih.”
HEBAT pikir saya, begitu percayanya orang tersebut kepada sang host sehingga sugesti sederhana dengan cepat bekerja. Tapi apa yang terjadi selanjutnya? Alih-alih sang host meyakinkan bahwa ia tidak menggunakan mistis, ia mengatakan,”Saya gak pake jin dan sejenisnya, tidak seperti hipnotis, yang itu baru pake jin dan gak boleh ya Bapak – Ibu.”
DUAR…R! KAGET saya. “Lho…yang barusan ia pakai bukan kah itu juga hipnosis?”

Sahabat, mungkin host tersebut memang belum memahami apa itu hipnosis, tapi dengan ketidak pahamannya dan di sisi lain banyak yang mempercayainya maka informasi yang kurang tepat ini bisa berdampak tidak baik.

Jika hipnosis menggunakan jin itu tidak benar, jika ada yang berkata jeans itu benar…he.he.he. Hipnosis, murni menggunakan komunikasi yang tidak ada hubungannya dengan mistis.
Kekuatannya adalah dengan menyusun saran-saran atau sugesti bagi orang yang membutuhkan kesembuhan atau pemberdayaan diri, tidak lebih. Hipnosis menerapkan apa yang diteliti dan ditulis oleh ahli psikologi dengan pendekatan yang sedikit berbeda.
Dan sejarah mengatakan bahwa hipnosis pertamakali dipopulerkan di Eropa oleh para dokter yang mencari penyembuhan pendukung selain penyembuhan formal secara medis dan hipnosis tidak menggantikan peran medis. Artinya ilmu ini sngat lah ilmiah dan para dokter tentu dengan displin ilmunya tidak akan memasukkan mistis ke dalam metode penyembuhannya.

Bersambung…