Ibu Pengganti (surrogate mother) ?

definisi dari Ibu Pengganti (surrogate mother) menurut ensiklopedia :

Surrogate mother : a woman who agrees, usually by contract and for a fee, to bear a child for a couple who are childless because the wife is infertile or physically incapable of carrying a developing fetus. Often the surrogate mother is the biological mother of the child, conceiving it by means of artificial insemination with sperm from the husband. In gestational surrogacy, the wife is fertile but incapable of carrying a growing fetus; the child is conceived by in vitro fertilization using the wife’s eggs and her husband’s sperm, and the resulting embryo is implanted in the surrogate mother’s uterus.

gampangnya : Rahim Sewa.

seorang wanita dewasa, yg bersedia menyewakan Rahim sebagai tempat utk berkembangnya janin (sperma+ovum) pasutri lain, dimana ovum dari wanita yg menyewakan rahimnya tsb tdk ikut terlibat dalam proses inseminasi.

bagaimana status bayi yg kelak lahir tsb ?

yg menjadi ibu sejati, yah wanita pemilik sel telur, bukan wanita yg mengandungnya.

ok bro.

saya ga gitu tau, apakah ada standar baku mengenai status bayi tsb, apk memang si pemilik ovum yg sah menjadi Ibu Kandungnya atau Ibu Inang yg lebih pantas, mengingat darah dan makanan yg dikonsumsi janin (bayi) selama 9 bulan, berasal dari Ibu Inangnya bukan dari Ibu pemilik ovum.

mungkin bro bejobejo bisa melampirkan bukti2 pendukung, sebagai penguat argumen anda, klo bisa sih bukti dari alkitab.

periksa saja gen/DNA si anak berasal dari ibu asli atau dari ibu yang mengandung ? DNA lebih kuat, dari sekedar mengandung.

kalau soal makan sih, saya ibaratkan, saya memberi makan anak tetangga setiap hari selama 9 bulan, apa anak tetangga akan menjadi anak saya ??

ya saya setuju jika bisa dibuktikan lewat pemeriksaan DNA, mungkin pertanyaannya apakah DNA telah terbentuk dari sel sperma+ovum atau dari darah yg dialirkan lewat Ibu Inangnya ?

kemudian darah yg mengalir pada si janin (bayi) apakah darah yg berasal dari sperma+ovum atau dari Ibu Inang ?

mungkin anda bisa menjelaskan, klo ada referensi medis, boleh juga dilampirkan.

menurut saya,
status anaknya tetap berdasarkan pemilik sperma dan ovum…

mungkn mirip seperti ibu persusuan yang udah dikenal sejak jaman dulu kali yah, seorang ibu yang memberkan ASI nya kepada bayi yang tidak dikandungnya…
kal ini jadi ibu pengganti…

ok, bisa dimengerti, klo Ibu Susu tidak berhak dikatakan sebagai Ibu kandung dari bayi yg diberinya makan.

bagaimana dengan DNA dan darah yg mengalir pada si janin ?

AFAIK

DNA berasal dari orang tuanya (sperma dan ovum), tidak ada sangkut pautnya dengan darah inang.

darah ibu-janin tidak bercampur… buktinya golongan darah janin bsa berbeda dengan ibunya.
janin membentuk sendiri darahnya, tapi nutrisi untuk membentuk darah, untuk pertumbuhan, dll berasal dari inangnya (ibu).

ok, bisa anda lampirkan referensi medis mengenai apakah darah / bagian dari apa yg dimiliki Ibu Inang tidak diturunkan kepada si janin (bayi) selama dalam kandungan ?

Loh apakah bro gak tau kalau Darah Ibu dan darah Janin tidak bercampur :smiley:

Makanya golongan darah Ibu dan Anak bisa berbeda

transfusi darah, tidak akan merubah gen/dna penerima donor darah

sama spt si bayi itu. Gen/DNA tetap mengikuti DNA sel pemilik telur. Darah yang masuk ke bayi, tidak akan mempengaruhi DNA bayi

Darah Ibu dan Bayi tidak bercampur sis bejo :smiley:

karena ada yg namanya plasenta … bisa di google fungsi plasenta nya :slight_smile:

Yang masuk ke bayi hanya nutrisi

ok, jadi DNA tidak ada hubungannya dgn darah Ibu.

artinya status bayi itu adalah anak kandung dari pemilik sperma+ovum ya ?

iya betul

seharusnya sih begitu.

semoga bisa sedikit membantu : Placental blood circulation
The placental barrier is composed of structures that separate the maternal and the fetal blood.

kelihatannya anda ragu ragu bro ?

ok, jadi secara biologis Ibu Inang bukan Ibu Kandung (walaupun dia yg mengandung).

status Anak Kandung hanya milik dari si pemilik sperma+ovum.

klo saya kaitkan itu dgn Maria, apakah Maria ini sebagai Ibu inang (hanya dipinjam rahimnya), atau apakah ovum milik Maria terlibat dalam proses pembentukan janin Tuhan ?

Salam Damai.

Mau ikut bertanya.
Ibu Pengganti (surrogate mother) apakah secara etika moral Kristiani diperbolehkan ?
Ayat2 Pleaseee

GBU
:slight_smile:

bukan ragu ragu, melainkan saya bukan ahli hukum, makanya saya jawab, dgn kata seharusnya

kl soal maria, sy pikir, tidak ada ovum maria yg terlibat.

tadinya saya mau tanya itu, jadi kita tunggu aja jawabannya.