Ideologi Pancasila dalam pandangan Kristen

Pancasila sebagai ideologi negara kesatuan Republik Indonesia kelihatannya tidak bertentangan dan sejalan dengan ajaran Kristen.

Hasil survey di Indonesia :75% penduduk menginginkan ideologi Pancasila sedangkan 25% menginginkan ideologi Islam.

Mengapa tidak ideologi Kristen ? Mungkin ideologi Pancasila sejalan dengan ajaran Kristen.

Ada yang bisa menjelaskan ?

Sila pertama dari Pancasila : Ketuhanan Yang Maha Esa.

Markus 12:29
Jawab YESUS: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
YESUS sendiri yang mengatakan TUHAN ALLAH ITU ESA.

Jadi sila pertama dari Pancasila sejalan dengan ajaran Kristen.
Yang jelas, Tuhannya orang Kristen itu adalah Esa bukan Tiga, seperti yang dikatakan orang seberang.

saya rasa negara dan “kepercayaan” tidak akan dapat berjalan bersama sis

Lho, mengapa ???

Islam menginginkan ideologinya yang dipakai dan mendirikan Negara Islam Indonesia.

Bagaimana dengan Katolik Roma ? Negara dan agama berjalan bersama.

How 're you ?

wAHH LAGI DISOROT YA Masalah Pancasila ini…??
Kasian juga tuh Pancasila , ga lagi menjadi kehormatan dan dihormati oleh rangkyat bangsa kita ini…miris,sedih dan prihatin juga…
Padahal dng mengesampingkan Pancasila…malah terbukti dan leluasa mempertontonkan moral yang kurang terpuji, dimana pada berlomba-lomba untuk menjadi koruptor yang terkenal…heheeh…ironis ya bangsa ini…!!

Pancasila secara historis diciptakan oleh para pendiri bangas ini dng kekeuatan iman dan pengetahuan berlandaskan pada kepercayaan mereka masing -masing, terhadap Allah Semesta Alam.
Jadi bagi orang yang beriman, sudh pasti Pancasila tsb dapat diterima dng ikhlas sebagai Acuan bagaimana kita BERBANGSA DNG BERRAGAM
BUDAYA DAN BAHASA DAN AGAMA.
Jadi kalau Imannya Kristen separti saya…?? Ya Pancasila itu adalah hal yang baik bagi modal kita jika mau bergaul dng bangsa lain supaya kita dapat tetap memegang teguh dalam segala hal untuk membela bangsa dan negara kita…supaya kita tidak disepelekan dan dilecehkan oleh bangsa lain yang ada di dunia ini tah…??

Bagus… :afro:
dlm pandangan saya sbg orang Kristen :afro:

VATICAN merupakan perkecualian…
Vatican adalah negara independen yang dikuasai oleh Gereja/Paus berdasarkan Perjanjian Lateran 1929.
Di negeri itu, kita tahu, hanya ada beberapa ratus orang Corpo della Garda Svizzera yang bertugas sebagai penjaga Paus. Luas Vatikan cuma 44 hektare, lebih sempit dibandingkan dengan The Mall di Washington, DC; anggaran tahunannya sekitar US$ 500 juta, hanya 25 persen dari bujet Universitas Harvard.

Dan kita harus tahu bahwa dalam tatanan “kenegaraan” di Vatikan, bukan hanya “hukum gereja” yg berlaku, tetapi juga ada hukum2 sipil:

  • Fundamental Law of the City of the Vatican
  • Law of the Source of Laws
  • Law on the Rights of Citizenship and Sojourn
  • Law on Administrative Organization
  • Law on Economic, Commercial, and Professional Organization;
  • Law of Public Security.

dan lain-lain.

Vatican sebagai negara, sebagaimana negara-negara lain, ada legal system yang berlaku, mempunyai law officer, polisi, dll., mempunyai supreme-court yang independen, mempunyai hukum-hukum sipil yang berlaku (yg disebutkan di atas).

NEGARA AGAMA?

Saya orang yg ngga’ setuju negara teokrasi, apalagi di Indonesia, “teokrasi Kristen” jelas tidak cocok, para founder father Indonesia telah menetapkan Pancasila, karena memang itu yang terbaik yang dapat mengakomodasi kepelbagian suku, bahasa, agama, budaya yang sangat beraneka ragam di Indonesia. Jadi, jangan bermimpi ada negara teokrasi di Indonesia.

Jikalau menerapkan “Hukum Tuhan” (sengaja saya beri tanda petik) dalam tatanan masyarakat/ suatu negara/ pemerintahan, itu namanya sedang menjalankan pemerintahan Teokrasi. Dan sebenarnya “negara-negara Teokrasi” tidak menjalankan "Hukum Tuhan’ dalam tatanan negara, melainkan Hukum Manusia yang dijadikan “Hukum Tuhan.” Yang terjadi di dalam Negara Teokrasi sebenarnya bukan penerapan Hukum Tuhan dalam sebuah negara, melainkan identik dengan pemusatan kekuasaan pada tokoh tokoh spiritual yang sekaligus sebagai Kepala Negara. Dalam Negara Teokrasi, Kepala Negara yang sekaligus tokoh spiritual, biasanya dianggap sebagai keturunan Dewa, manusia setengah Tuhan, dan manusia pilihan Tuhan, bahkan juga dianggap sebagai reinkarnasi dari orang suci.

Dalam suatu negara2, kelompok masyarakat tertentu yang sudah kita ketahui, ada hasrat-hasrat membangun negara teokrasi. Namun, negara Teokrasi, bukanlah negara berdasarkan pada hukum Agama, namun negara berdasarkan pada institusi Agama. Dan marilah kita melihat contoh-contohyang telah terjadi. Dahulu, di Eropa pada zaman pertengahan, Gereja menjadi standard hukum negara, demikian juga pada masa yang lebih kuno yaitu sebelum Masehi, misalnya di negara Mesir kuno, dimana Mesir dipimpin oleh Fir’aun dan dia dianggap sebagai jelmaan dewa oleh rakyatnya. Kita tahu apa yang terjadi, bahwa sebenarnya bukan Hukum Tuhan yang dijalankan melainkan hukum ciptaan manusia-nya itulah yang sedang dijalankan.

Manusia itu cenderung korup, apalagi ketika mendapatkan kekuasaan, apapun agamanya. Pada abad pertengahan di negara-negara di Eropa, Gereja sangat berkuasa. Gereja menerapkan secara ketat standar hukumnya dalam suatu tatanan sosial. Namun apa yang terjadi? Teokrasi ala Gereja yang dipaksakan itu justru menjadi pangkal penyebab perpecahan Gereja itu sendiri. Sebab sebenarnya Gereja di kala itu bukan menerapkan Hukum KRISTUS (yaitu Hukum Kasih), tetapi hukum-hukum ciptaan Gereja (yang isinya manusia-manusia) itulah yang sedang dijalankan. Dan ini sudah menjadi catatan sejarah bahwa instritusi2 keagamaan ternyata gagal menjalankan pemerintahan yang adil dan penuh kasih.

Di negara yang lain juga dapat dijadikan contoh: Pemerintahan Taliban adalah salah satu contoh “negara teokrasi” yang pernah diterapkan di Afganistan. Mereka “katanya” mengamalkan tatanan pemerintahan Teokrasi yang berasaskan agama. Menurut mereka, mereka melaksanakan undang-undang Islam sepenuhnya, namun sebenarnya apakah semua umat Muslim bersetuju dengan hukum-hukum talibanisme? Benarkah Talibanisme itu penerapan Hukum Islam secara murni? bukankan tafsiran mereka terhadap suatu hukum yang tertulis dalam kitab suci berbeda dengan kalangan Muslim yang lain-lainya?
Taliban itu menghapus segala perbedaan, semua diseragamkan kepada hukum Taliban. Bagaimanapun dimanapun dalam suatu komunitas, terdapat kemajemukan yang tidak dapat diseragamkan, entah itu budaya, agama, suku, gaya hidup dan lain-lain. Maka jika ada suatu kelompok agama berimpi mendirikan negara teokrasi di tengah masyarakat yang majemuk agaknya merupakan sesuatu yang teramat sulit diwujudkan.

Sekularisme bukanlah hal yang buruk jika diterapkan dengan benar, dalam hal tertentu sekularisme dapat menunjang kebebasan. Demokrasi sendiri adalah sebuah produk kafir, namun demikian pemilu yang adalah menjadi ciri khas dari demokrasi diterapkan di banyak sekali negara-negara bahkan negara-negara yang bernafaskan Islam.

Sebaliknya, Kerajaan Allah bukan demokrasi. Pada masa kini, Vatikan adalah satu-satunya negara Teokrasi di dunia, tentunya dengan kondisi yang jauh berbeda dengan negara Teokrasi pada masa lalu karena sekularisme. terhadap kesalahan-kesalahan yang terjadi di masa lalu. Vatikan sudah berkali-kali mengakui kesalahannya dan mengakui kesalahan adalah salah satu bentuk kedewasaan.

Blessings,
BP

:afro:

YUP , apa lagi dengan Katholik yang Prulalis (KONSILI VATIKAN II)

GBU

Dlm penyusunan Pancasila itu terlibat tokoh2 kristen
semula pancasila itu ada kata dgn kewajiban . . . . .
dan Sila pertama Ke Tuhanan yg maha esa itu sebenarnya menggambarkan Tuhan yg kita sembah

Itulah masalahnya anak jaman sekarang sudah tidak diajar lagi Butir-butir Pancasila, sehingga seeenaknya menafsirkan sial-sila dalam Pancasila. Kemana butir-butir Pancasilanya? Sudah dihapus dengan TAP MPR oleh mreka yang duduk di kursi MPR yang mewakili 25% yang anda sebutkan diatas.

Sila pertama dari Pancasila artinya Indonesia mengakui hanya ada satu Tuhan saja walaupun berbeda-beda agama. Karena itu saling menghormati dan saling tenggang rasa satu dengan yang lain antar agama adalah bagian dari Butir-butir Pancasila. Pemahaman ini dapat anda lihat pada pita yang digenggam oleh Garuda yang bertuliskan Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya walau berbeda-beda tetapi tetap satu juga, yang sama dengan Tuhan Yang Maha Esa, artinya Tuhan itu walau disembah dengan berbagai cara dan nama dalam agama-agama berbeda tetapi Tuhan itu hanya ada satu saja, bukan masing-masing agama memiliki Tuhannya sendiri-sendiri.

Pengajaran kekristenan tidak mencampuri urusan politik dan mengajarkan kita untuk menghormati dan tenggang rasa antara perpedaan SARA. Tetapi tidak menganggap semua agama sama saja, walau ada beberapa menganggap bahwa semua juga pada dasarnya mencari TUHAN yang sama, tetapi dengan cara yang kurang tepat sampai datangnya Kristus dan setelah itupun masih harus menghadapi Serigala dan Lalang yang ditabur Iblis.

Kita tidak berjuang untuk menjadikan negara Indonesia negara agama (Kristen) sebab bukan untuk itu kita menjadi umat Allah, sebab KerajaanNya bukan pemerintahan dunia ini. Jadi perjuangan kita bukan untuk mendirikan negara di dunia ini dengan system kristiani walau faktanya seluruh negara-negara mengadopsi system kristiani dalam system hukum dan kenegaraannya.