Iman atau Paksaan

Saya pernah dengar dalam suatu khotbah, bahwa saat kita menanti jawaban atas doa kita, jangan beranggapan bahwa “Dalam nama Yesus, aku pasti akan mendapatkannya” karena hal itu sama dengan memaksa Tuhan untuk mengabulkan doa sesuai keinginan kita. Seharusnya kita berserah “Kalau Dia berkehendak, aku bisa mendapatkannya”
Yang membingungkan, bagaimana dengan syair yang berbunyi “Tuhan pasti sanggup”, “Bagi Tuhan tak ada yang mustahil” dan “Bersama Yesus ada jalan keluar”.
Salahkah bila kita meyakini bahwa di dalam Tuhan pasti ada jalan keluar bagi permasalahan kita(dengan berusaha tentunya)?

Bersama Yesus memang ada jalan keluar bro, dan Tuhan pasti sanggup, tetapi kata “sanggup” Tuhan ini harus anda pahami dulu.

Ilustrasi:

Anda sakit batuk, minta kesembuhan, anda tidak minum obat batuk, tapi berdoa saja, apakah anda bisa sembuh? Bisa, Tuhan bisa memberikan kesembuhan hanya dengan berdoa, di lain kesempatan anda batuk lagi, lalu anda berdoa lagi, ga minum obat batuk lagi. Apa anda sembuh? Bisa, tentu kalau Tuhan mau.

Sekarang sampai 10X anda batuk terus dan hanya berdoa tapi tidak pernah minum obat dan jaga kesehatan menurut Anda Tuhan sembuhin anda terus menerus dengan cara seperti itu tidak? Ada banyak hal yang Tuhan berikan kepada kita, mungkin dengan menyadari kalau sakit itu mahal, maka kita akan jaga kesehatan, menghargai waktu kita dan tidak hidup sembarangan.

Coba bayangkan, kalau semua orang Kristen mendapatkan apa yang mereka mau (bukan rencana Tuhan), tetapi keinginan hati mereka dan mereka hanya mengandalkan iman mereka, terus Tuhan kabulkan. Ya sudah banyak orang super kaya di dunia ini, dan orang Kristen pastinya tidak pernah susah ya bro.

Salam… :slight_smile:

Dalam Yesus PASTI ada jalan keluar.
Tetapi mengenai waktu dan bagaimana caranya terserah Tuhan. Maka kita perlu lebih banyak bergumul dengan Tuhan untuk mengetahui kehendaknya yang spesifik, bukan banyak menggumuli masalah. :slight_smile:

Zep 1:6 serta mereka yang berbalik dari pada TUHAN, yang tidak mencari TUHAN dan tidak menanyakan petunjuk-Nya."

Tuhan menghendaki kita senantiasa menanyakan petunjukNya dalam segala hal. Jika kita berhenti berbuat demikian dan menggunakan asumsi-asumsi kita sendiri dan bertindak sendiri (sekalipun asumsi itu diambil dari Alkitab) maka bisa disebut juga sebagai : berbalik dari pada Tuhan

GBU

tentu saja pasti ada jalan keluar… hanya… apakah kita sudah berserah padaNYA…??? atau masih mengandalkan diri sendiri/masih ingin memenuhi kehendak sendiri… jika demikian sampai kapanpun… kita hanya bisa beranggapan TUHAN tidak pernah menolong kita… hanya satu caranya… dan jalan keluarnya… berserahlahh… dan lebih dekat dengan TUHAN agar kita semakin mengerti akan kehendakNYA… sisanya lakukan yang bisa kita lakukan semampunya… jangan terlalu memaksakan diri dan jangan merasa terpaksa…

Semoga bermanfaat…
TUHAN YESUS memberkati…

Dalam nama Yesus pasti ada jalan keluar… yang jadi masalah buat kita, jalan-Nya seringkali tidak sesuai dengan jalan yang kita inginkan… Kehendak-Nya tidak sesuai dengan apa yang kita rencanakan…

mangkannya kalau doa, diakhiri seperti doa Yesus di taman Getsemani, “ini keinginanku, A, B, C dsb, tapi bukan kehendak ku yang jadi, namun kehendak-Mu”…

Betul, saya setuju dengan pendapat tsb., jangan memaksa Tuhan, untuk melaksanakan keinginan kita.

Saya pernah membaca bukunya Paul Yongi dari Korea, mengenai demensi ke empat.
Kalau tidak salah dibuku ini atau buku yang lain, saya agak lupa, sebab buku ini saya baca kira-kira 20 th. yang lalu.
Kalau engkau ingin sesuatu dan minta kepada Yesus, permintaan kamu itu hendaknya dengan sungguh-sungguh, kalau perlu sebutkan secara mendetail apa yang kamu minta.
Misalnya: Engkau ingin mobil Honda warna merah dsb. , sebutkan warnanya, typenya dsb. nanti pasti Tuhan akan mengabulkan permintaan mu.

Saya kadang-kadang berpikir, apa tidak mungkin setan yang memberi !

Jiah, kalau itu sih mirip ajaran nya “The Secret” masbro, Sam… ya ga ?

Saya sih ga setuju, tetap saja Tuhan akan memberikan yang kira butuhkan dan sesuai dengan kehendak-Nya. Bahkan mungkin juga Dia akan memberi yang lebih baik dari yang kita minta.

Doa kita pasti di jawab asal sesuai dg kehendak BAPA di surga dan ikut aturan main sbg anak2 Allah. Untuk mengerti Kehendak BAPA ini tdk mudah, harus benar2 hadapi banyak ujian iman dan bertahan dalam goncangan baru bisa mengerti mana doa yang bakal di jawab dan mana yang tdk. Dan hal ini harus bergaul karib dg TUHAN. Kalo sampai pd level iman meningkat dan makin tajam atmosfer kepekaan rohaninya, bisa ngerti situasi kondisi atmosfer rohani bahkan sanggup ubah situasi dari yg tdk baik menjadi baik, dan hal ini tdk mudah untuk konsisten berjalan dalam iman kepada Tuhan Yesus dan menghancurkan segala kedagingan. Untuk itu hidup kita harus bersih dan tidak boleh buka celah setitikpun bagi setan, saya sudah rasakan posisi peperangan roh sungguh menguras energi. Tapi its oke kalo saya tdk disituasi peperangan roh ini, level iman saya tdk akan meningkat, sekalian melatih kepekaan rohani saya. Tuhan Yesus yang mampukan, Roh Kudus yang cerahkan atas kehendak BAPA hidup saya diperbaharui dr waktu ke waktu. Bukan apa kata orang, tapi apa yang BAPA mau itu yang harusnya setiap orang percaya lakukan dan kerjakan. Saya selalu katakan jd pengikut Kristus sejati tdk mudah, banyak harga yang harus di bayar dan kudu siap2 di goncang, kudu konsisten, kudu taat, kudu tulus dan cerdik. Apalagi kalo dibentuk Tuhan, ga enak kudu keluar dr zone nyaman. Apalagi yang background nya uda bermasalah dan punya problem emosional, untuk pemulihannya lebih berat. Tapi kalo uda menang, enak sih baru deh bisa menikmatin buah2 iman yg kita uda perjuangkan. Jbu.