Iman bukanlah Mentality, dan bukanlah hasil Pikiran Alamiah Manusia

Sumber Iman adalah Tuhan Yesus Kristus dan DIA yang memimpin kita kepada Iman (Ibrani 12:2), kalau mau dapat Iman tentang Minyak Urapan, atau Tentang sesuatu yang dijelaskan oleh yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus, PARA PENDETA BESAR, (jangan mencoba mendiskualifikasi hamba-NYA), tetapi kita wajib bertanya kepada Sumber Iman yakni Tuhan Yesus Kristus, sebab Iman bukan Mentality, bukan hasil hikmat pikiran alamiah, dan Iman bukan merupakan pekerjaan manusia, manusia tidak dapat menempanya atau mengadakannya.

Stream yang diberikan Roh Kudus kepada sebagian orang termasuk saya untuk memperoleh Iman atas statement PARA PENDETA BESAR, selalu “lewat Penyembahan”, disana kita akan memperoleh Pewahyuan. Sejumlah Perkataan Iman Ekstrim yang disampaikan oleh PARA PENDETA BESAR, terjawab lewat Pewahyuan di dalam proses Penyembahan (krn itu Tuhan mencari penyembah-penyembah dalam Roh dan Kebenaran/Yoh 4;23-24) untuk mengenal-NYA dengan benar (Efesus 1:17)…

Iman adalah sumber kehidupan supranatural yang diimpartasikan oleh ALLAH BAPA, kedalam kehidupan setiap orang percaya untuk memanifestasikan kehidupan KRISTUS.

sekali lagi kawan…, Iman bukanlah Mentality, Pengetahuan atau usaha manusia untuk menempanya atau mengadakannya…

Terima Kasih Tuhan Yesus Kristus…, kami bisa berbagi pengalaman Indah dengan Roh Kudus, Amin

Ini yang dari dulu mengganggu saya. Sampai sekarang ini saya belum bisa menjelaskan hal ini, yaitu :

Bagaimanakah membedakan iman dengan mentality atau mindset?

Terlepas dari ayat-ayat Kitab Suci, bagaimana caranya kita membedakan praktek NLP dengan iman? Karena kalau kasat mata, keduanya nampak sama saja. We belief in something and then something happened, just as we belif.

Mohon bantuannya. Tuhan Yesus memberkati :slight_smile:

@yohanes
“Pendeta besar nya tanda petik ya”… Hehehe… Karena besar “nama”, tidak menjamin jamahan Tuhan. Dan perlu diingat bahwa mereka bisa salah, mereka manusia.
Contoh, billy graham, menyatakan “seorang kyai bisa masuk sorga karena melakukan kebaikan, dan kemudian menyatakan bahwa siapapun yang tidak terima Yesus bisa selamat asalkan berbuat baik sesuai firman Tuhan. Ingat berbuat baik ya, bukan berbuat benar memenuhi FT”. Apakah anda akan mengikuti saja pernyataan ini?? Karena billy graham adalah pendeta “besar”??

@velmar
Dimana mana lagi ketemu terus nih ya… Sedikit dah dibahas ditopik lain. Mungkin sedikit menambahkan, mindset adalah alat menyatakan iman juga. Kita gak bisa beriman kalau kalau mindset kita salah. Kita gak bisa beriman kalau kita pribadi tidak yakin. Yang membedakan adalah, apakah Yesus yang utama atau dirimu yang utama. Itu bedanya…

Iman adalah Kristus sndr, ini mutlak Karunia tdk mungkin untuk bisa kita jabarkan dg akal kita yg terbatas dan memang kita tdk di design unt memahami dg akal tp unt percaya, perlu kita renungkan apakah si A yg cacat mental ( downed syndrome ) tidak ada yang BERIMAN?.

Tergantung orangnya :
Iman kristiani adalah kepada Kristus Yesus
Iman Aliran kepercayaan pada Alam
Iman the secret pada kekuatan pikiran

Tuhan Yesus memberkati
Han