Iman vs Logika

Menurut teman2 FK…

manakah yg Tuhan kehendaki,
hidup berdasar atas Iman atau logika?

mana yang akan dapat menerima Firman Allah, dengan Iman atau Logika?

setahu saya sih, semuanya dengan Iman. bukan dengan logika.
Tapi anehnya banyak orang Kristen yg ikut Tuhan dengan logika tanpa Iman.

NB: dlm hidup, Logika tetap perlu.

Kedua duanya sangat diperlukan. Tanpa logika ibarat kerbau dicucuk hidung, tanpa iman ibarat banteng yang sedang mengamuk tanpa kontrol.

Jadi, dasari logika anda dengan iman yang teguh, dan berimanlah dengan cerdas.

Syalom

pria berpikir lebih banyak degan logika dan akal , wanita lebih banyak menggunakanl emosi dan perasaan
t5etapi keduanya berasal dari Tuhan

GBU

kan uda dibilang logika tetap penting dan perlu…
hehehehehehe…

kan yang aq tanya, bukan yg perlu, yg mana?

thanks buat masukannya.

Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Mat 22:37
Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

mungkin ada yg bisa bantu menjelaskan pengertian budi atau akal budi dalam contoh ayat alkitab diatas
apa berarti logic saja atau iman saja atau memang kombinasi dari keduanya, atau ada hal2 lainnya yg mungkin tak tertangkap oleh pembaca dari yg dimaksud oleh penulis ayat2 alkitab.

Thx.

Amsal 3:5
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.

Pengertian, בינת (biynah) adalah pemahaman akan sesuatu berdasarkan pengetahuan atau pengalaman yang kita miliki. Hal ini berupa pengertian akan sesuatu hal yang logis bagi diri kita, sesuatu yang masuk akal dan dapat diterima dan dimengerti. Penekanannya adalah bahwa percaya (iman) kepada Tuhan itu harus menjadi sandaran kita, bukan logika kita. Disini bukan artinya hanya saat keduanya saling bertentangan saja, tetapi dalam segala situasi.

Iman dan logika bukannya saling bertentangan (vs), tetapi saling melengkapi, tetapi logika memiliki batas-batasan alam sedangkan iman tanpa batas. Lukas 1:37 menyatakan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah, bagi manusia mungkin ada hal yang mustahil, dan batas itu adalah logika kita. Tetapi jika kita memiliki iman, maka tidak ada yang mustahil bagi orang percaya (Markus 9:23). Penghalang yang membuat kita sering melihat iman vs logika adalah daging kita, sering kali iman terlihat bertentangan dengan logika sebab memang daging dan roh tidak dapat berjalan bersama-sama. Didalam 1 Samuel 13, dikisahkan raja Saul dihadapkan pada dilema dimana tentara Filistin telah mendekat dan rakyatnya ketakutan karena merasa belum disertai Tuhan, menunggu Samuel datang mendirikan mezbah bagi Allah. Tetapi Samuel tidak datang-datang, secara logika, seorang manager yang cemerlang akan segera mengambil sikap dan mendirikan mezbah darurat untuk memohon pertolongan dan penyertaan Tuhan, kemudian rakyatnya merasa tenang dan termotivasi sehingga mereka memiliki keberanian yang tepat pada waktunya untuk menghadapi tentara Filistin yang sudah mendekat. Itu yang dilakukan Saul dan itu yang disalahkan oleh Tuhan, sebab Ia tidak berharap kepada Tuhan, saat Tuhan berjanji dan menetapkan hukumNya, Saul menetapkan langkah briliannya sebagai seorang Top Manager. Pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat dan hanya imam yang boleh mempersembahkan korban kepada Tuhan, tetapi itu dilanggarnya demi sebuah langkah yang logis. Demikian renungannya.

Ingatlah selalu mengapa Allah katakan jangan bersandar pada pengertian kita tetapi kepada Tuhan dengan iman kita. Sebab Tuhan sayang kepada kita dan ia ingin kita bahagia.

Iman atau Logika ? Iman kadang tidak sesuai dengan logika, tetapi iman tidak bertentangan dengan logika…

bersandar tetap pada iman kepada Yesus Kristus
Thank’s GBU

karena iman dan logika itu berasal dari TUHAN… ketika iman dan logika tidak sejalan pasti ada yang salah… bisa imannya atau juga bisa logikanya…berarti harus ada batasan ukuran yang bisa menentukan yang bener yang mana hehehehe…

setuju…

Dari mana iman itu lahir? Roma 10:17 dari mendengar (membaca) sabda KRISTUS (Yohanes 1:1-2,14 Firman Tuhan). Saat kita membaca Alkita kita membaca janji-janji Allah dan dari sanalah lahir iman dan pengharapan. Selanjutnya iman itu menuntut perbuatan yang nyata dan berbuahkan kebenaran.

Dasarnya jelas adalah Firman Tuhan, bukan sugesti. Banyak orang menetapkan sugesti seakan seperti iman dan mengharapkan sesauatu terjadi padahal Allah tidak pernah berjanji, maka pada saat itu “imannya” yang salah.

Tetapi saat kita menerima rhema akan janji Allah yang tertulis dalam Alkitab atau dibenarkan dalam Alkitab, kita mengenal Allah dan mengetahui apa kehendakNya, maka saat bertemu dengan benturan logika, maka logikalah yang telah mencapai batas-batasnya.

Saat kata mustahil itu disebutkan, maka yang dimaksud adalah sesuatu yang menurut logika tidak mungkin. Saat Allah menyatakan tidak ada yang mustahil maka yang dimaksud bahwa segala yang menurut logika tidak mungkin dapat mungkin didalam Allah. Bagaimana itu bisa terjadi… itulah iman (bedakan dengan sugesti diri sendiri yang dibangkitkan dari keinginan daging).

Ibr 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Dengan iman maka gunung dapat pindah dari tempatnya (kejadian nyata di India).

Fides Quaerens Intelectum (Iman yang Mencari Sebuah Pemahaman)
~Anselmus

Kita harus percaya terlebih dahulu dengan iman apa yang diajarkan mengenai pewahyuan Allah, baru sesudah itu mencari pengetahuan yang dapat menjelaskan tentang pewahyuan Allah tersebut dengan logika sehingga seseorang dapat menerima dengan akal budi.

Masih dari Anselmus:

Credo ut intelligam, I believe so that I may understand

Betul sekali !!!
karena batasan ataupun definisi dari iman dan logika itu sendiri belum jelas

GBU

Iman tanpa perbuatan mati.
Perbuatan tanpa logika= Kalo kita berbuat sesuatu tanpa logika, banyak orang akan menyebut kita tidak waras, nekat dsb.

indeed, bro

Ibr 11
11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

11:2 Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.

11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

Iman adalah sesuatu yang tidak melihat tetapi PERCAYA.

IMAN adalah pemberian Allah.

Ef 2 : 8, 9
2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

IMAN DARI ALLAH BERBEDA DENGAN IMAN MANUSIA.

IMAN DARI ALLAH, yang memampukan kita mengerti segala sesuatu, bukan LOGIKA KITA YANG MEMAMPUKAN KITA.

Dalam hal hal ROHANI, logika tidak dapat digunakan , karena LOGIKA MANUSIA TERBATAS DAN TIDAK MAMPU MENGERTI CARA KERJA TUHAN.

Kadang ada hal hal yang kita dapat menggunakan LOGIKA MANUSIA, tetapi ada hal hal yang harus menggunakan IMAN.

Ayat Yakobus yang di pakai , iman tanpa perbuatan adalah mati, menunjukkan bahwa memang orang itu tidak mempunyai IMAN DARI ALLAH.

Perbuatan beda dengan LOGIKA MANUSIA, perbuatan baik telah di perlengkapi oleh Allah, sehingga orang orang yang telah di lahir baru oleh ROH KUDUS, mampu melakukan perbuatan baik menurut standard Allah.

Sedangkan Logika manusia, adalah world view manusia itu sendiri yang telah terbentuk dari kecil melalui lingkungan sekeliling, sekolah, dll.

Logika manusia TERBATAS, TIDAK MUNGKIN SEJALAN DENGAN IMAN DARI ALLAH.

Kalau kita memakai LOGIKA MANUSIA YANG TERBATAS, sampai kapanpun kita tidak akan mengerti cara Tuhan bekerja, cara Tuhan bekerja DI LUAR LOGIKA MANUSIA YANG TERBATAS.

Tetap HARUS MEMAKAI IMAN, tidak melihat tetapi PERCAYA, untuk mengerti cara Tuhan bekerja .

Pada saat Abraham membawa Yakob untuk disembelih, apakah dia tidak memakai logika ? PAKAI, dia menyadari itu adalah perbuatan yang tidak logika.

Tetapi karena IMAN, dia tetap menjalankan perintah Tuhan, dia memakai IMAN DARI ALLAH.

Yak.2:22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

iman itu melangkah, bukan menunggu.
TUhan menuntun orang yang berbuat/melangkah.
iman tanpa perbuatan adalah mati.

jadi sebenarnya iman didahulukan dari logika. prakteknya memang tidak mudah…

kalo menurut bro yang ada di sini semua…
Abraham disuruh mengorbankan Ishak dan dia melakukannya atas dasar apa ?

iman atau logika ?

mana duluan dan mana yang didahulukan ?

ayo dibahas…

GBU

:onion-head33: :onion-head33: :onion-head33: :onion-head33: Iman dulu…