In Memoriam

Hari ini 03 Mei 2020 tepat 3 minggu papa saya pergi ke Rumah Bapa di Surga, meskipun saya masih sangat sedih dan kadang2 merasa bersalah karena saya merasa saya masih belum puas bahagiakan papa, belum puas ngabarin Injil sama papa, belum puas berikan yang terbaik, bahkan di saat dia mengalami sakit pada seluruh tubuhnya saya tidak bisa hadir merawat papa oleh karena pekerjaan saya yang tidak dapat saya tinggalkan, namun saya yakin suatu hari nanti saya akan melihat papa lagi di Surga.
Dari semua yang saya lalui khususnya 13 tahun yang lalu hingga sekarang, saya melihat pekerjaan Tuhan yang luar biasa. Dia menuntun saya mengenalNya, disaat semua orang tidak mendukung saya, papa justru begitu semangat mendorong saya untuk belajar Firman Tuhan… hingga akhirnya saya bertobat tahun 2008, dan saya langsung mengabarkan Injil kepada keluarga saya, meskipun mereka sudah ber agama “Kristen” namun sama seperti saya, saya tahu bahwa mereka belum diselamatkan… dari tahun ke tahun saya terus mendoakan keluarga saya khususnya orang tua saya agar percaya kepada Tuhan Yesus, dan lama sekali sepertinya semuanya tampak sia2, saya mulai mengajak teman2 saya yang sudah sama2 percaya untuk melayani keluarga saya, mengabarkan Injil kepada mereka. saya hanya bisa berdoa dan bercerita ttg Injil, keselamatan mereka mutlak adalah anugerah Allah… Tahun 2019 saya pergi ke kota Pekan Baru bekerja, setengah tahun di Pekan Baru, papa jatuh sakit dan sangat drop… Saya sebagai manusia begitu takut dan kuatir akan kondisi papa saya, yang saya takutkan adalah papa pergi tidak di dalam Kristus, saya terus berdoa dan memohon belas kasihan Tuhan, saya baru 6 bulan bekerja dan belum dapat cuti, saya minta kepada Tuhan untuk memberi saya waktu bisa melihat papa, saya terus menelponnya dan mengingatkan dia kembali akan kasih Kristus yang rela mati di kayu salib untuk pengampunan dosa manusia… hanya itu yang dapat saya lakukan. Desember 2019 Puji Tuhan saya bisa pulang dan bertemu papa dengan kondisinya yang sangat drop sekali, dia sangat merasakan sakit pada tubuhnya, namun ia bisa tetap tersenyum dan tenang mendengar Injil, Februari 2020, saya kembali pulang menempuh jarak 10 jam perjalanan dan hanya satu hari saja saya rela demi papa bisa mendengar lagi Firman Tuhan langsung dari Pdt saya, saya bersyukur kepada Tuhan karna Pdt saya bersama team penginjilan bisa hadir memberikan waktunya sekali seminggu melayani orang tua saya selama sebulan… dan terakhir saya berkomunikasi kepada papa, saya bertanya kepadanya " papa, apakah papa sudah percaya kepada Tuhan Yesus dan menyerahkan hidup papa kepadaNya? apakah papa sudah mengakui semua dosa papa pada TUhan Yesus?, ia menjawab sudah… dan beberapa hari setelah itu tepatnya tgl 12 April 2020 sekitar jam 2 lewat, saat saya baru selesai ibadah online bersama-sama saudara seiman, mama saya menelpon saya bahwa papa sudah pergi :’( :’(
puji Tuhan ditengah pandemi corona ini saya masih bisa pulang untuk melihat papa saya yang terakhir… bahkan saya sehat hingga kembali lagi ke Pekan Baru, banyak orang yg takut bertemu dengan saya, saya isolasi mandiri 14 hari dirumah seorang diri, tidak ada kawan tidak ada tetangga atau siapapun yang datang melihat saya, namun saya bersukacita karna TUhan Yesus lah Sahabat Sejati…
miss You papaku… till we meet again… :angel:


Thanks atas kisahnya yang indah, Tuhan Yesus selalu beserta papa. Amin.

Amin, God bless you bang :angel: