Inggris Legalkan Pernikahan Sejenis

Inggris Legalkan Pernikahan Sejenis, Elton John pun Menikah
Penulis : Palupi Annisa Auliani | Senin, 31 Maret 2014 | 23:50 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Penyanyi kondang Elton John berencana menggelar pernikahan low profile pada Mei 2014. Pasangannya, lelaki bernama David Furnish. Hukum Inggris telah memungkinkan pasangan sesama jenis menikah.

Kepada NBC sebagaimana dikutip Associated Press, Elton John mengatakan ingin merayakan pernikahannya dalam kesunyian. Dia menambahkan, “Ini akan menjadi kesempatan yang menggembirakan dan kami akan memiliki anak-anak kami.”

Kedua lelaki ini, menggunakan dasar kemitraan sipil sejak 2005 telah memiliki dua anak. “Kami tak seharusnya hanya mengatakan, ‘Oh, well, kami memiliki kemitraan sipil, kami tak akan repot-repot untuk menikah.’ (Tapi) kami akan menikah…”

Hukum yang melegalkan pernikahan sejenis disahkan di Inggris dan Wales, Sabtu (29/3/2014). Scotlandia sudah lebih dulu melegalkan hukum tersebut pada Februari 2014. Bersama Irlandia Utara, ketiga negara tersebut merupakan bagian dari Kerajaan Inggris (United Kingdom).

Well,…
Bagaimana ini…

:mad0261:

Seperti saya bilang negara mengurusi negara, agama urusi agama apalagi inggris bukan negara agama.

Oh, jadi menurut anda tidak apa apa ya?

hebat, hebat, :afro:

Di hadapan Allah “pernikahan” sejenis bukanlah pernikahan sama sekali, sekalipun ada gereja yang menyelenggarakan upacara/sakramen pemberkatan pernikahan sejenis.

Bagi saya, pernikahan sejenis yang dilegalkan di gereja, merupakan penghinaan kepada Tuhan secara langsung dan terang terangan.

:mad0261:

Hari ini, aku cuma liat gambar sekilas (lupa di fb / berita) kalau di German (klo ga salah) ada kuburan spesial buat lesbi

Aku cuma liat judulnya, ga tertarik baca.
Cuma dunia semakin gila aja, memberi insentif buat kawin sesama jenis

Cewek mending kawin ama cewek aja biar bisa dapat special kubur. Gila…

Sekali kita buka celah kepada iblis untuk menyusup, segera segerombolan iblis akan mulai masuk.
Mirip seperti karat ataupun virus.

Kita harus sangat membedakan antara toleransi kepada sesama manusia, dengan aturan tegas yang sudah digariskan gereja. Jangan buka celah untuk iblis masuk.

Bagi David Cameron ( perdana menteri Inggris saat ini ) di mana dia sendiri beragama anglikan atau saya yang beragama protestan setuju dengan pendapat anda.

Tapi inggris bukan milik David Cameron

merupakan kekejian di hadapan ALLAH,

sodom dan gemorah di hukum dengan api belerang dari ALLAH karena perbuatan terkutuk demikian.

pasti ALLAH tidak tinggal diam atas sikap manusia yang sudah hampir sama dengan dosa sodom dan gemorah.

Memang bukan.
Tetapi akan lain akibatnya jika Uskup of Canterbury (pemimpin tertinggi gereja Anglican) secara tegas menyatakan menolak menikahkan pasangan sejenis di gereja Anglican.

:mad0261:

Waduh, baru Inggris, sekarang Australia bikin ‘gebrakan’ lagi :

[b]Pengadilan di Australia Akui Jenis Kelamin Netral[/b] Rabu, 2 April 2014 | 16:10 WIB

SYDNEY, KOMPAS.com - Pengadilan negara bagian New South Wales (NSW) Australia, Rabu (2/4/2014), memutuskan pencatatan sipil untuk jenis kelamin kini boleh memasukkan kategori selain pria dan wanita.

Norrie, seorang warga yang selama ini menggugat pencatatan jenis kelamin hanya bagi pria dan wanita, menyambut baik keputusan ini. Warga Sydney ini tadinya mengajukan penggantian nama sekaligus pengakuan kategori jenis kelamin sebagai “tidak spesifik” pada 2010.

Petugas catatan sipil awalnya menerima permohonan Norrie. Namun belakangan permohonan itu dibatalkan, dengan alasan perubahan seperti yang diinginkan Norrie berada di luar kewenangan catatan sipil.

Akibatnya, Norrie mengajukan gugatan, dan pengadilan tinggi NSW menyatakan sebenarnya dalam peraturan undang-undang yang ada, dimungkinkan pencatatan jenis kelamin selain pria dan wanita.

Catatan sipil tidak menerima keputusan itu dan mengajukan kasus ini ke mahmakah agung negara bagian NSW. Hari ini, MA memutuskan menolak kasasi catatan sipil tersebut.

Dalam putusannya, MA NSW menyatakan undang-undang yang ada memungkinkan pengakuan seseorang bukan sebagai pria dan wanita. Diputuskan juga, permohonan Norrie harus dijalankan oleh catatan sipil. Keputusan MA NSW ini disambut gembira kalangan komunitas transgender.

“MA mengeluarkan petunjuk penting bagi setiap wilayah hukum negara bagian,” kata Sam Rutherford dari LSM A Gender Agenda.

“Kami senang karena perjuangan Norrie selama bertahun-tahun telah membuahkan hasil,” tambahnya.

Mungkin memang benar, masanya sudah semakin dekat.

Bro brc, sebenarnya lebih menarik jika anda juga mengupas undang2 mana yg melegalkan pasangan sejenis bisa menikah dan apa dasar hukumnya.
Padahal sebuah orientasi seksual yg menyimpang (gay/lesbi) adalah gejala abnormal, gejala psikologis yg perlu disembuhkan melalui konseling, psikiater, dll. Kenapa malah dilegalkan?
Ga perlu lah dilihat dari Alkitab, dilihat dari akal sehat saja juga jelas kl nggak normal.
Nggak habis pikir saya

Undang undang mana, bro?
Undang undang Inggris dan Australia? Wadow yang bener aja.
Yang saya sampaikan yang diberitakan saja, koq, dan itu yang saya kritisi, bukan undang undangnya. Saya kan bukan anggota legislative Australia ataupun Inggris.

Kali aja tahu ;D

Sebenarnya dah banyak negara yg meng- UU kan nya malahan

[b]Merdeka.com[/b] - North Carolina baru-baru ini mengubah konstitusi mereka tentang legalitas pernikahan sejenis. Keputusan itu dianggap sebagai tanggapan dari dukungan Presiden Obama kepada kaum LGBT. Legalitas pernikahan sejenis memang bukan hal yang baru bagi beberapa negara, yang telah memberlakukan hukum tersebut. Negara mana saja? Sejauh ini sih ada sebelas negara yang mengesahkan UU pernikahan sejenis, berikut diantaranya.
  1. Belanda
    Pemerintah Belanda melegalkan pernikahan sejenis pada tahun 1996, 15 tahun setelah aktivis gay mengusung isu tersebut ke permukaan pada awal tahun 1980. Parlemen Belanda membentuk satu komisi khusus untuk melihat efek hukum dari legalitas pernikahan sejenis. Empat tahun kemudian undang-undang pun disahkan. Alhasil, sejak tanggal 1 April 2001, pernikahan sejenis telah resmi diakui secara hukum di Belanda.

  2. Belgia
    Satu tahun setelah legalitas pernikahan sejenis diberlakukan di Belanda, undang-undang serupa diajukan pula ke parlemen Belgia. Kemudian pada tanggal 1 Juni 2003, pernikahan gay pertama dilakukan secara resmi dan diakui secara hukum. Salah satu pasangan pertama yang menikah adalah Alain De Jonge dan Olivier Pierret.

  3. Spanyol
    Pada tanggal 8 Juni 1901, Elisa Sanchez Loriga, berpakaian layaknya seorang pria dan menggambar alias seperti laki-laki. Wanita ini menikahi pasangan lesbinya, Marcela Gracia Ibeas. Setelah kebenaran itu terkuak (dan diterbitkan dalam dua surat kabar), mereka kehilangan pekerjaan, dikucilkan, dan harus meninggalkan Spanyol untuk menghindari penangkapan. Maka, pernikahan mereka menjadi pernikahan sejenis pertama yang tercatat dalam sejarah Spanyol.

Pada tanggal 30 Juni 2005, Parlemen Spanyol melegalkan pernikahan sejenis. RUU ini sangat ditentang oleh Gereja Katolik, tetapi hasil jajak pendapat menunjukkan 62% dari majelis mengabulkan UU tersebut.

  1. Kanada
    Pada saat Parlemen mengesahkan pernikahan gay pada 20 Juli 2005, hampir semua provinsi di Kanada telah melegalkan hukum tersebut. Setelah mengesahkan UU tersebut, Kanada menerbitkan lebih dari 15.000 surat nikah bagi pasangan sejenis yang tinggal di negara itu atau hanya datang untuk menikah.

  2. Afrika Selatan
    Di beberapa negara Afrika, seorang pria dapat dijatuhi hukuman mati atau penjara seumur hidup jika ketahuan gay. Namun Afrika Selatan memiliki hukum berbeda, negara ini memberi hak-hak kepada kaum LGBT untuk menikah sejak 30 November 2006.

  3. Norwegia
    Pernikahan sejenis menjadi topik diskusi di dewan pemerintah Norwegia. Pada tahun 1993, Norwegia menjadi negara kedua, setelah Denmark, yang melegalkan pernikahan sejenis.

  4. Swedia
    Swedia adalah salah satu negara paling liberal di dunia dan 71% penduduknya mendukung pernikahan sejenis. Legislasi pernikahan sejenis disahkan pada bulan Mei 2008. Lima bulan kemudian Gereja Lutheran Swedia mengumumkan dukungan penuh untuk pernikahan sesama jenis.

  5. Portugal
    Homoseksualitas dipandang sebagai sebuah kejahatan di Portugal sampai tahun 1982. Kemudian tahun 2009, para LGBT hanya menerima dukungan 40% dari parlemen. Setelah Perdana Menteri Jose Socrates kembali terpilih tahun 2009, ia membuat UU yang melegalkan pernikahan sejenis. Hukum itu mulai berlaku sejak 5 Juni 2010.

  6. Islandia
    Di Islandia, tidak satu pun anggota parlemen memberikan suara “Tidak!” tentang legalisasi pernikahan sejenis. Keputusan itu didukung oleh orang paling kuat di Islandia, Perdana Menteri Johanna Sigurdardottir. Mungkinkah ini hanya sebuah kebetulan? Pada tanggal 27 Juni 2010, hari yang sama saat undang-undang itu mulai berlaku, Perdana Menteri Islandia menikahi pasangan gaynya.

  7. Argentina
    Argentina menjadi negara bagian terakhir di Amerika Selatan yang melegalkan pernikahan sesama jenis. Tepat pada tanggal 22 Juli 2010, hukum itu mulai berlaku di Argentina.

  8. Meksiko
    Sejak 21 Desember 2009, pernikahan sesama jenis dapat dilakukan di ibukota Meksiko, Mexico City. Rupanya, hukum tersebut hanya berlaku di kota itu.

Sebelas negara ini telah mengakui pernikahan sejenis secara hukum dan memberi dukungan penuh terhadap kemaslahatan kaum LGBT. Beberapa pusat komunitas LGBT juga dapat ditemui di negara-negara ini.

Dengan tambahan Perancis dan Selandia Baru akhir2 ini, Inggris rencananya disahkan UU nya tahun 2014

Pertanyaannya adalah kenapa? (Yg saya dapat sih cuma “kesetaraan pernikahan” dan “HAM”)

Kalau negara sekuler mengesahkan pernikahan sejenis atas nama HAM, yaaaah, entahlah.
Asal jangan dilegalkan di gereja saja.

Anda punya datanya?

Setahu saya gereja yg benar tidak melegalkan pernikahan sejenis walaupun di sana sudah legal secara hukum.

Di Indonesia, pencatatan sipil pasangan Kristen, bisa dilakukan SETELAH proses gereja.
Tanpa peresmian di gereja, pasangan tidak bisa mencatatkan di catatan sipil.

Rupanya di negara lain terpisah, masing masing tidak saling tergantung satu sama lain.

Mudah mudahan gereja gereja di mana pernikahan sejenis dilegalkan oleh hukum positive, tidak diikuti dengan pemberkatan di gereja.

Nah yang justru akan jadi masalah jika kelak akhirnya gereja diberikan kewajiban oleh negara untuk memberikan pemberkatan bagi mereka insan sejenis ini. Sebab seperti yang kita ketahui gereja itu “berbadan hukum”, ada akta pendiriannya. kita mungkin pernah mendengar istilah law enforcement. Bahwa hukum itu bersifat memaksa, hukum itu memerlukan paksaan untuk penataan ketentuan-ketentuannya, hukum memerlukan kekuasaan dalam rangka penegakannya. Tanpa kekuasaan, hukum itu lebih hanya merupakan kaidah sosial yang berisikan anjuran belaka. Nah jika suatu saat negara menerapkan kekuasaannya pada gereja, dan gereja disatu sisi diharuskan wajib taat pada negara untuk memberikan pemberkatan pada yang sejenis itu (karena sebelum dicatatkan/didaftarkan di catatan sipil kan harus dinikahkan menurut agamanya masing2) dan jika tidak mau berarti dapat dikategorikan tidak taat atau melawan hukum yang diwajibkan oleh negara (terancam bubar, atau…). Dan sebaliknya gereja juga mempunyai kewajiban yang lebih besar yaitu taat pada Hukum Tuhan melebihi segala hukum buatan manusia, Nah bagaimana ini ? ikut hukum Tuhan atau hukum manusia (seandainya di Indonesia terjadi)? seram lah kalau sampai sudah terjadi :mad0261:

Hukum bersifat memaksa sejauh tidak melanggar hukum.
Dalam hal gereja, seharusnya gereja punya hukum agama yang menyatakan menolak pernikahan sejenis. Untuk hal ini Gereja Katolik sangat tegas, menolak pernikahan sejenis, dan ini tidak dapat dipaksa oleh hukum negara.

Syalom

Roma 1 : 21 Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.

22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.

23 Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.

24 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.

25 Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.

26 Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.

27 Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.

28 Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: