Ingin mengetahui metode ibadah untuk anak Remaja

Syalom, saya elsha dari banjarmasin. Saya sudah cukup lama terjun dalam pelayanan remaja di gereja saya dan ingin meminta masukan nya agar bisa membangkitkan semangat anak remaja yang bosan ikut persekutuan di gereja dan kegiatan apa saja yang cocok untuk menjadi metode dalam persekutuan remaja. Mohon masukan nya yaa agar bisa menambah hal baru dalam persekutuan kami. Terimakasih Tuhan Memberkati

Ya dikasih tahu saja supaya jadi orang jangan cepat bosan. Kalo apa-apa cepat bosan, mau dikasih yang tidak membosankan pun besoknya udah bosan lagi.
Makanya ajaklah mereka memandang rutinitas sebagai hal yang berguna. Anda tidak pernah bosan bangun pagi, gosok gigi, mandi, dll setiap hari bukan? Sudah berapa ribu kali anda melakukan itu semua tanpa merasa bosan?
:slight_smile:

kegiatan apa saja yang cocok untuk menjadi metode dalam persekutuan remaja.
  • Belajar mencari tahu seluk-beluk masalah remaja.
  • Ciri khas remaja itu apa & bagaimana.
  • Kegiatan harian remaja di tempat Anda itu, dari pengamatan lapangan: apa saja yang dilakukan mereka (rata-rata keluarga masyarakat yg sdh ke gereja & yg belum ke gereja).
  • Cari tahu sebanyak-banyaknya via pembicaraan pribadi kepada semua remaja yg nota bene ‘Kristen’: apa yg menyebabkan mereka bosan ikut persekutuan di gereja???. Dari hasil pembicaraan ini, Anda akan menemukan titik lemah penyebab kebosanan mereka. Cari tahu: masalah kebersamaan di antara mereka, adakah di antara merekaada yg mengelompok tidak mau menyatu dg yg lain/sulit digabungkan untuk kebersamaan.

Beberapa saran:

  1. Kenali ciri remaja usia 11-16 tahun: perasaan kuper (kurang pergaulan) maka mereka minder/cari satu-dua orang yg ia kenal utk bikin kelompoknya, kurang percaya diri, namun pada sisi lain mereka ini ingin tampil agar DIAKUI (ingin diterima oleh kelompoknya, aktualisasi diri) → untuk bagian ini coba baca artikel ttg "Hirarki Kebutuhan Manusia’ menurut Maslow & Herzberg → cari via google/buku ttg kepribadian/kebutuhan dasar manusia.
    Usia 11-16 tahun ini ingin cari identitas dirinya: sengaja ingin menolak peraturan ortu/guru/termasuk peraturan gereja. Sebagian giat sekolah+kursus, banyak juga yg sangat males BELAJAR - hanya ingin kumpul dg teman sebaya di pinggir jalan/mal/pantai. Sebagian memanfaatkan motor u/ kebut-kebutan di jalan raya.

  2. Remaja ingin bebas/santai: perhatikan cara remaja ke gereja, amati pakaian+asesoris yg melekat mulai dari rambut/telinga/baju/sandai/sepatu/dll.

  3. Buat acara agar semua peserta terlibat dalam persekutuan tsb: ada puji-pujian, doa, renungan, gerak+lagu, permainan.

  4. Siapkan tema/judul renungannya: moralitas remaja/kawula muda (Yusuf/Timotius), Makna Hormat kpd org tua (Ef 6/kel 20), berhasil atau beruntung (Yos 1), tujuan keberadaan remaja masa kini, studi atau kerja, doa atau kerja/doa & usaha (ora et labora). Siapkan tema ini untuk 6 bulan ke depan. Setiap minggu selesai persekutan: evaluasi hasilnya.
    Yg lain menyusul sesuai kebutuhan…

Tips & triknya: butuh info ttg jumlah yg ikut persekutuan brp org, usia pesertanya: rata-rata usia sekolahnya kelas brpa (1-3 SMP atau SMP & SMA digabung jadi satu komunitas remaja), latar belakang org tuanya: dari keluarga Kristen/bukan ini punya resep lain, alat musik yg dipakai: gitar/keyboard/piano/band.

Numpang komen ya :

Pertama, salut buat mbaksis yg tetap “keep spirit on high” untuk pelayanan remaja di gereja. Sebagaimana yg disebutkan @jadiforumkusaja, masa remaja adalah awal masa pencarian identitas, perhatian & pengakuan dari sekelilingnya. Jika kita “berhasil” menjadi mentor yg tepat buat mereka, diharapkan proses transisi dari remaja ke dewasa akan berjalan dengan baik.

Berdasarkan pengalaman beberapa tahun di pelayanan remaja (2000-2004), remaja itu maunya “bergerak terus” & cepat bosan dengan “menu-menu”" yg sama setiap minggu. Oleh karena itu, para leader harus bisa “memodifikasi” menu-menu yg ada dalam bentuk kemasan yg baru.

Contoh yg pernah ane lakukan :

  1. Sedapat mungkin melibatkan mereka dalam kegiatan praise & worship
    Setelah hobi & talent didata, terus dikelompokkan & diberi tanggung jawab untuk melakukan performance pada saat praise & worship (sebelum & sesudahnya) Misalnya solo, duo, acapella, vokal grop, modern dance, drama, baca puisi, standup, rap, beatbox atau apapun, asalkan telah diseting dalam nuansa rohani & cocok dibawakan di gereja. Tentunya pada saat mereka tampil, ada yg mendampingi sekaligus jadi suppoirter sehingga mereka tambah pede pada waktu melakukannya.

  2. Penyampaian khotbah yg menarik
    Pengkhotbah-pengkhotbah yg ane jadwalkan, selalu diusahakan yg bercitra rasa anak muda. Dari penampilan, cara menyampaikan khotbah, style dan emosi yg bisa bikin ketawa sekaligus mendidik. Yg tidak terlalu banyak menggunakan catatan tetapi lebih bersifat face to face atau eye-contact. Dan tentunya dengan tema-tema yg terkini dan menyangkut soal remaja.

  3. Menonton film/video rohani, motivasi/inspirasi atau yg berlatar sosial-budaya-pendidikan
    Kalo film/video rohani, ane rasa ga perlu dijelaskan lagi tapi film/video dokumentasi tentang narkoba atau kenakalan remaja misalnya, mungkin sangat-sangat jarang ditayangkan dalam sebuah persekutuan remaja. Untuk yg ini, perlu adanya konsultasi dengan gembala sidang untuk menghindari hal-hal yg diinginkan.

  4. Teladan dari para leader
    Apa pun kegiatannya, jika para leader tidak memberi “teladan” yg baik, akan sangat sulit untuk meminta mereka antusias dalam melakukannya. Contohnya, para leader ingin supaya mereka antusias pada waktu praise & worship tapi para leadernya sendiri tidak antusias. Para leader melarang menggunakan hp pada waktu ibadah tapi para leader sendiri yg melanggarnya. Para leader melarang pacaran dengan yg tidak seiman tapi para leader sendiri malah melakukannya.

Tuhan memberkati!

Puji Tuhan terimakasih atas saran dan masukan dari semua nya saya akan coba saran-saran nya di lingkungam persekutuan kami…GBuall
:angel: