Inilah Pernyataan Resmi SBY Usai Hukuman Mati Ruyati

Presiden SBY akhirnya menggelar jumpa pers di Kantor Presiden hari ini yang disiarkan langsung televisi swasta, Kamis (23/06) terkait vonis pancung terhadap TKI di Saudi Arabi, Ruyati Binti Satubi.

Keprihatinan dan kecaman dari Pembina Partai Demokrat ini terus disampaikan hingga protes keras yang dialamatkan kepada Saudi Arabia. “Minggu ini kita dikejutkan atas hukuman mati atas saudara kita Ruyati bin Satubi. Saya pun tentu berduka, prihatin, dan protes yang keras, yang hukuman mati itu. Menabrak norma dan tata krama," ujar SBY.

Selain menyampaikan protes itu SBY juga menyampaikan komentarnya atas kecaman dari berbagai kalangan di media massa yang mengatakan bahwa kinerja pemerintah dalam menyelesaikan masalah ini dinilai lamban. “Saya simak, saya ikuti berbagai komentar, termasuk kecaman, di media massa. Saya tengarai, ada pendapat, pemerintah tak berbuat apa-apa. Bahkan di media SMS online, Ruyati dikatakan korban kezaliman, tidak bersalah,” ujarnya.

Atas dasar inilah, Presiden SBY menganggap perlu untuk menjelaskan secara obyektif agar rakyat dapat memahami secara jernih duduk permasalahan yang sebenarnya. “Saya perlu jelaskan ke masyarakat secara gamblang permasalahan sebenarnya. Kita juga tahu, terjadi sejumlah kasus yang menimpa saudara kita itu,” ujarnya

“Pemerintah sadar, lakukan perlindungan, pembelaan. Dan sebenarnya banyak perubahan yang terjadi. Tetapi, meski banyak perbaikan, masih terjadi kasus yang dialami TKI. Kekerasan, penganiyayaan, sampai tak digaji,” sesal Presiden SBY.

Dalam konferensi pers itu secara khusus Presiden juga meminta langsung kepada tiga menteri terkait yaitu Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, serta Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar untuk menyampaikan pernyataan mereka.

Memang dapat dipahami kinerja pemerintah yang pasti banyak mengurusi permasalahan dalam dan luar negeri yang masing-masinya menyita perhatian. Namun kehilangan seorang warga negara yang dihukum mati oleh negara lain adalah blunder diplomasi yang secara eksplisit membuktikan kinerja buruk pemerintah.

Source : Berbagai Sumber/DPT

pernyataan pernyataan terossss PAK !!

Siapa orang dibalik semua ini yang “menyetir” keberpihakan penuh pada bangsa arab yang notabene masih menyiksa dan memperlakukan manusia sebagai budak???
sangat menyedihkan bangsa ini, …, Tuhan lakukan aja apa mau-Mu pada bangsa ini , hukumlah…