injil palsu atau asli

Bagaimana kita membuktikan kitab yg di temukan di turki adalah palsu?karena kabarnya kitab ini sangat bertentangan dengan alkitab yg katanya usianya sekitar 1500 thn. :angel:

Sumbernya dong disertakan, atau cuma kabar angin?

Alkitab Berumur 1500 Tahun dari Turki yang Ditawar 28 Juta Dollar oleh Vatikan

ANKARA (TURKI) - Vatikan telah membuat penawaran resmi senilai 28 juta Dollar untuk memeriksa sebuah Alkitab berumur 1500 tahun yang saat ini dikuasai pemerintah Turki, dan kini berada di rumah sitaan negara di Ankara, Turki.

Salinan dari halaman-halaman kitab tersebut dilaporkan bernilai sekitar 1,7 juta dollar, tetapi mengingat bertapa tua-nya kitab tersebut, membuatnya semakin berharga hingga di tawar lebih.

Ini juga karena Alkitab tersebut ditulis dengan tinta emas berbahasa Siria dengan logat Aramik, bahasa yang digunakkan YESUS. Kini, logat Aramik hanya dipergunakan oleh segelintir kecil masyarakat pribumi di sebuah desa dekat kota Damaskus, Suriah.

Pemerintah Turki mendapatkan Alkitab ini pada tahun 2000 ketika mereka mendapat sekelompok pencuri yang tertangkap basah membawa barang hasil curian mereka dari beberapa wilayah di Timur

Tengah, saat melewati Turki. Selain Alkitab, sitaan lainnya antara lain barang-barang antik dan langka termasuk bahan peledak.

Alkitab tersebut disimpan di rumah sitaan hingga akhirnya pada pertengahan tahun lalu diputuskan akan dibawa dan ditunjukkan ke Musium Etnografi di Ankara. Namun sebelum dikirim ke Museum, Vatikan meminta kepada Turki agar memberikan kesempatan mempelajari dan menyelidiki Alkitab itu.

Injil Barnabas
Melihat tingginya penawaran Gereja Katolik terhadap Alkitab tersebut, muncul berbagai spekulasi dari beberapa kalangan, khususnya dari muslim, yang menyatakan Alkitab tersebut adalah salinan dari Injil Barnabas, sebuah Injil sempalan yang menceritakan kisah pelayanan YESUS dari sudut pandang yang berlawanan dengan empat Injil Kanonik.

Injil Barabas, sebuah Injil versi muslim yang dipercaya sebagai bagian dari ‘injil yang sebenarnya’, ini diisukan termuat dalam Alkitab tersebut. Injil ‘fiksi’ ciptaan beberapa muslim pada abad ke 14 ini juga diyakini lebih akurat dan terpercaya dibanding Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas dan Injil Yohanes. Sebab diyakini menyatakan ‘realitas sebenarnya’ tentang hidup YESUS, yang konyolnya sangat tidak sesuai dan berlawanan dengan catatan sejarah dari berbagai sumber tulisan para Rasul, selain juga tulisan kaum sekuler, pemerintah dan kerajaan di Laut Tengah dan Timur Tengah pada abad-abad permulaan.

Sayangnya hingga kini, para pakar sejarah khususnya dari muslim mempercayai mentah-mentah isi dari Injil Barnabas, sebab didalam Injlil sempalan itu juga termuat pernyataan YESUS akan kedatangan Muhammad, nabi umat Islam. Sehingga mereka menganggap Injil ini sebagai Injil ‘asli’ yang dibuang oleh Gereja.

Sebaliknya, profesor teologi, Omer Faruk Harman, salah seorang pakar yang meneliti Alkitab tersebut menyatakan kitab tersebut bukanlah Injil Barnabas.

“Muslim akan kecewa jika melihat salinan [kitab] ini yang tidak memasukkan hal-hal yang mereka bayangkan dan [juga] tidak memiliki berhubungan yang terkait dengan Injil Barnabas,” terang Harman kepada Today Zaman. (ChristianPost/TodayZaman/TimPPGI)

sumber http://www.kabargereja.tk/2012/02/alkitab-berumur-1500-tahun-dari-turki.html

Injil 1.500 Tahun Kabarkan Kedatangan Muhammad

Metrotvnews.com, Ankara: Sebuah Kitab Injil berumur 1.500 tahun yang disembunyikan oleh Turki selama 12 tahun terakhir mengungkap menarik minat pihak Vatikan. Konon, Alkitab tersebut mengatakan bahwa YESUS memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW.

Sejumlah pihak mengatakan Injil tersebut ditulis dalam bahasa Aramaik dan disebut-sebut berisi ajaran-ajaran awal serta prediki Isa Almasih. Alkitab itu bersampul kulit dan ditulis pada kulit hewan dengan tinta emas berhuruf tebal.

Daily Mail melaporkan Alkitab itu diperkirakan berharga sekitar 14 juta poundsterling (Rp200 miliar). Bahkan fotokopi satu halamannya pun berharga sekitar 1,5 juta poundsterling.

Pemimpin spiritual tertinggi umat Katolik, Paus Benediktus XVI, mengaku tertarik untuk melihat kitab suci yang disebut-sebut sebagai Injil Barnabas asli. Hal itu dikatakan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki Ertugrul Gunay kepada Daily Mail.

Dia juga mengatakan Vatikan telah membuat permintaan resmi untuk melihat kitab tersebut. Menurut Gunay pihak Vatikan telah meminta salinan saat Injil itu hendak diselundupkan ke luar Turki pada tahun 2000.

Saat ini, Alkitab itu berada dalam brankas pengadilan Ankara. Nantinya, Injil tersebut akan diserahkan kepada Museum Etnografi Ankara.

Meski demikian, kalangan Gereja skeptis dengan keaslian Injil itu. Seorang pendeta Protestan Turki, Ihsan Ozbek mengatakan, Injil itu diperkirakan berasal dari abad kelima atau keenam sesudah masehi. Sedangkan Santo Barnabas hidup pada abad pertama.

Oleh karena itu, lanjut Ozbek, keotentikan Alkitab tersebut perlu dipertanyakan. “Salinan Injil di Ankara mungkin telah ditulis ulang oleh salah seorang pengikut Barnabas. Karena ada sekitar 500 tahun antara Barnabas dan penulisan salinan Alkitab. Kaum Muslim mungkin kecewa melihat bahwa salinan ini tidak termasuk hal yang mereka ingin lihat,” katanya.

Bahkan Ozbek pun skeptis bahwa isi Alkitab tersebut menceritakan kedatangan Muhammad. “Mungkin tidak ada hubungannya dengan isi Injil Barnabas,” tambahnya.

Sementara itu, seorang teolog, Profesor Omer Faruk mengatakan Alkitab itu harus ditelisik lebih lanjut untuk memastikan orang yang menuliskannya, apakah oleh Barnabas atau pengikutnya. (Dailymail/Wrt3)

sumber : http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2012/02/28/83275/Injil-1.500-Tahun-Kabarkan-Kedatangan-Muhammad

Paus Ingin Ungkap Rahasia Injil Kuno Berusia 1500 Tahun

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN - Paus Benediktus XVI telah membuat permintaan untuk mengungkap rahasia Alkitab kuno berusia 1500 tahun. Permintaan resmi itu telah disampaikan Vatikan kepada pemerintah Turki, senin (27/2).

Vatikan ingin mengungkap kontroversi Injil ini dengan ajaran dan dogma Kriten juga dibanding injil lain. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay telah mengkonfirmasi permintaan Vatikan ini.

Injil yang ditulis dengan tinta emas ini menggunakan bahasa Aramik, bahasa yang dipercayai digunakan YESUS. Alkitab berusia 1.500 tahun tersebut diduga, adalah Injil Barnabas dan bernilai lebih dari 20 juta dolar AS.

Pemerintah Turki telah menyembunyikan injil ini selama 12 tahun terkahir. Buku itu ditemukan oleh polisi Turki dalam operasi anti-penyelundupan pada tahun 2000 dan terus dijaga selama 10 tahun.

Alkitab ini jauh berbeda dengan empat injil utama Kristen, Markus, Matius, Lukas dan Yohanes. Hal itu dikarenakan, Alkitab ini berisi prediksi kedatangan seorang nabi setelah Isa (YESUS). Dan dianggap inilah ajaran versi asli Injil.

Selain itu, adalah versi yang lebih konsisten dengan keyakinan Islam dari Kristen. Alkitab ini menolak dogma Tritunggal dan Penyaliban. Hal ini juga menggambarkan YESUS menolak Mesias dan mengklaim penerusnya berasal dari keturuan Ismael (Arab).

Pendeta Protestan, Ihsan Oznek membantah keaslian isi Alkitab ini, Dia mengatakan bahwa St. Barnabas hidup pada abad pertama dan merupakan salah satu rasul YESUS, yang berbeda dengan versi Injil ini yang berasal dari abad kelima. Namun menurut, Profesor Teologi, Omer Faruk Harman untuk membuktikan keaslian dan umur dari Alkitab ini adalah dibuktikan dengan scan secara ilmiah.

Sumber : Paus Ingin Ungkap Rahasia Injil Kuno Berusia 1500 Tahun | Republika Online

@calvin

Thanks bro, atas post nya.

Dan dari post itu, sepertinya bukan hal baru atau mengejutkan yang ditemukan itu, juga tidak bertentangan dengan ALkitab sekarang.

Sepertinya pertanyaan TS terjawab, kecuali kita bisa mengetahui apa yang ditulis di ‘alkitab’ itu kelak.

Syalom

benar bro,
lagian itu juga masih dalam penyelidikan, bahkan oleh Vatican sendiri.

biasa bro, banyak yang histeris kegirangan kalo baca berita kayak ginian, semoga deh jiwa-jiwa malang yang histeris kegirangan bisa menerima kenyataan pahit kelak.
Lagian, injil-injil sempalan mah udah bukan barang baru lagi kali yah, udah bejibun yg mau jd gospel-writer-wannabe, palsu mah tetep aja palsu,

Betul, dan mereka (termasuk republika) memang mungkin tidak tahu, bahwa Alkitab yang kita miliki sekarang ini, sudah berasal dari masa sebelum tahun 400an itu.

Kita sebagai umat Kristen, sudah harus tahu, bahwa Alkitab yang kita pegang sekarang ini adalah kitab yang sudah melalui berbagai macam sejarah panjang. Jadi, sejarah penulisan, penyusunan, pengkanonan Alkitab, harus diketahui oleh setiap orang Kristen.

Syalom

dari sumber luar :

Secret £14million Bible in which ‘Jesus predicts coming of Prophet Muhammad’ unearthed in Turkey

A secret Bible in which Jesus is believed to predict the coming of the Prophet Muhammad to Earth has sparked serious interest from the Vatican.

Pope Benedict XVI is claimed to want to see the 1,500-year-old book, which many say is the Gospel of Barnabas, that has been hidden by the Turkish state for the last 12 years.

The £14million handwritten gold lettered tome, penned in Jesus’ native Aramaic language, is said to contain his early teachings and a prediction of the Prophet’s coming.

The leather-bound text, written on animal hide, was discovered by Turkish police during an anti-smuggling operation in 2000.

It was closely guarded until 2010, when it was finally handed over to the Ankara Ethnography Museum, and will soon be put back on public display following a minor restoration.

A photocopy of a single page from the handwritten ancient manuscript is thought to be worth £1.5million.

Turkish culture and tourism minister Ertugrul Gunay said the book could be an authentic version of the Gospel, which was suppressed by the Christian Church for its strong parallels with the Islamic view of Jesus.

He also said the Vatican had made an official request to see the scripture - a controversial text which Muslims claim is an addition to the original gospels of Mark, Matthew, Luke and John.

In line with Islamic belief, the Gospel treats Jesus as a human being and not a God.

It rejects the ideas of the Holy Trinity and the Crucifixion and reveals that Jesus predicted the coming of the Prophet Muhammad.

In one version of the gospel, he is said to have told a priest: ‘How shall the Messiah be called? Muhammad is his blessed name’.

And in another Jesus denied being the Messiah, claiming that he or she would be Ishmaelite, the term used for an Arab.

Despite the interest in the newly re-discovered book, some believe it is a fake and only dates back to the 16th century.

The oldest copies of the book date back to that time, and are written in Spanish and Italian.

Protestant pastor İhsan Özbek said it was unlikely to be authentic.

This is because St Barnabas lived in the first century and was one of the Apostles of Jesus, in contrast to this version which is said to come from the fifth or sixth century.

He told the Today Zaman newspaper: 'The copy in Ankara might have been written by one of the followers of St Barnabas.

'Since there is around 500 years in between St Barnabas and the writing of the Bible copy, Muslims may be disappointed to see that this copy does not include things they would like to see.

‘It might have no relation with the content of the Gospel of Barnabas.’

Theology professor Ömer Faruk Harman said a scientific scan of the bible may be the only way to reveal how old it really is.

WHO WAS ST BARNABAS?

Born in Cyprus as Joseph, Barnabas was an Early Christian later named an apostle.

His story appears in the Acts of the Apostles, and Paul mentions him in some of his epistles.

The date, place, and circumstances of his death are historically unverifiable.

But Christian tradition states that he was martyred at Salamis, Cyprus.

He is traditionally identified as the founder of the Cypriot Church, with his feast day on June 11.

Sumber : http://www.dailymail.co.uk/news/article-2105714/Secret-14million-Bible-Jesus-predicts-coming-Prophet-Muhammad-unearthed-Turkey.html

Kebetulan searching dan dapat satu penjelasan mengenai dokumen yang ditemukan di Turki tersebut.
Penjelasan ini berasal dari suatu situs Gereja Assyria.
Sekilas : Gereja Asiria (Gereja Timur) dibentuk pada 33 M oleh St. Tomas. Gereja ini tidak mengakui Konsili Efesus (431 M). Gereja ini secara keliru disebut sebagai Nestorianisme ; namun demikian Ortodoks Asiria tidak menganggap diri mereka Nestorian, dan kesepakatan kristologis baru-baru ini dengan Gereja-gereja Katolik dan Ortodoks memecahkan perdebatan ini secara permanen, dan membuka jalan untuk penyatuan kembali. Gereja ini pernah dikabarkan tiba di Indonesia sejak abad ke-7. yakni di 2 tempat yang bernama Pancur (Sekarang wilayah dari:Deli Serdang) dan Barus (Sekarang wilayah dari: Tapanuli Tengah) di Sumatra (645 SM).

Untuk informasi yang lebih lanjut dan lebih lengkap mengenai Gereja bisa dilihat di link berikut :
http://www.newadvent.org/cathen/14413a.htm

Sebagai informasi, Gereja Assyrian sangat menguasai bahasa Aram, bahasa yang digunakan pada dokumen yang ditemukan tersebut.

Artikel pada postingan berikutnya.

The ‘1,500’ Year Old ‘Bible’ and Muslim Propaganda

(AINA) -- Much has been made of the recent discovery in Turkey of a Bible purported to be written in the Aramaic language, 1,500 years ago. The Muslim media, as well as Western media outlets, quickly pounced on this, claiming this Bible contains verses attributed to Jesus Christ, in which Christ predicts the coming of Muhammad. No media outlet has published a facsimile of these verses.

This “Bible” is written on leather in gold letters. The picture of the front cover show inscriptions in Aramaic and a drawing of a cross.

For any native speaker of Modern Assyrian (also known as neo-Aramaic), and that would be your average Assyrian today, the inscription is easily read. The bottom inscription, which is the most clearly visible from the published photos, says the following:

Transliteration: b-shimmit maran paish kteewa aha ktawa al idateh d-rabbaneh d-dera illaya b-ninweh b’sheeta d-alpa w-khamshamma d-maran

Translation: In the name of our Lord, this book is written on the hands of the monks of the high monastery in Nineveh, in the 1,500th year of our Lord.

Nineveh is the ancient Assyrian capital and is located in present-day north Iraq, near Mosul.

There are spelling errors that are immediately noticeable.

The first word, b’shimmit maran (“in the name of our Lord”), is erroneously spelled with a ‘t’ instead of a ‘d’. The ‘d’ in Assyrian is the genitive, and it prefixes the word that follows. It should read b-shimma d-maran, not b-shimmit maran (note, the last word of the sentence is correctly spelled d-maran (“of our Lord”)).

The first word also contains another spelling error. The correct spelling for “name” in Assyrian is ashma, with the initial ‘a’ being silent. Therefore, when correctly spelled, 'in the name of our Lord" should be written as b-ashma d-maran.

The word idateh is misspelled, it should end with an ‘a’, idata. Also the phrase al idateh (“on the hands”) is incorrect, it should read b-idata (“by the hands”).

The bottom sentence uses the word ktawa (“book”) to refer to the book, but in Assyrian the Bible is never referred to as a “book.” One says awreta (Old Testament), khdatta (New Testament), or ktawa qaddeesha (holy book). Given this, since no one has seen the inside of this “Bible,” we cannot be sure if it is in fact a Bible.

Most significantly, this writing is in Modern Assyrian, which was standardized in the 1840s. The first bible in Modern Assyrian was produced in 1848. If this book were written in 1500 A.D. it should have been written in Classical Assyrian.

It is highly unlikely for monks to make such elementary mistakes. It remains to be seen whether this book is a forgery, or even what kind of book it is.

The bottom inscription also says the book was written in 1500 A.D… If the book does contain verses predicting the coming of Muhammad, it is no great accomplishment to predict something 870 years after the fact, since Muhammad founded Islam in 630 A.D…

Most media outlets, as well as Muslim and Christian outlets, lead the story with headlines pronouncing “1500 year old Bible predicts the coming of Muhammad” – without any evidence to support this.

For Muslims, the implications of the headlines are desirable, that Jesus Christ is a Prophet, just like Muhammad, and not the Son of God. According to Al Bawaba, the Turkish culture and tourism minister, Ertugrul Gunay, said “In line with Islamic belief, the Gospel [this Bible] treats Jesus as a human being and not a God. It rejects the ideas of the Holy Trinity and the Crucifixion and reveals that Jesus predicted the coming of the Prophet Mohammed.”

bersambung

Lanjutan

Commenting on the errors in the book, Al Bawaba says in another article: article : http://www.albawaba.com/editorchoice/gospel-predicting-islams-coming-contradicts-quran-414781
For example, the book says that there are nine heavens and that the tenth is paradise while in Quran they are seven only and claims that Virgin Mary gave birth to Jesus without any pain while the Quran story says she got labor pains.

According to the gospel, Jesus said to Jewish priests that he is not the Messiah and that the Messiah is Mohammed. This means a denial of the existence of a Messiah, who is in fact Jesus Christ, and makes Jesus and Mohammed seem like they are one and the same person.

The book also contains information that lack historical credibility like the presence of three armies, each made up of 200,000 soldiers, in Palestine whereas the entire population of Palestine 2,000 years ago did not even reach 200,000. In addition, Palestine was occupied by the Romans at the time and it is impossible that Palestine was allowed to have any army or armies of its own.

The last sentence in chapter 217 says that 100 pounds of stones were placed on Christ's body. This confirms that the gospel was written quite recently because the first to use the pound as a unit of weight was the Ottomans in their experiments with Italy and Spain and it was never known during the time of Jesus.

Chapter 20 also stated that the cities of Jerusalem and Nazareth are sea ports.

This same article ends with “According to many studies, the gospel attributed to St. Barnabas was written by a European Jew in the Middle Ages who was quite familiar with the Quran and the Gospels. He, thus, mixed facts from here and there and his intentions remain unknown.”

But despite the availability of information on this “Bible,” most media outlets, Muslims, liberal and secular organizations have portrayed this discovery as something that undermines Christianity, ignoring the many problems with this book and presenting it as virtual fact. In fact, in their zeal to support the anti-Christian narrative, they have withheld or suppressed information questioning the authenticity of this book. For these organizations and individuals, this is another tool in their arsenal for the attack on the foundations of Christian doctrine.

By Peter BetBasoo and Ashur Giwargis

Source : The '1,500' Year Old 'Bible' and Muslim Propaganda

Berikut adalah terjemahan bebas dari artikel dari AINA di 2 post sebelumnya.

‘Alkitab’ berusia 1500 tahun dan Propaganda Muslim

(AINA) — Sudah begitu banyak laporan mengenai penemuan sebuah ‘Alkitab’ di Turki yang isinya ditulis dalam bahasa Aramaik, 1500 tahun yang lalu. Media-media Islam sebagaimana media-media Barat, dengan cepat memberitakan hal ini, dan menyatakan ‘Alkitab’ ini berisikan ayat-ayat mengenai Yesus Kristus, yang memprediksikan kedatangan Muhammad. Namun, belum ada media yang mempublikasikan isi dari ayat-ayat yang dimaksud.

‘Alkitab’ ini dituliskan diatas bahan kulit dengan tinta emas. Gambar di sampul depan memperlihatkan inskripsi dalam bahasa Aramaik dan gambar sebuah salib.

Bagi sebagian penutur asli bahasa Assiria modern (yang juga dikenal sebagai neo-Aramaik), yang umumnya digunakan oleh masyarakat Assiria saat ini, inskripsi tersebut mudah dibaca. Pada inskripsi bagian bawah, yang dengan jelas terlihat di foto-foto yang banyak dipublikasikan, mencantumkan:

Transliterasi : b-shimmit maran paish kteewa aha ktawa al idateh d-rabbaneh d-dera illaya b-ninweh b’sheeta d-alpa w-khamshamma d-maran

Translasi : Di dalam nama Tuhan kita, buku ini ditulis pada tangan oleh para biarawan dari biara tinggi Niniwe, tahun ke-1500 dari Tuhan kita

Niniwe merupakan ibu kota kuno Assiria dan terletak di Irak Utara sekarang, dekat Mosul.

Terdapat kesalahan eja yang dengan segera terlihat.

Kata pertama, b’shimmit maran (“di dalam nama Tuhan kita”), keliru dieja sebagai ‘t’ bukannya ‘d.’ ‘d’ dalam bahasa Assiria adalah genitif, dan merupakan prefix kata yang mengikutinya. Seharusnya dibaca b-shimma d-maran, bukanya b-shimmit maran (Catatan, kata terakhir dari kalimat tersebut dieja dengan benar d-maran (“Tuhan kita”).

Kata pertama juga mengandung kesalahan eja yang lain. Ejaan yang benar untuk ‘nama’ dalam bahasa Assiria adalah ashma, dengan huruf awal ‘a’ menjadi diam. Oleh karena itu, ketika dieja dengan benar, ‘di dalam nama Tuhan kita,’ seharusnya ditulis b-ashma d-maran.

Kata idateh salah eja, seharusnya diakhiri dengan ‘a’, idata. Juga frase al idateh (“pada tangan”) adalah salah, seharusnya dibaca b-idata (“dengan tangan”).

Kalimat di bawah menggunakan kata ktawa (“buku”) mengacu ke buku, tetapi dalam bahasa Assiria Alkitab tidak pernah dikatakan sebagai sebuah ‘buku.’ Orang mengatakan awreta (Perjanjian Lama), khdatta (Perjanjian Baru), atau ktawa qaddeesha (Buku Suci). Berdasarkan hal ini, karena memang belum ada yang melihat isi dari ‘Alkitab’ ini, kita tak yakin bahwa ini benar-benar sebuah ‘Alkitab.’

Yang sangat signifikan, tulisan ini ditulis dalam bahasa Assiria modern, yang distandarisasi tahun 1840-an. Alkitab pertama dalam bahasa Assiria modern ditulis tahun 1848. Jika buku ini ditulis 1500 M, seharusnya ditulis dalam bahasa Assiria klasik.

Suatu hal yang sangat tidak mungkin jika para biarawan membuat kesalahan-kesalahan dasar seperti ini. Selain itu, masih harus diselidiki pula, apakah buku ini palsu, atau menentukan jenis buku apa ini.

Inskripsi bagian bawah juga mengatakan bahwa buku ini ditulis pada tahun 1500 M. Jika buku tersebut mengandung ayat-ayat yang memprediksikan kedatangan Muhammad, maka bukanlah suatu keanehan memprediksi sesuatu kejadian yang terjadi 870 tahun setelah kejadian tersebut, karena Muhammad mendirikan Islam pada tahun 630 M.

Kebanyakan media-media, baik Muslim maupun Kristen, mencantumkan judul berita ‘Alkitab berusia 1500 tahun memprediksikan kedatangan Muhammad’ – tanpa adanya bukti yang mendukung pernyataan ini.

Bagi Muslim, implikasi berita-berita inilah yang diinginkan, bahwa Yesus Kristus adalah seorang nabi, sama seperti Muhammad, dan bukan Anak Tuhan. Menurut media Al Bawaba, menteri kebudayaan dan pariwisata Turki, Ertugrul Gunay, berkata, “Seturut keyakinan Islam, Injil [Alkitab ini] menyatakan Yesus sebagai manusia biasa dan bukan Tuhan. Menolak gagasanTritunggal Maha Kudus dan Penyaliban serta mengungkap prediksi Yesus mengenai kedatangan Nabi Muhammad.”

-Bersambung-

-Lanjutan-

Mengomentari kesalahan-kesalahan dalam buku tersebut, Al Bawaba mengatakan di artikel lain: artikel : http://www.albawaba.com/editorchoice/gospel-predicting-islams-coming-contradicts-quran-414781
   Sebagai contoh, buku tersebut menunjukkan ada 9 langit, dan yang ke-10 adalah surga, sementara Quran mengatakan hanya 7, dan mengklaim Perawan Maria melahirkan YESUS tanpa rasa sakit, sementara Quran mengatakan dia melahirkan dengan rasa sakit.

   Berdasarkan Injil ini, YESUS berkata kepada para imam Yahudi bahwa Dia bukanlah Mesias dan mengatakan bahwa Muhammad adalah mesias.Hal ini berarti penyangkalan terhadap eksisitensi Mesias, yang tidak lain adalah YESUS KRISTUS, dan menjadikan YESUS dan Muhammad terlihat seakan satu, dan merupakan orang yang sama.

   Buku ini juga mengandung informasi yang kredibilitas sejarahnya kurang, seperti adanya tiga pasukan yang masing-masing terdiri dari 200.000 tentara  di Palestina, sedangkan keseluruhan populasi Palestina 2000 tahun lalu bahkan tidak mencapai 200.000. Selain itu, Palestina saat itu diduduki oleh Kekaisaran Roma,  sehingga mustahil orang-orang Palestina diizinkan untuk memiliki pasukan sendiri.

   Kalimat terakhir pada Bab 217 berkata bahwa 100 pound batu-batu yang ditempatkan pada tubuh KRISTUS. Hal ini mengkonfirmasikan bahwa Injil ini ditulis baru-baru ini, karena yang pertama kali menggunakan pound sebagai unit pengukuran berat adalah Ottoman dalam eksperimen mereka dengan Italia dan Spanyol, yang justru tidak dikenal ketika masa YESUS.

   Bab 20 juga menyatakan bahwa kota Yerusalem dan Nazaret adalah kota pelabuhan.

Artikel yang sama diakhiri dengan “Berdasarkan banyak penelitian, Injil Santo Barnabas ditulis oleh seorang Yahudi Eropa pada abad pertengahan, yang cukup akrab dengan Quran dan Injil. Ia, kemudian, menggabungkan berbagai fakta-fakta tersebut, namun niatnya tetap tidak diketahui.”

Walau sudah ada informasi yang didapatkan mengenai ‘Alkitab’ ini, sebagian besar media Islam, organisasi-organisai liberal dan sekuler, menampilkan penemuan ini sebagai sesuatu yang meruntuhkan Kekristenan, namun mengabaikan banyaknya kesalahan-kesalahan yang terdapat di dalamnya, dengan menunjukkanya sebagai fakta yang sebenarnya. Bukan hanya itu, dalam semangat mendukung narasi anti Kristen, mereka telah memotong atau menekan informasi yang mempertanyakan keaslian buku ini. Bagi organisasi-organisai atau individu-individu seperti ini, hal seperti ini merupakan alat lain di dalam gudang senjata mereka untuk menyerang dasar-dasar ajaran Kristen.

Oleh Peter BetBasoo dan Ashur Giwargis

Diterjemahkan dari : The '1,500' Year Old 'Bible' and Muslim Propaganda

Thanks bro Calvin, atas post yang berisi bantahan yang sangat jelas itu.

GBU

Berikut gambar “Alkitab” tersebut :

link : http://www.aina.org/images/bibleturkey1.jpg

link : http://www.aina.org/images/bibleturkey2.jpg

http://medya.todayszaman.com/todayszaman/2012/02/24/bible.jpg

link : http://medya.todayszaman.com/todayszaman/2012/02/24/bible.jpg

link : http://www.hurriyetdailynews.com/images/news/201203/n_15034_4.jpg

http://rsm.haber365.com/N/1330074209_10_12.jpg

link : http://rsm.haber365.com/N/1330074209_10_12.jpg

ur welcome bro,
GBU too…

Mudah untuk mendapatkan yang palsu tapi sulit menyatakan itu adalah asli.

1500 tahun lalu, bagaimana cara pembuktiannya tahu itu sudah 15 abad yang lalu? kurang satu atau dua abad juga tidak dapat dibedakan.

Yang jelas hasil kanon terakhir umurrnya lebih tua dari salinan itu, dan itu terbuka untuk umum tidak ada rahasia.
Murah dan bisa dibeli dimana-mana.

Salam.

@ bro Hans

betul sekali pernyataan anda, oleh karena itulah kita bersyukur Gereja Asyria, dalam hal ini situs AINA memaparkan sanggahan terhadap dokumen tersebut seperti pada artikel di post sebelumnya.
Kita juga masih menunggu penyelidikan lebih lanjut, yang juga dilakukan oleh Vatikan maupun pihak2 lainya.

Jika anda perhatikan dengan seksama artikel AINA diatas, terdapat pernyataan yang menarik :

post #10 (en vers)
The bottom inscription also says the book was written in 1500 A.D… If the book does contain verses predicting the coming of Muhammad, it is no great accomplishment to predict something 870 years after the fact, since Muhammad founded Islam in 630 A.D…

post #12 (id vers)
Inskripsi bagian bawah juga mengatakan bahwa buku ini ditulis pada tahun 1500 M. Jika buku tersebut mengandung ayat-ayat yang memprediksikan kedatangan Muhammad, maka bukanlah suatu keanehan memprediksi sesuatu kejadian yang terjadi 870 tahun setelah kejadian tersebut, karena Muhammad mendirikan Islam pada tahun 630 M.

Jadi, ada salah kaprah selama ini. Kebanyakan media menuliskan bahwa umur dokumen tersebut adalah 1500 tahun, namun yang benar adalah dokumen tersebut ditulis pada tahun 1500 M, sesuai inskripsi yang ditemukan pada dokumen tersebut.

Betul sekali, dan kita patut bersyukur kepada Tuhan, atas pimpinan-Nya kepada para Bapa Gereja yang telah mengkanonkan Kitab Suci seperti yang kita milki saat ini. Tugas kitalah menjaga dan mempertahankan warisan dan kekayaan iman yang sangat berharga ini.

Salam Damai.

@calvin

Betul sekali bro, jika cuma terbitan th 1500, Vatican dan British museum rasanya punya yan jauh lebih tua dari itu, asli pula, he he he.

Syalom