Inspirasi Bill Gates Tentang Hidup yang Memberkati

Bos Microsoft yang bernama William Henry Gates III atau yang biasa dikenal dengan Bill Gates, memang menuai sukses besar di bidang teknologi. Kini dia mempunyai bisnis raksasa di dunia. Tapi, keberhasilannya tidak hanya sampai di situ. Selain sukses di dunia bisnis, bapak tiga orang anak ini juga sukses di rumah. Dia adalah seorang ayah yang penuh kasih sayang. Tidak hanya di rumah, namun dia juga peduli lingkungan sekitar. Jika Anda ingin membaca kisahnya di dalam keluarganya, klik saja link ini.

Gates dan keluarganya sangat dekat. Ini terbukti dari godaan anak-anaknya yang ditujukan kepada dirinya. Gates juga mengajak keluarganya menonton konser U2 di Seattle beberapa waktu yang lalu. Vokalis U2, Bono, memang dikenal sebagai teman baik Gates. Apa Bono mengundang Gates dan keluarganya untuk tampil di belakang panggung? “Hmmm…tidak, sebenarnya Bono menetap di rumah kami malam itu,” jawab Bill. Itu salah satu bukti hubungan akrab Bill dengan keluarganya dan sesamanya.

Bukti lain mengenai pengabdiannya untuk kepentingan orang banyak dapat dilihat dari pekerjaannya sekarang. Dia mengurus sebuah yayasan bernilai US$ 37.1 miliar yang didirikannya. Apakah dia akan kembali fokus mengurus Microsoft? “Tidak, saya hanya akan terlibat paruh waktu (di Microsoft). Ini pekerjaan saya sekarang (di Yayasan).” jawab Bill Gates. Suatu sikap yang luar biasa bukan dari seorang milyuner. Mata rohaninya tidak dibutakan oleh uang dan harta. Gates juga lebih memilih beramal di area yang kurang mendapat perhatian masyarakat, seperti mengobati malaria.

Gates juga selalu memperjuangkan harga murah untuk vaksin. “Kita harus cerdas dalam hal apa yang kita bayar. Kita dapatkan pengurangan harga, maka kita akan bisa lacak berapa anak yang akan divaksin.” Semakin murah harga yang didapat, tentunya semakin banyak anak yang dapat divaksin. Selain itu, Gates tidak merasa kecewa jika ada orang yang tidak tahu siapa dirinya. Gates memang tidak dikenal di negara miskin dan berkembang tapi dia tahu dan mengerti kenapa. “Karena dunia saya tidak berhubungan langsung dengan mereka. Saya pernah saat sedang bersama menteri suatu negara, kemudian rakyatnya bertanya siapa saya. Menteri itu menjawab, ‘Hanya orang kulit putih yang saya bawa untuk menemui kalian’,” ujar Gates.

Punya hati yang rendah hati sungguh susah didapat. Daud pernah jatuh di dalam perzinahan, namun meskipun dia mempunyai kekayaan yang begitu luar biasa, pengharapannya dia tujukan kepada Tuhan. Dia tidak berpegang pada kekayaan dan ketenaran yang ada padanya. Itu dapat kita lihat melalui mazmur yang sering dia sampaikan. Sikap hati seperti itulah yang Tuhan cari dalam kehidupan setiap kita pribadi.

Source : vivanews/lh3