Inti Keselamatan Allah dalam Yesus Kristus

                                         [u][b] “Essensi Inti Keselamatan Allah Dalam Yesus Kristus “[/b][/u]

Penciptaan manusia

Manusia diciptakan serupa & segambar dengan Allah.

KEJADIAN 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Dari semula rancangan Allah menciptakan manusia dengan tujuan yang begitu amat sangat sempurna, sehingga dengan Tangan-Nya sendiri yang ajaib Allah sengaja membentuk manusia itu dari debu tanah & memberikan roh manusia/Nafas Hidup/Nismat Ha’yim dengan cara menghembuskan langsung dari dalam Pribadi Allah itu sendiri, sehingga manusia itu menjadi mahluk yang hidup (Zo’e) & serupa /segambar persis dengan gambaran Allah itu sendiri, Kudus /suci tanpa dosa (Pelanggaran). Kata hidup di sini bukanlah dalam arti “hidup secara Biologi/sarkos”, Melainkan Hidup dalam makna mempunyai hayat/kehidupan/zo’e yang berkualitas sempurna, Sehingga terjadi hubungan yang sangat harmonis antara manusia (roh manusia ) dengan (Roh Allah) yang dalam hal ini Allah sebagai pusat kehidupan bagi si manusia itu sendiri & tanpa Allah, manusia itu sendiri akan mati/binasa. Kehidupan manusia yang sempurna seperti awalnya inilah yang dimaksudkan Rasul Paulus dalam suratnya tentang “Hidup dipimpin Roh Allah”, (Roma 8:14) dan oleh sebab itu dikatakan dalam Alkitab bahwa manusia pertama itu (Adam) disebut anak Allah (Lukas 3:38).

Kejatuhan manusia ke dalam dosa

KEJADIAN 3:3 tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

Ketika manusia itu Melanggar/memberontak kepada Allah yang adalah sebagai pusat seluruh hidupnya (Zo’e), dengan lebih menuruti perkataan si Iblis, maka pada saat itu juga (tanpa disadari) oleh manusia itu ternyata hidup kedagingannya/sarkos/bio mulai menguasai seluruh jalan kehidupannya & roh manusia /Nismat ha’yim yang dihembuskan berasal dari Allah kepada manusia itu mulai tidak berkuasa lagi atas hidup manusia itu, bahkan pada fase2 yang lebih parah roh manusia itu dikatakan mati & tidak berfungsi lagi (mati rohani) ,tidak seperti yang seharusnya memiliki hidup (Zo’e) yang sesungguhnya. Kata “Mati” yang dimaksudkan Allah dalam Kejadian 3:3 adalah sama seperti yang tertulis dalam Matius 22:32, yakni Mati berakibat mendatangkan MAUT, sebab Terputusnya hubungan antara manusia itu dengan Allah.

Allah merancangkan Keselamatan bagi manusia.

Pada umumnya kata “Keselamatan” hanya di pahami oleh sebagian dari kita adalah sekedar “Terhindar dari sesuatu yang buruk”, dan banyak pula yang menafsirkan kata Keselamatan yang tertulis dalam Alkitab itu adalah” Terhindarnya kita dari siksa api neraka & diperkenankan masuk Sorga”. Kedua penafsiran dari kata “keselamatan” itu tidaklah tepat benar (bukan berarti salah total), Tetapi sesungguhnya arti kata “Keselamatan” yang benar-benar BENAR yang dimaksudkan oleh Allah adalah “Dikembalikannya manusia kepada Rancangan/Ciptaan Allah yang semula, yaitu kembali menjadi Serupa & segambar dengan Allah melalui Yesus Kristus “.

Bersambung…

Pada jaman Perjanjian Lama, segala hukum-hukum serta Aturan-aturan yang Allah berikan kepada manusia melalui para Nabi-nabi-Nya & Khususnya Taurat kepada bangsa Israel ,Sesungguhnya semuanya itu hanyalah merupakan Bayangan saja dari Keselamatan yang sesungguhnya( Ibrani 10:1)nanti akan Allah berikan melalui yesus kristus.

Ibrani 10:1 Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.

Yesus Kristus adalah Keselamatan yang sesungguhnya di janjikan Allah

Kisah Para Rasul 4:12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Yesus Kristus adalah Gambaran Allah yang Sempurna ( Kol 1:15 ).

“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,

Roma 8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
8:29. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Ternyata manusia Pertama (Adam) diciptakan menurut gambaran Yesus Kristus (Roma 5:14)

“Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang.

Maka Sejak manusia pertama (Adam) itu yang adalah segambar dengan Allah & disebutkan juga sebagai anak Allah, tetapi oleh karena kejatuhannya kedalam dosa & mulai melahirkan keturunan-keturunannya yang terus meng-adopsi akibat dari dosa Awal Adam itu yang harus mengalami Maut, Maka Allah merancangkan dengan memberikan Anugerah Keselamatan-Nya melalui Yesus Kristus kepada manusia dengan maksud agar setiap manusia yang mau meneriman-Nya (Yesus Kristus) dengan melakukan semua yang sudah di ajarkan & di teladankan-Nya (Injil), dapat di kembalikan kepada Gambaran Allah yang semula & beroleh Hidup yang kekal.

Kolose 3:10 dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;

II Korintus 3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.

Jadi Sesungguhnya Inti Keselamatan Allah dalam Yesus Kristus adalah “Usaha Tuhan mengembalikan manusia kepada rancangan-Nya yang semula,Yaitu kembali menjadi serupa & segambar dengan Allah.

Bagi semua saudara2 seiman yang mau menambahkan ataupun membagikan pandangannya untuk kita semua dapat bersama-sama belajar tentang Kebenaran-Nya, saya mempersilahkannya.

Salam.

Dengan cara… apa?

Pertama -tama pastinya dengan cara kita harusPercaya & menerima Yesus Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan itu, maksudnya adalah Percaya & menerima-Nya dalam hati kita yang sesungguh-sungguhnya (bukan hanya di mulut kita saja)dan yang harus kita sertai pembuktian dari Iman Percaya kita itu dalam seluruh Tindakan nyata perbuatan kita di mulai sejak kita mau menerima-Nya sampai kita meninggalkan dunia yang fana ini, dan kemudian setiap waktu kita harus selalu belajar kepada seluruh yang sudah di ajarkan serta di telandankan-Nya, saya percaya 100% Roh kudus dengan sangat bersukacita akan membimbing kita belajar kepada seluruh Kebenaran-Nya,sehingga pada akhirnya walaupun dengan proses & perjuangan kita yang berat secara manusia, lewat pembaharuan budi ,pikiran kita ,pada akhirnya dapat kita di ubahkan-Nya menjadi serupa & segambar dengan Dia (menjadi sepikiran & seperasaan dengan Yesus Kristus).

Matius 11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,

Salam

Menerima Yesus itu bagaimana caranya?

Menerima seluruh apa yang sudah di ajarkan serta di teladankannya kepada kita & kita terus belajar kebenaran Firman-Nya dengan sunguh-sungguh yang nanti pada akhirnya kita harus belajar meng- applikasikannya dalam kehidupan nyata kita sehari-hari.

Salam

Kalau makan Tubuh dan Darah Kristus itu berarti menerima Kristus tidak?

TIDAK Bro…!!

Salam

Joh 6:50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
Joh 6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."
Joh 6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.”
Joh 6:53 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.
Joh 6:54 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman.
Joh 6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
Joh 6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Koq bisa tidak?
Gimana penjelasannya tuh, koq bisa tidak?

Maaf, jawaban saya sebelumnya memang tidak komplit dengan hanya menjawab “Tidak”,tetapi tanpa di sertai penjelasannya, sekali lagi saya mohon maaf bro…

jawaban “Tidak” maksud saya jika kita mengartikannya secara Liturgi-liturgi saja yang sering di adakan dalam ibadah gereja-wi pada umumnya yg kita kenal dengan istilah “Perjamuan Kudus”, Sebab hal tersebut sungguh bukan arti yang sesungguhnya dari kata "Menerima Yesus kristus dalam hidup kita.
tetapi jika di pahami dalam pengertian yang Benar oleh setiap kita arti memakan Tubuh Kristus itu, maka hal tersebut adalah benar bahwa kita “menerima-Nya” dalam hidup kita.

Salam

Pengertian yang benar itu pengertiannya siapa?

Pengertian yang benar menurut Firman Tuhan yang tertulis dalam Alkitab.

Salam.

Firman Tuhan apa adanya ataukah firman Tuhan menurut seseorang?

Saya sudah menangkap arah pertanyaan bro roderick, maka untuk tidak lebih menjauh dari topik yang dibicarakan, alangkah lebih baiknya jika bro roderick sampaikan pandangannya jika tidak ada yang sesuai menurut bro roderick, itulah fungsinya kita saling berbagi.

Salam.

Lah? Itu kan statemen anda secara sepihak? Bagaimana mungkin anda bisa menyatakan “sudah menangkap arah pertanyaan” tanpa penjelasan apapun? Saya disuruh buat asumsi jika demikian? Sesudah saya bikin asumsi, maka saya disuruh berbagi tanpa anda menjelaskan bagian anda sebelumnya?
Dimana saling berbaginya jika demikian?
Saling berbagi asumsi, maksud anda?

oh iya saya lupa dan mohon maaf…,dalam hal hubungannya antara arti memakan tubuh dan darah Kristus dengan pengertian arti “menerima Yesus Kristus dalam hidup kita” yang memang belum saya bagikan pandangannya menurut Alkitab yang saya imani dan pahami.

Tubuh dan darah Kristus

Membahas tentang tubuh dan darah Kristus, maka kita tidak akan terlepas dari makna penderitaan dan kematian Yesus Kristus yang lahir kedunia hanya dengan satu tujuan utama, yakni memberikan hidup kekal – Yohanes 10:10 ; bagi manusia yang telah berdosa yang harus mengalami Maut – (terpisahnya hubungan kekal dengan Allah sebagai sumber kehidupan)- Wahyu 20:13-14, dengan cara Penebusan dosa oleh kematian-Nya dan jalan keselamatan melalui ajaran serta teladan-Nya -(Injil) untuk mengembalikan manusia kepada rancangan Allah yang semula,menjadi segambar dan serupa dengan Allah – Roma 8:28-30.

Tubuh dan darah Kristus dalam Karya Penebusan dan keselamatan-Nya

Yesus Kristus yang tidak berdosa harus mengalami penderitaan bahkan taat sampai mati menyerahkan tubuh dan darahnya dikayu salib adalah merupakan syarat pembayaran terhadap penebusan dosa manusia secara hukum yang sudah ditentukan oleh Allah sendiri, sebab tanpa darah tidak ada pengampunan dosa – Ibrani 9:22“Dan hampir segala sesuatu disucikan menurut hukum Taurat dengan darah, dan tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan.
Hanya oleh pengorbanan Kristus yang menyerahkan diri-Nya sendiri (tubuh dan darahnya) yang kudus yang dapat menebus dosa manusia untuk mendapatkan pengampunan dan anugerah keselamatan dari Allah dan mengadakan Perjanjian yang baru serta sekaligus membinasakan perbuatan-perbuatan si iblis yang berkuasa atas maut – (Roma 3:25; 5:9; Efesus 1:7; Kolose1:20 ;Ibrani 9:9 ;13:12 dan 20 ; Ibrani 2:14 ; 1Yoh 1:7; Wahyu 12:11 ).

Karya Keselamatan-Nya

Setelah seseorang yang menerima-Nya ditebus serta di ampuni dari segala dosanya, maka orang tersebut menjadi orang yang berhutang, tetapi bukan berhutang kepada daging untuk hidup menurut daging lagi,melainkan berhutang untuk hidup menurut roh agar layak disebutkan sebagai anak-anak Allah– Roma 8: 12-16. Artinya adalah karya penebusan dan keselamatan yang telah diterima oleh seseorang otomatis menuntut respon yang bertanggung jawab dari orang itu untuk mengerjakan Anugerah keselamatan tersebut, dengan jalan merubah segala cara hidup yang lama – dan mulai mengenakan cara hidup yang baru dengan perubahan akal budi yang terus diperbaharui oleh pikiran dan perasaan seperti yang terdapat dalam pribadi Yesus Kristus yang akan menjadi peta jalan agar dapat mengerti kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna – Filipi 2:5 ; Roma 12:2.

Akhir kata, bahwa makna dari memakan tubuh dan meminum darah Kristus itu janganlah kita menafsirkannya secara literal dalam pengertian lahiriah,tetapi maksudnya adalah seseorang yang telah percaya dan menerima-Nya, maka seseorang itu juga dikaruniakan untuk hidup dalam “makna” penderitaan serta kematian-Nya supaya beroleh kemuliaan yang akan memimpin serta menuntun seseorang kepada Anugerah keselamatan yang sesungguhnya – Ibrani2:10. Makna turut serta dalam penderitaan serta kematian-Nya dalam kehidupan seseorang adalah meninggalkan semua cara hidup kita yang lama – dan mulai mengenakan cara hidup yang baru didalam Kristus. Itulah essensi dan eksistensi arti menerima Yesus Kristus yang sesungguhnya menurut Injil.

Salam.

Berarti menurut anda, makan Tubuh dan Darah Kristus selalu TIDAK BOLEH literal maknanya, dan harus dipahami sebagai sebuah MAKNA?

Benar demikian menurut pemahaman saya…,tetapi jika dalam suatu kumpulan orang-orang percaya (jemaat) didalam suatu tempat ibadah,mereka melakukannya secara simbolis dengan yang dinamakan"Perjamuan Kudus" , hal itu tidaklah salah, sebab Tuhan Yesus sendiri memerintahkan agar kita selalu mengingat-Nya, tetapi harus dimaknai “hanya untuk mengingatkan kita” - (memperingati) akan pengorbanan Kristus bagi kita semua manusia berdosa, agar kita juga dikuatkan untuk turut serta masuk dalam “Makna” penderitaan-Nya dalam ketaatan-Nya dalam melakukan semua kehendak Bapa, dan janganlah kita menafsirkannya dengan sesuatu yang berbau Mistis atau supranatural seperti ada keyakinan seperti itu dalam beberapa denom gereja.

Lukas 22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."

Salam.

Pertanyaan saya:

  1. Apakah Yesus Kristus pernah melarang pemaknaan secara literal seperti yang diyakini beberapa denom gereja?

  2. Apakah ada dalam Alkitab perintah untuk melakukan pemaknaan secara simbolis terhadap suatu perintah?

  3. Bagaimanakah seseorang harus memberikan makna atas suatu teks dalam Alkitab? Apakah semuanya simbolis, ataukah ada kaidah yang menyatakan mana yang harus simbolis mana yang harus literal? Siapa yang berwenang memutuskan mengenai hal pemaknaan tersebut?

  4. Apakah makna “peringatan” di Perjamuan Terakhir itu sebagai suatu peringatan seperti halnya mengheningkan cipta dalam suatu upacara? Dan jika pemaknaannya hanya sebatas itu, bukankah TANPA Perjamuan Kudus semua orang Kristen pasti ingat bahwa sebelum Kristus disalibkan, Dia makan dan minum dahulu, lantas menderita dan mati? Apakah justru akan memenuhi ayat ini:

Yes 22:12 Pada waktu itu Tuhan, TUHAN semesta alam menyuruh orang menangis dan meratap dengan menggundul kepala dan melilitkan kain kabung;
Yes 22:13 tetapi lihat, di tengah-tengah mereka ada kegirangan dan sukacita, membantai lembu dan menyembelih domba, makan daging dan minum anggur, sambil berseru: “Marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati!”

  1. Jika masalahnya adalah “penguatan”,bukankah fungsi khotbah-khotbah setiap hari adalah juga penguatan? Jadi, peringatan apakah yang anda maksudkan dalam Perjamuan Kudus?

Terimakasih.

sebelum penyalibanNya:
apakah ada tertulis Yesus merobek2 tubuhNya dan mengeluarkan darahNya untuk diminum ?? ATAU…
Yesus memecahkan roti dan menuang anggur dan mengatakan “inilah tubuhKu dan inilah darahKu” lalu sebagai PERINGATAN ???

bahkan setelah kebangkitanNya:
apakah ada tertulis Yesus merobek2 tubuhNya dan mengeluarkan darahNya untuk diminum ?? ATAU…
Yesus tetap memecahkan roti dan menuang anggur sebagai PERINGATAN ???

:rolleye0014: :rolleye0014: