Inti Keselamatan Allah dalam Yesus Kristus

Jadi kenapa Yesus harus repot-repot mengadakan perjamuan terakhir?

Jawab aja dah kalo bisa…

jadi intinya bagi anda, karena “Yesus repot gitu” ??? ;D ;D ;D
coba di tulis disini, tertulis perjamuan terakhir itu Yesus nyobekin roti atau dagingNYA ??? :coolsmiley:

Untuk apa Yesus mengadakan perjamuan terakhir?

khan tertulis jelas

Lukas 22
19. Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.”

1Korintus 11
24. dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!

  1. Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!

Peringatan yang seperti apa? Peringatan macam apa?

Apakah salib saja (yang dipasang di gereja-gereja) tidak cukup untuk mengingat pengorbanan/kematian Tuhan?

kenapa harus ada Perjamuan Kudus segala?
Apa pentingnya dilakukan Perjamuan Kudus jika bobot peringatannya sama dengan salib-salib yang dipasang?

Kan gitu pertanyaannya?

:azn:

Disitulah letaknya perbedaan pengertian arti “memperingati” bagi seseorang yang memang tidak hidup di dalam “makna” simbolis-simbolis itu sendiri dan bagi seseorang yang memang “Menghidupi” dari makna simbolis-simbolis tersebut.
Perlu kita pahami kontekstual bahwa ucapan Tuhan Yesus untuk selalu melakukan perjamuan kudus -(istilah yang disebutkan oleh banyak gereja) adalah ditujukan KHUSUS kepada para murid-Nya, dan bukan ditujukan kepada orang-orang lain pada umumnya yang bukan murid-murid-Nya. Pengertian Murid-Nya itu harus kita pahami dengan benar bahwa seseorang yang disebutkan murid adalah pasti akan seperti gurunya. Dalam hal ini seorang murid Kristus pastilah harus juga mengalami “Makna” arti hidup menderita seperti Kristus untuk memperoleh mahkota kehidupan di langit baru dan bumi yang baru nanti. Makna "Menderita bersama-sama dengan Kristus"sejajar dengan makna kehidupan seorang murid-Nya yang menyangkal diri dan memikul salib.

Demikian juga dengan “simbol” salib yang sering kita lihat pada ornamen-ornamen seorang Kristen ataupun ritual baptisan air. Jika “salib” ataupun Baptisan air itu tidak kita hidupi dalam kehidupan nyata kita sebagai pengikut Kristus, maka simbol salib akan tetap selamanya hanya menjadi sebuah simbol yang mati bagi orang tersebut.Demikian juga dengan baptisan air akan tetap menjadi seperti sebuah "ritual " saja yang sama sekali tidak mendatangkan sebuah kehidupan kekal seperti yang dimaksudkan oleh Allah Bapa.

akhir kata…,apakah sekarang kita masih melakukan semuanya itu hanya dengan pengertian sebuah simbol saja ? jika benar, maka benar seperti bro roderick ungkapkan bahwa perjamuan kudus itu hanya akan seperti “Mengheningkan cipta” saja yang samasekali tidak akan pernah mendatangkan faedah hidup kekal yang sesungguhnya.

Salam.

Perjamuan Achir atau Perjamuan Kudus diberikan oleh Tuhan Yesus :

  • memperingatkan kita akan pengorbanan Tuhan Yesus diatas kayu salib untuk menggantikan kita yang seharusnya dihukum, untuk mendamaikan dan menjadi pengantara antara kita dengan Allah.

  • Memperingatkan kita akan betapa berdosa nya kita, sehingga sebelum kita mengambil bagian dalam perjamuan Kudus, kita datang minta ampun atas perbuatan dan perkatan kita yang berdosa.

  • memperingatkan arti pengorbanan Tuhan Yesus bagi kita yang berdosa yang tidak layak menerima Anugerah keselamatan Allah.

  • memperingatkan kita bahwa bukan karena kita yang berusaha percaya, tetapi Allah lebih dahulu bekerja dalam diri kita, memampukan kita untuk datang pada Tuhan, percaya dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat.

  • memperingatkan kita bahwa hidup kita yang baru dan sekarang bukan lagi kita yang hidup, setiap perkataan , perbuatan, dan pikiran kita harus memuliakan Tuhan sengan segenap hati kita.

Itulah tujuan Tuhan Yesus mengadakan perjamuan achir, “peringatkan akan Aku”

Peringatkan akan Aku, artinya semua perbuatan Tuhan Yesus pada kita, pengorbannannya , penebusannya, sehingga setiap kali kita makan roti dan minum anggur, kita menyadari bahwa betapa besarnya KASIH ALLAH pada kita orang berdosa yang tidak layak menerimanya.

Dalam keadaan berdosa, Allah datang memanggil UmatNya, Kepunyaan Nya.

peringatan kematian Tuhan Yesus yang olehnya seluruh umat di dunia bisa datang kepada Bapa kalau mau menerimaNya

kita kan hanya ikutin yang tertulis aja bro
dan itulah jawaban atas pertanyaan anda

Yoh 6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
Yoh 6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Dari kedua ayat Injil Yohanes itu, menurut logika Cinta Bhinneka, apabila Perjamuan Kudus hanya peringatan dan tidak benar-benar ada kehadiran daging dan darah Kristus maka tidak seorangpun manusia yang hidup setelah eksistensi jasmani Yesus Kristus, yang dapat memakan daging Kristus dan meminum darah Kristus. Dengan demikian, maka tidak akan ada orang yang tinggal di dalam Kristus dan Kristus di dalam seseorang, seperti yang dimaksud oleh Yoh 6:56. Maka, menurut logika Cinta Bhinneka, dan lebih lagi, menurut iman Cinta Bhinneka, pada Perjamuan Kudus ada eksistensi daging dan darah Kristus.

Salam logika macam-macam.

Lha kalo mau ngikutin yang tertulis, apakah ada tertulis “simbolisasi” Perjamuan Kudus di Alkitab?

Yoh 6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.
Yoh 6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

Yang diatas itu diikuti tidak?

Kan harus ditanyakan pulak hal tersebut?

:slight_smile:

Peringatan kematian Tuhan kan lewat Salib karena saat Tuhan Yesus memerintahkan Perjamuan Kudus beliau masih hidup? Katanya darah-Nya belum ditumpahkan?

:azn:

Anamnesis bukan sekadar menunjukkan mengingat-ingat secara intelektual atau pikiran belaka.[2] Tetapi lebih daripada itu, anamnesis menunjukkan tindakan yang menghadirkan Allah sendiri di tengah-tengah jemaat yang berdoa dan merayakan Ekaristi.[2]

ayat tersebut kita ikuti koq

tapi kalau ayat tersebut dipaksakan pengertiannya untuk terjadi dalam perjamuan kudus maka akan bertentangan dengan ayat yang nyata2 keluar dari perkataan Yesus sendiri

dan kita mengerti tak ada kontradiksi dalam Firman Tuhan toh

pahami dulu bahwa ayat itu jauhhhh terjadi sebelum perjamuan kudus dilakukan

dan sebenarnya ayat tersebut sudah diterangkan oleh ayat setelahnya :

Yoh 6:56 Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.

jadi arti makan daging dan minum darah Yesus adalah kita tinggal didalam Dia dan Dia di dalam kita

lebih lanjut

Yohanes 6:63
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

jelas toh bahwa Firman Tuhan itulah yang memberikan kehidupan

dan dengan ayat2 selanjutnya kita mengerti bahwa menerima Yesus itu adalah mendapatkan kehidupan yang kekal, tak pernah tertulis lewat perjamuan kudus kita memperoleh hidup yang kekal

itulah yang dimaksud ayat tersebut
menerima Yesus, tinggal didalam Yesus, kita makan semua perkataan Yesus, dengan demikian kita “makan daging dan minum darahNya”, dengan iman kita sudah memperoleh hidup yang kekal

saya quote sedikit paragraf dari sini : (tentang penjelasan Bapa gereja)

http://www.sarapanpagi.org/1-makan-daging-dan-minum-darah-anak-manusia-vt972.html

Perkataan yang keras itu tidak dapat diartikan secara harfiah, kata Agustinus, karena itu bisa berarti menganjurkan kejahatan atau kriminal : ‘Karenanya itu merupakan lukisan penderitaan Kristus, dan secara rahasia dan istimewa tersimpan di hati kita suatu fakta bahwa dagingNya telah disalibkan dan ditikamkan untuk kita’ (Agustine, On Christian Doctrine, 3.16). Di tempat yang lain dia meringkasnya dalam semboyan “Crede et manducasti – percayalah, dan engkau telah memakannya” (Agustine, Homilies on John, 26.1)

Bernard menerangkan perkataan “Barangsiapa yang makan dagingKu dan minum darahKu mempunyai hidup yang kekal” dengan arti "Barangsiapa merefleksikan kematianKu, dan mengikuti teladanKu sehingga tersiksa di bumi, memperoleh hidup yang kekal – dengan kata lain, “Bila engkau menderita bersamaKu, engkau juga akan memerintah bersamaKu” (Bernard, The Love of God, 4.11).

Timbul suatu pertanyaan : Apa hubungan perkataan yesus dengan Perjamuan Kudus, yaitu orang-orang percaya yang menerima roti dan anggur sebagai lambang tubuh dan darah Yesus Kristus?
Berbeda dengan penulis-penulis lainnya, Yohanes tidak mencatat institusi Perjamuan Kudus, tetapi hal ini memang menunjuk kepada kebenaran yang sama dalam perkataan seperti dalam Perjamuan Kudus dalam tindakan. Kebenaran ini diringkas dalam undangan yang disampaikan kepada pengikut Perjamuan Kudus dalam Book of Common Prayer : ‘Ambillah dan makanlah, ini sebagai peringatan bahwa Kristus telah mati bagimu, dan hiduplah dari Dia dalam hatimu oleh iman dengan ucapan syukur’.
Hidup dari Kristus dalam hati oleh Iman dengan ucapan syukur adalah ‘makan daging Anak Manusia dan minum darahNya’ dan dengan demikian, kita memperoleh kehidupan yang kekal.

lho kata Yesus, kalo kita doa berdua atau lebih dalam nama Dia saja, Dia sudah hadir kok :azn:

lagi pula inti Yesus ngomong itu khan ini :

Yoh 6:63 Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

kalo gak bisa nangkep inti pasti pake ilmu bawang ;D ;D

Logika anda sangat baik, kenapa anda tidak dapat membedakan perumpamaan Tuhan Yesus dengan yang literal ???

Tidak mungkin Tuhan Yesus menyuruh kita kanibal bukan ???

Logika saja, kalau benar Tuhan Yesus menyuruh makan daging dan darahnya, bukan yang pertama makan dan minum adalah murid murid Tuhan Yesus ???

Peringatan adalah yang diingnkan oleh Tuhan Yesus seperti yang ditulis diatas.

Markus 10:45
Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Inilah tujuan dari makan daging dan minum darah, Tuhan Yesus memberi nyawa Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

Yohanes 6:63
Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.

Kalau benar adalah daging dan darah Tuhan Yesus , maka setiap perjamuan Kudus khususnya di Katolik yang dilakukan setiap hari , tentu habislah Tuhan kita dianiaya TERUS MENERUS, alangkah kejamnya .

Semoga logika anda bekerja .

Puji Tuhan.

Atau, RITA RATINA sendiri yang tidak mengerti?

Ketika Tuhan Yesus Kristus mengatakan Yoh 6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia, perhatikan yang tebal bergaris bawah itu.
Mendengar itu, orang Yahudi menanggapi dalam hati, tampak di Yoh 6:52 Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.”
Jika RITA RATINA dan orang sepemikiran dengan RITA RATINA menyimpulkan bahwa dengan demikian Tuhan Yesus menyuruh manusia kanibal, maka RITA RATINA dan manusia sepemikiran denganmu sama dengan orang Yahudi yang disebut Yoh 6:52. RITA RATINA dan orang sepemikiran denganmu, tidak mengakui dan tidak mempercayai bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang dapat memberikan Tubuh-Nya sebagai roti untuk hidup dunia.

Yang ditulis diatas mana yang RITA RATINA maksudkan?
Jika yang RITA RATINA maksudkan adalah Luk 22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku,” yang diperintahkan oleh Yesus untuk diperbuat ialah melakukan Perjamuan Kudus, dimana pada Perjamuan Kudus itu sendiri, hadir TUBUH KRISTUS seperti yang dikatakan oleh Yesus Kristus pada Luk 22:19 itu.

Justru, ketika TUBUH KRISTUS sungguh-sungguh hadir dalam Perjamuan Kudus dalam rupa roti, kepelayanan Yesus digenapi, sebab DIA menyediakan diri untuk dimakan oleh pengikutNya.

Lhoh, kapan manusia jaman sekarang memakan Tubuh Kristus dan minum Darah Kristus bila bukan pada saat Perjamuan Kudus? Apabila pada Perjamuan Kudus dewasa ini tidak benar ada Tubuh Kristus dan Darah Kristus, yang ada hanya roti dan anggur sebagai pengingat saja, artinya, orang-orang sekarang tidak pernah makan Daging Kristus dan minum Darah Kristus, kan? Jika demikian itu, maka, mereka yang tidak percaya itu adalah seperti yang dimaksud oleh Yesus pada Yoh 6:64 Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya." Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Meski Yesus Kristus mengatakan, “Inilah tubuh-Ku,” tetapi ada saja orang yang tidak percaya bahwa tubuh Kristus hadir dalam rupa roti itu.

Ini adalah kalimat orang yang tidak percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, yang memandang mustahil Tuhan menyediakan roti yang diberikan untuk hidup dunia.

Lihat ke atas, menurut RITA RATINA, logika Cinta Bhinneka sangat baik, tentunya bekerja.
Bagaimana dengan logika RITA RATINA?

Salam logika macam-macam.

Bro Cinta, saya tidak akan debat kusir dalam hal ini, kamu dapat baca di thread mengenai perjamuan kudus.

Kalau demikian pemikiran anda, silakan .

Syukurlah.
Cinta Bhinneka memang tidak dapat berdebat kusir, karena Cinta Bhinneka bukan kusir.
Ngomong-ngomong, link perjamuan kudus-nya mana?
RITA RATINA me-reply post Cinta Bhinneka, kemudian di-reply kembali, malah ngeles.
Semoga logika anda bekerja.

Salam logika macam-macam.

lalu untuk yang ini apa dong ulasanya?

Yoh 6:55 Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman

Kalau bukan benar benar darah dan daging, bagaimana dapat menjadi korban persembahan bagi Allah sebagai DOMBA ALLAH ???

bukan masalah apakah benar2 daging dan benar2 darah…

tapi sista, ayatnya mengatakan: “dagingKu adalah benar2 makanan, dan DarahKu benar-benar minuman…”
kalau makanan ya dimakan, kalau minuman ya diminum… :smiley: