Investigative Judgement (Pengadilan Pemeriksaan)

syalom, salam sejahtera bagi kita semua yang membaca topik ini…

dikesempatan kali ini perkenankan kubagikan sedikit Pelajaran Alkitab yang sudah disinggung sedikit di Link berikut ini: https://forumkristen.com/index.php?topic=52081.130. Investigative Judgement hanya disinggung sedikit tapi tidak sempat diberi pemaparannya…

semoga melalui penjelasan yang kucoba bagikan ditopik ini, teman teman semua akan diberkati melalui pelajaran ini, sehingga kita mengerti Peran Tuhan Yesus Kristus dan pekerjaan-Nya saat ini bagi keselamatan Jiwa kita yang dilakukan-Nya di Bait Suci Surgawi. dan akhirnya pengetahuan tersebut, yang didapatkan dari pelajaran tersebut akan menyelamatkan Jiwa kita.

INVESTIGATIVE JUDGEMENT atau PENGADILAN PEMERIKSAAN adalah Ajaran Alkitab.
ayatnya terdapat di dalam Kitab Daniel 7:9,10,13,14
7:9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
7:10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.
7:13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.
7:14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

pada ayat yang tertulis dalam Kitab Daniel 7:9,10,13,14 diatas, Kedatangan Kristus yang diterangkan di sini bukan kedatangan-Nya yang kedua kali ke dalam dunia ini.

Tuhan Yesus Kristus datang kepada Yang Lanjut Usia-Nya di surga untuk menerima kekuasaan dan kemuliaan dan kerajaan, yang akan diberikan kepadaNya pada akhir tugas-Nya sebagai Pengantara.

Kedatangan inilah, bukan kedatangan yang kedua kali ke dunia ini, yang diramalkan dalam nubuatan yang akan terjadi pada akhir masa 2300 hari pada tahun 1844. Dan disertai oleh malaikat-malaikat surgawi, Imam Besar kita itu memasuki tempat yang maha kudus, dan di sana tampil di hadapan Allah, ikut pada pelayanan-Nya yang terakhir untuk manusia—untuk melakukan pelayanan pengadilan pemeriksaan, dan untuk mengadakan pendamaian bagi semua yang berhak menerimanya.

Pertanyaan:
apakah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus di Bait Suci Surgawi di Bilik Yang Mahasuci yang dimulai semenjak tahun 1844 ?

untuk mendapatkan jawabannya kita harus mengetahui bagaimana cara kerja imam imam dahulu pada waktu melakukan pelayanan di bait suci di dunia ini,
Dalam upacara Bait Suci di dunia ini, hanya mereka yang datang ke ha-dirat Allah dengan pengakuan dosa dan pertobatan, dan yang dosa-dosa-nya, melalui darah korban dipindahkan ke tempat kudus, yang mendapat bagian dalam upacara pendamaian pada hari itu. Jadi pada hari besar pendamaian yang terakhir dan pada pengadilan pemeriksaan, kasus yang akan dipertimbangkan hanyalah mereka yang mengaku umat Allah.

Peng-adilan orang-orang jahat adalah pekeijaan terpisah dan tersendiri, dan akan terjadi pada waktu kemudian.

“Karena sekarang telah tiba saatnya pengha-kiman dimulai dan pada rumah Allah sendiri yang pertama-tama dilakukan. Dan jika penghakiman itu dimulai pada kita, bagaimanakah kesudahannya dengan mereka yang tidak percaya pada Injil Allah?” (1 Petrus 4:17).

jadi Kesimpulan Sementara sebelum kulanjutkan tulisanku ini adalah:
Investigative Judgement atau Pengadilan Pemeriksaan adalah: Pengadilan orang orang Yang mengaku sebagai Umat Allah. sesuai dengan 1 Petrus 4:17, pengha-kiman dimulai dan pada rumah Allah sendiri yang pertama-tama dilakukan.



jadi saudara saudara sekalin di Forum Kristen ini, saat ini Tuhan Yesus Kristus sedang berada di Bait Suci di Surga di bagian Bilik Yang Mahasuci, untuk melakukan pendamaian bagi orang orang yang percaya kepada-Nya. sekaranglah waktunya bertobat, bukan nanti, apabila Allah telah selesai melakukan pekerjaan ke-Imamatan di bait Suci Surgawi, Dia akan datang kembali dan tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat…

sekaranglah waktunya, bukan nanti…
Investigative Judgement atau Pengadilan Pemeriksaan adalah: Penghakiman kepada umat umat Tuhan, bukan penghakiman untuk orang orang yang bukan umat Tuhan. sekaranglah waktunya, untuk bertobat, meninggalkan dosa, mencari wajah Tuhan, merendahkan diri, dan diubahkan…

bersambung…

Berlanjut kembali 18/10/2019…

*Cara Investigative Judgement (Pengadilan Pemeriksaan) Menentukan Keputusan Pengadilan *

bagaimanakah cara Investigative Judgement ini dijalankan, dan apa yang menjadi dasar dalam membuat putusan putusannya… ??

kita lanjutkan…
Nabi Daniel Berkata: Daniel 7:10, “Lalu duduklah Majelis Pengadilan, dan dibukalah kitab-kitab."

jadi terjawab: dalam membuat putusan putusan di Pengadilan Pemeriksaan di Surga yang menjadi dasar dalam putusan putusan tersebut adalah: Kitab Kitab.

  • kita lanjut bertanya lagi: Kitab Kitab apa saja kah itu… ??
  1. Nabi Yohanes sang Pewahyu, menjelaskan pemandangan yang sama, menambahkan, “Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang tertulis di dalam kitab-kitab itu.” (Wahyu 20:12).

  2. “Sebuah kitab peringatan” ditulis di hadapan Allah, dalam mana dicatat perbuatan-perbuatan baik mereka “yang takut akan Tuhan dan bagi orang orang yang menghormati nama-Nya.” (Maleakhi 3:16).

  3. selain Kitab Kehidupan dan Kitab Peringatan diatas, Ada lagi satu buku catatan dosa-dosa manusia. “Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.” (Pengkhotbah 12:14).

  4. dan Kitab terakhir yang menjadi dasar dalam membuat putusan putusan itu adalah: Hukum Allah Yang Suci.
    Hukum Allah adalah standar atau ukuran dengan mana tabiat dan hidup manusia diuji dalam penghakiman itu. Orang bijak itu berkata, “Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.” (Pengkhotbah 12:13,14). Rasul Yakobus menasihatkan saudara-saudaranya, “Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.” (Yakobus 2:12).

dari Penjelasanku diatas:
Kesimpulan ke dua sebelum kulanjutkan lagi menulis topik ini adalah:
Invstigative itu Betulan ada, dan sedang berlangsung sekarang ini di Sorga. Tuhan Jesus Kristus sedang dalam Majelis Pengadilan, berdiri sebagai Pembela umat-Nya,
Investigative Judgement bukanlah penghakiman kepada semua umat manusia, Investigative Judgement adalah Penghakiman kepada Umat Tuhan sesuai dengan perkataan Rasul Petrus,
1 Petrus 4:17 Karena sekarang telah tiba saatnya penghakiman dimulai, dan pada rumah Allah sendiri yang harus pertama-tama dihakimi.

dalam Penghakiman yang sedang berlangsung tersebut sekarang ini, ada 4 Kitab yang digunakan sebagai dasar dalam menentukan putusan putusan dalam Majelis Pengadilan tersebut.

  1. Kitab Kehidupan, Wahyu 20:12
  2. Kitab Peringatan, Maleakhi 3:16
  3. Buku Catatan Dosa Dosa, Pengkhotbah 12:14
  4. Hukum Allah, sebagai Standard Tabiat untuk menentukan benar atau Salah, Yakobus 2:12.
  • apabila di dalam pengadilan tersebut orang yang diadili itu “dianggap layak” maka akan mempunyai bagian dalam kebangkitan orang-orang benar. (Lukas 20:35,36).

Orang benar yang mati sekarang ini belum dibangkitkan sebelum pengadilan dan penghakiman itu selesai. nantilah setelah pengadilan tersebut selesai barulah orang orang benar itu akan dibangkitkan.

dalam Penghakiman yang sedang berlangsung di surga, orang yang dihakimi tidak hadir secara Pribadi tapi walaupun secara pribadi orang yang sedang dihakimi tersebuttidak hadir secara pribadi di hadapan Majelis Pengadilan di surga, Yesus akan muncul sebagai pembela mereka, memohon atas nama mereka kepada Allah. “Jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil.” (1 Yohanes 2:1).
“Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam surga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.” (Ibrani 9:24).
“Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.” (Ibrani 7:25).

Bersambung,
penjelasanku selanjutnya akan menjelaskan 4 Kitab yang digunakan sebagai dasar Tuhan (Majelis Pengadilan) membuat putusan putusan hukum tersebut.

salam
TYM

Berlanjut kembali 21/10/2019.

jadi Kitab yang digunakan untuk sebagai dasar dimana Majelis Pengadilan membuat putusan Hukum dalam Investigative Judgement ada 4 yaitu: Kitab Kehidupan, Kitab Peringatan, buku Catatan dosa dosa, dan Hukum Allah.

1. Kitab Kehidupan

  • Kitab kehidupan berisi nama-nama semua orang yang sudah pernah memasuki pelayanan Allah. Yesus menyuruh murid-murid-Nya, “Bersu-kacitalah karena namamu ada terdaftar di surga.” (Lukas 10:20).

  • Rasul Paulus berbicara mengenai teman sekerjanya yang setia, “yang nama-namanya tercantum dalam kitab kehidupan ” (Filipi 4:3).

  • Daniel, memandang kepada “suatu waktu kesesakan besar, seperti yang belum pemah terjadi,” menyatakan bahwa umat Allah akan diluputkan, “yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam kitab itu.” (Daniel 12:1).

  • Dan Yohanes Pewahyu mengatakan bahwa mereka yang tertulis namanya “di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu” saja yang boleh memasuki kota Allah. (Wahyu 21:27).

2. Kitab Peringatan

  • “Sebuah kitab peringatan” ditulis di hadapan Allah, dalam mana dicatat perbuatan-perbuatan baik mereka “yang takut akan Tuhan dan bagi orangorang yang menghormati nama-Nya.” (Maleakhi 3:16).

  • Kata-kata iman mereka, perbuatan-perbuatan kasih mereka, dicatat di surga. Nehemia me-rujuk ke sini pada waktu ia berkata, “Ya Allahku, ingatlah kepadaku … . dan janganlah hapuskan perbuatan baik yang telah kulakukan terhadap rumah Aliahku.” (Nehemia 13:14).

  • Di dalam kitab peringatan Allah setiap perbuatan kebenaran diabadikan. Di dalamnya dituliskan setiap pencobaan yang dilawan dan ditahan, setiap kejahatan yang dikalahkan, setiap perka-taan lemah lembut yang diucapkan, semuanya dituliskan dengan setia me-nurut waktunya. Dan setiap tindakan pengorbanan, setiap penderitaan dan kesedihan yang ditanggung demi Kristus, semuanya dicatat. Pemazmur berkata, “Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?” (Mazmur 56:9).

3. Kitab Catatan dosa dosa

  • Kitab catatan dosa dosa adalah buku berisi catatan dosa-dosa manusia. “Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.” (Pengkhotbah 12:14).

  • “Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum,” (Matius 12:36,37),

  • bahkan motif motif yang belum jadi tindakan pun dicatat oleh Tuhan di kitab ini, Firman Tuhan berkata: Karena Allah “akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati.” (1 Korintus 4:5).

  • “Sesungguhnya telah ada tertulis di hadapan-Ku… atas segala kesalahan mereka sendiri maupun kesalahan nenek moyangnya, semuanya serentak, Firman Tuhan.” (Yesaya 65:6,7).

4. Hukum Allah

  • Hukum Allah adalah standar atau ukuran dengan mana tabiat dan hidup manusia diuji dalam penghakiman itu. Orang bijak itu berkata, “Takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.” (Pengkhotbah 12:13,14).

  • Rasul Yakobus menasihatkan saudara-saudaranya, “Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang.” (Yakobus 2:12).

jadi 4 Kitab inilah yang digunakan sebagai standar dalam membuat putusan dalam Pengadilan Pemeriksaan (Investigative Judgement)

bersambung…
salam
TYM

berlanjut kembali 23/10/2019

melalui catatan atau kitab kitab yang kujelaskan diatas, Setiap perbuatan manusia diperiksa kembali di hadapan Allah, dan didaftarkan sebagai kesetiaan dan ketidaksetiaan.

Di samping setiap nama di dalam kitab-kitab di surga, dimasukkan dengan tepat sekali

  • setiap perkataan yang salah,
  • setiap tindakan yang mementingkan diri sendiri,
  • setiap tugas yang tidak diselesaikan dan
  • setiap dosa yang tersembunyi
  • serta setiap kepurapuraan.
  • Amaran surgawi dan teguran-teguran yang diremehkan,
  • waktu waktu yang disia-siakan,
  • kesempatan-kesempatan yang tidak dikembangkan,
  • pengaruh yang digunakan untuk kebaikan atau untuk kejahatan dengan akibat-akibat yang luas,
    semuanya hal hal tersebut diatas dicatat oleh malaikat pencatat.

Mereka yang di dalam pengadilan “dianggap layak” akan mempunyai bagian dalam kebangkitan orang-orang benar.

Tuhan Yesus berkata, bahwa “mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal.” (Yohanes 5:29).

Pada waktu kitab-kitab catatan dibukakan dalam pengadilan pemeriksaan atau Investigative Judgement,

  • kehidup-an semua orang yang percaya kepada Yesus diperiksa kembali di hadapan Allah.
  • Dimulai dengan mereka yang pertama hidup di dunia ini, Pembela kita menghadapkan setiap kasus dan setiap generasi dan diakhiri dengan yang masih hidup.
  • Setiap nama disebutkan,
  • setiap kasus diperiksa dengan cermat.
  • Ada nama-nama yang diterima, ada yang ditolak.
    Bilamana ada orang-orang yang dosanya tercatat dalam kitab catatan, yang tidak bertobat dan yang tidak diampuni, maka namanya akan dihapuskan dari kitab kehidupan, dan catatan perbuatan-perbuatan baik mereka akan dihapus dari buku peringatan Allah. Tuhan menyatakan kepada Musa, “Siapa yang berbuat dosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitabKu.” (Keluaran 32:33).
    Dan Nabi Yehezkiel berkata, “Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan. . . Segala kebe-naran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi.” (Yehezkiel 18:24).

Semua orang yang telah bertobat dari dosa dengan sungguh-sungguh, dan oleh iman mengambil darah Kristus sebagai korban pendamaian mere-ka, mereka telah memperoleh pengampunan di samping nama mereka di-masukkan dalam kitab-kitab di surga; oleh karena mereka telah mempero-leh bagian dalam kebenaran Kristus, dan tabiat-tabiat mereka didapati sela-ras dengan hukum Allah, maka dosa-dosa mereka akan dihapuskan dan mereka akan dianggap layak menerima hidup kekal. Tuhan menyatakan melalui Nabi Yesaya,“Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberon- takanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” (Yesaya 43:25).

Yesus berkata, “Barangsiapa menang, ia akan dike-nakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.” (Wahyu 3:5).

Setiap orang yang mengakui Aku di hadapan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di surga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di de-pan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di surga.” (Matius 10:32,33)

bersambung,
salam
TYM

Berlanjut kembali, 28/10/2019…

Investigative Judgement
Pengadilan di Surga yang sedang berlangsung saat ini hasilnya adil, tegas, tidak berat sebelah, jujur dan keputusannya diterima semua orang.

keputusan-keputusan pengadilan duniawi hanya menggambarkan sangat sedikit mengenai pengadilan di sorga, sebab pengadilan di dunia ini terkadang berlangsung dengan tidak adil, pengadilan di dunia ini dapat membenarkan yang salah, dan dapat menyalahkan yang benar, tapi TIDAK DEMIKIAN DENGAN PENGADILAN DI SURGA.

Pengantara Ilahi yang dilakukan oleh Tuhan kita Yesus Kristus menyampaikan permohonan agar semua mereka yang telah menang oleh iman dalam darah-Nya diampuni pelanggaran-pelanggaran mereka, agar mereka dikembalikan ke tempatnya di Eden, dan dimahkotai sebagai pewaris bersama Dia atas “pemerintahan yang dahulu.” (Mikha 4:8).

dalam pengadilan Surga, Tuhan Yesus Kristus adalah Pembela, Pengacara, Lawyer orang orang yang percaya kepada-Nya. Perkara manusia yang ditangani oleh Tuhan Yesus akan menang dengan SEMPURNA. Tuhan Yesus Kristus berkuasa membuat seolah-olah manusia itu tidak pemah jatuh atau berdosa. Ia meminta untuk umatNya bukan hanya pengampunan dan pembenaran yang penuh dan sempurna, tetapi memperoleh bagian dalam kemuliaan-Nya dan memperoleh tempat duduk di atas takhta-Nya.

dalam pengadilan tersebut Setan juga berperan sebagai Pendakwa, atau Penuntut umum,
Why 12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan p dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.

Sementara Yesus memohon bagi orang-orang yang menerima rahmatNya, Setan menuduh mereka di hadapan Allah sebagai pelanggar-pelanggar. Penipu besar itu berusaha menuntun mereka kepada keragu-raguan, untuk menghilangkan kepercayaan mereka kepada Allah, untuk memisahkan mereka dari kasih-Nya, dan untuk melanggar hukum-Nya. Sekarang ia menunjuk kepada catatan kehidupan mereka, kepada cacat tabiat mereka, ketidakserupaannya dengan Kristus yang telah mempermalukan Penebus mereka, kepada semua dosa-dosa yang telah digodakannya agar dibuat, dan oleh sebab semua ini, ia mengatakan bahwa orang-orang itu adalah rakyatnya, pengikut-pengikutnya.

menghadapi Dakwaan dari si Iblis sang penuntut Umum, Tuhan Yesus Kristus sebagai Sang Lawyer tidaklah memaafkan dosa-dosa orang yang dituntut oleh iblis sang penuntut tersebut, tetapi menunjukkan penye-salan orang orang yang dituntut itu atas dosa mereka dan iman mereka, dan dalam memohon pengampunan bagi mereka Ia mengangkat tangan-Nya yang telah terluka itu di hadapan Bapa dan malaikat-malaikat suci, sambil berkata, “Aku me-ngenal nama-nama mereka. Aku telah mengukirkan mereka di telapak tangan-Ku. ‘Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.(Mazmur 51:19). Dan kepada penuduh umat-Nya Ia mengatakan, “Tuhan kiranya menghardik engkau, hai Iblis! Tuhan, yang memilih Yerusalem, kiranya menghardik engkau! Bukankah dia ini puntung yang telah ditarik dari api?” (Zakharia 3:2).

Kristus akan memakaikan kepada umat-Nya yang setia kebenaran-Nya sendiri, agar Ia boleh mempersembahkan mereka kepada Bapa-Nya sebagai “jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu.” (Efesus 5:27). Nama-nama mereka tetap terdaftar di dalam kitab kehidupan, dan mengenai mereka ada tertulis, “mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih karena mereka adalah layak untuk itu.” (Wahyu 3:4).

Kebenaran yang dipakaikan oleh Tuhan Yesus tersebut adalah Kebenaran-Nya sendiri, sehingga para pendosa yang didakwa oleh si pendakwa tidak kelihatan lagi ketelanjangan dosa dosanya, dan ketika Bapa melihat si pendosa, yang dilihat bukanlah si pendosa lagi, tapi kebenaran Kristus yang menutupi ketelanjangan si pendosa.

Hebat dan Ajaib Pembelaan yang diberikan oleh TUhan Yesus Kristus bagi para yang dibela-Nya…
teman teman semua di Forum Kristen ini, maukah engkau menerima Jasa cuma cuma yang ditawarkan oleh Sang Lawyer Agung… ? Pembelaan-Nya Sempurna bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Firman Tuhan berkata:
Yesaya 1:18 Marilah, baiklah kita berperkara Firman Tuhan–Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.

Janji Pengampunan dan Pembelaan Tuhan itu Hebat dan Sempurna, maukah engkau menerima Jasa Yesus tersebut yang ditawarkan-Nya dengan cuma cuma… ???

bersambung
salam
TYM

Berlanjut, 07/11/2019

Jesus The Lawyer

Sungguh Hebat dan Ajaib dan Sempurna Pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus bagi umat-Nya di Bait Suci-Nya disurga, melalui Pembelaan-Nya, Jasa-Nya, maka Perjanjian Baru digenapi di dalam diri umat umat-Nya dengan sempurna.

di dalam Nama dan hanya melalui Yesus Kristus Perjanjian Baru itu digenapi di dalam diri umat umat-Nya,
di Perjanjian Lama, Hukum Allah tertulis di atas loh loh batu, namun Perjanjian Baru membuat Hukum Allah tertulis dengan mantap di hati umat umat Tuhan, sehingga Hukum Allah bukan lagi menjadi suatu beban kepada umat-Nya tetapi merupakan suatu sukacita, sebab Hukum Allah dan karakter umat-Nya selaras dan Harmonis.

Dengan demikian penggenapan sempuma janji dalam perjanjian yang baru itu digenapi, “sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.” (Yeremia 31:34).

“Pada waktu itu dan pada masa itu, demikianlah Firman Tuhan, orang akan mencari kesalahan Israel, tetapi tidak didapatnya, dan dosa Yehuda, tetapi tidak ada ditemu-kannya, sebab Aku akan mengampuni orang-orang yang Kubiarkan tinggal hidup.” (Yerem ia 50:20).

“Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan Tuhan akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi ke-banggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput. Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup.” (Yesaya 4:2,3).

saudara saudara sekalian di Forum ini, TUHAN YESUS KRISTUS SANGGUP DAN BERKUASA MENULISKAN HUKUM-NYA DENGAN SEMPURNA DI HATI ANAK ANAK-NYA, DIHATIMU DAN DIHATIKU oleh pertolongan Tuhan, manusia yang terdiri dari Debu Tanah ini, bisa menjadi anak anak taat.

saat inilah Pekerjaan pendamaian tersebut dilakukan, bukan nanti pada saat Tuhan Yesus datang ke 2 kali, apapun keadaan kita, apapun latar belakang kita, berapapun besarnya dosa yang sudah pernah kita lakukan, Tuhan dapat membasuh-nya jadi suci, mengampuni-nya, dan bukan hanya mengampuninya tapi MEMBUAT KITA DAPAT UNTUK TIDAK MASUK KE KUBANGAN YANG SAMA DUA KALI, alias, KUASA YESUS DAPAT MEMBUAT KITA UNTUK TIDAK MELAKUKAN DOSA LAGI.
jadi pekerjaan Tuhan Yesus di Surga Sekarang bukan hanya sekedar mengampuni orang yang minta ampun, tapi lebih dari itu berkuasa membuat orang yang diampuni itu menang terhadap dosa dosanya, si pendosa melalui Kuasa Yesus Kristus dapat HIDUP SEMPURNA, Tidak melakukan dosa lagi. 1 Yohanes 1:9.

selain pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus kepada umat-Nya yang masih hidup sekarang ini untuk memperoleh Penyucian melalui Kuasa Kristus seperti yang kujelaskan diatas ini, saat ini Tuhan juga melakukan pekerjaan Penghakiman kepada umat umat-Nya yang telah mati, dimulai semenjak dari Zaman Adam dan Hawa, sesuai dengan Firman Tuhan: karena orang orang yang sudah mati akan diadili berdasarkan apa yang tertulis dalam kitab-kitab, Wahyu 20:12
maka tidaklah mungkin dosa-dosa manusia dihapuskan sebelum selesai pengadilan di mana kasus mereka diperiksa. sesuai dengan perkataan Rasul Petrus, (Kisah 3:19,20).

jadi Bilamana pengadilan pemeriksaan selesai, (yaitu mengadili umat Tuhan yang hidup dan yang mati) maka Kristus pun akan datang dan upahNya ada bersama-sama dengan Dia yang akan diberikan kepada setiap orang sesuai dengan perbuatannya.

Pada upacara Bait Suci dunia, imam besar,. setelah mengadakan pen-damaian bagi orang Israel, keluar dan memberkati perkumpulan orang Is-rael.

  1. Demikian juga Kristus, pada akhir pekerjaan-Nya sebagai Pengantara, akan menyatakan diri-Nya sekali lagi “tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia (Ibrani 9:28),
  2. memberkati umat-Nya yang menunggu dengan kehidupan yang kekal sementara imam, yang memindahkan dosa dari tempat kudus menumpangkan dosa di atas kepala kambing jantan, demikianlah Kristus akan menempatkan dosa-dosa itu ke atas Setan, sumber dan biang keladi dosa. Kambing jantan, yang mengangkut dosa-dosa Israel, diusir “ke tanah yang tandus,” (Imamat 16:22) demikianlah juga Setan, yang menanggung kesalahan dan dosa-dosa yang telah diperbuat umat Allah oleh karena bu-jukannya, akan dipenjarakan di dunia ini seribu tahun lamanya, di dunia yang tidak berpenduduk, dan pada akhirnya ia akan menanggung hukuman dosa di dalam api yang membinasakan semua orang jahat.

Jadi rencana agung keselamatan akan mencapai puncaknya pada pembasmian dan penghapusan dosa, dan kelepasan semua orang yang telah mau meninggalkan kejahatan.

bersambung
salam
TYM

Gambar Ilustrasi Investigative Judgement

dalam Gambar Ilustrasi, kira kira beginilah gambaran keadaan Investigative Judgement,
umat Tuhan dihakimi dihadapan Hukum.

Hukum Menuntut nyawa orang berdosa yang diadili, dan apa yang dikatakan atau dituntut hukum itu adalah benar adanya, yaitu bahwa “Orang Berdosa Harus Mati”, melalui Hati nurani kita setan mendakwa siang dan malam, sehingga merasa tidak layak untuk memperoleh pengampunan.

siterdakwa tidak dapat berbuat apa apa dari dirinya sendiri, sebab semua dakwaan yang didakwakan kepadanya benar adanya, si terdakwa harus mati, percis seperti ketika perempuan pejinah yang tertangkap basah dan dibawa dihadapan Tuhan Yesus, dan bersiap siap untuk dilempari dengan batu, si terdakwa pendosa hanya bisa tertunduk malu, dan tidak dapat membela dirinya sendiri. namun Puji Tuhan, Tuhan Yesus yang baik itu, Sang Lawyer Agung datang membela.

dan berkata:
"Benar semua dakwaan yang didakwakan kepada si pendosa ini, dan sesuai hukum si terdakwa ini harus mati,
TAPI TUNGGU !!!
Lihatlah tangan-Ku, lihatlah kaki-Ku, lihatlah bekas bekas luka di kepala-Ku, dan lihatlah lambung-Ku…
suatu ketika Aku sudah mati untuk si Pendosa ini, betul si Pendosa ini harus mati, Namun Aku sudah menggantikan kematian-Nya…

demikianlah si Pendosa dimenangkan oleh Tuhan Yesus Kristus, si pendakwa pun pergi dengan tersipu sipu malu penuh kekalahan, sebab dia mengetahui apa yang dikatakan Sang Lawyer betul adanya…

itulah yang dilakukan oleh TUhan kita Yesus Kristus saat ini di Bait Suci-Nya di bilik Mahasuci di sorga demi umat-Nya.

meskipun secara pribadi kita tidak hadir disana secara fisik, namun dengan iman, kita harus percaya bahwa Yesus Kristus membela kita.

sama seperti perempuan pejinah yang didakwa oleh para pendakwa dan harus dihukum mati, namun dibela oleh Yesus Kristus, demikianlah kita para pendosa yang dibelanya.
kemudian Tuhan Yesus Kristus bertanya kepada si Pendosa ketika para pendakwanya pergi tersipu sipu malu.

"Dimanakah mereka yang hendak melempari engkau, ??
Yohanes 8
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Perempuan terdakwa dan terpidana mati itu adalah lambang Jemaat Kristus yang siang malam di dakwa oleh iblis dan harus mati.

tapi Tuhan mengampuni-nya dan berkata:
“AKUPUND TIDAK MENGHUKUM ENGKAU, PERGILAH DAN JANGAN BERBUAT DOSA LAGI”

dan semenjak saat itu, si perempuan sundal itu meninggalkan persundalannya.
begitulah seharusnya kita, setelah diampuni Tuhan, jangan berbuat dosa lagi…

Mari Saudara saudara sekalian, datanglah kepada Mata Air Kehidupan itu, terimalah jasa pendamaian yang ditawarkan-Nya. semua yang datang kepada-Nya, diterima-Nya, diampuni dan disembuhkan, dibela, dan bahkan diangkat jadi anak anak Kerajaan.

“SEKARANG WAKTU-NYA, BUKAN NANTI”

bersambung…

Berlanjut, Senin 11/11/2019

TIDAK ADA PENGAMPUNAN BAGI YANG TIDAK MAU DIBELA, DAN YANG TIDAK BERTOBAT

di akhri 2300 Petang dan Pagi yang jatuh tahun 1844, sesuai dengan yang tercatat di dalam Kitab Daniel 8:14, dimulailah PEKERJAAN PENGHAKIMAN PEMERIKSAAN.
Baik yang hidup maupun yang sudah me-ninggal harus dihakimkan “menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang tertulis di dalam kitab-kitab.”

Penghakiman investigative Judgement yang dimulai tahun 1844 adalah Penghakiman bagi semua orang yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus, pada Pelayanan Allah, atau Jemaah Allah, atau semua orang yang pernah mengambil Nama Kristus bagi dirinya sendiri. baik di Perjanjian Lama maupun orang orang yang hidup setelah Perjanjian Baru.
sesuai Firman Tuhan: 1 Petrus 4:17, Penghakiman dimulai dirumah Allah.

Dosa-dosa yang belum disesali dan ditinggalkan tidak akan diampuni, dan dihapuskan dari kitab-kitab catatan, tetapi akan tetap ada menjadi saksi terhadap orang berdosa itu pada hari Allah. Mungkin ia telah melakukan kejahatannya itu pada terangnya hari atau pada gelapnya malam. Tetapi semuanya akan dibukakan dan dinyatakan di hadapan-Nya dengan siapa kita harus berurusan.

Malaikat-malaikat Allah menyaksikan setiap dosa, dan mencatatnya di dalam catatan yang tidak pemah salah. Dosa bisa saja disembunyikan, disangkal, ditutupi dan dirahasiakan dari bapa, ibu, isteri, anak-anak dan rekan-rekan; mungkin tak seorang pun kecuali pelaku kejahatan itu yang mengetahuinya; tetapi semuanya itu akan terlihat dengan jelas di hadapan Pengadilan surga. Kegelapan malam yang paling gelap, kerahasiaan semua tipu muslihat yang paling licik, tidak cukup untuk menutupi sesuatu pikiran dari pengetahuan Yang Kekal itu.

Allah mempunyai catatan yang sebenarnya dan yang tepat mengenai setiap hal yang tidak benar dan setiap perbuatan yang tidak adil-Ia tidak tertipu oleh kesalehan lahiriah. Ia tidak berbuat salah dalam pertimbangan-Nya mengenai tabiat. Manusia mungkin tertipu oleh mereka yang hatinya bejat, tetapi Allah menembusi semua penyamaran dan kepura-puraan, dan membaca batin manusia.

Alangkah pentingnya dan luhur pemikiran ini! perlu kita merenungkan setiap hari pekerjaan Investigative Judment ini, segala sesuatu yang kita perbuat, bahkan yang kita pikirkan dicatat dengan tepat dan jelas di Kitab Tuhan,
Hari demi hari, berlalu ke dalam kekekalan, membawa catatan-catatan untuk kitab-kitab di surga.

  1. Kata-kata yang pemah diucapkan,
  2. perbuatan yang pemah dilakukan, tidak pemah dapat dicabut kembali.
  3. motif motif kita dalam bertindak.

Malaikat-malaikat telah mencatat yang baik maupun yang jahat. bahkan Penakluk terbesar dan terkuat di dunia ini sekalipun, tidak dapat menarik kembali catatan sehari saja. Tindakan-tindakan kita, perkataan-perkataan kita, bahkan motif kita yang tersembunyi sekalipun, semuanya mempunyai pengaruh dalam menentukan tujuan, kebahagiaan atau penderitaan kita. Walaupun kita bisa melupakannya, semuanya itu akan jadi saksi untuk membenarkan atau mempersalahkan kita.

Sebagaimana raut muka seseorang dilukiskan oleh seorang pelukis de-ngan ketepatan yang tinggi, demikianlah tabiat dilukiskan dengan setia di dalam kitab-kitabdi atas. Namun, betapa sedikitnya kekuatiran yang dirasakan mengenai catatan yang akan disaksikan oleh makhluk-makhluk Surga. Seandainya tabir atau selubung yang memisahkan dunia yang tampak dari dunia yang tidak tampak dapat dibuka, dan anak-anak manusia dapat memandang malaikat yang mencatat setiap perkataan dan perbuatan, yang mereka akan hadapi di depan pengadilan kelak, betapa banyak perkataan yang diucapkan setiap hari yang harus tidak diucapkan; betapa banyak per- buatan yang harus tidak dilakukan…

sangat perlu untuk direnungkan…

bersambung.
Salam
TYM

panjang panjang penjelasan intinya ini adalah nubuatan yang tidak terjadi lalu dirubah, dan bahkan yang mengeluarkannya juga udah mengakui kesalahannya

yang kita mengerti nubuat yang berasal dari Tuhan ngga mungkin bisa salah dan pasti terjadi
masak dari Tuhan direvisi-revisi

The derivation of the 1844 date for the commencement of the investigative judgment is explained in detail in Adventist publications such as Seventh-day Adventists believe.[7]

Seventy “week” period (Daniel 9:24-27 (KJV) [8]) is held to begin in 457 B.C., the seventh year of Artaxerxes I.
“2300 evenings and mornings” period (Daniel 8:13-14 (KJV)[9]) is held to commence in the same year.
2300 days are held to correspond to 2300 years (see Day-year principle)
457 B.C. add 2300 years gives 1844 AD.[10]
While no specific date is given in official belief statements, many Adventists hold October 22, 1844 as the starting date for the investigative judgment. Originally Miller set the end of the 2300 days between March 21, 1843 and March 21, 1844. In mid-1844, Miller stated “I confess my error, and acknowledge my disappointment: Yet I still believe that the day of the Lord is near.” In February, 1844, Samuel S. Snow began preaching the end of the 2300 days to be in the Fall of 1844. He soon settled on October 22. In an August camp meeting, October 22 took hold of the Adventists in New England. Miller was one of the last to accept the date.[11] W. W. Prescott suggested that the investigative judgment occurred in the spring, and not autumn,[12] but his view was rejected.[13]v

thx bro, dengan niat yang tulus ikhlaslah saya menuliskannya agak panjang panjang bro, yaitu dengan tujuan agar dapat dimengerti dan tidak disalahpahami,
penjelasan yang panjang itu tidak dimaksudkan untuk membuat bingung para pembaca… :slight_smile: :slight_smile: :slight_smile:

intinya ini adalah nubuatan yang tidak terjadi

boleh dijelaskan, apa itu yang tidak terjadi bro ??

lalu dirubah,

diubah dengan apa… ?

dan bahkan yang mengeluarkannya juga udah mengakui kesalahannya

menarik untuk didiskusikan,…

yang kita mengerti nubuat yang berasal dari Tuhan ngga mungkin bisa salah dan pasti terjadi

Amin… !!!

masak dari Tuhan direvisi-revisi

hmmm, yang direvisi itu yang mana ya… ?? :rolleye0014:

[b]Originally Miller set the end of the 2300 days between March 21, 1843 and March 21, 1844. In mid-1844, Miller stated "I confess my error, and acknowledge my disappointment: Yet I still believe that the day of the Lord is near."

Yes, Penetapan Penanggalanlah yang diakui William Miller sebagai “Error” dalam tulisan diatas… :afro: :slight_smile:

tapi William Miller sendiri tidak pernah menyesal atas Firman yang Dipelajari-nya, sangking yakinnya beliau pada pelajaran tersebut: dikutip dari: Memoirs Wm. Miller,” hlm. 256, 255, 277, 280, 281.
William Miller Said: “Sekiranya aku bisa mengulangi hidupku kembali, dengan bukti yang sama yang kumiliki kemudian, aku mengakui secara jujur kepada Allah dan kepada manusia, bahwa kuperbuat seperti apa yang telah saya perbuat.” “Aku harap aku telah membasuh jubahku dari darah orang-orang. Aku merasa bahwa aku telah membebaskan diriku sendiri dari semua kesalahan dan tuduhan, sejauh itu berada dalam kuasaku.”
“Meskipun aku telah dua kali kecewa,” tulis hamba Allah ini, “aku belum ambruk atau tawar hati —Harapanku dalam kedatangan Kristus tetap sekuat yang biasanya. Aku telah lakukan hanya apa yang aku rasa adalah tugasku untuk melakukannya, setelah mempertimbangkan selama bertahun-tahun. Jikalau aku salah, itu hanyalah dalam bidang kedermawanan, kasih kepada sesama manusia, dan keyakinan tugas kepada Allah.” “Satu perkara aku tahu, aku telah menyiarkan yang kupercayai, dan Allah telah menyertai aku. Kuasanya telah dinyatakan dalam pekerjaanku, sehingga menghasilkan banyak kebaikan.” “Ribuan orang dalam segala rupa manusia telah mempelajari Alkitaboleh mengkhotbahkan waktu, dan oleh itu, melalui iman dan siraman darah Kristus, telah diperdamaikan kepada Allah.”—Bliss, “ Memoirs Wm. Miller,” hlm. 256, 255, 277, 280, 281.

Perhatikan Kalimat terakhir pada kutipan yang ku Bold merah itu…
Kata Miller: jikalau aku salah, itu hanyalah dalam bidang kedermawanan, tapi tidak dalam Belajar Alkitab. :slight_smile: :slight_smile: :slight_smile:

salam
TYM

Berlanjut, 28/11/2019

tidak berguna mengaku ngaku ber-Iman di Investigative Judgement, pengakuan ber-Iman akan terbukti dari perbuatan dan tindakan. tindakan tersebutlah yang menjadi bukti apakah seseorang beriman atau tidak.

Dalam penghakiman, sama seperti Tuan Tanah yang mempercayakan Talenta Talentanya kepada para hamba hambanya maka begitu pula penggunaan setiap talenta akan diteliti dengan cermat…

  1. Bagaimanakah kita menggunakan modal yang dipinjamkan Surga kepada kita?

  2. Apakah Tuhan pada waktu kedatangan-Nya menerima bagianNya dari bunganya?

  3. Apakah kita sudah mengembangkan kemampuan-kemampuan yang diberikan kepada kita, melalui tangan dan hati serta pikiran kita untuk memuliakan Allah dan untuk memberkati dunia ini?

  4. Bagaimanakah kita menggunakan waktu, pena, suara, uang dan pengaruh kita?

  5. Apakah yang sudah kita perbuat bagi Kristus, melalui orang-orang miskin, orang orang yang susah dan menderita, yatim piatu, atau janda-janda?

  6. Allah telah membuat kita menjadi tempat penyimpanan firman-Nya yang suci; apakah yang telah kita lakukan dengan terang dan kebenaran yang telah diberikan kepada kita yang membuat manusia berhikmat dan menuntun kepada keselamatan?

Tidak ada gunanya hanya mengaku beriman kepada Kristus, hanya kasih yang ditunjukkan melalui perbuatan, yang dianggap sejati. Dalam pemandangan surga, hanya kasih saja yang membuat sesuatu tindakan bernilai. Apa saja yang dilakukan dengan kasih, betapapun kecilnya bagi pemandangan manusia, akan diterima dan diberi upah oleh Allah.

Sifat mementingkan diri sendiri manusia yang tersembunyi tetap nyata dan tertulis semuanya dengan terang benderang di dalam kitab-kitab surga:

  • Di sana (di dalam kitab kitab itu) tercatat tugas-tugas yang tidak dilaksa-nakan kepada sesamanya,
  • tentang tuntutan-tuntutan Juruselamat yang di-lupakan juga dicatat dengan tidak pernah miss.
  • Dalam kitab itu mereka akan melihat betapa seringnya waktu, pikiran, dan kekuatan yang menjadi milik Kristus diberikan kepada Setan.

Betapa menyedihkan laporan yang dibawa malaikat ke surga. Makhluk makhluk yang cerdas, yang mengaku pengikut Kristus, begitu larut mengejar harta duniawi atau kesenangan dan kepelesiran duniawi. Uang, waktu, dan kekuatan dikorbankan demi penonjolan dan pemanjaan diri, tetapi hanya sedikit waktu yang digunakan untuk berdoa, untuk menyelidiki Alkitab, untuk merendahkan diri dan mengakui dosa

Setan menciptakan berbagai rencana untuk mengisi pikiran kita, agar tidak memikirkan pekerjaan yang harus dikerjakan dengan baik. Penipu utama itu membenci kebenaran agung yang menyingkapkan korban penda-maian, Pengantara Yang Mahakuasa itu. Setan tahu bahwa baginya segala sesuatu tergantung pada usahanya untuk memalingkan pikiran manusia dari Yesus dan kebenaran-Nya.

semua orang yang ingin mendapat bagian manfaat dari pengantaraan Juruselamat tidak boleh mengizinkan sesuatu pun untuk mengganggu tugas penyucian yang sempuma dalam takut akan Allah:

  1. Jam-jam yang berhar-ga, gantinya digunakan untuk kepelesiran, pamer, atau mencari keuntung-an, harus digunakan untuk mempelajari Firman kebenaran dengan sungguh-sungguh dan dengan doa.
  2. Pelajaran mengenai tempat kudus dan peng-adilan pemeriksaan harus dimengerti dengan jelas oleh umat Allah.
  3. Semua harus mengerti kedudukan dan pekerjaan Imam Besar Agung mereka.
    Ka-lau tidak, mustahil mereka mengamalkan iman yang diperlukan sekarang ini atau menempati kedudukan yang Allah rencanakan bagi mereka. Setiap orang mempunyai jiwa-jiwa yang akan diselamatkan atau dibiarkan hilang. Masing-masing mempunyai kasus yang akan diputuskan di pengadil-an Allah. Masing-masing harus menghadap Hakim Agung muka dengan muka. Betapa pentingnya, agar setiap pikiran sering memikirkan peman-dangan yang sungguh-sungguh dan khidmat pada waktu pengadilan dimu-lai dan kitab-kitab dibukakan, bilamana, bersama Daniel, setiap orang ha-rus berdiri sendiri pada hari kesudahan.

sangat layak untuk direnungkan…
saudara saudaraku di Forum Kristen ini… apakah saudara saudari sekalian ingin mendapat bagian manfaat dari pengantaraan Juruselamat yang dilakukan Yesus bagi kita di Bait Suci Surgawi-Nya, dimasa Investigative Judgement yang sedang berlangsung sekarang ini juga ??

kalau jawaban dari saudara saudari sekalian adalah mau dan ya… maka nasehat saya bagi kita yang berkata “Mau dan Ya” adalah:

  1. Pelajarilah dengan sungguh sungguh Doktrin Bait Suci… (dilain waktu akan saya bahas)

  2. Jam-jam yang berhar-ga, gantinya digunakan untuk kepelesiran, pamer, atau mencari keuntung-an, harus digunakan untuk mempelajari Firman kebenaran dengan sungguh-sungguh dan dengan doa.

  3. Pelajaran mengenai tempat kudus dan peng-adilan pemeriksaan harus dimengerti dengan jelas oleh umat Allah.

  4. Semua harus mengerti kedudukan dan pekerjaan Imam Besar Agung mereka.
    Ka-lau tidak, mustahil mereka mengamalkan iman yang diperlukan sekarang ini atau menempati kedudukan yang Allah rencanakan bagi mereka.

bersambung…
salam
TYM

ada amin sodara sodara, ??

bersambung…
:slight_smile: :slight_smile: :slight_smile:

YESUS PEMBELA KITA

“Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?” Roma 8:34

Jika engkau tidak merasa senang dan gembira, janganlah bicarakan tentang perasaanmu. Janganlah melemparkan kemurungan pada kehidupan orang lain.

Agama yang dingin tanpa sinar matahari tak dapat menarik jiwa kepada Kristus. Jiwa-jiwa itu akan diusir jauh dari Dia dan masuk ke dalam jerat yang telah ditebarkan oleh Setan untuk kaki orang yang sesat.

Gantinya memikirkan kekecewaanmu, pikirkanlah kuasa yang engkau dapat tuntut dalam nama Kristus.
Biarkanlah Imajinasi dan Pikiranmu berpegang pada perkara-perkara yang tidak kelihatan. Arahkanlah pikiranmu kepada kenyataan kasih Allah yang besar bagimu.

Iman dapat menghadapi pencobaan, menolak penggodaan, menanggung kekecewaan. Yesus hidup sebagai pembela kita. Semua hasil meditasiNya adalah milik kita. Tidakkah engkau pikirkan bahwa Kristus menghargai mereka yang hidup sepenuhnya bagi-Nya? Tidakkah engkau pikirkan bahwa Ia melawat mereka yang seperti Yohanes di dalam penjara, berada di tempat yang sulit dan susah?

Allah tidak akan membiarkan seorang pun dari
pekerja-pekerja-Nya yang sepenuh hati ditinggal sendirian bergumul di bawah beban yang berat dan dikalahkan. Ia memelihara seperti batu
permata yang berharga setiap orang yang hidupnya terlindung bersama Kristus di dalam Allah.

Karena itu bicarakanlah mengenai janji-janji; bicarakanlah tentang kerelaan Yesus untuk memberkati. Ia tidak melupakan kita satu saat pun. Walaupun dalam keadaan-keadaan yang tidak menyenangkan kita menaruh percaya pada kasihNya dan menyembunyikan diri kita dalam Dia, maka perasaan hadirat-Nya akan mengilhamkan suatu kegembiraan yang mendalam dan menenangkan.
Sumber: dari buku, Hidup Yang Terbaik

Yesus adalah pembela kita.
Tuhan memberkati.
:slight_smile: :afro:

Pengadilan dan penghakiman bagi orang percaya sedang berlangsung di dunia ini selama hidupnya.

Saat kematian dihadapan Tuhan Yesus adalah saat pengetukan palu keputusan Hakim.

Selama di dunia kita dihadapkan banyak pilihan keputusan, dan roh kita dengan jujur mengambil keputusan dimana sebenarnya saat itu kita sedang menjawab sang Hakim.

Paparan @Simatupang@123 di atas banyak mengutip ayat-ayat Perjanjian Lama (Hukum Taurat dan kitab para nabi). Ketepatan, @Sotardugur Parreva kurang berminat mencermati Perjanjian Lama karena pemahamanku terhadap Luk 16:16. Kumaknai, Perjanjian Lama (Hukum Taurat dan kitab para nabi) sudah digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus, sudah menjadi sejarah.

Lalu, kuketikkan kitab para nabi di kolom pencarian di Alkitab Online Bahasa Indonesia, diberikan 10 ayat, kusalinkan ayat-ayat yang sesuai dari Perjanjian Baru sebagai berikut:

Mat 5:17 Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

Mat 7:12 Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Mat 22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.

Luk 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya.

Yoh 1:45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: “Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret.”

KPR 28:23 Lalu mereka menentukan suatu hari untuk Paulus. Pada hari yang ditentukan itu datanglah mereka dalam jumlah besar ke tempat tumpangannya. Ia menerangkan dan memberi kesaksian kepada mereka tentang Kerajaan Allah; dan berdasarkan hukum Musa dan kitab para nabi ia berusaha meyakinkan mereka tentang Yesus. Hal itu berlangsung dari pagi sampai sore.

Rom 3:21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi,

Rom 16:26 tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman–

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil bangsa sejahtera.

Itu bukan ketepatan, tapi “tepat”
Spt utk disain, “one step ahead”

Lagi pula, bukankah Luk itu ada ber-sama2 kita di trit halaman sana?

Tentu sangat oot berat, jika hal itu hrs didiskusikan di trit “Investigative Judgement” ini.

Kumaknai, Perjanjian Lama (Hukum Taurat dan kitab para nabi)
sudah digenapi oleh Tuhan Yesus Kristus, sudah menjadi sejarah.

Dan pemaknaan PB pun bagimu makin banyak ayat2 yg ecek2
Mungkinkah sejarah berulang dgn kehadiran yg lebih cemerlang?
Who knows, what the hell knows, “one step ahead by happening”

Lalu, kuketikkan kitab para nabi di kolom pencarian di Alkitab Online Bahasa Indonesia,
diberikan 10 ayat, kusalinkan ayat-ayat yang sesuai dari Perjanjian Baru sebagai berikut:

Ayat2 itu pun bisa dgn bebas kita kaitkan dgn Luk itu di sana, Bro!
Mungkin ada semangatmu yg baru utk menguatkan Luk-mu itu lagi
Mari kita kemon ke halaman sana!

Salam Damai!

Tudinganmu bahwa bagiku banyak ayat-ayat Perjanjian Baru yang ecek-ecek, baiknya ditunjang oleh argumen. Kalo @Maren Kitatau hanya menuding tanpa alasan, apa bedanya dengan igauan? Tiada makna.
Metodemu , kau sendiri yang memandang ayat-ayat Perjanjian Baru ayat-ayat ecek-ecek, lalu kau tudingkan kepada partisipan lain, seolah-olah partisipan lain itu yang memandang ayat-ayat Perjanjian Baru ayat-ayat ecek-ecek.

Benar. Bebas mengkaitkannya. Masalahnya, relevankah?
Kalo tidak relevan tetapi memaksakannya terkait, sama saja dengan teorimu melihat dengan telinga dan mendengar dengan lidah.

Masih adakah hal yang ingin @Maren Kitatau bahas tentang ada atau tidak adanya kata “berlaku” di Luk 16:16?
Kalo masih ada, silahkan bahas.
Kalu sudah tuntas, pembahasan akan keluar dari judul.
Menurut pendapatku, jika ada hal lain selain dari yang diinginkan judul trit, dibahas di trit berbeda saja.

Damai tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Akan oot berat jika tudinganku kutunjang di sini, Bro!

Metodemu , kau sendiri yang memandang ayat-ayat Perjanjian Baru ayat-ayat ecek-ecek, lalu kau tudingkan kepada partisipan lain, seolah-olah partisipan lain itu yang memandang ayat-ayat Perjanjian Baru ayat-ayat ecek-ecek.

Sama, akan oot berat juga jika kuminta ditunjang di sini.

Masih adakah hal yang ingin @Maren Kitatau bahas tentang ada atau tidak adanya kata “berlaku” di Luk 16:16?
Kalo masih ada, silahkan bahas. Kalu sudah tuntas, pembahasan akan keluar dari judul.

Ttg Luk yg membatalkan PL, ada
Kulihat ada kemajuan memandangnya
Nanti ku utarakan ttg itu dihalaman Luk itu

Menurut pendapatku, jika ada hal lain selain dari yang diinginkan judul trit, dibahas di trit berbeda saja.

Ya! Sepakat, Bro!
Di trit ini sebenarnya tdk perlu ditebar Luk itu bagai membelokkan alur pikir siskusi
Toh tdk perlu hrs keberatan, jika PL mereka gunakan sbg referensi topik ini, ya, kan?
Jika kita kurang berminat bagusnya sekedar baca saja, bukan menonjolkan minatmu dll

Ketepatanmu itu mengindikasikan ada pemahaman minat, maka kukatakan
Bukankah pemahaman thp Luk itu ada ber-sama2 kita di trit halaman sana?

Akan oot berat, jika pemahaman dan minatmu didiskusikan di trit ini, ya, kan?

Salam Damai!