Investigative Judgement (Pengadilan Pemeriksaan)

Syukurlah, @Maren Kitatau sudah dapat membedakan OOT dari on topic.

Damai tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Dan syukur juga, TS tidak marah2 kpd oot kita
Kalau di halaman Luk tak perlu malu oot sekilas2
Sebab tuan rumah sudah anggap klar&klir topiknya

Salam Damai!

Kuduga, TS belum sempat marah (kalo dia mau marah). Selain karena dia menduga dirinya pengikut sejati dari Yesus Kristus sejati, dia masih sibuk mencari argumen pendukung keimanannya bahwa Yesus Kristus adalah Mikhael yang tidak berani menghakimi Iblis itu.

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Sibuk di dlm Tuhan itu menguatkan iman
Sebab PL pun firman-Nya yang menguatkan PB
Maka Luk yg mengurangi minatmu itu tak cocok di sini
Bagusan kita kemon ke halaman parkir Luk yg pas di sana

Salam Damai!

Hayuh. Siapa takut?
Eh, ke mana?

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil bangsa sejahtera.

Loh!
Koq bisa teringet “takut”, Bro!
Dampaknya, ya, “Eh! Kemana?”

Kita ke halaman parkir Luk itu
Sekilas menari bolah-balik PL & PB
Sibuk di dlm Tuhan menguatkan iman

Kemon, Bro, tak guna takut [1 Yoh 4:18]

Salam Damai!

Damai selalu tanpa pentung.

Lhah?
Dengan tulisanku “Siapa takut?” mengingatkan @Maren Kitatau kepada “takut”?
Wajar juga sih, karena tulisanku menggunakan “takut”.
Tapi, nalar normal mengartikan “Siapa takut?” justru menunjukkan ketidaktakutan, loh.

Kalo memaksakan pembahasan di sana, akan menjadi tidak relevan ke judul trit itu, Lukas 16:16, kata “berlaku” yang sebenarnya tidak ada.
Istilahnya, OOT.

@Maren Kitatau masih mampu menilai ke-OOT-an, kan?

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.

Di sini lebih oot
Di sana sudah klar & klir
Jadi sante2 aja, Bro, jgn takut!

Salam Damai!

Puji Tuhan, Sepakat dam Sepaham, :afro: :afro: :afro:

sangat betul, selama hidup inilah Nasib Hidup kita ditentukan, saat ini sedang berlangsung Penghakiman bagi orang orang percaya…
alangkah hikmatnya pemikiran ini, dengan mengetahui bahwa saat ini sedang berlangsung penghakiman, bahwa Nasib kekal kita sedang diputuskan di Pengadilan di Sorga, maka hidup orang percaya tidak akan sembarangan…

Firman Tuhan berkata:
Yakobus 2:12
Berkatalah dan Berlakulah seperti orang orang yang akan dihakimi oleh Hukum…

biasanya orang yang sedang terdakwa oleh karena suatu perkara dipengadilan akan menjaga sikapnya…
dia akan bersikap hati hati dalam memberi jawab dan bertingkah laku…

memang yang berperan aktif di suatu Pengadilan adalah Sang Lawyer, Sang Lawyerlah yang sangat repot di suatu pengadilan untuk membela Cliennya, Sang Lawyer bahkan mungkin tidak tertidur di malam hari, pikirannya hanya satu yaitu memenangkan perkara sang clien…

namun, walaupun bukan si terdakwa yang berperan aktif disuatu perkara pengadilan, terdakwa yang tahu diri tidak akan ribut dipengadilan, tidak akan bertindak sembarangan, tidak akan hidup sesuka hatinya, hatinya cemas, tetapi tetap menunjukkan sikapnya yang percaya kepada Lawyernya…

begitulah seharusnya sikap kita, di masa Penghakiman ini…
memang kita tidak hadir secara fisik di meja pengadilan… Sang Lawyer kitalah yaitu Yesus Kristus yang berada disana, Dia berjuang keras membela perkara kita…

semua Clien yang dibela Yesus adalah para penjahat kelas kakap, ada Pembunuh, ada LGBT, ada pencuri, ada pejinah, ada bandar narkoba, ada Mafia, dan bermacam macam lainnya…

semua Clien Sang Lawyer ini yaitu para penjahat kelas kakap ini, sudah mengaku dosa dosa mereka, mereka mempercayakan kasus mereka kepada Yesus, tidak ada dosa yang disembunyikan yang tidak diakui para penjahat ini kepada Yesus, mereka sepenuhnya menggantungkan nasib mereka pada Yesus.

dan Puji Tuhan, Tuhan Sang Lawyer itu memenangkan semua perkara orang orang yang menggantungkan hidup mereka pada Yesus. Tuhan berkata: betul bahwa tuntutan Hukum bahwa para pendosa ini harus mati, tapi aku sudah menggantikan kematian mereka, demi Nama-Ku sendiri orang ini akan dibenarkan…

dalam Penghakiman, bukan hukum yang ditiadakan untuk membenarkan orang berdosa, Hukum itu tegak berdiri kokoh, hukum itu tetap tertancap diatas dasar yang kuat… satu titik atau satu iotapun tidak akan berubah dari hukum itu.

yang diperlukan untuk menjadi benar bukanlah menghapus hukum itu, tapi mengakui dosa dan bertobat karena melanggar hukum itu…
orang yang mengakui dosa itu dan yang bertobatlah yang akan dibenarkan Yesus dengan cuma cuma…

Hukum tidak berubah, manusialah yang harus diubahkan…

sekali lagi,

Hukum tidak berubah, manusialah yang harus diubahkan…

sekali lagi,

Hukum tidak berubah, manusialah yang harus diubahkan…

sekali lagi,

Hukum tidak berubah, manusialah yang harus diubahkan…

dan satu satunya yang dapat mengubah manusia ini adalah Kuasa Tuhan saja…

salam
TYM