IRENA HANDONO - YESUS DIANGKAT JADI -TUHAN- TAHUN 325 Masehi

Irena Handono dilahirkan dari keluarga Katolik, dan ke dua Orang tuanya adalah donatur terbesar bagi gereja…

dari Kecil hingga remaja, Irena Handono telah mendapat sekolah kekhususan mempelajari tentang ke Kristenan, hingga pada suatu saat ia diberikan waktu untuk mempelajari sebrang…

yang menjadi pertanyaan saya…

betulkah klaim Irena Handono, bahwa tidak mungkin manusia dilantik oleh manusia menjadi Tuhan…

bagaimana mungkin manusia yang hanya manusia dilantik oleh Tuhan? sperti yang telah ditetapkan di konsili nicea 325 , Yesus ditetapkan sebgai Tuhan…
seharusnya TUhan lah yang melantik Tuhan… begitu maksudnya…

mari di diskusikan…

link:
Hj. IRENA HANDONO - YESUS DIANGKAT JADI -TUHAN- TAHUN 325 Masehi

tidak perlu menjelek jelekkan beliau, tentang bagaimana beliau, atau menyerang pribadinya…

namun sanggahlah, apa yang ia ketahui bahwa Tidak mungkin manusia melantik manusia menjadi TUhan…

Why. 21:6 Firman-Nya lagi kepadaku: "Semuanya telah terjadi. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Awal dan Yang Akhir. Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan.

17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.

Yoh. 10:30 Aku dan Bapa adalah satu."

BAPA : KASIH.
ANAK : KASIH.
RK : KASIH.
[KASIH] [KASIH] [KASIH] ~~> KASIH.

BAPA : ALL IN ALL.
ANAK : PENGANTARA.
RK : PEMBERI KESAKSIAN.
[ALL IN ALL] =/= [PENGANTARA] =/= [PEMBERI KESAKSIAN]

TAPI;
DALEM [ALL IN ALL] ADA [PENGANTARA] + [PEMBERI KESAKSIAN]
DALEM [PENGANTARA] ADA [ALL IN ALL] + [PEMBERI KESAKSIAN]
DALEM [PEMBERI KESAKSIAN] ADA [ALL IN ALL] + [PENGANTARA]

KAGA ADE SEORANGPUN SEJAK DUNIA DIJADIIN YANG MENGANGKAT SEORANG MANUSIA DIJADIKAN TUHAN ALLAH SEMESTA ALAM!
AGAMA LAIN ANGKAT TOKOH YANG DIKAGUMI JADI DEWA, BUKAN JADI TUHAN ALLAH SEMESTA ALAM!

SEBAB KARENA: KESAKSIAN DARI RK…
Rm. 1:4 dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita.
1Kor. 12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh ROH KUDUS.

MAKA DI REVEAL BAHWA YESUS ADALAH TUHAN, MEMANG TUHAN!
BUKAN ‘MENJADI TUHAN’ SETELAH KONSILI… TETAPI MEMANG YESUS ITU TUHAN, DAN DI REVEAL[KESAKSIAN] OLEH ROH KUDUS!

kitab Yohanes terbit jauh sebelum konsili nicea (kalo ga salah tahun 90-an masehi). Baca aja kitab Yohanes, di sana Yesus dideskripsikan bagaimana. :wink:

irena hajah watever itu pikirannya rasionya kaga bisa nerima… dia mikirnya Yesus itu manusia sama seperti dia…
itulah, kalu kaga DIREVEAL oleh ROH KUDUS, TAK SEORANGPUN YANG BISA BERSAKSI SEGENAP HATI BAHWA YESUS ADALAH TUHAN!

NA CARANYA, NTAR KETEMU IRENA… BILANG GINI…
ELU KAGA KENAL DIRI LU SENDIRI, TAPI SIBUK MENELITI KEILAHIAN TUHAN YESUS.

KALU MAW TAW KEILAHIAN TUHAN YESUS… JAWAB PERTANYAAN LING2… INI BISA MEMBANTU MENGETAHUI KEILAHIAN TUHAN YESUS.

  1. KALU GW TANYA; ‘hei, who are you?’ dia bakalan jawab; ‘im irene’
  2. Sekarang suruh dia TANYA JUJUR TULUS ama dirinya sendiri 'WHO AM I?"
    kalu dia bener2 tinggi hikmatnya dia ngerti pertanyaan ‘WHO AM I’ arahnya kemana… kalu dia masih kaga ngarti arahnya pertanyaan ‘WHO AM I’…
  3. ganti pertanyaan; suruh dia tanya pada dirinya sendiri lagi ‘WHAT AM I AT THIS MOMENT?’
  4. dilanjut dengan pertanyaan: ‘HOW DO YOU KNOW YOU EXIST?’

suruh aje dia ngaji, bergumul MENGENALI DIRINYA SENDIRI AJE DULU… NTAR JUGA DIA BAKALAN PAHAM; YESUS ITU MEMANG TUHAN, ALLAH SEMESTA ALAM MAHA KUASA!!!

siaap… thx buat responnya…

trimakasih, zodiak buat perbandingannya…

mungkin lebih tepatnya saya mau nanya pihak katolik… apa sih kiranya calon biarawati ini hingga berpikir dia pindah dari katolik ke sebrang…

yang saya lebih tertarik: apa iya, waktu dari pihak penjelasan katolik, untuk menyebutkan dan mengartikan sebrang itu sperti apa? dijelaskan dengan: kalau mau lihat contohnya contoh tidak benarnya sebrang itu yaitu di INdonesia, liat saja yang konflik siapa?, yang teroris siapa?, yang warga negaranya paling pinggiran siapa? termasuk sendal nya yang hilang kalo di tempat ibadahnya siapa?

yang intinya melihat kejelekan orang lain agar Irena Handono sendiri, tidak mau meneliti sebrang…

saya malah berpendapat, pengelolaan dari agama Asal Irena Handono yang salah… hingga membuat ia berpindah ke sebrang…

itu hanya pendapat…

mohon bila ada yang mau membela pihak AGAMA asal Irena Handono…

kemudian, apa iya…

penjelasan tentang ke Tuhanan Yesus itu adalah dari konsili nicea? dimana disana Yesus dilantik oleh manusia menjadi TUhan? sperti pernyataannya Irena…

salam…

Ini ada beberapa referensi
http://www.ekaristi.org/forum/viewtopic.php?t=8449
http://www.pondokrenungan.com/forum/viewtopic.php?p=4165&sid=1c0ee84a97669928c20c5d8907749e49#p4165

Ada banyak kejanggalan tentang “pertobatan” Irena Handono.

Salam

Saya heran kok protestan percaya aja kalo Irene ngaku Katolik? Padahal kesaksiannya sendiri udah membuktikan dia bukan Katolik, atau tepatnya ngaku2 Katolik! Irene mengaku kalau untuk jadi suster dia dulu sekolah di Siminari? Padahal yang namanya siminari itu adalah sekolah bagi calon Pastor, dan tidak ada pastor wanita dalam Katolik!

Pernyataan manusia melantik Tuhan sudah sangat sering saya dengar dan biasanya yang mengajukan pernyataan itu adalah teman-teman muslim. Manusia tidak akan mungkin bisa melantik Tuhan, dan Tuhan sendiri tidak butuh dilantik, diangkat atau mendapat pengakuan dari manusia.Siapakah kita manusia bisa melakukan hal tersebut? Tuhan adalah Tuhan dari kekal sampai kekal. Yang dilakukan oleh konsili Nicea tahun 325 masehi adalah mendefinisikan, menetapkan dan memformulasikan suatu pengajaran iman yang dasarnya sebenarnya sudah ada di dalam kitab suci dan tradisi suci Gereja (kesaksian dan pengajaran para rasul Kristus yang hidup bersama Kristus) yang diajarkan secara turun temurun. Konsili ini menghasilkan ketetapan ini sebagai hasil (reaksi) dan tanggapan dari pengajaran sesat yang saat itu muncul dalam Gereja yaitu arianisme yang menolak keilahian Yesus Kristus.

Ketetapan suatu konsili bukan semata ajaran yang ditentukan pada saat itu, namun lebih merupakan suatu pernyataan akan ajaran yang telah berkembang sebelumnya atau merupakan suatu tanggapan terhadap ajaran yang sesat. Oleh karena itu, pernyataan dari konsili adalah untuk menjaga ajaran iman adalah sesuai dengan apa yang diberikan oleh Yesus sendiri, sehingga ajaran tersebut dapat diteruskan dari generasi ke generasi tanpa ada penyimpangan. Untuk membuktikan hal ini, saya akan memaparkan beberapa pernyataan dari bapa Gereja sebelum tahun 325, yang membuktikan bahwa ajaran Kristus adalah Tuhan memang dinyatakan oleh Kristus sendiri dan diteruskan oleh para rasul, dan para murid.

tenang aja pak Clay, jangan terlalu emosional…
berkatalah sesuai fakta, agar saya percaya bahwa yang anda sampaikan kebenaran, jangan diadukkan dengan gejolak emosional anda… saya malah jadi curiga, karena mungkin semua kalimat anda dipengaruhi oleh sisi emosional anda…

mohon anda berikan penjelasan lebih lengkap tentang fakta anda, agar saya dapat mengerti…

salam…

Sundul dulu… :afro:

trmksh om Kahlil… saya lagi baca…

salam…

boleh saya dapat, ketetapan ketetapan untuk menyanggah ajaran sesat tersebut?

atau boleh saya dapat terjemahan konsili nicea itu? agar saya juga dapat membaca apa yang dibaca oleh Irena Handono?

dan ada apa yah dengan DOGMA? bahwa sperti kata Irena Handono, walau tidak dimengerti dan dipahami Harus di iyakan…?
sementara, setelah saya lihat di youtube diatas, spertinya Irena Handono seorang yang kritis… (mungkin)

salam…

baik om, sepertinya memang ada kejanggalan dari Irena Handono…

apalagi setelah saya membaca pembahasan di :
http://www.ekaristi.org/forum/viewtopic.php?p=12784#12784

saya melihat, apakah memang Irana Handono memang yang terlalu cepat mengambil kesimpulan… dan serangan serangan argumentnya yang kurang irrelevan, seolah dilebih lebihkan dengan tujuan menjelek jelekkan, dan itu kecurangan… :afro:

Dan Irana, tidak terlepas ia adlah pribadi, yang juga oleh dipengaruhi oleh sisi emosionalnya dia, baik dari segi mungkin pengalaman pribadi yang ia alami sebelum berpindah…

NB; dengan kata lain, melalui http://www.ekaristi.org/forum/viewtopic.php?p=12784#12784 melalui member disana, ternyata kita masih punya harapan, member katolik sini kalau post tidak selalu diiringi sisi emosionalnya, yang sering dominan yang saya sering baca…

salam…

Yesus sebagai Tuhan tidak ditentukan oleh sebuah Konsili di Nicea, dan tidak ditentukan atas intervensi Kaisar Konstantin di Konsili NICEA itu. Alkitab dengan jelas bersaksi bahwa Yesus adalah Tuhan.

Ajaran Yesus adalah Allah sudah tercatat dalam Alkitab Perjanjian Baru yang ditulis pada tengah kedua abad pertama 50-100 Masehi, jadi bukan merupakan hasil keputusan politik kaisar Konstantin melalui Konsili Nicea di tahun 325 M.

Jauh sebelum konsili Nicea dilakukan, para Rasul, Murid dan orang-orang percaya mengakui Yesus Tuhan. Bahkan Yesaya dan kitab-kitab para nabi dalam Perjanjian Lama menuliskan tentang keilahian Sang Mesias (dari kata Ibrani, משיח - MASYIAKH) / Kristus (dari kata Yunani, χριστος - khristos).

ALKITAB yang bersaksi tentang ke-ALLAH-an Yesus Kristus :

* Yohanes 1:1-3,14
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

* Yohanes 13:13
Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan

* Yohanes 20:28
Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!

Artikel terkait :

bersambung

Beberapa perkataan Yesus yang menarik dipelajari:

  • Yesus mengatakan, “Akulah gembala yang baik” (Yohanes 10:11), sedangkan Perjanjian Lama mengatakan, “TUHAN adalah gembalaku” (Mazmur 23:1).

  • Yesus menyatakan Dia adalah hakim atas segala bangsa (Yohanes 5:27; Matius 25:31), Perjanjian Lama mengatakan TUHAN adalah hakim segala bangsa (Yoel 3:12).

  • Yesus mengatakan, “Akulah terang dunia” (Yohanes 8:12), Perjanjian Lama mengatakan “'TUHAN akan menjadi penerang abadi bagimu” (Yesaya 60:19).

  • Yesus mengatakan Dia adalah yang pertama dan yang akhir (Wahyu 1:17), sama seperti YHVH dalam Perjanjian Lama (Yesaya 44:6).

Artikel terkait : Yesus menyatakan diri sebagai YHVH, di http://www.sarapanpagi.org/yesus-kristus-adalah-yhvh-vt41.html#p2668

Pernyataan keilahian Yesus sangat jelas di Yohanes 8:58, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada”

Artikel terkait :
11) Tahun 325 Konsili Nicea, di http://www.sarapanpagi.org/100-peristiwa-penting-dalam-sejarah-kristen-vt1555.html#p5522

Tanggapan : Yohanes 20:28 Tidak membuktikan Yesus Tuhan, di http://www.sarapanpagi.org/tanggapan-yohanes-20-28-tidak-membuktikan-yesus-tuhan-vt1729.html

bersambung…

Sekarang kita tinjau dari segi sejarah KONSILI NICEA itu:

KONSILI NICEA yang diadakan di kota Nicea diadakan pertama kali pada tahun 325 semasa pemerintahan raja Konstantin Agung (274-337).
(Ada tuduhan juga dari teman2 Muslim, bahwa Konsili Nicea dipengaruhi oleh sosok Rasul Paulus. Namun, perlu dipahami bahwa konsili ini diadakan jauh setelah Rasul Paulus di-eksekusi mati, maka Paulus tidak ada urusannya dengan Konsili Nicea).

Konsili ini diadakan karena adanya penatua di Aleksandria bernama Arius yang melontarkan ajaran yang berbeda dengan pemahaman gereja secara umum selama 4 abad mengenai ke-Tuhan-an atau ke-Allah-an Yesus Kristus. Pandangan Arius ditolak oleh uskup Aleksander dan penatua Athanasius yang juga berasal dari gereja Aleksandria, penolakan ini kemudian diteguhkan dalam konsili Nicea yang khusus diadakan membahas pengajaran Arius yang menyimpang itu.

Faham yang mendasari Arius:

GNOSTIKISME :
Pada abad-2/3 berkembang ajaran Gnostik yang mengajarkan bahwa ‘percikan api ilahi’ jatuh dari realita ilahi ke dunia materi yang jahat dan terpenjara dalam diri manusia. Ada keberadaan awal yaitu Tuhan yang tidak dikenal, dan darinya terpancar/ emanasi ilah-ilah lebih rendah yang berakhir dengan ‘sophia’ yang memiliki keinginan untuk mengetahui ‘keberadaan tertinggi’ itu. Dari Sophia terbentuk ‘ilah’ yang merosot yang jahat yang disebut ‘demiurge’ yang dikirim untuk menyelamatkan manusia.

Ada gnostik yang menyamakan demiurge sebagai Allah PL, dan ada yang mengatakan bahwa ‘Kristus, roh ilahi’ merupakan logos demigod yang mendiami manusia Yesus dan tidak mati disalib, melainkan kembali kepada sumbernya. Gnostik menolak penebusan Yesus Kristus dan kebangkitan tubuh.

Gnostikisme sezaman dengan faham:

NEOPLATONISME :

Plato (428-347sM) membagi realita menjadi dunia Bentuk/Ide dan Materi. Dunia bentuk/ide tertinggi dan sempurna disebut ‘Yang Baik.’ Pengetahuan mengenai itu menjadi sumber pembimbing dalam menentukan keputusan moral.

Pemikiran Plato dalam perkembangan ‘Middle Platonic’ dijabarkan sebagai hirarki prinsip ilahi yang dimulai dengan prinsip tertinggi yang disebut ‘Yang Satu’ yang mengandung pikiran ilahi yang dipertentangkan dengan dunia materi atau jiwa yang jahat.

Pemikiran ini kemudian diajarkan oleh Amonius Saccas (174-242) dan dikembangkan muridnya bernama Plotinus (205-207) sebagai Neo-Platonisme yang menggambarkan realita sebagai hirarki keberadaan yang makin kebawah makin rendah dan merupakan ekspresi lebih rendah dari yang diatasnya, demikian seterusnya, dan merupakan proses pencurahan energi Allah yang bertingkat. Tingkat teratas disebut logos dan tingkat dibawah dipancarkan/emanasi dari yang diatasnya, demikian seterusnya.

Plotinus menolak gagasan gnostik yang menyebut dunia materi itu jahat, tetapi dalam banyak segi lainnya keduanya saling mempengaruhi.

ARIANISME :

Arianisme dirintis oleh Arius (256-336), seorang penatua di gereja Aleksandria. Ia terpengaruh neoplatonisme. Menurutnya preexistence Yesus bukanlah Allah tetapi ciptaan pertama yang ‘seperti Allah’ (homoi-ousius) atau ‘demigod’, semacam konsep ‘demiurge’ yang lebih rendah dalam Gnostik. Bagi Arius karena Yesus ciptaan, maka ia bukan Allah, dan bukan penebus karena hanya Allah yang bisa menebus.

Pengajaran Arius ditolak gereja di Nicea (325) namun kemudian dipercaya kelompok ‘Unitarian’ (abad-16) dan ‘Saksi-Saksi Yehovah’ (abad-19).

Nah klaim ibu Irene itu, seolah-olah Muslim itu sepaham dengan “Arianisme,” saya meragukan hal itu, kalangan Arianisme pada masa sekarang-pun (misalnya kelompok Saksi-saksi Yehovah) pun tidak bisa diidentikan kepercayaan mereka akan keesaan Allah dan nabi seperti konsep Muslim.

Konsili Nicea mempertahankan ajaran Alkitab yang sudah ada sejak dulu (sebelumnya) yang menyebutkan bahwa Yesus Kristus adalah Allah (Yohanes 1:1; Yohanes 20:28 ) yang sehakekat dengan Bapa (homo-ousius).

Ajaran Yesus Kristus adalah Allah sudah tercatat dalam Alkitab Perjanjian Baru yang ditulis pada tengah kedua abad pertama (tahun 50-100 M), jadi bukan merupakan hasil keputusan politik kaisar Konstantin melalui Konsili Nicea (tahun 325 M).

Blessings,
BP

trimakasih om sarpag… telah memback up sisi negatif dari judul thread saya, karena mau tidak mau judul tersebut akan memberi dampak dengan menimbulkan pertanyaan pertanyaan bagi orang yang membacanya, sekaligus kegusaran…
walau saya sendiri, sangat mengharapkan penjelasan sperti itu dari pihak katolik sendiri…

salam…

sorry bro… bukannya mau membela bro clay, tetapi perhatikan aja pernyataan bro Clay, atau anda telusuri langsung, mana ada Seminari untuk menjadi biarawati, yang ada seminari adalah anak laki-laki.