Isi seluruh Hukum Taurat dan kitab pra nabi adalah pintu yang sesak dan sempit..

Matius 7 :12-14 : “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.
Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”

Ini adalah kata-kata Yesus ! Apakah komentar anda?

pintunya sempit dan sesak… ukurannya yang minim, sehingga pabila orang berbondong2 hendak masuk, yah sesak…

perbuatlah yang baik yang orang ingin lakukan kepadamu, karena bila tidak…

apa yang kamu perbuat kepada orang lain yang tidak baik, juga akan diperlakukan kepadamu…

Isi seluruh Hukum Taurat dan kitab para nabi mengarahkan kita utk percaya kpd YESUS sbg Tuhan dan Juruselamat.
Ini yg sulit krn harus percaya bahwa YESUS adalah Allah, yg rela berinkarnasi menjadi manusia agar dpt menebus dosa manusia.
Jadi percaya Yesus ibaratnya spt memasuki pintu yg sempit.
GBU all

Karena dari orang2 Kristen akan disaring lagi . Hanya sedikit orang Kristen yang masuk sorga . Sama seperti angkatan israel yang masuk ke tanah perjanjian hanyalah 2 orang (yosua dan kaleb) , sisanya mati semua di padang gurun . Begitu pula nanti dalam kekeristenan

‘Banyak dipanggil sedikit dipilih’

makna dari ayat tersebut bukan " pintu" yang menjadi ukuran, tetapi adalah mengenai “pribadi” kita dalam mengikuti Tuhan.
apakah kita mau mengikuti “jalan lebar” dunia ini yang penuh kesenangan duniawi, keinginan daging, keinginan mata atau keangkuhan hidup yang akan membawa kepada kebinasaan?
atau kita mau mengikuti “jalan sempit” menyalibkan keinginan duniawi dan bersekutu senantiasa dalam FIRMAN TUHAN?
semuanya tergantung masing masing.

saya tambahkan,

bukan dua orang,

angkatan yang keluar dari mesir yang masuk dalam negeri perjanjian, memang dua orang - usia pada waktu keluar > 20 tahun - yaitu : yosua dan kaleb, semuanya meninggal di padang gurun

yang masuk dalam negeri perjanjian adalah mereka yang pada saat keluar dari mesir belum berusia 20 tahun dan mereka yang lahir dalam perjalanan selama 40 tahun di padang gurun.

[quote="Nikolaus post:1, topic:179481"] Matius 7 :12-14 : "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi. Masuklah melalui pintu yang sesak itu, karena lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya;karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya."

Ini adalah kata-kata YESUS ! Apakah komentar anda?
[/quote]

Yesus mengatakan bahwa Dia adalah pintu: Yohanes 10 10:9 [b]Akulah pintu[/b]; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. GBU all

Sobat,
Tuhan Yesus datang sbg penggenapan dari hukum taurat dan kitab para nabi, disitupun sebenarnya sudah dinubuatkan ttg Yesus. Yesus=kasih, saat datang Yesus maka ajaran Kasih mulai diberlakukan, bukan berarti diperjanjian lama (byk memuat hukum taurat) tidak mengenal kasih, tetapi maksd perkataan Yesus disitu adalah berbicara ttg KASIH dan hukum tabur tuai. contoh kata adalah, kita mau disapa org tp kita sendiri ga mau nyapa,kita mau dihormati org tapi kita sendiri gamau menghormati, jadi lakukanlah apa yg menurut kita yg bisa kita lakukan kepada org lain, jgnlah mengharapkan lebih. Hal yang kedua mengenai pintu itu adalah, kita diberi kebebasan atau kehendak oleh Tuhan, untuk menentukan hidup kita sendiri, permasalahannya adalah apakah kita mau Hidup menurut kehendak Tuhan dlm dunia ini atau malah mengikuti keinginan kita (daging) inget bahwa daging selalu akan bertumpu kepada hawa nafsu duniawi, dan dosa, upah dosa adalah maut, Tuhan saking sayangnya kpd kita tentunya gamau kita jatuh kedalam dosa, tetapi kenyatannya adalah kita selalu mengikuti kehendak kita bukannya menyerahkan hidup dan pikiran kita kpd kehendaknya Tuhan, sehingga kita selalu jatuh bangun, begitulah sempitnya untuk masuk kedalam “kehidupan yg kekal” itu. tetapi gada yang mustahil bukan sobat? asal kita tetap berserah kpd Tuhan, biarlah kehendakNya yg jadi,

Salam,
kasihsukacitaku

komentar saya:
termasuk yang suka ngomong kasar kata2 ngga sopan sedang ada di jalan yang lebar menuju kebinasaan

warning: semua post yang ada kata2 ****** didelete

pintu yang sesak… bila kita benar2 melakukan kehendak TUHAN… yang namanya sesak itu benar2 sesak… saya jamin kesesakan itu akan dirasakan… sebab kita harus melakukan yang TUHAN YESUS lakukan… artinya yang kita lakukan benar2 berlawanan dengan dunia… yang pernah mengalaminya akan mengerti… ^^

Lukas 13:23-30
23 Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?”
24 Jawab YESUS kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat.
25 Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang.
26 Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami.
27 Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!
28 Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar.
29 Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah.
30 Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."

Ada pintu dan ada jalan. Jadi ini bukan soal jalan sempit saja, tetapi juga pintu yang sesak. Seperti apa pintu yang sesak itu? Pintu kamar kita tidak dapat disebut sesak, tetapi sebuah pintu yang dimana jika kita memasukinya kita harus merapatkan tubuh kita sehingga cukup untuk dilalui itu baru disebut pintu sesak. Lukas 18:25 menuliskan demikian; “Sebab lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.”. Thomas Aquinas (kalau tidak salah) seorang italia yang hidup di abad XI, seorang guru theologia menyebutkan bahwa “lubang jarum” adalah nama pintu sempit di tembok Yerusalem. Manusia harus satu persatu untuk melewatinya, apalagi unta. Beberapa orang menyebutkan bahwa unta untuk masuk melaluinya harus menanggalkan semua barang bawaannya.

Begitu sempitnya gambaran pintu tesebut yang tidak lain adalah KRISTUS (Yohanes 10:9). Untuk menjadi milik KRISTUS kita harus menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya kata Galatia 5:24. Hidup /kita bukan lagi milik kita sendiri tetapi menjadi milik KRISTUS (1 Korintus 6:19-20). Sehingga segala yang kita pikirkan dan lakukan bukan lagi menuruti keinginan daging dengan segala hawa nasfu dan keinginannya lagi, tetapi melakukan kehendak Allah. Hidup dalam kekudusan dan didalam Terang. Hal ini sama seperti unta yang masuk dalam lubang jarum, kita harus menanggalkan kedagingan kita dan menjauhkan diri dari kehidupan duniawi (baca Kolose 3:5 agar kita sama persepsinya tentang istilah duniawi).

Ada kata “berjuanglah” dalam nasihat diatas, yang artinya untuk menanggalkan kedagingan dan kehidupan duniawi, tidak terjadi secara otomatis atau dengan sendirinya, tetapi ada usaha manusia. Selama manusia tidak berusaha, maka selamanya juga kita tidak akan dapat meninggalkan beban dosa, melepaskan kedagingan dan keduniawian. Usaha seperti apakah itu? Apakah seperti orang Farisi yang melakukan dengan tepat teks-teks hukum Taurat? Perjuangan kita adalah ketaatan akan iman. Saat seseorang mengaku beriman, maka ia harus menyatakan iman tersebut didalam perbuatan. Yohanes 2:23-25 menulis demikian, Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya. Tetapi YESUS sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua, dan karena tidak perlu seorangpun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.. Manusia mungkin tidak dapat membedakan, tetapi YESUS dapat melihat mana yang benar-benar beriman sehingga menunjukan buah pertobatan dan tidakan imannya, dan mana yang hanya percaya karena orang banyak percaya kepadanya (sebagai kebenaran umum).

BERSAMBUNG DIBAWAHNYA (1/3)

SAMBUNGAN DARI ATAS (2/3)

Mereka yang sekedar percaya tanpa perbuatan, adalah orang-orang yang berada di gereja, tetapi tetap melakukan kejahatan, tetap berbuat dosa dan menyesatkan banyak orang. Pada saatnya tiba, orang-orang tersebut akan ditolak dalam Kerajaan Allah, sebab walau Kristen ia masuk melalui pintu yang lebar dan jalan yang luas. Matius 7:21-23 menjadi jelas bagi kita siapa mereka yang ditolak oleh Allah, yaitu mereka yang masih hidup didalam dosa dan kejahatan walau ia Kristen dan rajin beribadah.

Ibrani 10:26-29 menjelaskan bahwa orang yang tetap berbuat dosa dan kejahatan setelah ia diselamatkan didalam iman kepada KRISTUS, ia telah menginjak dan menghinakan darah Anak Domba Allah. Maksudnya bahwa didalam KRISTUS kita telah ditebus dari segala dosa dan kesalahan kita, tetapi bukan artinya kita boleh bebas berbuat dosa dan kejahatan sebab darahNya ada terus untuk kita. Jika kita masih tetap berbuat dosa dan kejahatan, bukankah tandanya bahwa kita tidak memiliki perbuatan dari iman kita?

Tidak mudah untuk masuk melalui pintu sesak tersebut, jadi berjuanglah. Tetaplah tinggal didalam iman.

Selain berjuang untuk masuk melalui pintu yang sesak, YESUS mengambarkan bahwa sempit jalannya (sebagai lawan dari lebar jalan menunju kebinasaan) untuk menuju pada kehidupan. YESUS adalah JALAN itu sendiri menurut Yohanes 14:6, dan kita semua tahu YESUS adalah Firman yang menjadi manusia. Sehingga yang disebut jalan sempit adalah hidup mentaati Firman Tuhan.

Firman Tuhan yang mana? Seorang pemuda pernah bertanya kepada YESUS tentang hal demikian, dan YESUS mengatakan…

Markus 10:21 Tetapi YESUS memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Tetapi orang kaya tersebut tidak dapat melakukan hal itu, sebab hartanya banyak. Mengapa tidak bisa? Sebab hatinya ada pada hartanya, seperti yang dikatakan YESUS, “di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Uang dan kekayaanlah yang menjadi hartanya, dunia ini yang menjadi hartanya, karena itu walau ia telah melakukan semua hukum Taurat (pengakuannya), tetapi ia melakukan semuanya tidak dengan hati, tetapi secara jasmani sebagai ritual keagamaan.

Matius 23:27 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran.

Demikian gambaran orang-orang munafik yang menjalankan hukum Taurat, mentaati perintah jasmani tetapi tidak pernah memperhatikan hatinya. Jika fokus perhatian kepada hal-hal jasmani, maka yang rohani kita akan baikan. Padahal yang rohani adalah kekal kata 2 Korintus 4:12.

BERSAMBUNG DIBAWAHNYA (2/3)

SAMBUNGAN DARI ATASNYA (3/3)

Hukum Taurat dalam jaman Perjanjian Baru, tidak lagi menuntut perbuatan secara jasmani, sebab hukum tersebut telah hilang kuasanya (1 Korintus 15:56), sehingga tidak lagi mengancam kita untuk mentaatinya secara jasmani harus ini dan itu. Tetapi sebagai gantinya Allah menaruh hukum Taurat rohani dalam hati kita untuk mendorong kita melakukan apa yang menjadi kehendak Allah. Karena itu YESUS menyatakan “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka.” bukan lagi berupa perintah jasmani kamu harus ini dan kamu harus berbuat itu seperti pada teks-teks Taurat.

Memang hukum Taurat rohani yang ditaruh Allah dalam hati kita tersebut kelihatannya bertentangan dengan hukum Taurat Musa. Sebab apa yang dulunya berupa perintah harus ini dan itu, sekarang menjadi dorongan ROH KUDUS untuk melakukan apa yang menjadi inti dari rangkuman dari hukum Taurat.

Kisah Rasul 18:12-13
Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus, lalu membawa dia ke depan pengadilan. Kata mereka: “Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum Taurat.”

Sama seperti YESUS dalam Injil diceritakan orang Yahudi bersaha membunuhnya karena YESUS mengajarkan orang hidup bertentangan dengan hukum Taurat, hari sabat menyembuhkan orang, meladang, tidak melempari batu orang yang berzinah, duduk makan semeja dengan orang jahat dan banyak lainnya. Sebab YESUS menjalankan hukum Taurat secara rohani bukan secara jasmani harus ini dan itu sebagai ritual keagamaan.

Demikian juga dengan ayat yang anda sebutkan, ayat itu bukan membenarkan anda untuk memaksa orang hidup cara Farisi melakukan hukum Taurat secara jasmani.

Semoga anda tercerahkan.