Ivenna, Gadis Kecil Yang Selamat Dari Lindasan Taksi

Tidak seorangpun hari itu yang menyangka sesuatu yang buruk akan terjadi, sama seperti hari-hari lainnya keluarga Yayan dan Lili melakukan aktivitas mereka seperti biasanya. Anak mereka, Ivenna siang itu selesai les dan dijemput oleh tukang ojeg langganan mereka. Namun malang tidak bisa ditolak, dalam perjalanan pulang sebuah taksi menabrak ojeg yang ditumpangi Ivenna dan pembantunya dari belakang.
“Mungkin kalau dia pegangan saya dia tidak jatuh, tapi karena ngga, dia kaget trus jatuh,” tutur Hasan sang tukang ojeg.
Ivenna bersama pembantunya jatuh dan masuk ke kolong mobil taksi itu. Si sopir taksi yang tidak menyadarinya terus berjalan dan menyeret tubuh kedunya. Beruntung ada orang-orang saksi mata yang memberhentikan taksi tersebut.
“Takutnya mati doang, soalnya mereka berdua di kolong bertumpuk,” ujar Hasan.
Orang-orang pun melakukan upaya penyelamatan untuk mengeluarkan Ivanna dan sang pembantu dari kolong taksi. Saat berhasil dikeluarkan, tampak kondisi kepala Ivenna luka parah dan ia tidak sadar sedangkan si pembantu masih dalam keadaan sadar. Mereka pun segera dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Yayan dan Lili mendapatkan kabar tentang kecelakaan Ivenna dari anak laki-lakinya. Mereka pun bersegera menuju rumah sakit dimana Ivenna. Terkejut, kuatir dan bingung, semua perasaan itu berkecamuk dalam hati Yayan dan Lili.
Lili sampai terlebih dulu di UGD dengan di antar oleh office boy kantornya, “Saya sampai di UGD, saya dengar pembantu saya itu bilang, ‘Ibu…ibu… Ivanna!’ Dia juga ketakutan, karena kondisinya waktu itu walau pembantu saya terluka cukup parah tapi dia sadar. Kalau anak saya ini dia ngga sadarkan diri dan dia banyak berdarah di kepalanya, alisnya robek dan pipi sebelah kanannya ada bekas keseret.”
Yayan yang datang kemudian hatinya hancur melihat kondisi putrinya tersebut. Mereka menakutkan terjadinya pendarahan di kepala Ivenna dan ditakutkan hal itu akan mempengaruhi syaraf otaknya. Berjam-jam mereka menunggu dokter menangani putri kecil mereka, tiba-tiba mereka mendengar suara tangisannya. Rasa lega menyelimuti hati mereka karena tangisan itu bukti bahwa putri mereka masih hidup. Ternyata ketakutan mereka tidak terbukti, dokter menyatakan tidak terjadi pendarahan di otak, namun operasi pada kepala Ivanna tetap harus dilakukan.
“Bagian kepalanya ada beberapa luka,” tutur Yayan, “dan yang terparah itu bagian belakang kepala itu ada tulang yang masuk kearah otak. Dan dokter menyatakan ini harus operasi syaraf.”
Ivanna akhirnya menjalani operasi, dan operasi berjalan dengan baik hingga ia cepat dipindahkan ke ruang perawatan. Lili terus mendampingi putri tercintanya, hingga suatu saat sebuah permintaan terucap dari mulut Ivenna.
“Ma, tolong bacain Mazmur 103 dong…”
“Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,” (Mazmur 103:3-4).
“Saya pikir ini ayat Tuhan ingatin saya, bahwa Tuhan yang benar-benar menyelamatkan anak saya,” tutur Lili penuh haru.
Sejak saat itu, sukacita memenuhi hati Lili dan Ivenna. Hari demi hari keadaan Ivanna semakin membaik, hingga dokter mengijinkan ia pulang dan menjalani perawatan di rumah.
“Melihat kondisi anak saya yang berangsur membaik dan pemulihannya yang relatif cepat, sebagai orangtua saya bersyukur sekali. Apalagi secara pendidikan dia tidak terganggu otaknya, dan secara psikologis dia juga tidak minder. Dia tetap bergaul dengan teman-temannya seperti biasa,” ungkap Yayan bahagia.
Sungguh ajaib karya Tuhan, kecelakaan maut itu hampir merenggut nyawa Ivenna namun berkat pertolongan Tuhan dia tidak cacat sedikitpun. Bahkan Ivenna tumbuh menjadi gadis yang ceria dan cerdas.
“Aku bersyukur karena Tuhan sudah menyelamatkan aku dari peristiwa kecelakaan waktu itu, Tuhan juga sudah mempercepat proses pemulihanku sehingga sekarang aku bisa tumbuh seperti ini tanpa gangguan sedikitpun,” tutur Ivenna. “Aku bersyukur karena Tuhan YESUS sudah begitu baik kepadaku.” (Kisah ini ditayangkan 5 Juli 2011 dalam acara Solusi Life di O’Channel).
Sumber Kesaksian:
Yayan, Lili & Ivenna

Source : jawaban.com