Jadilah Kristen, bukan katolik,bukan protestan

Maksud “pribahasa” itu gimana ya…?
soalnya kalo misal : “ikuti perkataan Kristus, jadikan bible sbg pedoman hidup, dan ikuti dan taati aturannya” protestan juga gitu
Misal ibadah itu yg serius, hatinya hrs bersih, jgn memberhalakan sesuatu" protestan jg begitu
jadi maksud “pribahasa”: jadilah kristen bkn katolkk bukan protestan itu gimana ya…?

Maksudnya sedang bertanya atau ngasih tahu ?

Nanya…wkwkwk

Nah, bagaimana cara orang Katolik mengikuti ajaran Kristus?
Bagaimana cara orang Protestan mengikuti ajaran Kristus?
Dengan baca Alkitab? Sedangkan Alkitab dibaca dengan pengertian berdasarkan Protestan atau Katolik.
Jadi, bagaimana mengikuti ajaran Kristus dengan baca Alkitab ?

Ini “peribahasa” siapa yg mengatakan? Mungkin bisa ditanyakan langsung saja pada yg menyatakan lalu hasilnya bisa anda share disini :wink:

Judul trit : Jadilah Kristen, bukan Katolik, bukan Protestan.

Padahal, Katolik adalah Kristen. Protestan adalah Kristen.
Kesimpulan, jadi Katolik adalah jadi Kristen. Jadi Protestan adalah jadi Kristen.

Jadi Kristen? Tinggal pilih, Katolik atau Prostestan.
Jadi Katolik? Haleluya.
Jadi Protestan? Haleluya.

Oh ya, hampir lupa, saya sudah tanya ke mbah gugel dan mendapatkan jawaban bahwa judul trit bukanlah pribahasa melainkan hanya jargon semata.

Emg maksudnya bukan peribahasa arti harafiah tapi kan dikutip jadi “pribahasa” jadi arti lain gitu…cuma saya gtw nyebut pake apa y udh pake “pribahasa” wkwkwk

memang sejatinya murid/pengikut Kristus tidak boleh dikotak-kotakkan oleh denominasi(Tuhan Yesus waktu turun ke bumi juga hanya bikin satu gereja saja kan?).jadi mungkin maksudnya berhentilah meributkan katolik vs protestan & jadilah murid Kristus sebagaimana mustinya(seperti yg tertulis dalam Firman Tuhan).

Pada kenyataan yang ada saat ini, bro, memang terdapat Katolik, Orthodox, dan Protestan dengan berbagai alirannya. Jadi itulah fakta yang sudah ratusan tahun. Tidak masalah, selama masing masing aliran tetap beribadah sesuai ajaran yang diterimanya, tidak perlu tengok kiri kanan dan mulai menuding nuding pihak lain. Masing masing memandang Jesus sang Juruselamat saja.

Mgkn Maksud nya jadilah pengikut kristus yg sesuai Dengan ajaran nya tanpa ada embel2 saling membandingkan antar denomination.

Bagaimana realisasinya?

Saya sungguh sangat penasaran sama endingnya.

Mungkin maih sibuk memilah dan memilih doktrin yang paling cocok untuk dirinya, bro…

IMO, memilah dan memilih doktrin memang membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama.

BTW, semoga TS tidak terjebak dengan judul trit yang telah dibuatnya…

ngapain sih milah2

di tempat dimana TS bertobat ya disitulah Tuhan tempatkan TS
kecuali kalau TSnya percaya itu bukan rencana Tuhan

Sepakat dgn yg ini, memang harusnya tidak masalah. Namanya aja keyakinan/kepercayaan.
Orang mulai ribut saat mulai membawa “kebenaran” dalam argumennya ;D

Nah itu, kalau seseorang pakai kacamatanya sendiri dan mulai menuding orang lain salah lihat, itu sudah tanda tanda ada yang salah dengan cara pandangnya.

:coolsmiley:

Penghakiman terachir , ketika Tuhan Yesus menghakimi bukanlh melihat apakah manusia ini beragama.

Yang dinilai adalah apakah pengikut Kristus.

Kisah Para Rasul 11
11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Kristen berarti pengikut Kristus, murid murid Kristus.

Yang benar adalah ornag orang yang telah menyerahkan dirinya dan menaklukkan dirinya pada kebenaran Allah.

Bukan Katolik, Protestan, pentakosta advent dll yang menyelamatkan manusia.

Tetapi orang orang yang mendapat panggilan PERTOBATAN dan menyerahkan dirinya pada Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat.

Betul sekali sis, jadi bagi orang Protestan hiduplah sesuai dengan ajaran Protestan, orang Katolik hiduplah sesuai ajaran Katolik, begitu pula orang Pantekosta hiduplah sesuai ajaran Pantekosta. Karena melalui ajaran ajaran yang telah diterimanya akan membimbing ybs kepada Jesus Kristus.

Prinsip saya adalah saya akan mempelajari dari bapa bapa Gereja yang Tuhan pakai, siapapun yang sesuai dengan ALKITAB.

Dan semua itu harus berdasarkan Alkitab.

Saya lebih terbuka pikirannya, tidak mau terbatas, hanya terbatas dan terkungkung oleh ALKITAB.

Kalau tidak ada dasar Alkitab, tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Alkitab yang sama, ayat yang sama, bisa memiliki pengertian berbeda jika dilihat dengan cara pandang Katolik, Protestan, Orthodox ataupun Pntekosta, sis.

Jika perbedaan cara pandang itu kemudian diclaim sebagai kebenaran mutlak, maka bukan lagi ALkitab yang jadi panutan, tetapi justru carapandangnya.