Jakarta Revival Centre (Menara Doa Jakarta)

Menara Jakarta

Menara Jakarta adalah sebuah menara baru yang akan dibangun di ibu kota Jakarta, Indonesia, di area Bandar Baru Kemayoran. Menara ini setinggi 558 meter dan direncanakan akan selesai pada tahun 2010 atau 2011. Pada saat selesainya pembangunan, gedung ini akan masuk kedalam jajaran gedung-gedung tertinggi di dunia.

Sejarah dan pembangunan saat ini

Menara Jakarta merupakan proyek besar yang dimulai pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang digagas sejak tahun 1995. Menara ini dimaksudkan untuk menjadi salah satu gedung tertinggi di dunia.

Sayembara desain (1996-1997)

Pembangunan menara itu pada awalnya dikembangkan oleh trio usahawan besar, yakni Sudwikatmono, Prajogo Pangestu, dan Henry Pribadi, melalui PT Indocitra Graha Bawana. Biayanya diperkirakan sekitar 400 juta dollar AS (waktu itu masih sekitar Rp 900 miliar).

Semula, Menara Jakarta akan dibangun di area Kuningan, tetapi Soerjadi Soedirdja, Gubernur DKI Jakarta waktu itu, tidak setuju, dan mengusulkan untuk membangunnya di daerah Kemayoran yang pertumbuhannya masih sulit.

Perusahaan-perusahaan desain arsitektur kaliber internasional diundang berpartisipasi dalam sebuah sayembara desain arsitektur untuk gedung tersebut. Ketentuan sayembara tersebut adalah bahwa gedung tersebut harus mengandung lambang Trilogi Pembangunan, Pancasila, dan 17 Agustus (hari kemerdekaan Republik Indonesia). Desain dan maket menara itu diperlihatkan kepada Mensesneg (waktu itu) Moerdiono selaku Ketua Badan Pengelola dan Pengembangan Bandar Baru Kemayoran di Sekretariat Negara.

Pada tahun 1996, Sayembara tersebut dimenangkan oleh Murphi/Iohn dari Amerika Serikat. Hanya saja, karena desain ini terlalu mahal untuk dikembangkan, maka pemerintah memilih desain dari pemenang kedua yakni East Chine Architecture Design & Research Institute (ECADI), yang juga membangun Shanghai Oriental Pearl Tower di China. Desain ECADI ini dipilih karena para juri menganggap desainnya sederhana dan masih bernuansa Asia.

Peresmian pembangunan dilakukan pada tahun 1997 oleh Gubernur Jakarta Soerjadi Soedirdja dan Mensesneg Moerdiono setelah disetujui oleh Presiden Soeharto di Bina Graha, Jakarta. Presiden Soeharto mengusulkan agar nama Menara Jakarta diganti menjadi Menara Trilogi.

Pembangunan Menara Trilogi mulai dilaksanakan tahun 1997. Karena anggaran membesar, pengembang mulai mencari suntikan dana dari investor asing. Total dana yang dibutuhkan menjadi sekitar 560 juta dollar AS (waktu itu sekitar Rp 1,2 triliun). Pihak asing ditargetkan memiliki sebagian saham dan sebagian lagi dimiliki pengembang dalam negeri.

Krisis ekonomi (1997)

Ketika terjadi krisis ekonomi di Asia pada tahun 1997, industri properti Indonesia pun jatuh sehingga banyak sekali proyek konstruksi yang ditunda maupun dibatalkan, termasuk Menara Trilogi. Dengan dihentikannya pembangunan Menara ini, beton-beton yang sudah ditanam dibiarkan mangkak dan area tersebut menjadi genangan air yang luas.

Kelanjutan proyek Menara Jakarta (2003 hingga sekarang)

Setelah perekonomian Indonesia mulai bangkit kembali, Pemerintah Jakarta tetap akan meneruskan pembangunan Menara tersebut dengan kembali menyebut nama Menara Jakarta. Menara Jakarta pun dilanjutkan pada tahun 2003 melalui sebuah konsorsium baru, yakni PT Persada Japa Pamudja (PJP) yang terdiri dari para pengusaha besar nasional.

Peresmian pembangunan menara yang diproyeksikan menjadi menara tertinggi di dunia itu dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Bambang Kesowo dan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada tanggal 15 April 2004.

Menurut Presiden Komisaris PT Prasada Japa Pamudja (pengembang sekarang dari Menara Jakarta), yakni Abraham Alex Tanuseputra, Menara ini akan menjadi proyek besar dan merupakan eksistensi untuk menunjukkan kemampuan dan peradaban bangsa Indonesia guna mampu sejajar dengan bangsa lainnya di dunia, serta dibangun oleh putra putri bangsa Indonesia.

Pembangunan menara akan terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama pembangunan ruang podium 17 lantai yang direncanakan selesai pada tahun 2008/2009. Bagian kedua adalah pembangunan tower yang diprediksikan akan selesai pada tahun 2010-2011.

Visi pembangunan

Direktur Proyek Menara Jakarta, Roesdiman Soegiarso mengatakan, visi pembangunan Menara Jakarta adalah “Sentra Gaya Hidup”.

Menurutnya, “Sentra Gaya Hidup” merupakan impian dan konsep Menara Jakarta yang mengedepankan sebagai tempat yang memberi semangat hidup, pengembangan dan pusat teknologi, hiburan, pendidikan pariwisata dan perdagangan untuk menghadapi abad ke-21.

Dimensi menara

Menara Jakarta akan dibangun di area seluas 306.810 meter persegi. Gedungnya sendiri akan seluas 40.550 meter persegi dengan tinggi 558 meter.

Seperti desain awalnya pada tahun 1997, dalam pembangunan yang baru ini, menara tetap memiliki tiga kaki yang akan menjulang hingga ketinggian 500 meter. Masing-masing kaki berbentuk silinder, berdiameter 13,2 meter. Dua di antaranya berisi masing-masing tiga lift dengan kecepatan 7 meter per detik. Kaki ketiga berisi delapan lift khusus untuk pengunjung. Pada gedung ini terdapat 10 unit elevator/lift.

Selain itu, pada bagian bawahnya, menara itu diikat lagi dengan cincin beton berdiameter 40 meter dengan tinggi 15 meter. Untuk lebih menstabilkannya, menara tertancap dengan fondasi berdiameter 80 meter sampai kedalaman 58 meter di bawah tanah.

Menurut pengembang, Menara Jakarta akan menyerap 20.000 lebih tenaga kerja selama pembangunan, dan lebih dari 40.000 tenaga kerja setelah gedung difungsikan.

Fasilitas

Menara Jakarta rencananya akan dilengkapi dengan fasilitas:

  • Tempat parkir seluas 144.000 meter persegi
  • Gedung podium setinggi 17 lantai.
  • Lift yang mencapai puncak menara
  • Restoran berputar
  • Mal besar
  • Kafe
  • Taman hiburan
  • Museum sejarah Indonesia
  • Hotel
  • Ruang serba guna/konferensi yang bisa menampung sepuluh ribu pengunjung
  • Ruang-ruang perkantoran seluas 8.000 meter persegi
  • Pusat pameran
  • Pusat pendidikan dan pelatihan
  • Pusat multimedia disertai pemancar siaran radio dan televisi
  • Pusat perdagangan dan bisnis
  • Pusat olah raga

Diperkirakan, sebanyak 4-6 juta pengunjung setiap tahunnya akan mengunjungi Menara Jakarta.

Fakta Lainnya

Jika menara itu selesai dikerjakan tahun 2010 atau 2011, dengan ketinggian 558 meter, ia akan menjadi bangunan menara (namun bukan gedung) tertinggi di dunia, mengalahkan ketinggian:

  • Canadian National Tower (553 meter), Toronto, Kanada
  • Menara Ostankino (540 meter), Moskwa, Rusia
  • Oriental Pearl Tower (468 meter), Shanghai, China, dan
  • Menara Kembar Petronas (452 meter), Kuala Lumpur, Malaysia

Sebagai pembanding, tinggi Tugu Monas Jakarta hanya 137 meter. Dengan demikian, Menara Jakarta akan memiliki tinggi sekitar 4 kali tinggi Tugu Monas.

Setelah melewati seluruh masa pembangunannya, Menara Jakarta akan menjadi gedung tertinggi di belahan bumi bagian selatan. Rekor ini saat ini dipegang oleh gedung residensial Q1 dengan ketinggian 344 meter yang terletak di Surfers Paradise, Gold Coast, Australia.

Biaya

Biaya pembangunan megaproyek ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 1,4 triliun pada awalnya dan membengkak menjadi hampir Rp 2,7 triliun setelah kenaikan harga baja dunia.

Menurut direktur PT Prasada Japa Pamudja, Ferry Sangeroki, pihak-pihak yang terlibat dalam proyek ini adalah “lebih dari seratus perusahaan dan individu”. Ia mengatakan bahwa proyek tersebut dibiayai melalui tiga jalur: partisipasi modal (Rp 400 miliar), pinjaman sindikasi (Rp 600-800 miliar), dan penjualan pra-proyek (sekitar Rp 1,3 triliun).

Kontroversi

Kesenjangan sosial dan ekonomi

Pada tahun 1995-1997, Menara Trilogi menjadi bahan kecaman terutama adalah dana serta fungsi Menara tersebut di tengah kesenjangan sosial dan ekonomi yang masih membentang. Theo Syafei, bekas Pangdam Udayana, mengatakan, “Lebih baik dana sebesar itu digunakan untuk pembangunan kawasan Timur Indonesia.” Karena itu, menara ini mulai dikenal pula dengan sebutan “Menara Kesenjangan”. Koran The Jakarta Post menyebutnya sebagai “tower of indifference” (menara ketidakpedulian). Beberapa anggota DPR menyebutnya proyek “mercusuar”, suatu penamaan terhadap proyek-proyek di zaman Bung Karno yang dianggap (terutama oleh pendukung Orde Baru) sebagai proyek untuk pamer ke dunia luar, tanpa manfaat yang jelas bagi rakyat.

Sudwikatmono sebagai pemilik proyek ini di masa itu, membantah jika menaranya disebut proyek mercusuar. Alasannya, tidak seperti Monas yang dibangun pemerintah, Menara Trilogi ini murni dibuat oleh swasta. Mensesneg Moerdiono menanggapi mengenai kesenjangan sosial yang ironi dengan proyek ini hanya menerangkan manfaat teknis bagi dunia arsitektur, konstruksi, dan dunia penyiaran radio dan televisi. Rencananya, pucuk menara memang bakal dijadikan pacak antena radio dan televisi.

B]Gereja Bethany[/b]

Pada periode pembangunan sekarang (2006-2011), salah satu kontroversi yang cukup mengemuka mengenai Menara Jakarta adalah bahwa Menara ini akan menjadi Christian Center yang didukung oleh Gereja Bethany Indonesia. Pasalnya, Presiden Komisaris pengembang proyek ini, PT Prasada Japa Pamudja adalah Abraham Alex Tanuseputra yang menjabat sebagai Ketua Umum Sinode Gereja Bethany Indonesia. Selain itu, proyek ini sering disebut sebagai Menara Doa Jakarta atau Jakarta Revival Center.

(Source = http://id.wikipedia.org/wiki/Menara_Jakarta)

:mad0261: ini ada hubungannya dengan pembangunan Rumah Doa segala Bangsa (SCCC yang ada di Sentul) milik GBI EX-Bethany pimpinannya pak Nikko NjotoraharDjo ga yah?
Denger2 memang Bethany mau membangun “rumah doa” semacam saingannya SCCC (mungkin mereka ga bermaksud sih tp indikasinya jadi mengarah ke sana) :rolleye0019: weleh

koq pada bersaing ya…takutnya Tuhan Yesus menegur seperti pada Jaman menara Babel :undecided:

:rolleye0014: semoga gosipnya ga benar, btw signaturenya FK itu ambil dr mana? dr foto2 souvenir fk yah ;D

hehehehehee…iya…tapi brembo edit…supaya gambar kukunya hilang nich gbr aslinya :

:cheesy: heheheheh, ada2 aja idenya, btw kan bisa pakai forum code yang dah ada di panel kiri forum :ashamed0004:

Iya sekarang sedang gencar2nya bangun menara doa. Kalo suara Tuhan kenapa bangunnya semua di Jakarta ya? Tapi jika baca artikel dari brembo rasanya duluan pak alex ya?

well ga tau sapa duluan…heheheh… pokoknya intinya NAMA TUHAN yang ditinggikan atau bangunan yang paling kerenkah yang diunggulkan.

Bagi aku Bait suci itu adalah TUbuh endiri…aku akan bangun Bait Suci ini lebih indah daripada apapun di dunia, supaya Tuhan berkenan Tinggal didalam AKU :slight_smile:

aku percaya dengan adanya menara doa jakarta, akan banyak jiwa yang akan diselamatkan :afro:

:afro: GOD IS GOOD :afro:

~GBU~

Pak Alex sempat down pd waktu pembangunan menara, soalnya banyak yg menentang bahkan dr pemuka2 agama kristen sendiri…
makanya pak Alex sempat berhenti…kemudian Tuhan nyuruh pak Alex terus maju…katanya dananya dr Tuhan…
Aq acungin jempol dgn imannya pak Ale’, sm ketika dia membangun Gereja Bethany di Nginden…bangunnya pake iman…
Tujuan pembangunan menara ini bukan untuk kesombongan sprt menara babel…tp untuk mempermuliakan Tuhan.

tambahan YOU TUBE nyahttp://www.youtube.com/watch?v=yq2L75Y9V-A

Jakarta tawer emang lagi terus di bangun???
setau gw itu kabar dah basi dari taon kapan tuh

Design nya sich terserah…
Yang penting ada ruang doanya ~ jadi menara doa donk
wkakaka

Biarlah yang laen bangun gedung yang super wah…
Kita yang ada disini(FK) sama - sama membangun Kerajaan Surga di Bumi.
Tul nggak!!

boleh aja, asal jgn jadi ajang persaingan n jadi sombong,

apa artinya gedung mewah tanpa kehadiran Tuhan di dalam hati kita…?
besar dan megah gedung tdk menentukan kualitas, karena itu hanya dari persekutuan yg erat dgn Tuhan setiap hari… :slight_smile:

no offense :slight_smile:

Pdt.Stephen Tong Dan Gereja Megah Bernilai Milyaran Rupiah

Setelah penantian sekitar 16 tahun, dari mulai bergumul untuk mendapat ijin, gereja yang dipimpin oleh Pdt.Stephen Stong akhirnya meresmikan sebuah gedung gereja katedral Mesias yang sangat megah pada Sabtu (20/9) lalu. Gereja yang berdiri di Kemayoran-Jakarta ini diperkirakan menghabiskan milyaran rupiah dalam pembangunannya.

“Gereja ini tidak disuport oleh siapapun, juga tidak disubsidi oleh pemerintah, bahkan tidak meminjam uang dari bank. Kami hanya mengumumkan melalui mimbar bahwa jemaat kita sudah banyak dan perlu membangun sebuah gereja. Hal ini diumumkan mulai tahun 1992. Setelah belasan tahun menunggu ijin, akhirnya tiga tahun lalu dengan ijin yang resmi kami mulai membangun,” demikian penjelasan Pdt.Stephen tong kepada stasiun radio Deutsche Welle.

Rencana awalnya gedung gereja ini akan dibangun disebidang tanah di Cempaka Putih, namun berdasarkan masukan dari pemuka agama Islam setempat mereka mengusulkan untuk dibangun di daerah Kemayoran. Maka berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak pemuka agama, akhirnya tiga tahun lalu gereja yang dipimpin oleh Pdt.Stephen Tong mengantongi ijin pembangunan gereja dari wakil Gubernur DKI Jakarta atas gereja yang berdiri didaerah Kemayoran tersebut.

Gereja ini uniknya dibangun dibelakang sebuah masjid. Pada masa-masa pembangunannya, gereja katedral Mesias ini tidaklah berjalan semulus kelihatannya, sempat terjadi provokasi oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab yang dipercayai oleh Pdt.Stephen bukanlah dari pihak masjid sebelah, namun masalah ini dapat dijembatani dengan dialog antar pemuka agama sehingga akhirnya gereja ini tetap dapat terus dibangun.

Di Indonesia bukanlah hal asing jika sebuah gereja diganggu, ditutup, atau bahkan dibakar, namun berdirinya gereja katedral Mesias ini bersanding dengan tempat ibadah lain adalah sebuah kemajuan dalam kerukunan beragama.

Hal inilah yang disampaikan Pdt.Stephen Tong tentang kerukunan beragama,“Dulu jaman Bung Karno, paling hanya 1 atau 2 gereja yang dibakar. Namun dalam 15 tahun terakhir ini ada sekitar 1000 gereja yang dibakar dan dirusak. Dan saya sangat menyesal karena pelakunya tidak pernah terdengar atau tidak sering kita ketahui sampai diproses ke pengadilan. Saya mengharapkan ada perubahan dan kemajuan dalam hal toleransi di Indonesia. Saya percaya bahwa sebagaian besar orang Indonesia baik sekali, meskipun beragama Islam, dan ada juga orang Kristen Indonesia yang memiliki kelemahan. Hanya ada segelintir orang yang bersifat provokator atau pengacau. Saya harapkan orang Kristen intropeksi (jika mengalami tekanan - Red). Baik masjid maupun gereja berdasarkan prosedur harus memiliki ijin untuk mendirikannya. Tetapi jika ada kesulitan dan ada orang yang tidak suka, itu hal lumrah. Tetapi saya harapkan masyarakat makin mengerti apa itu bhineka tungal ika, apa itu kebebasan beragama, apa namanya hak azasi manusia, apa artinya toleransi. Hal inilah yang saat ini sedang kami perjuangkan.”

Hal inilah yang diperjuangkan oleh Pdt.Stephen Tong ketika mendirikan Reformed Center for Religion and Society (Reformed CRS) atau Pusat Pengkajian Reformed bagi Agama dan Masyarakat. Hal ini dilakukan dalam bentuk dialog antar agama dan juga pengkajian peran agama dalam berbagai aspek kehidupan sosial.

Tujuan pendirian gereja yang megah dengan kapasitas 4000 jemaat di tanah seluar 3000 meter persegi ini menurut Pdt.Stephen Tong bukanlah karena kesombongan, arogansi, atau menunjukkan bahwa gereja memiliki uang banyak, tetapi karena memang kebutuhan dengan banyaknya jemaat saat ini.

"Jakarta lebih dari 8% penduduknya adalah umat Kristiani. Dari 13,62 juta menurut statistik tahun lalu, maka sekitar 1,5 juta itu orang Kristen. Untuk 1 juta orang Kristen maka jika 1 gedung gereja itu 4000 lebih orang ini tidak besar. Sama seperti orang Kristen tidak boleh marah jika Masjid Istiqlal begitu besar, karena memang orang Islam begitu banyak. Kita tidak boleh tutup mata, dan harus menerima fakta. Jika Masjid Istiqlal begitu besar, orang Kristen harus senang. Demikian juga kalau ada gereja yang perlu gedung hanya dengan kapasitas 4000 orang saja, Islam harus mau mengerti. Itulah caranya membikin bangsa ini maju,"demikian Pdt.Stephen Tong menutup wawancaranya dengan Deutsche Welle.

Satu lagi gereja megah…

Seiring dengan perjalanan kita bersama untuk melihat satu per satu penggenapan dari mimpi yang Tuhan berikan kepada kita, tanpa kita sadari Tuhan sedang melakukan sesuatu yang besar bagi kita, bahkan lebih besar dibandingkan gambaran yang kita lihat sekarang ini. Dari waktu ke waktu, Tuhan secara progresif membawa kita ke tingkatan yang lebih tinggi lagi di mana Dia terus menarik kita untuk mempercayai-Nya untuk hal-hal yang lebih besar lagi. Saya sungguh bergairah dengan potensi-potensi yang ada dan memposisikan diri kami dalam pengharapan yang besar. Melalui proyek pembangunan The Kuningan Place saya percaya akan bangkit generasi-generasi pemimpin muda yang akan membawa dampak di kota-kota di seluruh Indonesia dan juga bagi bangsa-bangsa di seluruh dunia. Bersama-sama, bergandengan tangan, kita mewujudkan hal ini - karena bersama dengan Dia, kita dapat memiliki tanah yang dijanjikan-Nya itu. Kuningan Place adalah tempat untuk mewujudkannya. Kami menghargai kemitraan Anda.

Ps. Indri Gautama"

Demikianlah pernyataan gembala dari Gereja Generasi Apostolik, Ibu Indri Gautama yang dikutip dari website Maria Magdalena Ministry. Seorang hamba Tuhan wanita yang sangat brilliant. Sebuah gagasan yang sangat original tentang pendirian sebuah apartemen di jantung ibukota yang representative untuk kehidupan yang memuliakan Tuhan bagi para penghuninya.

Sampai dengan bulan Juni 2007, proses pembangunan The Kuningan Place terus mengalami kemajuan. Sejak tahap awal pelaksanaan Ground Breaking di awal januari tahun ini sampai dengan tanggal 19 februari 2007 pelaksanaan pekerjaan bore piling atau penanaman tiang pancang juga telah berjalan tepat sesuai dengan rencana.

Dalam proses pekerjaan bore piling yang telah dikerjakan selama bulan April yang lalu, pihak manajemen konstruksi yang menangani proyek pembangunan The Kuningan Place juga telah menyelesaikan dua tahap pengujian tarik untuk menguji 173 titik secara keseluruhan, yang masing-masing titiknya mempunyai kedalaman ± 28 meter.

Dua tahap pengujian dilakukan tanggal 11 &18 April, proses pengujiannya yaitu dengan menggunakan beban puncak seberat 440 ton untuk menguji bore pile yang fungsinya adalah sebagai penahan dari ‘up lift’ tanah. Dan setelah melewati pengawasan yang ketat dari manajemen konstruksi pada setiap tahapannya, akhirnya proses keseluruhan dari pengerjaan bore piling telah selesai pada tanggal 5 April 2007.

Perkembangan selanjutnya yaitu pada sekitar akhir Mei lalu, telah terpilihnya PT.Multikon sebagai kontraktor utama yang akan menangani proyek pembangunan apartemen The Kuningan Place.

Multikon telah menangani sejumlah proyek besar di jakarta seperti Wisma BCA Slipi, Mall Sumarrecon, Serpong dan juga beberapa Hotel di jakarta.

Pada bulan Juni, pembangunan berada pada tahap pembuatan pagar untuk pembatas proyek dan juga penggalian untuk pekerjaan pondasi rough. Selain itu juga sedang dilakukan pembangunan direksi kit untuk kantor Multikon (maincont) dan kantor kontraktor lainnya yang diperkirakan selesai pada pertengahan Juni 2007.

SATU LAGI … benarkah ini semua dari Tuhan???

Kehendak Tuhan susah ditebak. Jaman dulu Tuhan lahir ditempat sederhana, Dia lahir dari keluarga miskin. Seandainya ada seorang yang lahir dari keluarga tukang becak dari perkampunang kumuh dan miskin di bekasi, lalu mengaku sebagai Tuhan, Raja segala raja, mengajar di taman2 kota Jakarta, kira2 bagaimana reaksi kita. Percayakah kita. Kita mesti percaya bukan dari Wah/Kemewahan yang dibawa oleh anak tukang becak ini, tapi ajaran dan tanda2 yang dimiliki yang menjadi patokan kita.

Orang2 yang sombong dan tinggi hati tentu akan segera merendahkan anak tukang becak ini dan menghinanya.

Jaman Tuhan Yesus datang, dia juga dihina oleh banyak petinggi2 yahudi. Saya tidak tahu kenapa Tuhan memilih lahir dari keluarga miskin. Kenapa tidak memilih lahir dari Raja Herodes, sehingga lebih mudah diterima oleh kalangan atas.

Barangkali Tuhan mau menyaring keluarga miskin dipakainya sebagai filter/saringan supaya hanya orang yang rendah hati saja yang berhasil lolos dari saringan ini.
Porus saringan dibuat kecil sehingga orang2 yang besar kepala/sombong tidak bisa lolos melalui lubang saringan itu.

http://tellstories.co.cc tempat untuk share atau bersaksi kasih Yesus

Ternyata, proyeknya sudah berhenti.