jalan Tuhan Yesus, singkirkan adat !!!

Masa pacaran, pertunangan, dan akhirnya ke pernikahan adalah suatu jalan kebahagiaan.
namun dalam perjalanan itu seringkali menemukan rintangan adat keluarga.

apakah kita sebagai orang KRISTEN mengikuti nya, akhirnya tidak di jalan TUHAN YESUS.
atau kita TAAT pada ajaran TUHAN YESUS tetapi orang tua selaku kepala keluarga kita menentang…

SHIO, HARI BAIK, SUKU…
semua di ajaran KRSITEN tidak ada !!!

ikuti JALAN TUHAN dan semuanya akan HIDUP DAMAI SEJAHTERA

Coba baca lagi Alkitab anda, bro. Memangnya pernikahan di depan pendeta baru sah, bahkan pacaran, itu sesuai dengan ajaran Kristen? Supaya lebih gampang, coba aja baca lagi gimana Ishak mendapatkan Ribka. Ngga pake pacaran, bro, n ngga pake pendeta. Hubungan seks = pernikahan.

Baca juga ceritanya si Yakub. Apa dia sempet pacaran ama Rachel selama 7 tahun pertama membanting tulang bagi si mertua? Tidak ada, bro.

Jadi kalo dibilang segala hari baik, suku dan yang lainnya bukan ajaran Kristen, emang benar. Tapi ajaran Kristen juga menetapkan kalo orangtualah yang berhak menentukan pasangan hidup anak. Gimana?

kaloorang tua percaya shio, hari baik dan dll…??? gimana ? percaya ortu jalan ortu itu atao percaya jalan Tuhan Yesus…

terus pernikahan sah didepan siapa?

Bro, pernikahan itu adalah sekali untuk selamanya. Orang tua juga mengingini yang terbaik untuk anak anaknya. Maka, adalah baik jika anda mengalah untuk yang tidak terlalu prinsip.

Sebutlah, kalau orang tua masih percaya hari baik, sementara bagi anda semua hari adalah baik. Maka mengikuti orang tua juga berarti hari baik, kan? Jadi, ikuti saja.

Kalau masalah shio dan suku, bukankah sudah terlanjur (terlambat) sementara hari perkawinan sudah diatur? Kalau belum, dan baru dalam taraf pacaran saja. Maka dengarkan dulu apa yang orang tua sampaikan. Shio tidak ada hubungannya degan kepercayaan kita, jadi lupakan saja, cuma, shio itu berhubungan dengan usia, coba dipertimbangkan apakah keberatan atas usia berakibat jangka panjang atau tidak.

Sementara kalau suku, tidak ada urusannya dengan ajaran Kristen, tetapi, karena pernikahan itu bukan hanya antar dua manusia, tetapi dua keluarga besar, maka suku sedikit banyak pastilah ada hubungannya. Bisakah kedua suku yang sebelumnya tidak saling kenal dan berinteraksi kemudian menjadi satu keluarga besar? Masalah dalam perkawinan pasti ada bagi dua manusia yang dibesarkan dengan cara yang berbeda, apalagi dengan dua adat istiadat suku yang berbeda, pastilah lebih dibutuhkan toleransi lebih besar lagi.

Tetapi, kalau pada akhirnya anda berdua sepakat untuk lanjut, maka lanjutkan, karena orang tua juga akan ragu ragu kalau anaknya ragu ragu, tetapi orang tua bisa meretui kalau anaknya sudah mandiri, dan mampu mengambil keputusan.

Jadi, selamat membina keluarga bahagia.

Syalom

Jiah, bro, segala yg anda katakan itu kan sudah saya sebutkan kalo bukan ajaran Kristen. Apakah anda akan mengikuti orangtua anda atau mengikuti Yehushua, itu sepenuhnya keputusan anda dan saya tidak bersedia melibatkan diri dalam hal itu. Tujuan saya hanya melengkapi postingan anda karena kebanyakan orang mengira bahwa “berpacaran” dengan sesama orang percaya itu sudah sesuai dengan FirmanNya.

Kalau anda tanya saya sendiri bagaimana, dari dulu saya udah berontak, bro. Secara Yehushua tidak menghendaki kita menghormati mayat dengan manggut-manggut, apalagi sujud, di depan peti mati, saya sudah dikeroyok habis-habisan sama keluarga besar karena tidak sudi manggut-manggut apalagi sujud di depan peti mati kakek tercinta.

Kalau pun isteri saya sekarang merupakan pilihan saya sendiri, bukannya saya menolak pilihan orangtua. Orangtua saya cuma melihat harta (biar pun saya yang cowok) hingga YHWH menentang perjodohan itu dengan membuat cewek-cewek pilihan orangtua saya tidak mau menikah dengan saya.

Tapi, saya ulangi lagi, bro, itu pilihan saya. Dan saya tidak menganjurkan anda mengikuti atau pun tidak mengikuti apa yang sudah saya lakukan. Anda sendiri yang harus mengambil keputusan untuk itu. Hanya saja kalau boleh menyarankan, anda renungkan lagi anda ingin menyenangkan hati siapa?

Di sisi lain, saya cuma ingin menunjukkan kenapa seks pra-nikah itu dilarang karena sebenarnya tidak ada yang namanya seks “pra-nikah.” Dalam Alkitab jelas tertulis bahwa seks = nikah.

anda benar,
dalam Tuhan tidak ada hari yang tidak baik. . .
semua hari baik adanya. . .

mengenai tradisi, adat budaya yang masih di anut oleh orang tua, tidak bisa anda menghadapi dengan cara frontal.

mengenai pernikahan, ALLAH YANG MERENCANAKAN keluarga dan ALLAH memberkati,

Kej. 1 : 27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

Kej. 2 : 18 18 ¶ TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.”

Mungkin yang dimaksud adalah shio ini cocok dengan shio itu, shio ini tidak berjodoh dengan shio itu, dst, yang berpengaruh terhadap restu orangtua.

Salam

Betul sekali bro. dan yang biasanya jadi sebab karena terjadi selisih usia itu sendiri, misalnya shio A dan shio D dianggap tidak cocok, itu karena terjadinya selisih usia tertentu. Jadi sebenarnya sih yang dipermasalahkan selisih usianya.

Bahkan kalau ngga salah ada lagi batasan dimana anak keberapa tidak boleh punya pasangan dari anak ke berapa, dst.

Hal hal yang tidak ada hubungannya dengan Kekristenan pastinya, tetapi mungkin berhubungan dengan kebiasaan adat.

Syalom

jaman skrng aja gereja dijadikan alat legitimasi oleh orang2 yg hidup dlm dosa perzinahan(khususnya seks pra nikah),ibarat deterjen buat bersihin baju kotor.gereja sudah tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Jadi inget masa muda dulu, secara beda umur sama isteri 9 tahun, ada om yang bilang ngga boleh. “Ntar yg ngga kuat mati duluan,” katanya.

Kita jawab, “Ya kalo mati bareng namanya bunuh diri, om.”

Eh, si om nyahut, “Dasar ponakan setan!!!” tanpa inget kalo gitu sapa yg setan hehehehehe

contohnya: shio kee ngga cocok ama shio bak, sebab rasanya jadi ngga keruan biar pun sama-sama shio.

Percaya Yesus aja. :afro:

jangan yang lain

Pastor, pendeta, gembala, ngomong apapun cuekin aja ya, ngga usah didengerin, begitukah?

Intinya semua hari Baik…
semua dimata Tuhan Yesus sama…

itu aja yg saya pegang…
lain dari itu

shio , hari baik dll… masuk kanan keluar kiri

Jalan Tuhan Yesus, Landasan ajaran Tuhan Yesus,
Ikuti Perintahnya, Jauhi Larangannya.

Dilarang nyembah ya dilarang, dilarang pegang hio ya dilarang…
pokoknya ikuti ajarannya, jauhi larangannya…

Kalo bener2 percaya Yesus ndak bakal ndak ndengerin Pendeta, ortu kq bruce…tetep ndengerin cuman perlu komunikasi yang baik :afro:

konsep yang bagus :afro:

semua yang baik sesuai dengan FIRMAN TUHAN

hahaha…kesimpulan yang maju sekali sobat bruce…hehe…
mungkin maksudnya bukan begitu, coba tanyakan lagi kepada sobat jannet :coolsmiley: