Jalan yang terbaik

Pernahkah saudara seiman merasa tidak ada orang yang mendengar, menanggapi, dan tau akan apa yang dirasakan. Serasa semua diam dan tidak peduli?
Saya harus gimana dan kemana lagi dengan hal ini semua…

Belum lagi masalah yang sedang dihadapi belum selesai, datang maslah lagi.
Saya ada omong ma suami, dengan bilang " Kok sekarang Koko tidah pernah membicarakan mengenai masa depan keluarga kita ?". jawabnya cuma “Khan Tuhan yang punya masa depan untuk kita”, aku jawab lagi " Tapi khan kita harus berusaha semampu kita". Eh dia tidak komen ataupun menanggapi dan tidak membahas lagi. Maksudku dengan omong gitu, kita akan membicarakan keadaan perekonomian keluarga kita saat ini dan membicarakan hal-hal / langkah langkah mengatasinya gimana gitu. Atau ide-ide apa gitu. Eh malahan tidak ada tanggapan apapun. Sudah 2 bulan ini dia ngembangkan ayam hutan yaitu dari kuthuk-dewasa (yang sekarang baru umur 1.5 bln) dan baru bisa jual kalau sdh setaunan lebih. Disamping itu kita memang part time jual beli mobil kecil kecilan tapi sudah hampir setaun ini sulit banget, sekarang kosong. Aku mikir, sambil ngembangin ayam hutan dan nunggu sampai dewasa, dia khan isa kerja lainnya untuk dapat penghasilan.

Sebagai kristian, kita tau bahwa masa depan ada di tangan Tuhan, tapi ndak mungkin khan kalau masa depan itu datang gitu aja.

Kemarin mengenai adik kandungku yang uangnya aku pakai ma suami, beritau kalau dia ma suaminya mau cerai dan butuh uang. Dia minta pada saya. Sebagai kakak, aku merasa terbeban banget. Pengen membantu tapi belum ada uang dan suamipun tidak peduli. Tambah ortuku yang sampai mengintimidasiku dengan bilang “Kamu ya, kok tega-teganya sama keluarga kandungmu sendiri, dulu waktu kamu btuh uang, adikmu bantu, kok sekarang kamu malahan gitu”. Suami bilang, lha gimana, kita emang ndak ada uang untuk membayar adikmu". Aku takut mau pinjam-pinjam. (Dulu pinjam uang adikku karena terpaksa banget).
Aku bingung sekarang apa yang seharusnya aku lakukan. Ku cuma pasrah ma Tuhan… Aku sedih banget karena sama ortu (keluarga) kandungku sendiri yang jadi benci ma aku. Mohon doanya ya teman-teman… Moga aja ku dapat kuat untuk menghadapi ini walau sekarang tak tau harus berbuat apa…

Mungkinkah segi umur mempengaruhi pandangan hidup dan tujuan hidup seseorang? saya 29 (mau 30) sedang suami 37.

agak rumit juga sist melihat kondisi spt itu

jangan pernah menyerah ya sist, setiap masalah pasti ada jalan keluarnya
tetap percaya pada pertolongan Tuhan sist dan jangan sampai kita melupakan Tuhan walau dalam situasi apapun

untuk usaha yang sist udah jalankan, tetap lanjutkan aja sist
sambil tetap berharap pada pertolongan Tuhan

yang saya tahu Tuhan pasti akan memberikan pertolongan tepat pada waktunya

Kemarin mengenai adik kandungku yang uangnya aku pakai ma suami, [b]beritau kalau dia ma suaminya mau cerai dan butuh uang[/b]. Dia minta pada saya. Sebagai kakak, aku merasa terbeban banget. Pengen membantu tapi belum ada uang dan suamipun tidak peduli.

kira2 klo sist punya uang sekarang, lalu mengembalikan uang itu pada adik sist apa yang terjadi?

adik sist itu akan lebih cerai bukan :slight_smile:

kaenya posisi sist sekarang ini malah ada gunanya juga klo dipikir2
so serahkah sepenuhnya semuanya kpd Tuhan ya sist :slight_smile:

Tuhan Yesus memberkati :slight_smile:

Sallom…saya ada permasalahan yang saya anggap amat berat,saya sudah menikah,kami sudah dikaruniai 1 orang anak,hubungan saya dg suami baik2 saja.tapi ternyata suami saya melakukan perzinahan dg wanita lain…tapi di sisi lain suami saya tidak mau kehilangan kami…di sisi lain keluarga saya menyarankan agar saya meninggalkan suami saya…tapi dalam hati saya saya tetap percaya bahwa tuhan pasti akan mengubahkan suami saya,menurut saudara2 apa yang harus saya lakukan?

ngga lah … umur segitu mah umum…hanya tingkat kedewasaan seseorang dlm ngadepi masalah memang beda.
dan siapa tau… keliatan suami crafetha ngga beri tanggapan ttp diem diem juga mikir jalan keluarnya.

Berdoa , jangan putus asa …
Kuasa doa itu dasyat kalo di doakan dengan iman dalam Yesus.

Bentuk mezbah keluarga … ajak suami berdoa, mencari wajah Tuhan …sbb 2 atawa 3 orang berseru dalam nama Yesus…disitu Tuhan hadir …menyatakan kuasaNYA

@marry
klo gak suka suka ma saran saya , , tolong dimaafkan

  1. tetaplah berdoa pada Tuhan & yakin bahwa Tuhan sanggup pulihkan keadaan sis
  2. berusahalah slalu dekat dngan sudara seiman ,dan saya yakin mereka akan membantu sis dngn menguatkan sis untuk hadapi masalah ini &minta slalu dukungan doa
  3. selagi bisa , masalah ini lebih baik dibicarakan sis bersama suaminya , & coba hadapi dngan kelembutan , senyum sedikit sklipun terasa berat, ,ambil kputusan yang terbaik ,
    jika memang harus mengampuni itu sudah wajib,
    keputusan paling utama ada pada sis & suami bukan ditangan keluaraga artinya keluarga hanya bersifat pasif , yng harus aktif adalah sis dan suami…

Tuhan berkati

@crafeta
sist saya juga uda pernah mengalami hal ini, usaha bangkrut , utang banyak , keluarga pada masalah … tetapi dngan kekuatan dari Tuhan ,saya slalu terima msalah ini dngan brlapang dada, apapun perkataan dari keluarga saya slalu hargai tidak tergantung baik atau tidaknya dan saya jujur tidak bisa ceritakan dngn panjang lebar bagaimana saya bisa dipulihkan,
sist jangan putus asa , ingat ada Tuhan menyertai kita , yang sanggup pulihkan keadaan kita , terkadang Doa kita ngak dijawabNya , disanalah kita butuh yang namanya keyakinan,

OKY, kita akan slalu bantu dngan doa

Tuhan berkati

@jumaga
sallom…namun permasalahanya keluarga saya dan suami saya sudah memutuskan agar kami berpisah tanpa memikirkan pendapat kami…dan kini permasalahanya suami saya pergi meninggalakan rumah karena menghindari wanita itu,namun kini saya dalam keadaan mengandung…dan saya vingung sekali harus melakukan apa,pihak suami saya meminta agar saya menggugurkan kandungan ini…tapi saya bingung karna saya tau aborsi adl perbuatan dosa

hmm…agak rumit memang ya sist

tapikeputusan tetap ada di pada @marry
keputusan berpisah, menggugurkan kandungan dll, tanpa dipengaruhi yang lain

maksud saya begini @marry
sist tidak bisa memaksakan supaya suami ngak meninggalkan sist dengan alasan dikejar2 wanita itu, dan sist juga gak bisa memaksa keluarga suami untuk mau menerima anak yang dikandungan @marry

hanya sist yang bisa meyelamatkan pernikahan sist sendiri dan anak yang dikandung itu
( dan anak yang dikandung itu berhak untuk hidup sist :slight_smile: )

perkara suami meninggalkan sist dengan alasan apapun itu bukan merupakan kesalahan sist jika sist memang niat untuk mempertahankan bahtera pernikahan

1Kor 7:10-11
10 Kepada orang-orang yang telah kawin aku—tidak, bukan aku, tetapi Tuhan—perintahkan, supaya seorang isteri tidak boleh menceraikan suaminya.
11 Dan jikalau ia bercerai, ia harus tetap hidup tanpa suami atau berdamai dengan suaminya. Dan seorang suami tidak boleh menceraikan isterinya.

jadi tidak ada cerai dalam kamus kita sist, ini FT, perintah Tuhan

nah kasus jika suami sist meninggalkan sist karena alasan2 tertentu, saya harap sudah dirembukkan dulu dan bukan keputusan suami sist sendiri, tapi jika itu keputusannya sendiri, tetap sist…jangan pernah mau

dan biarkanlah juga anak yang sudah diberi Tuhan itu lahir sist, anak adalah titipan Tuhan kepada kita…ada begitu banyak pasutri mendambahkan anak tapi belum diberikan Tuhan sist :)…jadi hargai lah pemberian Tuhan itu

dalam hal ini Tuhan bukan tidak tahu apa yang terjadi, dan Dia juga bukan tinggal diam sist
saya percaya rencana-Nya tidak pernah gagal dan Dia sendiri tidak pernah merencanakan kegagalan kita baik dalam hidup dan kehidupan kita

serahkan sepenuhnya sist kepada Tuhan, dan jangan pernah mau kalah dengan keadaan kita, Tuhan pasti memberikan pertolongan pada kita tepat pada waktunya

Tuhan Yesus memberkati… :slight_smile: