Jaman Instant, umat kristen rupanya cenderung ber-instant juga.

Sekarang ini adalah Jaman Instant, kopi instant, mie instant, segala sesuatu maunya praktis, cepat dan langsung bisa dinikmati.

Akhir-akhir ini rupanya umat kristen cenderung meng-instant-kan Firman Allah yang ada.
Pokoknya percaya kepada Yesus, CUKUP.
Kita pasti selamat. TITIK.

Bertobat,-------Tidak perlu.
Baptisan air,------Tidak perlu.
Baptisan Roh/Api--------Tidak perlu.
Berbuat kasih, --------Tidak perlu.
Disatukan dengan Yesus, ------Tidak perlu.

Ayat yang selalu menjadi pedoman ialah ayat orang jahat yang disalibkan bersama Yesus, karena percaya maka dia diselamatkan.

Apa pendapat dan respond anda sekalian ?

Ok, saya bagi menjadi 5 point:

  1. Bertobat ------ tidak perlu, ini menurut agama tetangga saja sudah tidak benar, anda punya dasar pemikiran dari doktrin yang mana?

  2. Baptisan air ------ tidak perlu, saya melihat masih banyak Gereja yang dibaptis menggunakan air. Terus dasarnya dari mana bro?

  3. Baptisan Roh/Api -------- tidak perlu, masih ada kalau yang ini, buktinya jemaat Gereja Kharismatik masih percaya kok dengan baptisan Roh.

  4. Berbuat kasih -------- tidak perlu, kalau teori OSAS aleph, perbuatan tidak penting, bukan tidak perlu.

  5. Disatukan dengan Yesus ------ tidak perlu, umat Kristen yang mana nih kalau saya boleh tau.

Salam… :slight_smile:

Semua ini bukan hasil pemikiran saya,
Akan tetapi dasarnya ialah hasil paham dari sdr-sdr kita yang beraneka ragam, yang saya ikuti selama di forum ini.

Justru saya ingin membawa sdr-sdr. seiman disini, betapa pentingnya semua itu, dan jangan ada satupun yang dilewati, maka saya berikan topik: “Hidup didalam Yesus adalah penggenapan hidup umat Israel di padang gurun”.
Dengan topik ini, kalau kita ikuti penggenapannya maka semua itu akan lebih jelas arti dan maknanya, sehingga kita semua akan menyadari betapa pentingnya dan mutlak harus kita lakukan.

Contoh salah satu anggota forum disini yang mempunyai paham, bahwa dengan percaya kepada Yesus sudah cukup. dan tidak perlu tambahan atau perlengkapan apapun yg dilakukan oleh manusia.

Jadi sdr.Rennati kalau mau tanya atas dasar pemikiran atau doktrin yang mana, jangan tanya saya, tanya langsung kepada orang yang mempunyai paham tsb.

anda gak suka dengan yg instant2 ya.

wah anda ketinggalan zaman, gak ngikutin perkembangan dari guru besar anda sendiri

gak perlu percaya spt orang jahat yg disalibkan disebelah Yesuspun kalau menurut guru besar
anda bisa selamat

Di dalam pengenalan akan Tuhan, TIDAK ADA yang instant.
Keselamatan adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia, dimana manusia hanya beriman saja.
Pertobatan, baptisan adalah langkah selanjutnya yang diambil oleh org beriman. Dan untuk pengenalan akan Tuhan harus melalui tahapan-tahapan, di kala masih bayi Kristen diberi minum susu dan setelah beranjak besar diberi makanan keras.
Jika perlu Tuhan memberikan ujian (pencobaan) akan keteguhan iman kita semakin teruji. Tidak ada yang instant (ingat perumpamaan Yesus jika seorg ahli bangunan akan membangun rumah dengan membuat pondasi dulu bukan langsung mendirikan rumah diatas tanah/pasir).
Paulus sendiri tetap diberi duri dalam dagingnya (2 Kor 12:7) agar dia selalu berharap dalam Tuhan

tidak ada yang instant, hanya penangkapan dr mbah yang mungkin berbeda.

Bertobat,-------(tidak mungkin tanpa pertobatan, tetapi pertobatan adalah bukan dari manusia tetapi dari Tuhan yang menyebabkan manusia dapat bertobat. )
Baptisan air,------ (tidak wajib / harus kalau untuk keselamatan, hanya simbol)
Baptisan Roh/Api-------- (ketika percaya, pasti dibaptis dg Roh Kudus / dilahir-barukan)
Berbuat kasih, -------- (bukan syarat keselamatan, tetapi sebagai tanda buah roh dan ucapan syukur
Disatukan dengan Yesus, ------ (ketika benar beriman kepada Yesus, sudah dipersatukan dan diubah secara perlahan oleh ROh Kudus serupa dengan Kristus)

ya itu pendapat yang saya yakini

Ini jenis orang yang sentimen sama Pope dan anti katolik.

Saya tidak menyinggung agama saudara,
Mengapa anda langsung menyerang Pope, yang tidak ada kaitannya dengan topiknya.

Rupanya anda jealous sama katolik, sebab katolik semakin besar dan menyatu.

Anda benar saya setuju.
Pemberitaan di Yoh.3: 16. adalah pemberitaan awal untuk memperkenalkan Yesus bagi orang yang belum atau baru mengenal Yesus.
Kepada orang yang masih baru, ibarat seorang bayi, dia belum bisa mengunyah makanan keras, jadi kita beri air susu.
Selanjutnya masih ada tahap-tahap lain yang masih harus dipenuhi, misalnya dilahirkan kembali dsb.

Benar saya setuju dan sepaham dengan anda.

Akan tetapi tidak semua orang kristen sepaham dengan pendapat kita.

Ini yang saya maksud dengan instant, mau praktis, gampang dan langsung menikmati hasilnya.

Poin 1 dan 4 ngawur om, Tuhan yang kasih iman lalu percaya, instant itu nmanya, berbuat kasih bukan syarat keselamatan tapi harus dilakukan karena ucapan syukur maksudnya apa? Klo mau bahas paham TULIP jangan disini om.

Salam… :smiley:

Jadi ketika seseorang masih ‘bayi’, apakah dia sudah selamat atau harus nunggu bisa makan makanan keras dulu baru selamat?

siapa yg mau bahas tulip di sini, saya cuma njawab pertanyaan mbah koq… ge er…

Poin 1 dan 4 yang om tulis itu TULIP, Tuhan kasih iman, kasihnya kapan? Berbuat kasih bukan syarat keselamatan tetapi ucapan syukur, ga jelas maksudnya apa.

Coba perhatikan postingan si mbah…

Ini kan poin 4 anda, jadi perlengkapan atau tambahan yang dimaksud itu hanya ucapan syukur, bukan syarat keselamatan. Iman saja sudah cukup toh? Coba itu dijelaskan lebih lagi poin 4.

Salam… :slight_smile:

saya hanya menjawab pertanyaan si mbah dan si mbah setuju… kalau anda ga setuju ya gpp…

Quote from: mbah.Sam on Yesterday at 03:08:48 PM

Anda benar saya setuju.
Pemberitaan di Yoh.3: 16. adalah pemberitaan awal untuk memperkenalkan Yesus bagi orang yang belum atau baru mengenal Yesus.
Kepada orang yang masih baru, ibarat seorang bayi, dia belum bisa mengunyah makanan keras, jadi kita beri air susu.
Selanjutnya masih ada tahap-tahap lain yang masih harus dipenuhi, misalnya dilahirkan kembali dsb.

Saya beri contoh,
Misalnya ada orang yang baru pertama kali menghadiri KKR, dan mendengar mengenai Yesus.
Didalam hatinya dia percaya kepada Yesus,
Sayangnya pada waktu pulang dari KKR, dia mengalami kecilakaan dan dia mati.
Saya yakin Yesus akan menyelamatkan dia, sebab dia sudah percaya dan menerima Yesus.

Akan tetapi buat kita, yang masih mempunyai kesempatan, kita tentunya tidak bisa hanya berpegang pada percaya saja, yang berarti kita mau minum air susu terus sampai mati.

Kita harus mengadakan persiapan memenuhi semua perlengkapan Firman yang diminta.

Darimana tarik kesimpulan ini mbah?
Jadi Yoh 3:16 dikasih catatan, “…beroleh hidup kekal dengan catatan begitu percaya langsung mati”? begitu ya…?

Terus kalau yang punya kesempatan tapi masih minum air susu terus sampai mati, selamat gak?

Ya memang saya ga setuju, dan ga pa-pa toh?

Salam… :slight_smile:

Berdasarkan pengalaman hidup sih, tidak mudah kok untuk melaksanakan “percaya pada Kristus”

Selamat atau tidak selamat, saya tidak tahu !

Anda pikir sendiri, untuk apa Tuhan Yesus memberikan Injilnya.
Didalam Injil itu banyak petunjuk-petunjuk yang sudah Yesus berikan, bagaimana caranya supaya bisa sampai kerumah Bapa Nya di sorga.

  1. -Anda hanya mau mengikuti awalnya saja, yaitu : Melalui Yesus, yang berarti hanya percaya Yesus.
    atau
  2. -Mau mengikuti sebagian saja, yaitu: Melalui dan Bersama Yesus.
    atau
  3. -Mau mengikuti lengkap keseluruhannya, yaitu: Melalui, Bersama & Didalam Yesus.

Anda yang punya tubuh, jiwa dan roh;
Dengan pikiran anda pilih sendiri;
Resiko anda tanggung sendiri.