Jangan Membunuh dan Perintah Membunuh

Salam Kenal,
Saat membaca 10 perintah allah, di loh batu yang ke 6, disana tertulis Jangan Membunuh .(titik)
Perintah jangan membunuh dimaksudkan berlaku antar sesama manusia…

Nah yang menarik saat membaca di ayat lain, Allah anda justru memerintahkan untuk membunuh. beriikut beberapa petikan yang saya temukan…
“Maka sekarang bunuhlah semua anak laki-laki di antara anak-anak mereka, dan juga semua perempuan yang pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu bunuh.”
Tetapi semua perawan di antara perempuan yang belum pernah bersetubuh dengan laki-laki haruslah kamu biarkan hidup bagimu."
( Bilangan 31: 17-1)

"Tetapi adapun negeri bangsa-bangsa ini, yang dikaruniakan Tuhan, Allahmu, kepadamu akan bahagian pusaka, janganlah kamu hidupi barang sesuatu isinya akan bernafas;
melainkan hendaklah kamu menumpas sama sekali segala orang Heti dan Amori dan Kanani dan Ferizi dan Hewi dan Yebuzi, seperti firman Tuhan, Allahmu, kepadamu. "( Ulangan 20: 16). ,

“janganlah kamu menurut kehendaknya dan jangan dengar akan katanya, bahkan, jangan hatimu kasihan akan dia dan jangan sayang akan dia dan jangan melindungkan dia, melainkan hendaklah kamu membunuh dia dan pertama-tama tanganmu sendiri melawan akan dia hendak membunuh dia, kemudian tangan segenap bangsa itu.” (ulangan 13 8-9) 5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia z dan bencilah musuhmu. a 5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

15:3 Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.

Pertanyaannya:

  1. Mengapa Allah anda menyuruh manusia membunuh setelah melarang manusia untuk tidak membunuh. Ingat, perintahnya adalah Jangan Membunuh titik, selesai yang artinya berlaku bagi semua manusia, siapa saja mereka…

  2. Kedatangan Yesus adalah menggenapi taurat, menggenapi jika diterjemahkan kedalam bahasa lain adalah menjelaskan arti sesungguhnya taurat itu seperti apa rupanya…salah satu yang digenapi adalah firman allah berikut
    Matius
    5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
    5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Lihat maksud sesungguhnya membenci musuh adalah membenci perbuatan musuh, bukan membenci oknum musuh, lebih lanjut yesus mengajarkan supaya manusia mendoakan yang menjadi musuh mereka…
Itulah arti SEBENARNYA membenci musuh…

Tapi lihat apa yang dilakukan dan diajarkan Allah dalam praktek membenci musuh itu…Manusia diajarkan UNTUK SUNGGUH-2 MEMBENCI MUSUH
Sekali lagi kita tampilkan ayatnya
"janganlah kamu menurut kehendaknya dan jangan dengar akan katanya, bahkan, jangan hatimu kasihan akan dia dan jangan sayang akan dia dan jangan melindungkan dia,

"15:3 Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya.’’

Ini jelas-2 hal yang membingungkan…
Apa yang dimaui allah anda…
Keyakinan anda mengatakan Yesus=Allah
Mengapa ketika menjelaskan arti sesungguhnya membenci musuh, JUSTRU DIA SENDIRI MENYURUH JANGAN ADA BELAS KASIHAN, JANGAN SAYANGI MUSUH…
Silahkan dijawab…

oleh karena anda sudah mengutip alkitab,

silahkan baca

Yoh 14:

5 Kata Tomas kepada-Nya: “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?”
6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”
8 Kata Filipus kepada-Nya: “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami.”
9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri

Mbah…joko sembung, kasi kesempatan rekan yang lain kalo binun …

saya gak bingung

yg saya lihat adalah motifasi pertanyaan anda.

Jika anda teliti, maka ayat bil 31:16 sudah menjawab pertanyaan anda

sekarang silahkan anda kasih petunjuk kpd saya

apa makna Yoh 14, yg saya kutip diatas.

Apa anda terbiasa muter-2 ? Anda sama sekali ngak ngasi clue apalagi jawaban, jadi sekali lagi, kasi other’s the same chance to answer, right ?

bukankah jawaban saya sudah jelas dan langsung pada pertanyaan anda.

bil 31:16

Bukankah perempuan-perempuan ini, atas nasihat Bileam, menjadi sebabnya orang Israel berubah setia terhadap TUHAN dalam hal Peor, sehingga tulah turun ke antara umat TUHAN

atau karena jawaban saya tidak sesuai dgn motifasi anda ?

19 Tetapi kamu ini, berkemahlah tujuh hari lamanya di luar tempat perkemahan; setiap orang yang telah membunuh orang dan setiap orang yang kena kepada orang yang mati terbunuh haruslah menghapus dosa dari dirinya pada hari yang ketiga dan pada hari yang ketujuh, kamu sendiri dan orang-orang tawananmu;

lihatlah, akibat pembunuhan itu, mereka menjadi berdosa.

pembunuhan itu bukan membawa pahala, tetapi pembunuhan itu berakibat pd dosa.

Jadi kalo ada tujuan lain boleh menarik hukum yang torehkan ? Apakah 10 perintah allah sebuah hukum, kebenaran yang boleh dibatalkan sesuka hati ? Boleh ngak konsisten ? Sangat tidak masuk diakal…

Ketika 10 Perintah ALLAH diturunkan, mereka belum mengenal KASIH ALLAH YANG SEJATI yaitu TUHAN YESUS, sama seperti mereka menjatuhkan hukuman mati karena TUHAN YESUS dianggap melanggar 10 Perintah ALLAH. Mungkin dapat membantu ketika St Paulus mengatakan oleh karena Taurat (10 Perintah ALLAH) manusia dibawah kutukan, oleh KASIH SEJATI manusia dibebaskan dari kutukan. Intinya kurang lebih begitu… Tq

Hehehehe, tambah menarik nih, tuhan menyuruh manusia membunuh, membunuh itu dosa dimatanya, lalu tuhan juga yang menyuruh bertobatlah kalian yang sudah membunuh ? HaAaaaaah…kok tambah makin kagak masuk diakal ? Masa tuhan nyuruh manusia berbuat dosa ?

To st yopi :

  1. Yang saya bahasa adalah Sikap Tuhan anda di PL yang sangat aneh, plin plan dengan apa yang disebutnya KEBENARAN…
  2. Coba baca lagi pertanyaan kedua dengan seksama ya bro
  3. Paulus bilang kutuk hukum taurat, mestinya anda mikiiir dan bertanya ? Kapan Bapa mengutuk hukumnya sendiri, dan apa masuk akal tuhan mengutuk omongannya sendiri ? Bah bah bah…

Topik saya kunci karena sudah terjawab.
Untuk TS, sebelum membuat thread baru harap lihat dulu Board Terjawab.
Berapa banyak kalori yang sudah Anda keluarkan untuk membuat topik yang sama? Tentu itu hanya buang-buang tenaga dan waktu.
Mohon maaf pada semua member yang telah berpartisipasi karena topik ini telah membuang waktu dan tenaga Anda. Sampai jumpa di topik menarik lainnya.
Tuhan YESUS memberkati

Maaf momod yth…
Tolong jelaskan masuk akalnya jawaban rekan anda atas pertanyaan saya sehingga anda pun berpikir sudah terjawab

  1. Dimana masuk akalnya tuhan menyuruh membunuh, membunuh dianggap dosa, tidak berpahala, lalu tuhan juga menyuruh manusia yang sudah membunuh atas perintahnya itu, bertobat atas perbuatan yang bukan atas kehendaknya sendiri ?
    Dimana masuk akalnya Tuhan menyuruh manusia berbuat DOSA ?

  2. Dimana masuk akalnya membenci musuh yang dijelaskan yesus (yang dianggap tuhan dalam keyakinan anda) sebagai membenci tindakan dan bukan oknumnya, sementara Tuhan anda sendiri dalam kenyatannya menyuruh manusia membenci bahkan jangan menaruh belas kasihan kepada OKNUM musuh

  3. Dimana bukti Tuhan mengutuk hukum taurat seperti kata paulus seperti yang disampaikan St Yopi dan dimana masuk akalnya Tuhan mengutuk FirmanNya sendiri ?

Terima kasih…

Momod yth.
Saya sama sekali tidak melihat masuk akalnya jawaban saudara jz10 serta saudara st.yopi, Jadi kalo topik ini dihentikan ditengah jalan, sungguh suatu tindakan yang sangat tidak sportif…

Pak Benny,

maksud momod, sudah ada thread yang sama spt thread yang anda buat… dan sudah terjawab.
tinggal cari aja di Forum Terbuka di forum ini.
jd ga perlu buat thread yang sama lagi…

thanks

Coba cari di sini aja:
https://forumkristen.com/index.php?board=77.0

itu board terjawab…
thanks

ooo. I c
Dan Thanks atas info anda um pipieg tjhoa…(susah nulisnya, hehehe)

siip menulis:
Dalam 10 perintah Allah, larangan mbunuh dikontekskan dalam hubungan interaksi sosial sehari-hari.

Di sisi lain, Tuhan mmerintahkan utk mbunuh dalam 2 konteks.

  1. Israel sbg Negara utk mhakimi bangsa lain
  2. Israel sbg pemegang Hukum Allah

Utk memahami pbedaan peran tsb, marilah saya brikan contoh :

  1. Sebagai warga negara kita dilarang membunuh orang lain. Barangsiapa membunuh warga lain, ia akan dhukum sesuai ktentuan hukum yg mngikat khidupan bermasyarakat.

  2. Tp jika saya menjadi bagian dari institusi pemegang hukum, maka saya dbrikan otoritas utk membunuh sesuai dengan kewenangan hukum yg dbrikan. Hakim berhak mjatuhkan hukuman mati, penembak berhak mbunuh terpidana mati, polisi berhak mbunuh penjahat yg melawan.

  3. Jika Indonesia terlibat perang dg bangsa lain, maka sbg bagian dari satuan militer / pejuang militer, maka saya berhak mbunuh atas nama Negara Indonesia spanjang berada dalam kondisi peperangan.


Dalam menghukum suatu bangsa, Tuhan bisa dan berhak mnggunakan tangan bangsa lain. Dmikian jugalah yg dlakukan oleh Israel pd jaman PL.
Tuhan mnggunakan tangan Israel (sbg bangsa) utk mjatuhkan hukuman bahkan pemunahan terhadap bangsa lain karena bangsa lain itu telah jatuh dalam dosa dan kesesatan.
Sbg pemegang Hukum Allah, Israel juga berhak mjatuhkan hukuman mati kpd warga negara yg mlakukan planggaran Hukum.
Tp dalam khidupan sehari-hari di luar konteks di atas, maka larangan mbunuh dberlakukan.

comment:
Sangat menarik apa yang disampaikan saudara siip menggunakan analogi bangsa israel sebagai bangsa terpilih untuk menghukum bangsa yang bersalah…

  1. Nah kalo demikian halnya untuk apa tuhan anda menyuruh bangsa pembunuh terpilih untuk bertobat (menghapus dosa), masih tetap menggangap membunuh itu dosa, padahal itu adalah sebuah misi pembersihan yang mustinya mendapat reward? Dimana masuk akalnya menjalankan perintah tetapi masih menggangap itu dosa yang musti ditahirkan lagi ?
    lihat contoh ayat berikut, peristiwa pentahiran, sesudah musa disuruh tuhan anda untuk membasmi orang-2 midian:

19 Tetapi kamu ini, berkemahlah tujuh hari lamanya di luar tempat perkemahan; setiap orang yang telah membunuh orang dan setiap orang yang kena kepada orang yang mati terbunuh haruslah menghapus dosa dari dirinya pada hari yang ketiga dan pada hari yang ketujuh, kamu sendiri dan orang-orang tawananmu;

  1. Saat tuhan menyebut Jangan Membunuh (dalam hubungan antar sesama manusia), maka perintah itu sangatlah jelas dan tegas, jangan ya jangan, tidak ada tambahan KECUALI atas perintahku…
    BAgaimana mungkin hukum yang begitu jelas dan tegas, masih bisa dilanggarnya sendiri, MENYURUH suatu bangsa yang terdiri dari manusia-2 untuk saling bunuh dengan dengan bangsa lain yang juga terdiri dari manusia-2, jelas ini pelanggaran atas saling bunuh atas sesama manusia, dipihak manapun anda, benar atau salah…

  2. Ketika geisler menyebut:
    "Jika begitu, apakah Tuhan tidak plin-plan?"Tidak, Dia tidak berlaku seenaknya, Dia tidak kejam. Tapi, Lee, saya harus mengatakan sesuatu: tanpa dapat disangkal lagi, Dia adil. Sifat-Nya lah yang menuntut untuk memberikan penghukuman bagi mereka yang tetap berada dalam jalan yang jahat. Dan bukankah seharusnya itu yang Dia lakukan? Bukankah itu yang kita inginkan demi keadilan? Satu kunci yang harus diingat yaitu sepanjang sejarah, bagi mereka yang bertobat dan berbalik kepada-Nya, Allah penuh belas kasih, pengampun, murah hati, dan baik. Pada akhirnya, kita melihat keadilan-Nya.

Masuk akalkah saling bantai membantai yang diperintahkannya, dianggap sebagai keadilan yang berbalut kasih ?
Segitu lemah DAN PLIN PLANKAH seorang tuhan sampai tidak mampu untuk menghukum sendiri bangsa yang bersalah tanpa harus menelan ludah dan mengingat kembali apa yang difirmankan ? JANGAN MEMBUNUH WAHAI MANUSIA…

ini sambungannya…
Silahkan bung khalil dan siip…

Topik saya kunci karena sudah terjawab di Larangan membunuh dan Perintah membunuh.. - Terjawab - ForumKristen.com

Kalau tidak bisa memahami jawabannya, jangan salahkan jawaban tersebut.

Saya mewakili TS meminta maaf pada semua member yang telah membuang waktu dan tenaga dengan berpartisipasi di thread ini.

Tuhan YESUS memberkati