Jangan membunuh vs Membunuh

Akhir akhir ini hal ini selalu terngiang lagi di kepala saya
kenapa di perjanjian lama "umat Tuhan "terkesan diperbolehkan untuk membunuh…co. orang amalek…orang kanaan,dll … padahal pada sepuluh perintah ada tertulis jangan membunuh…
berbeda dengan perjanjian baru dimana Yesus sangat2 berbeda…pedang dan darah tidak pernah digunakan… yang ada adalah kasih… pengampunan…
kalau alasa bahwa bangsa yang “dimusnahkan” akan mengancam keberadaan orang israel , maka bolehkah tetap menghilangkan nyawa orang lain??? dan alasan ini bisa digunakan untuk selalu menjadi “pemicu pertumpahan darah”…
ada masukan dari saudara saudara di sini???

Tuhan Yesus memberkati

menjaga pemurnian galur keturunan mesias.

GBU

maksudnya g mana???

Kolose 3:5-6,
Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka].

Perintah membunuh itu tetap ada sampai hari ini, seperti yang anda baca diatas, tetapi bukan lagi membunuh sesama manusia, tetapi membunuh kedagingan dalam hidup kita. Setelah KRISTUS datang membuka lembaran Perjanjian Baru, maka apa yang lama harus disingkapkan sehingga kita dapat melihat kebenaran yang sejati dari apa yang dahulu merupakan perintah bersifat jasmani kini merupakan perintah yang bersifat rohani. 2 Korintus 3:14-15 menuliskan, “Tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka, jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya KRISTUS saja yang dapat menyingkapkannya. Bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka.”

Bangsa-bangsa disekitar Israel ditumpas bukan tanpa sebab, beberapa dibiarkan dan beberapa ditumpas. Mereka yang dibinasakan adalah bangsa-bangsa yang dapat menarik mereka jauh dari Tuhan dan membuat mereka menyembah berhala. Pada masa perjanjian baru, maka segala sesuatu yang bersifat kedagingan dan duniawi yang dapat membuat kita jauh dari Tuhan harus kita singkirkan, kita buang dan hilangkan, sehingga kita tidak memberhalakan dunia ini. Demikian yang kita harus singkapkan perintah bunuh membunuh di perjanjian lama.

Mereka juga manusia… (yang ditumpas jaman lampau itu)

Panjang menjelaskannya, tetapi singkatnya bahwa kita tidak boleh meragukan keputusan Allah, bahwa seseorang dibinasakanNya dan seseorang diselamatkanNya bukan karena dasar suka-suka, tetapi sesuai dengan sifat dan pribadi Allah, yang adalah kasih, benar, adil, setia dan murah hati. Kita tidak melihat apa yang dilihat Allah, kita tidak dapat menghakimi keputusan atau penghakiman Allah.

Saya memandang perjalanan iman bangsa israel bagaikan perjalanan kedewasaan manusia. Ketika pada masa-masa awal bangsa israel dipanggil Tuhan untuk menjadi umat pilihanNya, mereka bagaikan anak-anak yang masih harus dididik dengan cara-cara yang tegas bahkan kadang-kadang cenderung keras. Lihat bagaimana ketika mereka berbuat dosa atau menentang perintah Allah, hukuman yang berat langsung dijatuhkan. Demikian juga sedemikian ketat Allah menjaga mereka agar mereka tidak terpengaruh oleh bangsa-bangsa penyembah berhala. Sehingga ketika sebagai “anak-anak” mereka cenderung terpengaruh oleh bangsa2 penyembah berhala tersebut, apa boleh buat…pengaruh buruk itu harus dimusnahkan. Tetapi semakin bertumbuh dewasa bangsa Israel, maka pendekatan kepada mereka semakin berbeda. Sekarang mereka diperlakukan sebagai orang dewasa yang dapat memilih.

Sebagai contoh, ketika anak kita masih kecil maka seringkali kita harus agak keras dalam mendisiplin anak kita. Ketika mereka menonton acara televisi yang tidak sesuai dengan usia mereka, maka terpaksa dengan tegas kita mematikan televisi. Tetapi semakin mereka dewasa, semakin mereka bisa memilih, maka kita hanya menunjukkan konsekuensi2 dari pilihan mereka. Mereka bebas untuk menonton televisi, tetapi diharapkan mampu menyeleksi acara yang pantas untuk ditonton, tidak perlu mematikan televisinya.

Demikianlah kita yang sekarang hidup di masa kasih karunia, kita diharapkan untuk mampu menyaring pengaruh2 dari luar (baik atau buruk) dan bukan mematikan mereka yang menyebarkan pengaruh buruk itu.

Jadi, perintah “jangan membunuh” berlaku sepanjang masa, tetapi ada masa2 ketika bangsa Israel (sebagai umat pilihan) berada dalam masa kanak-kanak yang mudah terpengaruh, maka Allah “terpaksa” bertindak tegas. Tentunya ada alasan lain juga, yaitu bangsa Israel sebagai alat penghukuman Allah bagi bangsa2 penyembah berhala (kalau anda pelajari bagaimana cara beribadah para penyembah berhala tersebut sebenarnya sangat keji di mata Allah seperti praktek percabulan, pengorbanan manusia, dll)

Salam

Jaman PL, Tuhan suruh Abraham bunuh anaknya sendiri juga koq.
Bagaimana kalau seandainya Abraham punya niat menolak membunuh Ishak ? Tentunya dia bukan bapa orang beriman.

Demikian juga iman kita berperan untuk percaya Tuhan, apa pun yang dikehendaki Tuhan seperti yang tertulis dalam Perjanjian Lama tersebut.

Yang pertama harus dirubah adalah ‘hilangkan pemahaman seolah2 Allah perjanjian lama dan perjanjian baru berbeda’.Jika kita hanya memahami Allah yang setengah2 , maka akan terbentuk pemikiran bahwa Allah perjanjian lama dan baru berbeda.‘TUHAN YESUS juga adalah singa dari yehuda yang akan menghakimi setiap manusia sesuai dengan perbuatannya’

Alasan bangsa2 kanaan dan sekitarnya dibinasakan karena ‘dosa2 mereka sudah genap’ . Itu artinya Allah tidak bisa mentolerir lagi dosa2 mereka karena dosa mereka sudah terlampau berat

*Kejadian 15:16
15:16 Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap."

Dari ayat di atas sangat jelas , Allah harus menunggu kira-kira 400 tahun(disinilah kesabaran Allah) sampai ‘dosa-dosa bangsa itu genap’ baru Allah menghukum/membinasakan mereka . Dan ‘Allah memakai bangsa israel untuk menghukum/membinasakan bangsa2 kanaan dan sekitarnya’ . Begitu juga jika bangsa israel berbuat dosa , maka ‘Allah akan memakai bangsa2 lain untuk menghukum israel’

Saya pernah membaca entah tulisan siapa(seorang peneliti/entah apa profesinya) , bahwa ternyata bangsa-bangsa kanaan dan sekitarnya itu sangat kejam dan melakukan kejijikan yang sangat luar biasa . ‘Mereka mengorbankan anak mereka sendiri kepada dewa-dewa’

*Yeremia 32:35
32:35 Mereka mendirikan bukit-bukit pengorbanan untuk Baal di Lembah Ben-Hinom, untuk mempersembahkan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka kepada Molokh sebagai korban dalam api, sekalipun Aku tidak pernah memerintahkannya kepada mereka dan sekalipun hal itu tidak pernah timbul dalam hati-Ku, yakni hal melakukan kejijikan ini, sehingga Yehuda tergelincir ke dalam dosa.

Dosa semacam ini adalah suatu ‘kejijikan yang luar biasa bagi Allah yang betul-betul tidak bisa ditolerir’ . Allah betul-betul sangat membenci dosa semacam ini sehingga hukuman bagi para pelaku dosa ini pasti sangat berat . Yang jelas bukti bahwa tidak asal-asalan menghukum sudah tertulis di kejadian 15:16 , dan pahamilah Allah secara utuh dan Dia tidak berubah

*Nahum 1:3
1:3 TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.
*Yesaya 41:4
41:4 Siapakah yang melakukan dan mengerjakan semuanya itu? Dia yang dari dahulu memanggil bangkit keturunan-keturunan, Aku, TUHAN, yang terdahulu, dan bagi mereka yang terkemudian Aku tetap Dia juga.

kalo "membunuh " kedagingan saya paham…
tetapi kontradiksi membunuh “yang adalah nyawa”???
Yesus sangat berbeda dengan itu semua…Yesus tidak pernah mengajarkan “darah ganti darah” atau menghilangkan nyawa seseorang…
yang mengherankan kalaupun memang "bangsa bangsa tersebut " akan menjauhkan israel dari Tuhan…kenapa harus dengan menghilangkan nyawa mereka???
di perjanjian baru orang yahudi maupun sebagian orang yunani penyembah dewi artemis pun sebenarnya tidak “kalah” pengaruhnya…mengingat kebudayaan yunani adalah yang dipakai seluruh jajahan romawi, yang berarti hampir seluruh laut mediterania… dibanding mungkin hanya “baal” yang hanya ada di sebagian asia tengah, kontadiksi bunuh vs kasih ini yang masih membingungkan saya…
karena ada perintah “jangan membunuh”…
samuel dengan jelas membunuh semua laki, wanita, anak2 yang "disisakan " oleh saul… bagaimana penjelasannya???
kalau hanya masalah “penyingkapan” saya rasa bukan…

Tuhan Yesus memberkati

apakah berarti tetap dengan penghilangan nyawa seseorang saudaraku??? itu yang membingungkan saya… kalau penghukuman bangsa israel keluar dari mesir saya masih paham… karena tangan Tuhan sendiri yang turun…
tetapi ketika masa raja raja atau hakim2 seakan akan bangsa israel tidak ada bedanya dengan tetangganya yang menghilangkan “nyawa seseorang”
bukankah jangan membunuh sudah “jelas” tanpa suatu syarat apapun
kalau ada “syarat” apa beda kita dengan orang yang mengaku ber-“tuhan” tetapi menghalalkan darah orang lain??? saya rasa Kristus bukanlah Tuhan yang seperti itu…

Tuhan Yesus memberkati

waduh dya…tetapi bagaimanapun Tuhan tidak membiarkan ishak terbunuh kan???
dan apakah kita yakin Tuhan akan mengambil nyawa ishak???
saya yakin sebenarnya “mungkin” abraham pun tidak dengan mudah melakukan…dia pun pasti ada pergumulan … saya yakin ketika seseorang mengenal Dia secara pribadi… pasti tahu bahwa Tuhan adalah Allah yang “kasih”…dan Dia akan menyelamatkan…
konteks abraham yang berperang dengan beberapa suku tetangganya pun buat saya masih membingungkan…
Yesus benar2 beda dengan hal itu semua… tidak ada cacat ataupun kesalahan dalam-Nya…sangat sanagt sempurna…

Tuhan Yesus memberkati

ya saudaraku… “konsep” saya tetap sama…saya tidak membedakan Allah di perjanjian lama dan perjanjian baru
Yesus adalah tetap singa dari Yehuda… dan Allah abraham ishak dan yakub adalah Allah yang benar…
dan Allah tetap menghakimi sesuai kehendak-Nya…

ya katakan bangsa kanaan telah “sangat hitam” kenapa harus menggunakan tangan bangsa israel??? itu kebingungan saya… karena bukankan ada tertulis “jangan membunuh”???
sebenarnya bangsa kanaan memang kejam… tetapi selain bangsa kanaan bangsa kartago pun kejam… orang2 kartago pun mengorbankan anaknya sendiri untuk dewa dewa mereka … dan anggaplah tangan romawi yang Tuhan pakai untuk memusnahkan mereka lewat perang punic 3 sampai habis…

tetapi bangsa romawi saat itu belum mengenal Tuhan…berbeda dengan bangsa israel…

Tuhan Yesus memberkati

Ya ini sangat betul . Karena yang menentukan seseorang masuk neraka atu tidak adalah TUHAN YESUS sendiri . Jika seseorang sudah diputuskan TUHAN YESUS bahwa dia tidak selamat , itu bukanlah karena TUHAN YESUS kejam . Tapi karena “orang bersalah memang harus dihukum , dan Allah tidak bisa melanggar firmanNYA sendiri”

Saya akan mencoba menjelaskan berdasarkan asumsi saya sendiri . So jangan dianggap sebagai kebenaran ,karena hanya Allah sendirilah yang paling tau jawabannya

  1. Tanpa hukum taurat pun , ternyata manusia sudah tau mana yang baik dan benar . Karena Allah sudah menuliskan ‘hukum2Nya’ di dalam hati semua manusia jauh sebelum hukum taurat turun
    *Roma 2:14-15
    2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.
    2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela
    .
    Dari ayat di atas sudah jelas bahwa semua manusia sudah tau mana yang baik dan benar , karena dari awal Allah sudah menuliskan hukum2nya dalam hati setiap manusia . Sehingga bangsa-bangsa roma pun sudah tau bahwa ‘membunuh’ adalah sebuah ‘kejahatan’ . Alkitab pun juga mencatat bahwa bangsa-bangsa non israel/ibrani pun ternyata mengenal Allah yang benar dan menuruti perintah2Nya meskipun mereka tidak memiliki hukum taurat. Contohnya adalah ayub dan melkisedek , meskipun kedua orang ini bukanlah orang ibrani namun di mata Allah mereka adalah orang-orang benar/hamba-hamba Allah

  2. Hukum taurat diberikan Allah kepada bangsa israel hanya sebagai ‘legalitas’ saja untuk menunjukkan bahwa tidak ada seorangpun yang mampu melakukan hukum taurat /menjadi benar di hadapan Allah dan untuk menunjukkan bahwa mereka berdosa.Jika hukum taurat tidak diturunkan , maka manusia masih bisa berdalih bahwa mereka tidak tahu mana yang benar dan tidak meskipun itu tertulis di dalam hati mereka . Jadi hukum taurat diturunkan hanya sebagai ‘bukti’ bahwa mereka berdosa
    *Roma 4:15
    4:15 Karena hukum Taurat membangkitkan murka, tetapi di mana tidak ada hukum Taurat, di situ tidak ada juga pelanggaran.
    Karena pada zaman itu ROH KUDUS belum turun dan Allah tau benar bahwa tanpa ROH KUDUS tidak mungkin manusia bisa mencapai standar yang diinginkanNya , sehingga Allah ‘mentolerir’ beberapa jenis dosa .
    *Roma 3:25
    3:25 KRISTUS YESUS telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
    Terbukti bahwa salomo dan daud bisa mempunyai istri banyak dan Allah terkesan tidak menganggap hal2 itu sebagai kejahatan . Bandingkan dengan TUHAN YESUS yang melarang kita untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu (bahkan standarnya lebih berat) . Karena pada zaman kita ROH KUDUS sudah turun sehingga manusia tidak bisa berdalih lagi bahwa mereka tidak mampu

Kesimpulannya Allah pada zaman itu masih ‘mentolerir’ beberapa jenis dosa . Karena ROH KUDUS belum turun sehingga manusia tidak mungkin mencapai standar yang diinginkan Allah . Gampangnya standar moral pada zaman itu lebih rendah daripada sekarang . Btw ini hanya asumsi pribadi

Perjanjian Baru dasarnya Perjanjian Lama yang disingkapkan oleh Kristus.

Perintah membunuh jaman Perjanjian Lama disingkapkan oleh Kristus adalah mematikan daging, bukan mematikan daging itu ajaran baru. Demikian perintah menyembelih kambing dan domba untuk persembahan adalah perintah Perjanjian Lama yang harus disingkapkan oleh Kristus sehingga sekarang kita mengerti bahwa persembahan tersebut adalah maksudnya tentang Kristus dan hukum yang memerintahkan adalah dasar sahnya Yesus sebagai Anak Domba Allah yang mati menebus dosa manusia. Demikian juga membunuh bangsa sekitar yang diperintahkan Allah (bukan seenaknya sendiri) harus disingkapkan dan yang bisa menyingkapkan hanya Kristus. Perintah itu (hukum Taurat) itu tetap tetapi tidak lagi sebagai perintah jasmani setelah disingkapkan oleh Kristus. Sehingga kita tidak lagi berada dibawah perintah hukum Taurat tetapi kita berjalan didalam kebenaran (setelah selubung dibuka).

Jangan salah dalam membaca Perjanjian Lama, seperti ayat yang saya berikan, harus disingkapkan agar mengerti apa sebenarnya perintah Allah.

Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu, bukan lawanlah dan bunulah musuhmu yang menghalangi jalanmu. Mereka yang diperintahkan untuk dibinasakan dalam Perjanjian Lama bukanlah orang yang menghalangi suksesi, tetapi mereka yang membawa pengaruh jahat ditangah-tengah jemaat Allah.

Perjanjian Baru semua sudah disingkapkan dan berhala yang dimaksud bukanlah patung atau dewa-dewa, tetapi segala sesuatu yang dipuja dan disembah mengantikan Tuhan. Sehingga contoh anda tidak lagi termasuk dalam bangsa-bangsa yang harus ditumpas sesuai kehendak Tuhan.

Mengapa mereka dihilangkan nyawanya? Anda bertanya bukan kepada saya atau kita disini tetapi kepada Allah. Anda meragukan kebijaksanaan Allah dan menganggap Allah telah berbuat salah dan tidak benar.

Mereka yang binasa memang haruslah demikian dan mereka yang diselamatkan memang mereka dipandang layak oleh Allah, sebab Allah mengetahui apa yang tidak ketahui dan melihat apa yang tidak kita lihat. Keputusannya atas nyawa seseorang adalah benar, adil, setia dan penuh kemurahan.

Saudaraku,
Allah adalah Sang pembuat hukum, maka segala hukum yang dibuatNya tidak mengikat DiriNya sendiri. Tetapi Allah juga adalah Keadilan. Sang Maha adil ini meski tidak wajib mengikuti hukum yang dibuatNya, namun Dia juga tidak akan melanggar hakekatnya sebagai Yang Mahakudus. Itulah sebabnya segala kenajisan tidak mendapat tempat di hadapanNya. Dan disinilah Allah tidak selalu menurunkan tanganNya sendiri untuk menghukum (membunuh), namun kadang2 Dia menggunakan alat, yaitu orang2 yang dipilihNya.

Benar, bahwa perintah “jangan membunuh” seharusnya tidak bersyarat, tetapi jika perintah itu datangnya dari Allah sendiri, tentu manusia harus patuh kepada Sang Pembuat Hukum. Dan ketika itu terjadi, kita tidak bisa mempertanyakan keadilan Tuhan, karena keadilan Tuhan jelas berbeda dengan keadilan manusia. Allah mampu menyelami hati manusia sampai ke lubuk yang terdalam, bahkan bisa dibilang Allah mampu melihat potensi dosa yang akan dilakukan seseorang atau suatu bangsa di masa depan, yang mungkin bisa menghalangi rencanaNya atas bangsa pilihanNya.

Satu contoh lagi bukankah ada perintah Yesus agar kita tidak menghakimi saudara2 kita? Tetapi apakah dengan demikian maka orang yang berprofesi sebagai Hakim menjadi berdosa karena melanggar perintah Yesus? Tentunya tidak, karena kita perlu memahami dalam perspektif yang lebih luas bahwa profesi Hakim diperlukan untuk menegakkan hukum dan ketertiban dalam kehidupan bersama. Demikian juga perintah jangan membunuh apakah berarti profesi prajurit/tentara menjadi dosa? Tentu tidak kalau kita melihat dalam prospektif yang lebih luas bahwa mereka diperlukan untuk memelihara ketentraman dan kedamaian di negaranya.

Salam