Jangan Sungkan Di Dalam Tuhan

Selamat malam nih agan-agan sekalian.
Sebelumnya maaf kalau saya ada salah, mohon saya dibimbing ke jalan yang bener ya gan.

Jadi begini, saya ingin bertukar pikiran saja dengan agan-agan forum.
Menurut agan, firman seperti dibawah bisa gak sih diterapkan di berbagai aspek kehidupan, dan juga diterapkan kapanpun dan dimanapun dalam segala kondisi?

Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. -Mat7:7-8
Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu. -Mat17:20

Sebagai pembuka, saya akan sedikit share mengenai kisah teman saya, ada 2 kisah sih.

1. Jadi teman saya ini sedang di bandara, dia naik kelas ekonomi, dia cuman minta ke Tuhan supaya ada orang yang mengganti tiketnya menjadi kelas bisnis. Dan benar saja ternyata ada orang yang entah darimana datang memberinya tiket bisnis.
  1. Jadi kita ini teman satu pelayanan, suatu saat dia berhubungan dengan seorang cewe, tapi entah bagaimana ceritanya, dia ini ditinggalkan si cewe tersebut. Dia sempat di kasih nasihat sama temen-temennya, bahwa dia harus melupakan si cewe, dengan alasan “Masih banyak cewe laen, brrti Tuhan gak menghendaki kalian bersama, alasan2 logis seperti itu lah”
    Dia waktu itu sangat mencintai cewe itu, masih enggan untuk melupakan. Sampai suatu saat dia memutuskan untuk berdoa+puasa, dan dia dapat damai sejahtera untuk tetap mengejar si cewe.
    Sampai singkat cerita, si cewe sendiri yang mendatangi dia dan akhirnya mereka jadian.

Menurut pendapat pribadi saya melalui kesaksian teman-teman saya, tentu saja hal ini mungkin.
Silahkan agan-agan berikan pendapatnya ya. Dan saya mohon no flaming.

maaf kalo ada salah, GBU

ya minta aja… tapi cari dulu Kerajaan Allah… and minta sesuatu menurut kehendakNya.
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

5:14 Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.

5:15 Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.

((y)‎​^⌣’)(y) Ôkεε, saya nangkap kok maksud agan…
Cuman saya rada bingung…gimana dengan smith wigglesworth yang katanya pernah membangkitkan istrinya yang mati, trus malah istrinya marah karena dia enak2 di surga kok malah dipanggil…(Bener gak sih ceritanya? CMIIW ya gan)
Gimana dengan kejadian ini?

ini masalah krusial dan pernah saya alami saat pencarian jatidiri, intinya adalah penyerahan diri kepada kehendak Tuhan.
jika memang kehendak Tuhan maka jadilah jika bukan kehendak Tuhan… ga usah ngotot …ngotot itu bahaya.

karena kita anak2 Tuhan punya power, karunia dan kuasa, jika kita menggunakan power itu diluar kehendak “Yang Empunya” power itu maka kita “menyalahgunakan” kuasa Tuhan, bisa jadi kita disebut dukun.
dan hati2 ayat ini yang akan menjadi penghakimnya

Matius
7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

orang yg disinggung Tuhan Yesus disini mempunyai kuasa untuk mengusir setan dan bernubuat TETAPI melakukan tanpa sepengetahuan sang Empunya Kuasa buktinya mereka tidak dikenal oleh Tuhan kita dan memperoleh titel baru : pembuat kejahatan( yang saya sebut dukun diatas) yang akhirnya berakhir diusir dari hadapanNya. itu adalah konsekuensi yang berat.

kata aslinya dari transliteration (pembuat kejahatan) adalah “those who work lawlessness.”

jadi Tuhan sebut orang2 yang berbuat / bekerja tidak sesuai dengan aturan

Matius
13:41 Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.

si pembuat kejahatan itu ternyata DARI DALAM kerajaanNya.

bedakan dengan penyerahan diri Yesus di Getsemani, Yesus berkata bukan kehendakKu tapi kehendakMu yang jadi,
karena Yesus tahu kuasa itu dari mana asalnya.

GBU

wah gw kaga taw brow, bener/kaga cerita smith… juga kaga taw bener/kaga cerita istrinya yang mengaku telah disorga. [yang taw cuman Tuhan and si pelaku]

cuman kalu berdasar yang bro ungkapin, deduksi aje:
kasus: smith mohon agar istrinya hidup lagi setelah mati.

premis:

  1. yang bisa membangkitkan orang mati hanya atas kuasa kedaulatan kehendak Tuhan.
  2. walo smith sampe jerit2 7 hari 7 malem, kalu Tuhan kaga menghendaki, istrinya kaga bisa hidup lagi.
  3. jadi jelas; istrinya bisa bangkit itu karena doanya dikabulkan oleh Tuhan and sesuai kehendak Tuhan menurut rencanaNya.
  4. si istri belom nyampe sorga, dia hanya NDE[near death experience] TAPI DARI FUNGSI OTAK, BUKAN BENERAN PENGALAMAN DI FIRDAUS; jiwanya belom keluar dari tubuh…
  5. kalu si istri udeh nyampe firdaus/langit tingkat ketiga beneran… saat dia bangun lagi; kaga bakalan marah2… sebab dia tentu alami fenomena and dijumpai malaikat and disuruh balik.

14:19 Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati.

12:2 Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau–entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya–orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga.
12:3 Aku juga tahu tentang orang itu, --entah di dalam tubuh entah di luar tubuh, aku tidak tahu, Allah yang mengetahuinya–
12:4 ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh diucapkan manusia.

12:7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
12:8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.

na btt; soal minta apa aja; jangan sungkan didalam Tuhan ~~> ya minta aja terserah, tapi cari dulu Kerajaan Allah… and minta menurut kehendakNya.

maksudnya begimane sih; FYI ~ doanya anak kecil yang sungguh2 lebih manjur daripada orang dewasa.
na rahasianya dimana; cari aje…

Mrk. 10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya."
:smiley:

Nah, ini seru nih ada jawaban yang beralasan gini…
Saya mau tanya lagi(bukan mencobai ya, hehe), gimana kalo sekarang saya berdoa meminta Tuhan berkehendak untuk mengabulkan doa saya, apakah itu sah? Bisakah doa saya dikabulkan?

bisa diperjelas maksudnya ?
brow minta Tuhan berkehendak mengabulkan doa brow ~~> 2 permintaan sekaligus atawa 1 permintaan yaitu minta Tuhan mengabulkan doa brow kedepannya ?
apapun itu…

soal sah/kaga ;
kalu brow kaga taw itu salah ~~> maka sah2 aje.
kalu brow taw itu salah ~~> jangan dilakuin; bukan karena sungkan tapi karena bertentangan dengan hati nurani brow.
sebab sebelom brow berdoa, bahkan sebelom brow lair… Allah udeh taw setiap detail yang brow lakuin, pikirin didunia sampe mati.

soal pengabulan doa ; otoritas Tuhan.

soal didengar doa oleh Tuhan tanpa ‘block penghalang’, menyambung post sebelomnya;
pikiran tetep dewasa, jiwa tetep dewasa… tapi ada ‘suatu kondisi-roh innocence sincere’ anak kecil ~~> manjur.
itulah kenape daniel puasa [puasa daniel], puasa esther ~~> ‘suatu kondisi roh innocence sincere’ anak kecil ~~> menyenangkan Allah.
beda arti dengan; berpikiran seperti anak kecil… poinnya yaitu ‘state innocence sincere-roh’

tapi kalu udeh hidup dalem Tuhan, udeh memberi diri dipimpin Roh… kaga usah puasa2an… sama aje.

2 permintaan gan:D
wah, jawaban yang dewasa dari agan, saya salut…
tapi btw ya, bukannya puasa itu tetep aja perlu ya walopun kita emang udah hidup di dalamNya? hehe
menurut agan, ada gak sih yang namanya doa kita emang sengaja ditahan oleh Tuhan, supaya kitanya lebih berdoa dan beriman lagi?