Jatuh Cinta pada Tuhan dan Firmannya

Aku sering konseling dengan pendeta, setiap masalahku dengan suamiku kucurahkan pada pendeta itu. Sudah seminggu ini pendeta menuntunku terus, baik dalam doa dan firman Tuhan. Aku sangat merasa nyaman dan tenang sejak pendeta itu beri aku kekuatan lewat Firman Tuhan. Sekarang di hatiku terpikir aku sedang jatuh cinta. Tp semoga jatuh cinta yg kurasakan ini kepada Tuhan dan Firmannya. Tp sehari saja pendeta itu tidak sms atau tidak beri aku ayat2 Firman Tuhan aku merasa kesepian. Apakah aku salah? Apakah perasaanku ini rasa senang hati atau apa?
aku tidak mau menafsirkan apa2 dulu…aku tidak mau salah tafsiran ntar takutnya aku salah pengertian lg ma pak pendetanya?
tolong donk masukannya?

Saya sarankan konseling dengan Ibu pendetanya jangan dengan Bapak Pendetanya…

Awalnya perasaan nyaman… lanjutnya…

Pendeta juga manusia… dia bisa jatuh…

tapi pak pendetanya belum menikah. dan saya juga belum punya kenalan pendeta yang perempuan…nah kebetulan pendetanya juga kenal baik dengan saya dan suami???
gmana dunk???

Kalau ketemu pendetanya jangan sendirian… sama suami…

ia,tp kalo kita curhatnya mengenai suami, masa sih ketemunya bareng ma suami. lagian aku juga ga ketemu ma pendetanya, cuma by phone doank ma sms gitu…

Hati2 dong sis, jangan membuat diri sendiri jatuh ataupun pendeta muda itu jatuh dalam dosa. Jika ada peringatan “perasaan seperti itu”. Sebaiknya dihindari hubungan secara langsung. Hentikan konseling yang hanya berdua saja, dan cari kenalan pendeta perempuan untuk konseling.

Salam

xixixixixix,pendetanya udah tua tau lebih kurang 50 tahun, mungkin aku terkesima dengan suara dan sarannya,oke deh aku akan cari pendeta yang wanita saja kalo bgitu…tolong cariin ya kalo punya tlg kasi nmr telpnya ke aku…boleh kan?

Kan yang tua umurnya, jiwa tetap muda.^-^
Kita semua juga berjiwa muda kan?
Yah udah, teman2 di sini bisa bantu, kasih tahu aja, sis tinggal di daerah mana?

Salam

:slight_smile: gimana kalo telp ke konseling doa, yg biasa di radio, televisi

aku tinggal di daerah rawasari dibelakang pasar rawa kebo, cempaka putih. tp kalo bisa aku konsultasinya via tlp aja. kalo dtg ke rumah ntar suamiku kaget lagi…ntar malah dia maki2 aku…

Sayang saya gak punya kenalan pendeta wanita di cempaka putih, barangkali teman2 FK yang lain ada kenalan pendeta wanita di wilayah itu?

Salam

@lainty: aku udah sms ke konseling yang di TV (solusi) tp jawabannya sama, aku pernah sms 2 kali jawabannya sama dengan yang pertama padahal masalahnya berbeda

tidak banyak HT yang mau konseling by phone… karena gesture-nya tidak kebaca untuk bisa ditolong juga…

Sis… kalau seseorang tidak sadar dia sakit… dia tidak akan berobat dan akibatnya dia juga tidak akan sembuh…

So menurut saya, keluarga yang mau sehat harus sama-sama sadar bahwa ada masalah yang perlu diatasi… jangan pernah berusaha menyelesaikan masalah rumah tanggamu sendirian… selesaikan masalah rumah tanggamu bersama suamimu…

Aku pernah berusaha untuk bawa Dia turut serta dalam Tuhan…syukur dia mau kegereja dengan aku, tp cukup sebatas di gereja. Pernah aku ajak dia berdoa berdua tp katanya untuk apa begitu2. ga perlu dan ga penting…setiap di gereja kalau pendetanya bawa khotbah tentang seorang istri yang harus hormat suami dia langsung menunjuk aku tp pada saat pendeta sebaliknya menyebutkan suami juga harus kasihi istri, aku coba lirik dia aja, dianya langsung marah dan ga mau ngomong ke aku. pernah aku coba renungan harian aku kasi di tempat tidur dan aku baca didekat dia dengan harapan dia akan baca, tp tidak malah renungan harian di simpan dilemari oleh dia…kata2 Firman Tuhan didengar oleh dia,tp cukup dengar saja dan tidak dilakukan…karena semuanya tetap dilakukan ke aku…kadang makian, hinaan dan merendahkan harga diriku itu adalah makananku sehari2…aku pusing dan aku takut gila karena itu…makanya aku cari Tuhan…aku merasa seperti anak domba yg kehilangan…aku haus akan semuanya tentang Tuhan…bagaimana cara aku untuk bawa dia ke Tuhan, begitu aku coba dia langsung menolaknya???

heiiiksss… ternyata kita dulu tetangga tooo. yang aku tau malah pasar gembrong, kase patokan az via pm :slight_smile:

Lakukan bagian mbak, “taat kepada suami” dan selebihnya Tuhan akan melakukan sisanya. Jelas bahwa suami mbak belum menjadi orang percaya di dalam Tuhan. Berdoalah agar Tuhan mengubah pribadi suami mbak. Butuh waktu, tetapi Tuhan akan menjadikannya indah tepat pada waktunya asalkan mbak percaya dan berserah kepada Tuhan.

Salam

@try2benice: rumahku persisnya di belakang mesjid al nizom, kalo dari jalan utama itu masuk portal pertama ke sebelah kanan…

Terimakash atas masukannya, makanya aku sdg dalam proses itu, aku tau kadang sulit sekali. saat aku berusaha keras melakukannya, hal lebih buruk dtg padaku ya ga jauh beda dengan makian lagi. mungkin aku sedang diasah oleh Tuhan agar aku menjadi tajam…

aiyaahh… aiyaahh… fyi, aku rada sulit membedakan kiri dan kanan

rawasari sebelum atau sesudah kampus?

wakkk, aku juga bingung mau bilang arah mana. tp persisnya rumahku itu dibelakangnya mesjid alnizom sebelah tukang jahit dan di nomer 3, tp kalo bisa jangan datang ke rumah karena suamiku belum siap menerima tamu,sedangkan tamu dari arisan saja dia tolak, alasannya rumah kami sempit ntah mungkin karena kami masih ngontrak, jadi dia malu dan dia juga belum siap menerima Firman Tuhan datang padanya…bagaimana ya baiknya?