Jemaat GKI Yasmin Diintimidasi, Pemerintah Seperti Tak Peduli

Perlakuan sekelompok masyarakat semakin intoleran saja terhadap keberadaan jemaat gereja di wilayah Jasmin, arga kerap melakukan intimidasi dan pelecehan terhadap jemaat GKI tersebut. Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum Jakarrta, Febiyonesta menilai perlakuan masyarakat ini timbul akibat perlakuan Pemkot Bogor yang dapat memicu konflik antar masyarakat tersebut. “Pada mulanya, kelompok ini menggunakan sentimen agama. Akan tetapi, akhir-akhir ini mereka mengubah strategi, dengan menggunakan sentiment ketertiban umum,” ujar Febiyonesta saat konferensi pers di Kantor Wahid Institute, Jakarta.

Febri memaparkan dalam dua minggu terakhir, 3 dan 10 Juli 2011, kelompok tersebut sering melakukan mobilisasi massa untuk mengintimidasi dan mengganggu jemaat GKI Yasmin yang sedang melaksanakan ibadah di trotoar. Intimidasi tersebut dilakukan dengan cara menyanyikan lagu-lagu perjuangan seperti ‘Maju Tak Gentar’ saat jemaat GKI sedang beribadah. “Bahkan, beberapa perwakilan kelompok itu berulang kali mendatangi dan mendesak pihak GKI Yasmin segera menghentikan ibadah. Alasan mereka, ibadah itu mengganggu masyarakat yang hendak menggunakan trotoar, untuk berdagang maupun untuk pangkalan ojek. Kalau sudah seperti ini kan sama saja melarang hak asasi manusia,” katanya.

Kuasa hukum GKI Taman Yasmin Bogor, Bona Sigalingging, menjelaskan langkah beribadah di trotoar para jemaat GKI itu terpaksa dilakukan karena imbas dari sikap Pemkot Bogor yang tidak mau mematuhi putusan pengadilan. “Kami juga meminta agar pemerintah pusat, khususnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera turun tangan menyelesaikan persoalan. Karena jika situasi ini dibiarkan terus memburuk, sehingga dapat berujung pada konflik terbuka antar masyarakat yang memiliki resiko sangat tinggi,” katanya.

Hari Minggu ini (17/7), ketika mereka kembali beribadah di jalan, kita doakan agar tidak terjadi kerusuhan ataupun konflik apapun. Kita tentu berharap Tuhan melembutkan hati Pemkot Bogor agar mereka menjalankan putusan MA yang sudah dua kali memenangkan GKI Yasmin sehingga mereka bisa beribadah sebagaimana seharusnya, di dalam gedung gereja.

Source : kompas/lh3