Jemaat Kristen di China Ditangkapi Saat Mengadakan Paskah

Jemaat Kristen di China kembali mengalami pencobaan. Iman mereka diuji saat Paskah berlangsung kemarin (24/4). Setidaknya 20 penganut Kristen Protestan China ditangkap ketika berkumpul hendak menjalankan misa Paskah di Beijing. Masalahnya adalah jemaat dari gereja Shouwang ini hendak menjalankan upcaya di luar karena mereka tidak memiliki gedung sama sekali.

Dalam beberapa minggu terakhir ini polisi telah menangkap belasan orang dari gereja yang memiliki sekitar 1000 jemaat itu. Pihak berwenang juga melakukan penekanan yang lebih luas seperti mengganggu wartawan asing, menangkapi pengacara dan aktivis gereja tersebut. Salah satu tahanan yang paling terkenal dalam kasus ini adalah seniman Ai Weiwei yang ditangkap saat hendak naik pesawat awal bulan ini.

Undang-undang China menjamin kebebasan beragama tetapi Partai Komunis mengontrol tempat peribadatan. Diperkirakan ada 70 juta umat Kristen di China, namun hanya 20 juta di antaranya yang beribadat di gereja yang direstui pemerintah. Sisanya beribadat dengan kelompok yang tak terdaftar atau disebut gereja rumah, salah satunya adalah gereja Shouwang ini.

Wartawan BBC Damian Grammaticas di Beijing mengatakan polisi sudah bersiap siaga di setiap pojok jalan ketika para jemaat dijadwalkan bertemu Minggu pagi. Dikatakan siapapun yang diduga anggota gereja Shouwang dimasukkan ke bis dan dibawa ke kantor polisi. Salah satu pimpinan gereja itu, Jin Tianming, pun berstatus tahanan rumah. Ia mengatakan ada sekitar 20 sampai 30 jemaatnya yang ditahan, bahkan dibawa ke kantor polisi yang berbeda-beda. Sekarang sekitar 00 jemaat Shouwang ditahan dan 12 pemimpinnya dikenai status tahanan rumah.

Bob Fu dari Christian China Aid Association yang berpusat di Amerika mengatakan pencekalan terhadap warga Kristen justru lebih besar lagi di Beijing. Ia mengatakan bahwa warga di kota Guangzhou juga tidak diberi ijin untuk menggelar peringatan Paskah. Pihak berwajib belum memberikan komentarnya atas penahanan ini.

Berbagai ujian, cobaan hidup, maupun masalah menghadang dan muncul dalam kehidupan kita. Apakah kita akan menjadi tanah yang subur atau tidak, itu semuanya tergantung diri kita pribadi. Apakah kita akan tergoncangkan imannya, itu tergantung dari persekutuan kita dengan Tuhan.

Source : bbcindonesia/lh3

Akibat peristiwa pengusiran paan Warganya Rayakan Paskah

Jelang Jumat Agung, Gerksa dan tekanan yang dialami terus menerus jemaat Gereja Shouwang, para pemimpin sebuah gereja evangelical Cina yang independen telah berikrar untuk menentang pejabat-pejabat komunis dan mengadakan kebaktian di tempat terbuka pada hari Minggu. Sejumlah jemaat gereja sudah dijatuhi hukuman kurungan rumah.

Mantan pendeta gereja independen dan ketua LSM China Aid Bob Fu, mengatakan ratusan pendukung berencana turun ke jalan-jalan di seluruh negeri untuk berdoa dan menunjukkan kesetiakawanan mereka. “Sejauh ini sedikitnya sudah ada 24 gereja, kebanyakan gereja besar seperti Shouwang, yang menyatakan secara terbuka akan menunjukkan kesetiakawanan mereka dengan anggota-anggota Shouwang dalam beragam cara,” ujarnya.

Seperti diketahui pemerintah komunis Cina hanya membolehkan umat Kristen beribadah di gereja-gereja yang diakui pemerintah, yang sangat diatur dan dipimpin oleh para pendeta yang ditunjuk pemerintah. Pemerintah Cina menggusur gereja Shouwang dari ruangan kantor yang disewanya di ibukoa Beijing. Awal April, 170 pengikut gereja dikejar polisi setelah berusaha mengadakan misa di udara terbuka. Sekitar 50 ditahan.

Para pemimpin gereja itu sekarang ada dalam tahanan rumah dan mungkin tidak dapat meninggalkan rumah mereka hari Minggu. Tetapi, bersama pendeta Bob Fu, mereka mendesak para pengikut melalui pesan internet agar mengikuti keteladanan Yesus Kristus dan melawan penindasan oleh pemerintah.

Fu mengatakan penindasan oleh pemerintah terhadap gereja akan lebih mendatangkan keburukan daripada kebaikan. “Menurut saya pemerintah akan menciptakan ketidakstabilan yang lebih besar, suasana yang kurang harmonis, dan akan menimbulkan bahaya yang lebih besar kepada masyarakat dengan meningkatkan penindasan ini dan kampanye anti-gereja. Mereka akan gagal nantinya,” katanya.

Protes yang direncanakan hari Minggu oleh umat Kristen terhadap pemerintah akan dilakukan sebelum dilangsungkannya pembicaraan tahunan HAM minggu depan antara Cina dengan Amerika di negara tirai bambu tersebut.

Source : urbanchristiannews.com