jemaat semakin berkurang

Maaf kalau salah tempat, bingung di sini atau di sub forum gereja.
Beberapa bulan terakhir ini saya melihat di beberapa gereja di surabaya dan sekitarnya jemaat2nya berkurang banyak, yang dulu pas jam2 “prime time” (entah istilahnya apa kalau jam2 ibadah yang paling banyak didatangi jemaat) penuh sesak, ada yang sekarang tinggal 3/4, ada yang sekarang hanya separuh. Saya memang bukan jemaat tetap di gereja2 itu, sesekali datang, tapi bisa merasakan perubahannya. Saya kurang tau apakah menyusut karena pindah gereja ataukah hal lain. Kemudian saya sempat berbincang dengan beberapa penganut agama lain, mereka juga bilang di tempat ibadah mereka sepi beberapa bulan ini. Kalau menurut mereka karena ekonomi Indonesia yang buruk, toko2 sepi, usaha2 bangkrut, orang2 jadi gak lagi beribadah.
Jadi penasaran ada apa ya? Mungkin ada yang punya teori?

Apakah di surabaya jemaat mengerucut ke satu tempat ibadah?
Di kota lain gak ada gejala spt itu, malah semakin ramai pd jam2 ibadah,
termasuk ibadah awal tahun 1 januari kemarin

Biasanya kalau ada tekanan malah orang lari pada Tuhan. Itu kalau yang saya pribadi alami.

Wah, biasanya kalau ada masalah, apalagi masalah ekonomi. Biasanya orang-orang seharusnya lebih giat beribadah. Tapi yang ini sepertinya berbeda.

bener sih, tapi ada kalanya orang justru malah mengandalkan kekuatan sendiri (cth: jam buka toko diperpanjang sampai tidak ada jam utk beribadah, dll)
menanggapi TS, saya juga Surabaya, kalo untuk minggu2 ini mungkin bisa dikategorikan krn pada pulang kampung
tapi kalau bulan2 lalu di gereja saya, saya tdk merasa ada yg kurang sih

:afro: pengamatan yang jeli sekali saudaraku… Well, memang benar ada sejumlah gereja yg menyusut jumlah ‘pengunjungnya’. Mungkin, pada balik kampung. Mungkin juga karena hengkang ke gereja yang lain. Nah, klo yang berikut ini yang paling memprihatinkan saya:

  • kecewa sama pendeta/ ajaran gereja
  • gak ada jemputan
  • gak lagi jadi pengikut Kristus
  • Kerjaan/ ga libur di Hari Minggu
  • pindah ke luar kota.
  • dan buanyak lagi.

Yang penting bukanlah mengapa itu terjadi. Tapi, apa yang bisa kita lakukan untuk fenomena itu. :angel:

Ya mungkin sedang pulkam.

Biasa saja di sini, malah acara pas natalan and awal tahun rame gereja2nya bahkan sampe keluar-keluar karna di dalam sudah ga muat. Saya ada rasakan itu pas malam natal (bukan ke gereja saya yang biasanya), tmpah ruah dan saya sempat berdiri karna ga ada dudukan tapi karna ada seorang bapak yang baik hati, mempersilahkan saya duduk di tempat duduknya ya akhirnya saya dapat dudukan. Katanya kasian anak perempuan berdiri :smiley:
Sodara saya yang cerita juga, tempatnya pas natal puncak gereja mereka rame sampe keluar2 gereja tsb karna ga muat…

Gereja hari minggu tempat saya juga rame-rame aja pas jam prime time
, makanya parkiran gereja kudu disusun rapi biar muat. Dan mungkin tahun ini jiwa-jiwa akan terus berdatangan, dan melihat situasi gereja seperti itu tidak ada yang mustahil sih untuk pertumbuhan jiwa-jiwanya makin banyak. Dimanapun saya beribadah meski pindah kota, selalu ketemu gereja yang kreatif dan maju dalam pelayanan. Sebenarnya kalo mau jujur, banyak loh anak-anak Tuhan itu yang berprestasi, kreatif dan pintar-pintar.

Mungkin ibadah di gereja2 pusatnya masih penuh, mungkin orang2 lebih pilih ke gereja2 pusatnya, jadi di cabang2nya sepi. Saya akhir2 ini merasa khotbah2 jamba Tuhan sepertinya mirip2/diambil dari buku2 rohani/website kristen yang pernah saya baca. Saya sekarang lebih suka tema2 jarang dipake (untuk penyegaran) seperti antropologi kekristenan, bagaimana kekristenan menyikapi temuan2 baru di dunia iptek, dunia politik dan kekristenan, psikologi dan kekristenan. Mungkin saya yang kurang rendah hati, saya merasa dulu larisnya soal akhir jaman, hampir semua pendeta khotbahnya akhir jaman; kemudian larisnya tentang berkat, hampir semua pendeta khotbah berkat; entah saat ini sepertinya pendeta2 mulai khotbahnya mulai beragam meski agak condong ke kuat dalam menghadapi persoalan ekonomi. Kadang bosan dengan tema yang sama, pengen sesuatu yang baru, tidak mengikuti tren tema saat ini.

Mana kabar sukacitanya? Mana khotbah tentang kasih Tuhan? Bukankah itu yang paling penting?! Ceritakan tentang segala kebaikan Tuhan, ceritakan tentang besarnya kasih setia Tuhan. Jangan lupa dari semua kehebatan-Nya Tuhan justru sangat ingin menyatakan diri-Nya dalam kasih. Dari sekian banyak julukan yang disematkan oleh manusia kepada-Nya, Dia justru ingin dipanggil Bapa oleh umat-Nya. Itu semua karena Dia begitu mengasihi kita. Maaf saya bukannya mau menggurui tapi saya memang sangat rindu orang-orang sadar akan kasih Tuhan yang begitu besar kepada mereka, dan saya rindu hati tiap-tiap orang mau mengasihi Tuhan melebihi diri mereka sendiri.

Masalahnya kabar sukacita itu dalam “BENTUK” apa bro?

Saya sih ga heran sih kalo temanya bisa sama karna Tuhan nya aja yang disembah sama, jd bisa saja messagenya sama dan dilihat kebutuhan umatnya secara keseluruhan butuhnya apa. Lagipula biasanya hamba Tuhan kalo mau kotbah pasti doa, bahkan untuk nentuin tema kotbah mingguannya mereka ampe doa puasa supaya dapat pesan isi hati Tuhan apa buat umatnya di suatu gereja. Begitu yang saya ketahui di tempat saya.

Ya kalo ada yang pengen beda kotbahnya kayak mas gusgus ya bisa saja terjadi, namun untuk kebutuhan dalam satu gereja apa “pasti secara garis besar, itulah yang disampaikan setelah berdoa puasa terlebih dahulu” oleh hamba2NYA yang diurapi :slight_smile:
Yang saya perhatiin kotbah mingguan memang umumnya kondisi kejadian sehari-hari jemaat, banyak berbiacara suatu yang real dari apa yang kita jalanin di masa itu.
Kalo ingin kotbah yang lebih dalam dan mengupas suatu hal lebih dalam biasanya ada di luar ibadah mingguan seperti ikut Pendalaman Alkitab ato seminar2 rohani dan biasanya ada tema-tema khusus yang ditentukan, membuka wawasan dalam hal kerohanian dan ada hal-hal yang disingkapkan.

Tuhan Yesus Berkati

Bukankah ITU sebagai Tanda kita makin mendekati Maranatha ?
Matius 24 :
12 Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
3 … Kata mereka: "Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?"
7 Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat. 8 Akan tetapi semuanya itu barulah permulaan penderitaan menjelang zaman baru.

Kis 3:21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.

Kecuali terjadi pemulihan segala sesuatu (terutama gerejanya) Kristus tdk akan kembali

bro… kalo mau KAMUFLASE dan MENYAMAR sebagai SEOLAH-OLAH Khatolik…
maen-nya agak halusan dikit dong bro…

biar lebih ENGGA KETAHUAN…
alias tingkat ke-ULAR-an mas lebih tinggi…

kalo kaya posting di atas…
orang yg baca aja udah langsung bisa keliatan…
ini denomnya jelas bukan khatolik atuh…
Yesus nya yg dipuja itu beda lho…

coba deh tanya ke temen-temen yg khatolik beneran…

Hanya sekedar teori lah ya, susah kalau mao penelitian yang lebih OK karena harus survey juga ama mereka yang udah ga ke Gereja… anway, here’s my theory:

SATU, ada benernya kalau ekonomi lagi memburuk. Tabung Elpiji juga katanya naek ya? So, orang-orang akan berusaha menambah penghasilan dengan menambah jam buka toko (hari Minggu tetap buka), lembur sampe malem sampe ga sempet pelayanan. So, waktu untuk ibadah menjadi nomor sekian prioritas hidup. Nomor satu ini saya temui juga di Gereja lokal saya, beberapa jemaat terlalu sibuk sehingga kadang lupa ke Gereja.

DUA, ini dari sisi kelompok usia yang lebih muda seperti anak-anak dan remaja. Kebanyakan orang tua jaman sekarang, takut anaknya ga bisa bersaing di masa depan. So, pilihan masuk sekolah internasional yang dulu adalah “borju” menjadi biasa. Nah, tipikal sekolah ini adalah jam pelajaran yang banyak, selain itu orang tua kadang ga puas, anaknya disuruh les sana sini. Hal ini berakibat kegiatan di luar sekolah minggu dan pelayanan kaum remaja menjadi sepi peminat, because it is simply that they don’t have time. Pengamatan ini saya peroleh karena pengalaman beberapa tahun jadi guru les dan akitivis di kaum remaja.

TIGA, kebanyakan pengajaran di Gereja lokal tidak relevan di dunia nyata, terlalu tinggi sehingga sulit diterapkan di dunia nyata… Contoh (tapi jangan ada yang tersinggung ya… please…): banyak khotbah tentang menjadi berkat, tentang berkat dsb, tapi ga “applicable”, tidak mengajarkan banyak tentang cara mengatur uang dsb. Ada juga khotbah tentang “sukses”, tapi ga applicable juga karena ga mengajarkan tentang kerja keras dsb. So, jemaat yang denger biasanya hanya girang sesaat lalu galau kemudian karena ga applicable… anyway, ini hanya pengamatan dan stereotype… namanya juga teori. Intinya, kalau jemaat merasa tidak mendapat benefit dari Gereja, ya mereka cabut.

Kalau menurut saya, suatu gereja kalau motifasinya benar-benar 100 % untuk Tuhan Yesus, untuk mencari jiwa-jiwa yang hilang supaya diselamatkan, pasti lambat maupun cepat gereja tsb. akan berkembang dan langgeng tidak akan runtuh.

Akan tetapi didalam kenyataannya, banyak gereja yang motifasinya tidak 100 % untuk Yesus, akan tetapi masih ada embel-embel untuk mendapatkan keuntungan dan kepopuleran pribadi.

Umat tidak selalu bisa dibohongi, cepat atau lambat, kenyataan dari motifasinya itu tidak dapat disembunyikan.
Begitu mereka masih baru, tidak kelihatan, pada waktu sudah makmur, mulai kelihatan keserakahannya, semuanya mau dinikmati sendiri bersama anak cucunya.
Maka banyak gereja yang umurnya hanya satu atau dua generasi, setelah itu terpecah menjadi beberapa gereja, sebab mereka masing-masing mulai berebut harta yang ditinggalkan oleh pendeta seniornya.

Lupa bahwa diantara umat masih banyak yang miskin, tidak bisa berobat, membayar uang pangkal sekolah dsb., yang sebenarnya uang itu harus dikembalikan kepada umat yang membutuhkan.
Seperti kehidupan para Rasul dahulu, sehingga yang kaya tidak berlebihan dan yang miskin tidak berkekurangan, karena oleh gembalanya diatur berdasarkan Firman Allah yang dia pahami.

Contohnya banyak, tidak perlu saya sebutkan satu persatu, seperti di Surabaya, USA dsb.

Setelah mereka tahu, dibohongi oleh gembalanya, tentu saja umatnya lari pindah ke gereja yang patut menjadi panutan.

maksudnya apa? bisa diperjelas…
apa benar kamu katolik?

mas octaf kan memang merasa dirinya Cerdik spt ULAR…

ehehe…

Syalom…
Akhirnya uas selesai juga :slight_smile:
Kabar sukacita tidak melulu apa yang tertulis di alkitab, menurut saya pribadi kabar sukacita itu lebih kepada apa yang kita alami dan rasakan dan semua itu justru berupa hal-hal kecil yang seringkali terabaikan tapi telah dilakukan Tuhan buat kita, hal-hal sederhana yang membuat kita bisa merasakan sukacita didalam Dia. Renungkan dan carilah dulu apa saja pemberian Bapa kita yang disorga yang telah mendatangkan damai sejahtera dihati kita, kalo kita tidak menemukannya sama sekali maka yang patut dipertanyakan adalah sejauh mana Dia dari hati kita.

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Yang perlu dilakukan disini adalah lebih memperdalam lagi hubungan kita dengan Tuhan. Jauh lebih baik menjadi jujur seperti anak kecil saat bekerja untuk Tuhan daripada menjadi orang bijak yang bertindak sesuai pengertiannya sendiri.
Dengan menjadi seperti anak kecil yang selalu memandang wajah bapanya, kita tidak lagi menyampaikan Firman Tuhan karena kita mengerti apa yang tertulis dalam Firman Tuhan tapi karena kita benar-benar mengenal Tuhan melalui pemeliharaan-Nya. Jika kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan maka ROH KUDUS sendiri yang akan diam dan bekerja didalam kita dan kota yang terletak diatas gunung tidak mungkin tersembunyi. Kita akan tau darimana datangnya mazmur Daud dan amsal salomo. Percaya saja akan selalu ada kesaksian tentang kebaikan Tuhan yang bisa kita sampaikan, baik itu dari diri kita sendiri maupun dari orang-orang disekitar kita. Ingat pemeran utama dari khotbah kita adalah Tuhan, bukan masalah ataupun fenomena-fenomena sosial yang sedang terjadi walaupun menyampaikan hal-hal semacam itu juga penting tapi jangan sampai kita terlalu fokus kepada hal-hal selain Tuhan.
Saya selalu merasa segala sesuatu yang dilakukan atas dasar tuntutan, keharusan ataupun tanggung jawab (dalam hal ini berkhotbah) tidak selalu membawa kebaikan, tetapi apapun yang kita lakukan dalam rasa syukur dan kerelaan hati itu pasti akan membuahkan kebaikan.

Maka yang mau saya sampaikan disini buat TS jangan khawatir dan jangan takut, sebaliknya bersukacitalah dan bersyukurlah! karena Tuhan masih memberi kesempatan buat TS, gereja, dan pekerja lainnya. Mengapa harus sedih dengan kehadiran jemaat yang semakin sedikit? Karena yang saya tangkap disini adalah Tuhan sedang mendidik para pekerjanya dan sedang memberikan takaran yang sesuai buat pelayanan digereja TS, jadi berapapun jemaat yang hadir meskipun hanya 1 itu adalah takaran yang telah ditetapkan Tuhan sesuai kemampuan kita, bukankah tiap-tiap orang telah mendapat tanggungannya masing-masing (baca perumpamaan tentang talenta)?!

Sekali lagi saya katakan bersukacitalah dan bersyukurlah, ungkapkan semua itu didepan para jemaat yang hadir pada saat ibadah. Berterima kasihlah kepada jemaat-jemaat yang hadir karena mereka mau datang dan peduli kepada Tuhan walaupun mungkin pelayanan digereja itu tidak sebagus dan se"wah" gereja-gereja lain, karena yang terpenting adalah mengasihi Tuhan walaupun didalam kesederhanaan. Bersaksilah tentang kebaikan Tuhan, ajar mereka sungguh-sungguh mengenal Tuhan maka mereka akan mengasihi Tuhan dan Tuhan akan menambahkan talentamu.
Sekali lagi saya minta maaf ya kalau kesannya saya seperti sok tau (padahal saya baru kurang lebih 1 tahun ini bertobat), saya sendiri bicara seperti ini bukan karena saya lebih baik atau lebih hebat dari teman-teman tapi saya pernah punya pengalaman dipenuhi oleh ROH KUDUS selama satu hari penuh, dan rasanya sungguh luar biasa hati saya penuh sukacita dan saya terus menerus bersyukur pada Tuhan sepanjang hari itu rasanya seperti saya mau menari-nari dan berteriak-teriak ditengah keramaian, saya mengerti sukacita yang dirasakan Daud atau yang dirasakan oleh murid-murid Yesus saat pentakosta, dan saya mengerti sukacita yang akan saya rasakan disorga nanti (karena dulu saya berfikir sorganya orang Kristen itu membosankan karena kerjaannya cuman nyanyi-nyanyi dan memuji Tuhan :D). Tapi saya belum siap saat itu akhirnya ROH KUDUS mundur secara perlahan daripada saya, karena waktu itu saya belum bisa menyangkal diri saya sepenuhnya. Saya masih lebih mengasihi diri saya sendiri daripada Tuhan padahal hukum yang terutama adalah mengasihi Tuhan, banyak hal yang belum bisa saya tinggalkan demi Tuhan dan jujur saya kecewa dengan diri saya. Tapi saya juga tau Tuhan sedang mendidik saya. Oleh karena itu saat ini saya berusaha keras membuang perangai-perangai buruk dan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak baik dari diri saya, saya berusaha menjadikan diri saya layak menjadi bait kediaman-Nya.