jemaat semakin berkurang

  1. Kelebihan Bunglon karena MIMICRI nya bisa DILIHAT dan DISAKSIKAN, bahkan Teman2 Katholik merasa Bangga ternyata ada seorang yg dari Kelompok Lain mau membela mereka dalam hal kekurangan Pengetahuan Hikmat Alkitabiyahnya. Sehingga mereka bilang selalu meng Copy Paste jawaban2 yg diberikan Sang Bunglon, bila lain kali ada yg BERTANYA tentang HAL ITU , akan menjawab seperti itu !
    Learn by doing, kata mereka pada Sang Pembela ! Nah bukankah ITU lebih INDAH dari pada Saling Membinasakan ?
    1 Korintus 12 :
    4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. 5 Dan ada:
    rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. 6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.
    7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama (Baik Katholik maupun Non Katholik).
    8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan
    Apakah karena aku BERBEDA maka engkau menjadikan aku MUSUHMU , kata Rasul Paulus ?
    Lagipula Istri dan anak2 ku adalah Katholik, emangnya SALAH BESAR kalau aku membela dan melindungi Keluargaku ? :coolsmiley: :happy0062:
    Galatia 5 :
    11 … Sebab kalau demikian, salib bukan batu sandungan lagi. 12 Baiklah mereka yang menghasut kamu itu mengebirikan saja dirinya!

13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!”
15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
INGAT2 sebelum jadi PEMBINASA, di KEBIRI dulu , ya Pak ! :coolsmiley: :happy0062:

  1. Kata Katholik yg benar, Yesus nya SAMA kok seperti yg TERTULIS dalam 4 Injil di PB dan Kitab Para Rasul s/d Kitab Wahyu ? BEDA nya dimana, ya ? :mad0261: :’( :cheesy:

Apakah kalimat Sang Pengadu Domba TIDAK JELAS pak ?

kalo mau KAMUFLASE dan MENYAMAR sebagai SEOLAH-OLAH Khatolik…

Tuhan Yesus mengajarkan CERDIK seperti ULAR … lha kalau KECERDIKAN itu tidak DIPERLIHATKAN, mana tahu saya itu ULAR yg Tuhan Yesus jadikan Contoh ! Yg penting bukan JENIS Ular BELUDAK yg FASIK, mengaku Murid Kristus tetapi tindakannya tak menyinarkan KASIH cuma … perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 21 kedengkian (Galatia 5 : 20 -21 ) SEHARUSNYA sebagai Murid Kristus kita KUDU SALING MENGASIHI sebagai Tanda Kita Murid-Nya …
22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.

25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,
26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. :mad0261: :’(

KEBERADAAN saya SUDAH DIATAS DENOMINASI (yg justru mengurangi NOMINAL yg sudah kita kumpulkan bila kita selalu dan selalu mengedepankan DENOM )

Kalau baru sampai Tingkat MERASA, itu mah baru kelas Taman Kanak2 … sebab sang EMPU karena sudah BIASA makanya mengalahkan yg sekedar BISA !
Kata Pribahasa : ALAH BISA , OLEH BIASA !

[b]ehehe...[/b]
Salah satu [b][u]CIRI KHAS Sosok :angry: yg ada tanduknya[/u][/b] , saat ber AKSI mengumandangkan ..... [b]ehehe...[/b] kalau lagi LEWAT di KUBURAN pas Malam Jum'at Kliwon, bisa merinding Bulu Kuduk yg lewat mendengar suar tawa [u]"nyinyir"[/u] tsb ! :tongue:

Hiiiiiiiiiiiiiiiiiii SERAM bila ada Calon Penghuni Jurang Maut TERTAWA ?!

ah masa…
suka ke-ge-er-an ah mas octaf…

coba di tanya mas, temen2 yg khatolik asli merasa bangga atau malah risih? ehehe…

btw… mas men-judge bahwa temen2 khatolik PASTI KEKURANGAN PENGETAHUAN ALKITAB?
ciyus bro??
ehehe…

eh ketinggalan…
jangan sok merasa jadi bunglon ah…
lah wong gampang ketahuan kalo beda, gitu kok… hehe…

coba deh… tanya temen2 yg khatolik beneran… alias bukan khatolik ular / khatolik bunglon…

nah…
contoh kenapa jemaat semakin berkurang juga bisa salah satunya disebabkan oleh model-model spt ini… yang merasa dirinya SUDAH KOMPETEN untuk MENGKOREKSI KEKELIRUAN atau JADI PAHLAWAN untuk MENGEMBALIKAN ke JALAN yg BENAR kelompok lain yg “SEPENGETAHUANnya DIKIRA salah”

hehe…
padahal mainstream anggota di organisasinya sendiri engga gitu lho…
banyak yg risih juga sih liat kelakuan-kelakuan model gini…
oleh karenanya “gerakan wajib brainwash berkesinambungan” itu perlu tiap minggu , kalo perlu 2 x seminggu, untuk tetep memasang kacamatakuda agar jangan sampe lepas…

capeee deeee…

Kalender liburan menentukan jumlah orang datang ketempat ibadah. Kebiasan orang Surabaya dalam 5 tahun terakhir ini adalah berlibur keluar negri atau keluar kota. Tujuan favorit Singapore, Malaysia, Thailand dan Bali. Liburan pendek-pendek mereka ke Batu, Tretes, Trawas. Kebiasaan inilah yang membuat setiap liburan kota Surabaya sepi. Belum lagi trand punya Apartemen, setiap liburan mereka ke Apartemennya di ujung kota, jauh dari tempat ibdahnya untuk berlibur… Kondisi serupa pernah terjadi puluhan tahun lalu.

Mengapa demikian? Sebab data statistik, walau ekonomi semakin semakin berat bertahap, tetapi pertumbuhan kelas ekonomi menengah atas di kota-kota besar samakin meningkat jumlahnya. Kelas ekonomi menengah atas inilah yang menjadi pendorong gaya hidup yang berubah menjadi gaya hidup konsumtif, membantu pasar tetap berputar walau perekonomian semakin berat. Singkat cerita, orang Surabaya makin kaya-kaya belakangan ini, karena itu tempat ibdah makin sepi.

Jika kondisi ekonomi sulit, maka secara otomatis tempat ibadah agama manapun akan semakin penuh sesak. Itu sudah lumrah… sebaliknya makin makmur makin sepilah tempat ibadah.