Jika anda dijadikan kambing.

Bagaimana seandainya anda hendak mengajarkan nilai2 peri kemanusiaan kepada kambing2 yang tidak mengerti bahasa manusia? maksudnya adalah agar para kambing bisa memahami apa itu arti peri kemanusiaan dan tidak lagi berperilaku spt binatang lagi. Tentunya hal ini sulit dilakukan mengingat kambing2 tidak mengerti bahasa manusia.

Maka satu2 nya jalan agar maksud anda tercapai dan bisa mengajarkan peri kemanusiaan kepada kambing adalah jika anda bisa dirubah menjadi kambing dan hidup dengan sesama kambing spt mereka, hidup bergerombol mencari rumput dan daun2 an dimana kambing2 itu sebagaimana hewan lainnya selalu berebut dan tdk membagi kpd sesamanya yg mungkin perutnya lebih keroncongan.

Akan tetapi jika hal itu terjadi maka anda selaku kambing jelmaan akan menghadapi tantangan keras dari kambing2 karena jika anda katakan bahwa anda adalah jelmaan manusia yang hidup di tubuh kambing maka kambing2 bisa bingung dan marah dan menolak serta mengucilkan anda.

Bahkan anda bisa jadi dibunuh oleh pejantan2 dominan yg merasa kehadiran anda bisa menjadi pesaing yg hendak menguasai kelompoknya, dan lebih parah lagi anda juga harus siap mempertaruhkan nyawa anda karena setiap saat anda bisa ditangkap dan dibantai untuk dijadikan kambing guling.

Jika demikian besar resikonya apakah anda masih bersedia dijadikan kambing demi mengajarkan peri kemanusiaan utk merubah hidup para kambing agar meninggalkan tabiat hewan mereka ?

Demikian pulah halnya bagi Tuhan akan menemuii resiko yang sama jika Ia terlahir sbg manusia untuk mengajarkan KeTuhanan.

Tetapi Tuhan telah menempuh resiko yang begitu besar dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri menjelma sebagai manusia Yesus :

Yohanes 3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Apakah Yesus Kristus sbg penjelmaan Tuhan sama dengan Allah yang diatas TahtaNya di surga ? Secara fisik jelas Tidak sama karena barang siapa yang melihat Tuhan akan mati maka Tuhan membungkus dan merendahkan diriNya dalam darah dan daging serta meninggalkan segala kemuliaanNya menjadi “anak manusia”.

Allah yang ada di atas Tahta disurga tidak bisa dilihat manusia kecuali Ia menyatakan diriNya dalam bentuk wujud yang terbatas spt kepada nabi Musa.

“Tuhan tidak pernah dilihat manusia dan manusia memang tidak dapat melihat-Nya (1 Timotius 6:16)”

“Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup” (Keluaran 33:20).

Sebelum Allah menjelmakan tubuh Kristus ke dalam rahim Maria Ia telah mengetahui akan ditolak dan dibunuh :

9:22 Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Akan tetapi sebelum itu terjadi Tuhan telah katakan bahwa Yesus akan bangkit dari kematian pada hari ketiga, dan Dia telah menanggung segala penderitaan dan siksa maut di kayu salib dan Dia bangkit demi umat manusia yang percaya, demi kita semua.

“Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga.” (Luk 24:5-7)

Tetapi kebangkitanNya telah disangkal oleh banyak orang hingga kini ;

“Kamu harus mengatakan bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri jenazah Nya ketika kamu sedang tidur. Apabila hal ini terdengar oleh gubernur, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Cerita ini tersebar di antara orang Yahudi sampai sekarang. (Mat 28:8-15)

Bagaimana mungkin mereka bisa tahu bahwa murid-murid yang mencuri mayat Yesus padahal mereka sedang ketiduran !

APA YANG TELAH DIPERBUAT OLEH BAPA YG DISURGA ADALAH SAMA HALNYA JIKA KITA INGIN MENGAJARI KAMBING PERIKEMANUSIAAN. Tuhan pun dijadikan ibarat anak domba sembelihan :

Yesaya 53:7 Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diriNya ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutNya.

Karena begitu besar kasih Tuhan sehingga Ia menanggung segala penghinaan dan siksa kematian di kayu salib, Dia telah menanggung maut yang seharusnya menjadi bagian untuk kita orang2 yang berdosa.

Tuhan yang berfirman dan menggenapinya :

2000 tahun yang lalu ketika Tuhan memperkenalkan Yesus sbg putraNya, ide ini mendapatkan tantangan yang keras bahkan sampai saat ini.

Apalagi jika Yesus menyatakan bahwa Ia adalah perwujudan Allah sendiri, terlebih lagi Dia bisa mati lebih awal.

Tetapi sesungguhnya nabi Yesaya telah menuliskan bahwa Yesus adalah Allah sendiri dan mungkin cuma Yesaya yang waktu itu memahaminya.

Yesaya 9:5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Yesus akan kembali lagi dan memerintah spt dinubuatkan diatas selama 1000 tahun setelah jaman 7 tahun kesengsaraan besar berakhir dan dunia dibersihkan dari orang2 berdosa.

Jaman kesengsaraan besar akan dimulai jika terjadi perdamaian 7 tahun antara Israel=Arab dan lalu Bait Allah Judaisme akan dibangun lagi disebelah mesjid Dome of the Rock di Yerusalem. Pada pertengahan 7 tahun itu antikris akan membantai dunia dan khususnya orang2 Yahudi yg menolak menyembahnya.

Matius 24:15 "Jadi apabila kamu melihat Pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel–para pembaca hendaklah memperhatikannya-- 24:16 maka orang-orang yang di Yudea haruslah melarikan diri ke pegunungan. 24:17 Orang yang sedang di peranginan di atas rumah y janganlah ia turun untuk mengambil barang-barang dari rumahnya, 24:18 dan orang yang sedang di ladang janganlah ia kembali untuk mengambil pakaiannya. 24:19 Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi z pada masa itu. 24:20 Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat. 24:21 Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi.

manakah analogi yang anda anggap lebih cocok untuk uraian di atas:

  1. tuhan menjelma sebagai manusia
  2. anak tuhan menjelma sebagai manusia

jika menurut anda analogi no1 lebih cocok, maka pertanyaan yang muncul kemudian adalah:
1a. jika tuhan menjelma sebagai manusia, apakah itu berarti tuhan bisa disalib?
1b. jika anda mengatakan bahwa yang disalib hanya tubuh manusianya saja, apakah tubuh manusianya termasuk ke dalam trinitas?
1c. jika anda mengatakan bahwa tubuh manusianya termasuk ke dalam trinitas, apakah itu berarti ada entitas atau sesuatu atau objek dalam trinitas yang bisa disalib?
1d, jika anda mengatakan bahwa tubuh manusianya tidak termasuk ke dalam triitas apakah itu berarti tidak ada entitas atau sesuatu atau objek dalam trinitas yang disalib untuk menebus dosa anda?

jika menurut anda analogi no2 lebih cocok, maka pertanyaan yang muncul kemudian adalah:
2a. apakah tuhan (bapa)=anak tuhan (yesus)?
2b. jika tuhan (bapa)=anak tuhan (yesus), apakah saat yesus disalib boleh saya katakan bahwa bapa disalib?
2c. jika tuhan (bapa) tidak sama dengan anak tuhan (yesus), manakah yang lebih tinggi diantara mereka?

Gak kuat deh Bro.

@ashes

silahkan tanyakan ke pendeta anda