Jika iman tidak berbuah, siapa yang bertanggung jawab?

Seseorang sudah beriman kepada Kristus. Tapi Kristus juga kasih perumpamaan seperti biji yang jatuh di tanah subur, di semak, di batu padas.

Pertanyaannya jika sampai iman tidak berbuah, siapa yang bertanggung jawab? Salahnya manusia apa Tuhan?

mohon pencerahan

Yang menebar BIJI nya atuh yg SALAH…udeh tahu BATU PADAS…kok ditebar juga…tetesin terus mereus ama itu Batu Padak agak Legok dikit lalu isi legokannya ama Tanah Subur , baru tanam bibt nya disitu!

Tidak bisa berbuah artinya belum melekat kpd Yesus,
iman nya sekedar percaya (spt Iblis percaya Yesus adalah Allah) tapi tdk mempercayakan diri, tdk melekat:
Yohanes 15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Penabur itu tdk pernah salah, yg salah adalah pemilik tanah itu,
spt apakah dia memposisikan tanah itu, Tuhan tdk pernah memaksa
GBU

Berbuah hrs bertumbuh , krn benih itu tidak akan menghasilkan buah jika tidak ada pertumbuhan .

Untuk bertumbuh itu perlu ditanamkan, perlu disiram ini bisa dikerjakan
Lewat baca Firman stp hari ,ibadah , dengar kotbah dll .

Jadi untuk bertumbuh … Sdhkan kita ditanamkan? Sudahkah kita disiram?

Kalau hal di atas sdh dipenuhi…
Baca 1 Korintus 3:6-7
Alla yang memberi pertumbuhan…
Bagian kita hanya minta kepada Allah untuk memberi pertumbuhan, dan bagian Allah memberikan pertumuhan itu .

Dan praktekkan iman… Krn tanpa praktek .iman kita hanya menjadi iman teori…dan mati

Semoga bermanfaat :slight_smile:

^baca kitab suci doa tiap hari kalau mau tumbuh :cheesy:

Biji adalah gambaran Firman Tuhan
Tanah subur, di semak, di batu padas adalah gambaran hati manusia

Yakobus 1:21
Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.

Saat kita menerima Kebenaran yang disampaikan kepada kita, bagaimana kita meresponnya digambarkan dengan tiga hal tersebut. Saat seseorang mendengar dan tidak berbuah, bukankah yang harus dipertanyakan adalah mengapa ia tidak menyiapkan tanah yang baik agar biji tersebut dapat berbuah.

Dalam ayat yang saya copas diatas, diawali dengan kata “buanglah” segala yang kotor dan jahat dalam hati kita. Karena semua itu seperti semak duri dan bebatuan yang dapat menghambat Firman Tuhan menghasilkan buah lewat kehidupan kita.

Semoga mencerahkan…

biji yang jatuh di pinggir jalan, di atas batu, disemak duri atau di tanah yang subur menggambarkan kehidupan hati kita dalam mengiring Tuhan Yesus Kristus.

bila tanah hati kita tanah yang subur, maka FIRMAN ITU AKAN TUMBUH BERBUNGA DAN BERBUAH.

tanah hati kita seperti di pinggir jalan, tanah berbatu dan semak duri menunjukkan sikap kita dalam mengiring Tuhan.
kalau tidak segera mau merobah keadaan “hati kita” di pinggir jalan, keras/batu/semak duri, maka FIRMAN YANG DITABUR AKAN SIA SIA,
bagaimana kita merespons Firman Tuhan DALAM KEHIDUPAN KITA MASING MASING. . . .

Sederhana saja :
kita pakai saja diri kamu …
Apakah kamu siap untuk bertumbuh ?? (ingat HATI)
Sudah siapkah Hati kamu ??

Jangan salahkan TY, kalau kamu belum siap untuk tumbuh.

sebab dimanapun kamu di tempatkan oleh TY, dan kapanpun… ketika hati kamu sudah siap, TY akan membuat kamu untuk bisa bertumbuh…

Karena pada dasarnya, sejak zaman Adam dan hawa TY sudah memberikan kita kebebasan…

suatu kemustahilan, sama seperti begini: “kalau sudah beriman kepada Yesus ternyata tidak selamat, siapa yang salah, Tuhan atau manusia?”

Thanks semua pencerahannya, rangkumannya bahwa semua adalah tanggung jawab kita masing2 ya? Meskipun dalam bimbingan Tuhan

GBU All!