Jika orang beristri empat menjadi kristen, lalu gimana status istri-istrinya?

Saya dengar ini dari kotbah Pendeta di radio kemarin siang. Sekilas saja Ia bercerita tentang seorang dukun beristri empat yg pernah mendatangi dia dan mau masuk kristen. Sayangnya ia tidak membahas lebih lanjut kelanjutannya.

Di satu pihak orang kristen hanya boleh punya satu istri atau satu suami. Di lain pihak, orang kristen tidak boleh bercerai. Lantas bagaimana status hukum bagi si dmantan dukun ini? Menceraikan 3 istri mudanya? Apa lantas hidup seperti kakak adik (sebuah konsep yg dikenal di Gereja Katolik tp kurang populer di gereja lain)? Atau tetap punya istri empat?

:cheesy:

KEKUDUSAN TIDAK DAPAT BERCAMPUR DENGAN KENAJIZAN ZINAH !!!

jadi jika ia masuk ke dalam persekutuan kudus Kristen sebagai tubuh Kristus, maka kebejadan zinahnya yang dulu, roh penerimaan ajaran sesat dari roh nggak jelas harus dibuang dari kehidupan …

biarkan orang mati [yaitu tata kehidupan orang2 berdosa yang mengajarkan beristri–4] diselesaikan dulu, baru boleh minum dari cawan anugerah TUHAN yang kudus.

justru dengan sikapnya menceraikan istri-istrinya dan tidak memiliki hubungan perkawinan lagi [at least 1 masih dipertahankan toh :slight_smile: ] menunjukan bahwa ia bertobat sungguh-sungguh … dan anak-anak yang lahir dari perkawinan itu sedapat mungkin mengikuti dia agar mereka bolah ikut bagian dalam anugerah.

dont worry about the devorced wives … they have to be faithful also, therefore should depart from their sinful life and pray for good husband to come someday.

Menjadi Kristen adalah terlarang melakukan poligami, kecuali aliran ‘aneh’ yang berkembang di USA sana.

Seorang Kristen juga dilarang menceraikan istri.

Maka, ceraikan dulu istrinya sebelum masuk Kristen, begitu kan kasus selesai. Jangan lupa juga, bahwa setelah masuk Kristen, maka sepasang manusia itu tetap harus menjalani pemberkatan nikah di gereja untuk mengesahkan pernikahan mereka secara Kristen.

Masalah beres kan?

Akal yang bagus, untuk menceraikan sebelum masuk kristen.
Adalagi akal lain , carilah Gereja kristen yang mengangap PL masih berlaku didalam Pl ada berapa istri daud dan ada berapa istri salomo ,belum terhitung gundiknya.

padahal : .P. Baru: Lukas: 16
16:16 Hukum Taurat dan KITAB PARA NABI berlaku sampai kepada zaman Yohanes;

Tuhan Yesus memberkati
Han

Kalau solusinya gini, maka kelihatan pura2 rohani padahal menyengsarakan ke 3 istri perempuan. Ini termasuk kekerasan dalam rumah tangga.

Dengan kata lain, harus dipikirkan solusi untuk ketiga perempuan yang telah dinafkahi lahir dan batin selama menjadi si dukun ini.

Masakan tiba2 dia berkata: ‘Maaf istri2ku, gw mau masuk kristen, mulai besok loe2 pada harus cabut dari rumah ini karena menurut agama gw, gw cm boleh kawin sama satu orang - dan yg gw mau kawinin secara Kristen itu si Minah, istri ke empat gw…’

:smiley: :smiley: :smiley: :smiley: :smiley:

tanya Tuhan…istri yang menjadi jodoh dia yang mana? :smiley:

Ceraikan istri2 muda. Memang ajaran Kristus mulai tidak populer di masa sekarang ;D

Wah kalo 3 istri diceraikan, mereka mungkin akan punya masalah ga cuma ekonomi tapi juga masalah batin dan masalah sosial. Mereka mungkin tetap mempertahankan agama lamanya. Trus anak-anak juga musti tetap menerima hak materiil dan spirituil (ceilee). :angel:

Supaya tidak ada yan jadi korban dan untuk menghentikan perilaku pasal perzinahannya :smiley: bagaimana kalau, ketiga istri muda tetap hidup bersama dengan suami dan istri pertama tapi dengan syarat si suami tidak berhubungan intim dengan ketiga istri muda ini?

Dengan tetap berada dalam tanggung jawab si suami, maka ada peluang agar para istri dan anak-anaknya juga bisa menjadi kristen? :rolleye0014:

Godaannya cukup besar lho untuk tinggal bersama 3 (mantan) istri yg cantik2…tanpa memikirkan seks…

Mudah sekali menjawabnya, jika memang ada yang bertobat dan memiliki istri ke empat, maka dia harus menceraikan 3 istrinya. Dia harus memilih istri pertama. Namun kekristenan tidak pernah mengajar orang untuk tidak bertanggung jawab, maka dia harus tetap menafkahi ketiga orang yang pernah jadi istrinya sampai mereka menikah lagi, jika tidak menikah lagi maka tetap harus dinafkahi.

Pastilah orang ini akan bergumul, karena istri kedua, ketiga dan ke empat biasanya jauh lebih cantik dibanding istri pertama. Kedua, dia juga bergumul karena harus menafkahi tapi sudah tidak berhak atas tubuhnya lagi. Namun demikian jika dia sungguh menjadi kristen dia akan lakukan ini dengan sepenuh hati sebagai “sangkal diri” dan “pikul salib” dirinya.

Tuhan memberkati.

copas dari trit lain yang idem…! ;D ;D ;D

====

ada ringkasan mengenai pertanyaan saya ke romo, mengenai topic ini…!

limited : Jika ada seorang Non Katolik yang sudah berpoligami (misal : beristri 3), org non katolik tsb ingin convert ke katolik.. bagaimana dengan sikap Gereja menyikapi hal tersebut..??

Rm : tidak ada orang yang tidak boleh masuk Katolik. Orang tersebut boleh masuk Katolik! Tentu saja, dikehendak masuk Katoliknya pun harus ditunjukkan dengan pertobatan hidup!

Dalam konteks ini, pertobatan hidup itu perlu ditunjukkan pula dengan tidak berpoligami karena dalam ajaran Katolik perkawinan itu monogami. Karena dia beristeri 3, maka dia harus memilih salah satu!

Apabila dia memilih isteri pertama, maka perkawinan itu sudah sah dengan sendirinya (tentu dengan pengandaian kalau perkawinan pertama itu tidak bermasalah sahnya!).

Bagaimana kalau demi iman tidak dapat istri pertama tsb? apakah isteri yang kedua atau isteri yang ketiga dapat untuk menjadi pasangannya setelah menjadi Katolik? Hal ini pun bisa, dengan menerapkan apa yang disebut privilegium pianum. Dengan privilegi ini, perkawinan dengan isteri pertama diputus demi iman, dan perkawinan dengan isteri yang dipilih diteguhkan oleh Gereja.

Bagaimana dengan isteri-isteri lain yang tidak dipilih? Ya tentu saja mereka harus berpisah (‘cerai’). Tentu, penting pula untuk diperhatikan agar tanggungjawab publik terhadap ‘mantan isteri’ dan anak-anak mereka tetap terpenuhi (misalnya dengan memenuhi kebutuhan material dan tanggungjawab yang semestinya sebagai ayah kepada anaknya), namun tidak lagi sebagai suami isteri dan tidak tinggal bersama dengan ‘mantan isteri’ itu. jadi secara sipil, Dia tetap berpoligami.

limited : tetapi Romo Bagaimana dengan Ajaran GK yang tidak berkompromi dengan perceraian.. bukankah dengan memilih 1 dari 3, otomatis org tsb menceraikan yang 2..?

Rm : Perlu diketahui dan diingat: perkawinan yang tidak boleh diceraikan hanyalah perkawinan yang sah! Perkawinan yang tidak sah justru harus dipisahkan atau kalau mungkin dan dikehendaki perlu disahkan! Dalam kasus orang berpoligami dengan banyak istri, satu-satunya perkawinan yang sah hanyalah perkawinan dengan istri pertama. Perkawinan dengan istri-istri lain adalah perkawinan tidak sah! Maka, dalam kasus orang berpoligami yang hendak bertobat menjadi Katolik, prioritas utama adalah memilih istri pertama (istri sah!). Istri-istri yang tidak sah harus dilepaskan!

Namun, apabila istri pertama demi iman tidak sapat, ia bisa memilih salah satu istrinya dengan menerapkan privilegium pianum itu. disebut privilegium karena memang ini sebuah kemurahan khusus demi iman.

Jika sudah cerai dengan istri2 yg lain tidak berarti melepaskan tanggung jawab yg lain,bro…

Kalo sudah bukan istri, paling cuma bisa ngasih tunjangan material. Padahal kan para istri itu ga cuma butuh materi. Mereka akan jadi janda. Kalo sudah cerai tapi masih saling perhatian, kan gawat ntar konslet.

nga usah gawat konslet…! memang seperti itu konsekuensinya…!

“ikuti Aku, dan pikul salib…!” kalo masih gawat2an, “jangan ikut Aku, taroh salib-mu”…! ;D

Ah ente gimana, masa kalo pagi doa “Bapa, jangan masukkan kami ke dalam pencobaan :rolleye0014:” tapi trus satu lelaki dan 3 mantan istri yg udah bukan muhrim mau sayang-sayangan :azn:… Apa ga nyari perkara namanya? :cheesy: :tongue:

yah jangan sayang2an atuh…! coba pahami dulu tulisan2 disini deh…!

“ikuti Aku, dan pikul salib…!” kalo masih sayang2an, “jangan ikut Aku, taroh salib-mu”…! ;D ;D

Kamu sendiri yg nyari perkara… menafsirkan seperti itu.
kamunya mo nawar-nawar ajaran ya? ;D
Klo udah ikut Yesus, salib harus dipikul.
So…sudah nggak ada lagi sayang-sayangan dgn eks istri.

Kalo si suami menceraikan 3 istri, lalu tetap memberi dukungan materiil buat mereka tapi kemudian menjaga jarak (supaya ga konslet)… apa nggak cari selamat sendiri?

Kan kasian istri-istrinya, udah ga punya suami lagi, jadi janda. Kalo mereka sudah kristen mungkin bisa ikut persekutuan tiap hari. Tapi kalo belum kan kasian :stuck_out_tongue:

Itu khan andai yg berandai-andai… ;D
Jika eks istri-nya melihat mantan suaminya hidup dalam kekudusan setelah menceraikan mereka…
Hal tsb dapat menjadi kesaksian bagi eks istri2nya.
Jika mereka tidak menerima kesaksian & apa yg telah diajarkan oleh eks suaminya…itu adalah tanggung jawab mereka.
Bukankah dengan mereka masih tinggal serumah, malah tidak mengikuti ajaran Kristiani?
Tolong direnungkan…

Berandai-andai itu berguna, supaya bisa mengambil pertimbangan baik buruk, tanpa harus mengalami dulu.
Menceraikan memang lebih gampang dan lebih ringan. Tanggung jawabnya lebih kecil, resikonya lebih kecil. Hahahaha.