Jika tak berbuah, maka disebut [iman yang mati] atau [tidak punya iman]

Barusan wa baca ayat:
Yak. 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Lalu wa teringat perkataan bbrp kawan yg menafsirkan ayat diatas bhw [Jika orang kristian tak berbuah, maka disebut tidak punya iman, bukan bilang punya iman tapi iman yg mati]

Interpretasi wa:
tubuh ~(analog)~ iman
roh ~(analog)~ perbuatan2

fizikal:
tubuh + roh = tubuh yg hidup
tubuh - roh = tubuh yg mati

spiritual:
iman + perbuatan2 = iman yg hidup
iman - perbuatan2 = iman yg mati

Hal itu membuat wa bertanya pada dirsen; jika nurut ayat tsb [punya iman (walau iman yg mati)] lantas kenapa ada kawan2 yg mengutip/menafsir sbg [tidak punya iman semulajadi]

  1. apakah tubuh tanpa roh tetap disebut sbg [tubuh (walau dead body)] ?
  2. so, apakah iman tanpa perbuatan tetap disebut sbg [iman (walau dead faith)] ?

konsistensi poin 1 & 2 imo sejajar… kalo poin 1 jawabannya [Iya], maka poin 2 juga jawabannya [Iya]
atau mungkin ada pandangan bhw poin 1 & 2 jawabannya bisa tidak sejajar dgn alasan yg masuk akal ?
silahkan…

[i]Yak. 2:26 Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.[/i]
Tubuh manusia yg tdk menjadi bait Allah, adl manusia yg nantinya akan mengalami kematian kedua ( api kekal ). Manusia yg [b]mengaku dirinya beriman[/b], ttp dari dirinya tdk pernah ada perbuatan2 Allah yg terjadi maka pengakuan akan iman yg dia sampaikan itu adalah [b]iman palsu[/b], ini dinyatakan Allah sbg iman yg mati. Semoga ini cukup menjawab kedua pertanyaan diatas. Salam.

Ef 2 : 8, 9
2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,

2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.

Iman pemberian Allah adalah iman sejati.

Ayat 8 , 9 :

  • itu bukan hasil usahamu,
  • jangan ada orang yang memegahkan diri.

Menunjukkan bahwa iman manusia berbeda dengan iman pemberian Allah.

Manusia tidak dapat mengusahakan iman menurut standard Allah dan manusia jangan bermegah dengan iman pemberian Allah.

Manusia merasa dirinya super dengan iman dari Allah, sering merasa diri yang hebat MAMPU MEMPUNYAI KEMAMPUAN UNTUK PERCAYA PADA PENEBUSAN ALLAH.

Ayat 9 memperingatkan kita bahwa jangan bermegah

Sedangkan iman tanpa perbuatan menunjukkan bahwa itu bukanlah iman pemberian Allah.

Matius 13:23
Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

Yohanes 15:5
Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.
Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Yohanes 15:8
Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

Hanya orang yang tinggal dalam Kristus yang menerima anugerah Allah, menerima segala berkat Allah yang termasuk IMAN yang dapat menunjukkan iman sejati.

Orang yang tanpa perbuatan , TIDAK BERBUAH, sehingga menunjukkan bahwa iman yang mati, yang belum ditebus oleh darah Kristus yang mahal.
Roma 7:5
Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

Demikianlah bagi orang yang mati, berbuah bagi maut.

Alkitab mengajarkan kita untuk dapat bedakan antara iman pemberian Allah dengan iman yang mati atau iman berbuah maut .

Perbuatan org yg memiliki iman (yg benar) itu adalah buah Roh
Galatia 5:22-23
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu

Utk dpt berbuah harus melekat kpd Kristus:
Yohanes 15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Dan harus selalu memiliki asupan Firman Tuhan :
Yohanes 15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Jadi Iman yg mati itu iman yg bohong/tanpa perbuatan atau sebenarnya memang tidak punya iman,
cuma iman di mulut doang spy terlihat dan terkesan Kristen.

Mat 7
22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Salam

Ada beberapa pandangan Anda yang sama dengan pandangan saya, dan juga ada beberapa pandangan Anda yang tidak sama dengan saya. Saya coba ya.

Sehingga dapat diperoleh interpretasi yang melengkapi/menggenapi, kalau jiwa dapat dianalogikan buah-buah roh. Saya tidak tahu, apakah analogi Anda tersebut tepat atau tidak. Perlu pemikiran yang mendalam. Di sisi lain, saya menentang kalau perbuatan sama dengan buah-buah roh.

Bila bagian di atas berpatokan pada ayat terberikan (Yakobus 2:26), yang berarti dibatasi pada manusia, maka saya sependapat dengan bagian posting Anda di atas.

Sependapat

Tetap disebut tubuh. Bahkan kalau dilepaskan dari konteks ayat terberikan, dijawab tetap.
Pada manusia, tubuh tanpa roh berarti mati. Contoh paling mudah adalah jenazah.
Pada binatang, baik hidup maupun mati, tidak mempunyai roh.

Tetap disebut iman, karena iman sendiri bersifat dinamis, tidak statis.

Kalau kita bicara BUAH , maka kita ber ANALOG dengan yg namanya TANAMAN.
Iman tanpa perbuatan … MATI.
ANALOG ke TANAMAN :
Tanaman tanpa “pertumbuhan” baik berupa Tunas, ranting baru, cabang baru, dll sampai kepuncaknya adalah BUAH bukankah disebut Tanaman yg Mandu/Mati, bukan ?!
Orang yg menjadi Percaya ----> lalu menjadi Iman ----> terachir DIBAPTIS sehingga ia menerima ROH KUDUS sebagai Meterai bahwa ia adalah Pewaris Kerajaan Sorga !
Proses Mulai ia Percaya lalu beriman dan kemudian dia dibaptis sampai mendapat ROH KUDUS maka ia mengalami “pertumbuhan dan Hidup Baru” ! Pertumbuhan itu identik dengan Perbuatan2 (Ibadah ke Gereja, Baca Alkita, Belajar Pendalaman Alkitab, ikut KKR dan lain2) yg masih untuk Kepentingan Hidupnya sendiri. Dalam tahap ini ada perbuatan2 dalam kehidupan berimannya yg masih melulu utuk Intern Dirinya Sendiri !
Suatu saat dengan Iman yg bertumbuh dari Bayi sampai Dewasa maka ia mulai ber BUNGA dan ber BUAH ! :afro: ;D ;D
Hanya Iman yg DEWASA yg sanggup membuatnya SIAP untuk menghasilkan Bunga atau Buah. Dalam Bunga ia sudah mulai menebar Serbuk Sari (Iman dan ajaran tentang Firman Tuhan) yg bila Serbuk Sari itu hinggap pada Putik Bunga (orang yg HAUS dan mencari Keselamatan) maka si Putik tsb akan menjadi Bakal Buah “Calon Domba” .
Saat orang lain itu menjadi BUAH maka didalamnya akan ada BIJI yg artinya ia akan mempunyai “Daya Tumbuh Kembang” akan menjadi Tanaman Baru lalu akan menghasilkan Bunga atau Buah Bila ia … Imannya Dewasa !
Itu maksud TERSIRAT dari ayat yg TERSURAT itu ! Meskipun ada tanaman yg TIDAK ber BUAH, tetapi ia TETAP memiliki HIDUP, begitu juga Orang Percaya meskipun ia tidak membawa Jiwa2 Baru (BUAH) karena Imannya tak pernah Dewasa -------> Ia TETAP memiliki Hidup Kekal !(Yohanes 3 : 16)
Bagi Domba yg menghasilkan banyak BUAH maka ia akan mendapatkan Salah Satu Mahkota yg 5 Macam yg Tuhan Janjikan dalam Kerajaan 1000 Tahun nanti !

[b]Interpretasi wa:[/b] tubuh ~(analog)~ iman roh ~(analog)~ perbuatan2

fizikal:
tubuh + roh = tubuh yg hidup Iman yg bertumuh dari Bayi menjadi Dewasa
tubuh - roh = tubuh yg mati … Iman yg BANTET kek Roti yg BANTET tidak Mengembang !

spiritual:
iman + perbuatan2 = iman yg hidup … iman yg Tumbuh Kemang dari ayi menjadi Dewasa Penuh siap ber- buah !
iman - perbuatan2 = iman yg mati … Iman yg tetap Bayi selalu minta di SAPIH dan Di SUSUI :happy0025:


Yg Biru dan Merah adalah penjelasannya !

Hal itu membuat wa bertanya pada dirsen; jika nurut ayat tsb [[u]punya[/u] iman (walau iman yg mati)] lantas kenapa ada kawan2 yg mengutip/menafsir sbg [[u]tidak punya[/u] iman semula jadi]
  1. apakah tubuh tanpa roh tetap disebut sbg [tubuh (walau dead body)] ?
  2. so, apakah iman tanpa perbuatan tetap disebut sbg [iman (walau dead faith)] ?

1 & 2 Apakah Tanaman yg tidak pernah berbuah atau Kering meranggas pernah disebut sebagai Hewan ? Bukankah namanya TETAP Tanaman ?! :coolsmiley: :mad0261:
konsistensi poin 1 & 2 imo sejajar... kalo poin 1 jawabannya [Iya], maka poin 2 juga jawabannya [Iya] atau mungkin ada pandangan bhw poin 1 & 2 jawabannya bisa tidak sejajar dgn alasan yg masuk akal ? silahkan...
Sudah terjawab diatas ! :coolsmiley: :happy0062:

mas octaf,
kayanya analogi anda engga pas deh mas…
dan jelas banget TIDAK ANALOG sama sekali…

Iman: Adjektifa intangible
Perbuatan: Kata benda intangible

sementara:
Tanaman: Kata benda Tangible
Berbuah: Kata Kerja…

ENGGA ANALOG kan??

coba kita pakai ANALOG yg bener-bener analog & deket dgn bidang-nya mas octaf…
misal:
DOKTER tanpa hasil PENGOBATAN adalah MATI (alias BUKAN DOKTER)

  1. Seseorang yang MENGAKU memiliki KOMPETENSI DOKTER (analogi: memiliki IMAN)
  2. tetapi TIDAK PERNAH melakukan PERBUATAN PENGOBATAN kepada PASIEN (analogi: PERBUATAN manifestasi iman)
  3. adalah BUKAN DOKTER (analogi: MATI), melainkan cuma seonggok organisme Homo Sapiens yang mengaku-aku dan pamer ijazah bahwa “gue ini dokter lho… dan udah hapal setiap halaman kode etik kedokteran lho…” tapi TANPA PERNAH melakukan perbuatan TERAPI PASIEN.

nah… silakan kata “dokter” dan “PERBUATAN TERAPI” bisa diganti-ganti terserah mas…
misal:

  • Insinyur Sipil TANPA pernah melakukan PERBUATAN konstruksi struktur sipil adalah BUKAN insinyur
  • dan lain sebagainya…

salam.

iman n 1 kepercayaan (yg berkenaan dng agama); keyakinan dan kepercayaan kpd Allah, nabi, kitab, dsb: – tidak akan bertentangan dng ilmu; 2 ketetapan hati; keteguhan batin; keseimbangan batin;
Pranala (link): http://kbbi.web.id/iman

Iman: kata benda intangible
Perbuatan: kata benda intangible

Tanaman: Kata benda
Berbuah: Kata kerja…

Solusi: coret imbuhan ber- > berbuah

Tanaman: Kata benda tangible
Buah: Kata benda tangible

Bagaimana Pak octafalto? Setuju? :afro:

???

Pelajari dulu apa itu intangible, noun dll, barulah bicara…

http://en.wiktionary.org/wiki/intangible

Salam

Sbnrnya intisari dari semua pandangan teman-teman itu SAMA alias SAMI MAWON alias SAMI-AL-JABBER alias SAME.

Cuma beda di kemasan penyampaian dan sudut pandang aja.
Hehhhhhhh

Sebenernya gak sama Siip. Ada perbedaan yang sangat mendasar.
Kalau mau ngikutin yang umum-umum aja sih gampang. Pokoknya percaya Yesus, lalu setelah itu harus berbuat baik. Secara praktis sama seperti agama-agama lain. Pasti semua setuju…Tapi kalau mengerti kekristenan cuma sampe segini aja seperti berdiri pada pijakan yang goyah.

??? x 2 = ???
Pelajari dulu pelan-pelan, baru protes.

Analog tsb wa susun berdasar interpretasi wa terhadap struktur kalimat pada ayat Yak 2:26, kk…
Jadi gini strukturnya: Yak 2:26
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Dari situ, analognya:
biru F1 ~ (analog)~ biru F2
merah F1 ~(analog)~ merah F2

Makaci kk atas masukannya…
Juga kepada para kk:
Adhi Darma Wijaya
Charismata
Malaikat Suci
octafalto
cadangdata

dan pada cc:
Rita Ratina.

makaci semuanya atas masukan2nya…

Komentar @ cc Rita:
pendapat cc Rita telah menjelaskan bhw ketika sso bilang [tidak punya iman] itu dlm pengertian [punya iman manusia, namun tidak punya iman yg diberi Allah]
so dlm hal ini, alasan bhw klo sso bilang [tidak punya iman] ialah kerana dia membezakan antara [iman manusia] dan [iman dari Allah]
makaci yaa… dlm hal ini, pertanyaan yg wa sampaikan di TS telah cc jawab.

Yak 2:14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Pada ayat ini juga dikatakan [iman itu] → mengindikasikan bhw [sosok yg dikritik oleh St James itu punya iman (walau iman yg mati)], jadi bukan dibilang sbg [sso yg tidak punya iman]

Pengertiannya gak sama loh…
Jika sso mengatakan org lain sbg [sso tidak punya iman] dgn patokan ayat Yak 2,
sedangkan St James bilang [punya iman (walau iman yg mati)] → bukankah masuk kategori [putting words into apostle’s mouth] ?

~~~

Adapun, pendapat cc Rita menimbulkan pertanyaan baru ketika wa baca ayat2 Yakobus 2 per konteks;
Dgn poin cc [iman manusia vs iman yg diberi Allah] > asumsinya menjadi: sosok yg dikritik oleh St James ialah [sso yg tidak diberi iman oleh Allah],
Maka imo, konsep begitu kurang sinkron dgn ayat2nya sebab jika demikian, maka St James (yg jauh lbh saleh dan bijak drpd SdT) kemungkinan bakalan mendoakan dia agar diberi iman oleh Allah, ketimbang mengkritik (udah tau belom diberi iman, ngapain dikritik… dikasihani dong mestinya)
Maka pertanyaannya; apa dasarnya bhw St James ketika menulis ayat Yak 2, dia juga berkonsep seperti cc Rita ?

Komentar @ alephtav:
Yak 2:14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Ttg hal ini, gpp kalo gak kk taph dan cc Rita tanggapi… sbb poinnya pada TS sudah terjawab (wa pinin tau alesannya kok ada kawan yg mengatakan org lain [tidak punya iman])
:slight_smile:

Kalau iman itu adalah suatu benda mati, maka dia tidak dapat menyelamatkan siapa-siapa.
Tapi iman itu adalah sesuatu yang hidup, yang menghasilkan perbuatan baik, yang bisa menyelamatkan/menolong orang.

Iman akan menghasilkan perbuatan baik.
Kalau anda menganalogikan seperti diatas yaitu memisahkan perbuatan sebagai sesuatu yang sejajar dengan iman, maka yang menyelamatkan adalah perbuatan. Bukan iman, bukan Kristus. Iman gak ngapai-ngapain. Cuma status doang idup atau mati. Yang berperan adalah perbuatan. Jadi sebaiknya dipertegas aja, “Keselamatan adalah tergantung perbuatan”, supaya gak double talk dan bikin bingung.

Barangkali anda berminat, sila sumbang pendapat di trit: Kenapa pada ayat 1Kor 13:13, [faith alone] tidak dinyatakan sbg yg terbesar ? - Diskusi Umum Kristen - ForumKristen.com yg nurut wa lbh spesifik dlm membahas argumen anda.
makaci sebelumnya.

Loh??? Ini kan cara paling aman. Coba kalau berbeda, pasti bakal diserang dan ditanyain terus.

Ok, Ok, saya mencoba dari sudut pandang saya. Tapi kalau ada yang bertanya, bagian Pak Siip ya? ;D ;D

Ayat terberikan, dari Yakobus 2:26
Sebab, seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian juga iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Bahan pembanding:
Definisi iman dan percaya dari KBBI.
Yakobus 2:14-26.
Yosua 2:1-24
Yosua 6:22-25
Kejadian 11:27 s/d Kejadian 15:6
Ibrani 11:1

PERCAYA VERSUS IMAN

Definisi percaya:

  1. mengakui atau yakin bahwa sesuatu memang benar atau nyata;
  2. menganggap atau yakin bahwa sesuatu itu benar-benar ada;
  3. menganggap atau yakin bahwa seseorang itu jujur (tidak jahat dan sebagainya)
  4. yakin benar atau memastikan akan kemampuan atau kelebihan seseorang atau sesuatu (bahwa akan dapat memenuhi harapannya dan sebagainya).
    Pranala (link):http://kbbi.web.id/percaya

Definisi iman:

  1. kepercayaan (yang berkenaan dengan agama);
  2. ketetapan hati; keteguhan batin; keseimbangan batin.
    Pranala (link):http://kbbi.web.id/iman

Banyak di antara kita yang sepertinya membedakan antara percaya dan iman. Akibat dari usaha untuk membedakan kata percaya maupun kata iman, maka akan mempersulit otak kita sendiri dalam mencoba menangkap pemahaman Alkitab. Dan bahkan kadang bisa menjerumuskan kita ke dalam pemahaman-pemahaman yang sulit, yang kita tidak mengerti, tapi akan kita perdebatkan habis-habisan tanpa menghasilkan sesuatu apapun yang berarti bagi hidup kita.

Saya sendiri sebenarnya bukan orang yang tepat untuk menjelaskan perbedaan maupun persamaan antara percaya dan iman ini, karena saya tidak menguasai bahasa Inggris, Ibrani (bahasa Alkitab Perjanjian Lama), maupun Yunani (bahasa Alkitab Perjanjian Baru). Tapi sekarang ini, cukup banyak situs-situs Kristen yang memberikan pelajaran ataupun penjelasan bahasa Ibrani dan Yunani yang dipergunakan Alkitab bahasa asli.

Saya mencoba mencari kata percaya di dalam Alkitab Perjanjian Lama terbitan LAI, dan saya menemukan kata percaya tertulis banyak sekali. Begitu melelahkan untuk menghitungnya satu persatu. Padahal saya mencoba menghitung memakai Alkitab online. Lalu saya mencoba mencari kata iman. Ternyata hasil tidak ditemukan. Hasil yang berbeda akan kita temukan bila kita mencoba mencari kata percaya dan kata iman di dalam Alkitab Perjanjian Baru terbitan LAI. Kita akan menemukan banyak sekali kata percaya maupun banyak sekali kata iman.

Lalu apa bedanya antara percaya dan iman? Melihat dari definisi yang diberikan KBBI di atas, maka perbedaannya hanyalah dari jenis kata saja. Percaya adalah kata kerja, sedangkan iman (kepercayaan) adalah turunan dari percaya itu sendiri yang merupakan kata benda. Hanya itu saja perbedaannya. Sedangkan persamaan percaya dan iman bagi kita, umat Kristen, adalah percaya kepada Tuhan Yesus dan memiliki iman (kepercayaan) kepada Tuhan Yesus. Keduanya sama-sama tertuju kepada Tuhan Yesus, karena keduanya sebenarnya sama.

Saya mencoba membatasi perikop dari ayat terberikan oleh TS, yaitu dari Yakobus 2:19-26. Sehingga perbuatan-perbuatan di sini terbatas pada perbuatan setan, perbuatan Rahab, dan perbuatan Abraham. Perbuatan Rahab dan perbuatan Abraham sengaja saya balik (dibandingkan dengan urutan Yakobus 2:19-26) untuk memperkuat pengertian.

Next…

SETAN
Banyak sekali perbuatan setan yang membolak-balikkan isi kebenaran. Tapi perikop ini, membatasi hanya di dalam satu perbuatan saja, yaitu perbuatan percaya akan adanya satu Allah saja, yang berakibat mereka menjadi gemetar (Yakobus 2:19). Hal ini dapat kita bandingkan dengan diri kita sendiri. Kita bisa saja percaya bahwa hanya ada satu Allah. Dan bahkan mungkin kita tidak gemetar dengan fakta tersebut. Dengan entengnya kita (saya) melontarkan hinaan dan ejekan kepada teman-teman. Mulut kita (saya) dengan gampang mengucapkan kutuk kepada teman-teman. Dan masih banyak lagi hal-hal memalukan yang kita lakukan, karena kita melupakan satu fakta, bahwa hanya ada satu Allah, yang akan menghakimi baik orang Kristen maupun orang non Kristen. Hal yang sangat perlu kita perhatikan, jangan sampai pada hari penghakiman nanti, kita (saya) menjadi lebih rendah daripada setan.

RAHAB
Lalu sekarang kita langsung melihat Rahab. Rahab, seorang pelacur, bukan saja percaya akan adanya satu Allah (Yosua 2:11), dia bahkan menjadi gemetar karenanya (Yosua 2:9). Tapi Rahab mencoba melewati tahap tersebut (percaya lalu menjadi gemetar). Rahab lalu membuka jalan bagi Tuhan, dengan cara menyembunyikan dua orang pengintai dari Israel, sehingga mereka boleh pulang ke umat Allah, yang berarti pulang kepada Allah.

Banyak di antara kita (saya) yang baru sampai ke level iman takut akan Tuhan, belum mengasihi Tuhan. Dan karena level kita baru sebatas itu, mungkin lingkungan orang-orang percaya di sekitar kita (gereja tempat kita berjemaat), akan mencoba mengoreksi kita, menjadi beriman seperti dia. Mungkin saja kita akan menjadi minder. Bahkan kita mecoba memanipulasi karunia-karunia yang sebenarnya belum kita dapatkan. Kita mencoba menunjukkan buah-buah yang sebetulnya belum kita hasilkan. Dan kita mencoba bersikap palsu dalam hal kesalehan kita. Bila ternyata hal inilah yang kita lakukan, maka kita harus malu kepada Rahab.

Di sisi lain, bukannya kita membuka jalan bagi Tuhan, tapi kita malahan meletakkan batu sandungan. Kita batasi kerinduan orang untuk bertemu Tuhan. Kita jegal dengan pengertian ini dan pengertian itu, harus melakukan ini dan harus melakukan itu. Belum lagi gaya kita (saya) yang selalu mencoba mengoreksi kesalahan-kesalahan orang lain. Jujur saja, kebiasaan yang satu ini berkembang pesat dalam kekristenan. Susah sekali bagi kita (saya), untuk mengatakan, “Pandangan Anda dan saya berbeda.” Lebih enak bagi kita (saya) mengatakan, “Kamu sesat.” Sehingga bukan membuka jalan yang kita lakukan, melainkan batu sandungan yang kita berikan. Bila ternyata hal inilah yang kita lakukan, maka kita (juga) harus malu kepada Rahab.

Hanya satu perbuatan yang dilakukan Rahab, yaitu membuka jalan bagi Tuhan, tapi namanya tercatat di dalam dua kitab Perjanjian baru, Yakobus dan Ibrani. Disandingkan dengan para saksi-saksi iman lainnya. Ternyata perbuatan untuk membuka jalan untuk Tuhan, sangatlah berkenan bagi-Nya. Apakah kita (saya) mau membuka jalan untuk Tuhan?

Next…

ABRAHAM
Banyak sekali perbuatan-perbuatan yang dilakukan Abraham. Kejadian 11:27 sampai dengan Kejadian 24 mencatatkannya dengan teliti. Saya mencoba merangkum beberapa perbuatan yang telah dilakukan Abraham, sebelum akhirnya Tuhan memperhitungkan salah satu perbuatan Abraham sebagai kebenaran.

  1. Berangkat meninggalkan Ur-Kasdim (Kejadian 11:31).
  2. Mengikuti panggilan Tuhan (Kejadian 12:1). Abraham tidak pernah sekali pun berbalik ke Ur-Kasdim.
  3. Berpisah dengan Lot. Abaraham juga menawarkan kepada keponakannya, untuk memilih bagian tanah yang dikehendaki Lot (Kejadian 13:1-18). Seharusnya Abraham sebagai seorang paman, seorang yang dipilih Tuhan, seorang yang lebih tua daripada Lot, berhak untuk memilih bagian tanah yang dikehendakinya.
  4. Berperang dengan gagah dan memimpin pasukan. Ternyata Abraham seorang panglima perang yang perkasa (Kejadian 14:1-16). Abraham mengalahkan lima orang raja berikut pasukannya, hanya bermodalkan 318 orang anak buahnya.
  5. Mempersembahkan sepersepuluh dari hasil rampasan perang kepada Melkisedek, seorang Imam Allah. Abraham mempersembahkan dengan penuh kerelaan, bukan karena tunduk kepada hukum. Bandingkan kita sekarang, yang memberi remah-remah dari penghasilan kita, tapi mencoba kutip ayat sini dan kutip ayat sana sebagai sarana pembenaran, sehingga (mungkin???) berkat Tuhan mengalir kepada kita

Ternyata dari lima perbuatan besar yang telah dilakukan Abraham, Allah belum memperhitungkannya sebagai kebenaran. Lalu perbuatan apa lagi yang harus dilakukan Abraham, sehingga dapat diperhitungkan Tuhan?

Kejadian 15:1-6
1 Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan: “Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar.”
2 Abram menjawab: “Ya Tuhan ALLAH, apakah yang akan Engkau berikan kepadaku, karena aku akan meninggal dengan tidak mempunyai anak, dan yang akan mewarisi rumahku ialah Eliezer, orang Damsyik itu.”
3 Lagi kata Abram: “Engkau tidak memberikan kepadaku keturunan, sehingga seorang hambaku nanti menjadi ahli warisku.”
4 Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu.”
5 Lalu TUHAN membawa Abram ke luar serta berfirman: “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya.” Maka firman-Nya kepadanya: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.”
6 Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.

Ternyata perbuatan yang dilakukan Abraham amat sangat sepele sekali. Abraham percaya kepada Tuhan, kalau Tuhan akan mengaruniakan kepadanya seorang anak melalui Sara. Dengan kata lain, di titik ini Abraham bukan saja percaya akan adanya satu Tuhan, ataupun percaya untuk membuka jalan bagi Tuhan, tapi Abraham mulai belajar untuk percaya kepada rancangan Tuhan. Ya, mungkin terdengar sangat sepele sekali. Tapi efeknya amatlah besar. Percaya kepada rancangan Tuhan terhadap diri kita akan menghasilkan kebenaran di dalam hidup kita (mulai berbuah). Salah satu perbuatan percaya yang berkenan kepada Tuhan adalah percaya secara penuh dan mutlak. Dan dari sinilah kita dapat mengerti akan definisi iman yang diberikan Surat Ibrani, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Inilah tiga jenis perbuatan. Masih banyak sekali perbuatan-perbuatan yang lainnya. Yang perlu diperhatikan, buah-buah roh bukanlah perbuatan. Melainkan hasil dari perbuatan-perbuatan itu sendiri. Dan perbuatan-perbuatan yang kita lakukan, tentunya harus tetap berada di dalam koridor iman kepada Tuhan Yesus.

Sebenarnya masih banyak lagi hal tentang Abraham, terutama bila tidak ingin melangkahi ayat Yakobus 2:21.
Memang harus diakui, ada juga perbuatan-perbuatan Abraham yang membawa imannya menurun. Tapi Abraham bersedia dikoreksi Tuhan serta mengoreksi dirinya sendiri, sehingga akhirnya imannya menjadi penuh (Yakobus 2:21), dan ia layak disebut sahabat Allah.

Inilah yang saya maksud, bahwa iman itu seharusnya bersifat dinamis, bukan statis. Kehidupan kita sebagai orang percaya, seharusnya akan lebih baik lagi lima tahun mendatang. Jauh lebih baik 10 tahun mendatang. Dan seterusnya. Yang saya maksud kehidupan yang lebih baik, bukan berbicara mengenai berkat materi. Melainkan mengenai buah-buah roh yang dihasilkan (bukan dikerjakan).

Bila ada yang mau menanggapi, silahkan. Bila ada yang mau bertanya, maka Pak Siip dengan senang hati akan menjawabnya ;D ;D ;D

Ga mau ahhh!!!

Lembar batu sembunyi kaki nih.