Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.

Saya mengajak anda membahas suatu peristiwa malam terakhir ketika Yesus berkumpul dengan murid-murid Nya, dan kaki murid-muridNya di cuci oleh Yesus.
Kejadian ketika kaki Petrus mau dicuci oleh Yesus, dan Petrus menolaknya, bukanlah sesuatu kejadian yang kebetulan, akan tetapi Tuhan mempunyai maksud yang tersirat didalam peristiwa itu.

Yoh.13: 8-10.
Kata Petrus kepadaNya: “Engkau tidak akan membasuh kakiku sampai selama-lamanya.”
Jawab Yesus:“Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”
Kata Simon Petrus kepadaNya: “Tuhan, jangan hanya kakiku saja, tetapi juga tangan dan kepalaku !”
Kata Yesus kepadanya:“Barangsiapa telah mandi. ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua.”

Pertanyaan: Apa maksud yang tersirat didalam kejadian itu ?

Mohon respon anda sekalian.

Yesus berkata kepada Petrus; “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”
Bagaimana kalau Yesus berkata kepada kita masing-masing: “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

Disini kita mulai menyadari betapa pentingnya arti kata membasuh.
Sebab apabila hal ini terlewatkan dan tidak kita lakukan, maka Yesus berkata selanjutnya: “engkau tidak mendapat bagian dalam Aku”.

Apa arti kalimat terakhir ?
Artinya kita tidak bisa bersama-sama dengan Yesus lagi, alias kita akan mengalami penolakan.

Maka sekali lagi, saya bertanya kepada saudara sekalian, apa arti perkataan Yesus itu semua ?

Bu Berta pernah menawarkan tiket gratis ke Kebun Binatang kepada semua murid-muridnya yang mau ikut pelajaran tambahan. Seluruh anak kelas 9 gembira dan mereka berebut mendaftar diri untuk ikut pelajaran tambahan. Barabas juga mendaftarkan diri ikut pelajaran tambahan, karena ia ingin ke Kebun Binatang gratis.

Pagi hari, pada tanggal yang ditetapkan, berkumpulah mereka semua di Sekolah hendak berangkat bersama-sama ke Kebun Binatang. Barabas juga ada disana, tetapi ia merasa belum menerima tiket ditangan. Lalu bertanyalah ia kepada temannya Markus, “Kus, kamu sudah terima tiketnya?” Markus menjawabnya, “Aku belum menerima tiket masuknya, katanya nanti akan dibagikan saat didepan pintu masuk Kebun Binatang”

Singkat cerita sampailah rombongan itu ke Kebun Binatang. Didepan pintu masuk Kebun Binatang, Bu Berta memanggil nama masing-masing muridnya untuk menerima tiket masuk dan setelah menerima dipersilahkan langsung masuk. Johan, Ronny, Ani, Dessy, Markus, Yolanda, Lukas, Susan, Daniel dan seterusnya sampai selesai tetapi nama Barabas tidak disebutkan. Tinggal Barabas saja yang tidak memiliki tiket masuk, dan ia protes ke Bu Berta. Mengapa kok dia tidak menerima tiket masuk.

Bu Berta bertanya kepada Barabas, “Bas, apakah kamu ikut pelajaran tambahan kemarin?” Dengan sigap Barabas menjawab, “saya sudah mendaftarkan diri ikut pelajaran tambahan”. Bu Berta mengulangi pertanyaannya, “Bas, apakah kamu datang pelajaran tambahan kemarin?” Barabas mengertukan alisnya dan berkata, “Aku tidak datang, tetapi kan aku sudah mendaftarkan diri ikut pelajaran tambahan”. “Tiket gratis ini hanya untuk yang ikut pelajaran tambahan bukan untuk yang mendaftar” dijelaskan oleh Bu Berta.

Yesus menyatakan dirinya sebagai PINTU, tetapi di bagian lain Ia juga menegaskan bahwa diriNya juga adalah JALAN. Banyak orang hanya masuk melalui PINTU, tetapi ia tidak mau berjalan di atas JALAN yang menuju kepada Bapa di Surga. Terang dan Gelap tidak mungkin dapat bercampur, demikian juga dengan Kudus dan Najis. Karena itu Yesus menyatakan kepada Petrus tentang mambasuh agar menjadi bersih, sebab Bapa itu Kudus dan Ia tidak dapat bersekutu dengan apa yang najis atau kotor.

Kita telah mamasuki PINTU itu, artinya kita telah dibenarkan didalam Kristus. Yesus menganalogikan dengan telah mandi dan tidak perlu mandi lagi sebab kita telah bersih. Tetapi kita masih hidup didunia ini, kita harus menjalani hidup kita didunia ini melalui JALAN yaitu diriNya. Selama kita berjalan, kita memakai kaki kita, dan kaki kita tentu juga akan kotor sehingga perlu kaki kita dibasuh dan Yesus hanya membasuh kaki Petrus bukan seluruh tubuhnya agar bersih.

Yohanes 17:17, Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Siapa Yesus? Yohanes menjelaskan bahwa Ia adalah FIRMAN yang menjadi manusia. Jika Yesus itu adalah Firman dan Yesus itu adalah JALAN maka kita semua wajib untuk berjalan diatas Firman Tuhan agar kita tetap hidup didalam kekudusan Bapa. Dosa yang telah terjadi dihapus dengan darahNya, tetapi keputusan dan tindakan yang kita ambil didepan bergantung kepada pilihan kita. Pililah KEBENARAN, karena itu sama seperti memberikan diri kepada Yesus untuk dibasuh kaki kita.

Peter said to Him, “You shall never wash my feet!” Jesus answered him, “If I do not wash you, you have no part with Me.”

Lebih tepat diterjemahkan “dengan Aku” bukan “dalam Aku”.

Dengan perbedaan kata “dengan Aku” dan “dalam Aku”,

Pertanyaan: Anda bermaksud mau berbicara apa ?

Ceriteranya bagus, terima kasih.

Saya hanya mau minta sedikit klarifikasi,
Yang anda maksud dengan PINTU itu apa ?

  1. Apakah orang yang percaya !
  2. Apakah orang yang percaya dan sudah menerima baptisan air !
  3. Apakah orang yang percaya dan sudah menerima baptisan air dan Roh !

Lalu yang anda maksud dengan JALAN itu apa ?
Apakah orang yang hidupnya mengikuti jejak Yesus, yaitu berani menyangkal diri dan memanggul salib serta hidup penuh kasih sampai diakhir hayatnya !

Jadi disini kalau saya tidak salah menafsirkan.

  1. Kita sudah menemukan PINTU. (sudah mandi)
  2. Kita sudah mengikuti JALAN yang ditunjukan oleh Yesus.(sesuai FirmanNya)
  3. Selama berjalan sampai diakhir hayat, kita masih ada berdosa.(kaki masih kotor)
  4. Sisa dosa masih perlu dibersihkan. (kaki dicuci oleh Yesus)
  5. Baru kita bisa bersekutu dengan Allah Bapa. (yang kudus tidak dapat bersekutu dengan yang najis)

Mohon pencerahannya, apa benar penafsiran saya itu !

di alkitab banyak sekali frasa “Dalam Kristus” atau “Dalam Dia”, yang artinya setelah kita percaya, kita ini diidentikkan dengan Kristus.

Saya cuma memberi masukkan pada anda supaya tidak sembarang mengartikan tidak mendapat bagian di dalam Dia ini artinya ditolak oleh Yesus, dengan menunjukkan terjemahan yang lebih tepat adalah “dengan Aku”, bukan “dalam Aku”. Semoga bisa direnungkan lagi lebih cermat.

Kedua kata: “dengan Aku” dan “dalam Aku”, kedua-duanya benar dan boleh dipakai.

Kondisinya memang berbeda, ada orang yang; “dengan Yesus” dan ada juga yang “dalam Yesus”

Yohanes 10:9
Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

Yesus adalah PINTU, siapa yang percaya kepadanya ia akan selamat serta menemukan padang rumput (kita diperhitungkan sebagai domba dalam percakapanNya). Ya artinya kita telah mandi.

Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. Ya artinya kaki kita harus dibasuh.

Yesus adalah JALAN, kita akan sampai kepada Bapa di Surga jika kita tetap tinggal didalamNya. Kitab Injil Yohanes diawali dengan pernyataan Yesus adalah FIRMAN yang menjadi manusia, kemudian Yesus menganalogikan diriNyasebagai PINTU dan JALAN, dalam perhatian rasul Yohanes. Sehingga jelas saat kita menangkap maksud FIRMAN adalah JALAN kepada Bapa.

Dalam kitab Perjanjian Lama, hal ini diungkapkan Allah kepada Yosua sebagai berikut:

Yosua 1:7-8
Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke manapun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Perjalanan berhasil dan beruntung, adalah gambaran tentang keberhasilan kita sampai kepada Bapa di Surga. Selama kita hidup didunia, kita telah dibenarkan didalam darah Anak Domba Allah, dosa kita dihapusNya. Tetapi selanjutnya Yesus mengajarkan tetang membiarkan diri dibasuh kaki kita olehNya, yang artinya kita masih berjalan (hidup didunia ini) dan dalam setiap langkah, keputusan kita selanjutnya kita harus memilih yang benar dan sesuai dengan kehendak Allah, bukan hidup seenaknya. Rasul Yohanes menyebutkan tentang dibasuh (dikuduskan) dengan Firman Tuhan.

Apakah kita perlu berjalan di JALAN tersebut? Matius dan Lukas menuliskan tentang tanda-tandanya kita berada didalamNya, Matius 3:8, “Jadi hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan.” Matius 12:33 menyebutkan, “dari buahnya pohon itu dikenali”. Juga Yohanes 15:4 menulis; “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” Buah apa yang kita hasilkan? Itu mengambarkan pohon dimana kita tertanam.

Banyak orang telah percaya kepada Yesus sebagai TUHAN dan Kristus, itu bagus sebab ia telah menemukan PINTU dan telah masuk dan keluar melalui PINTU tersebut. Tetapi banyak orang juga tidak melanjutkan dengan berjalan terus melalui JALAN yang menuju kepada Bapa di Surga. Mereka itu adalah orang-orang yang tidak mau kakinya dibasuh oleh Yesus. Dan Yohanes 15:2 menuliskan demikian; “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.”

Yesus menyatakan kepada Petrus sang rasul, demikian “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku.”

Bukan artinya keselamatan bisa hilang dengan mudah, tetapi keselamatan kita sedang dalam proses. Paulus menyaakan dalam Roma 8:23, “Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita.” dan Yohanes 1:12, menuliskan; “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” Kita menyatakan diri kepada dunia bawah kita adalah anak-anak Allah, merupakan sebuah pernyataan iman kita, tetapi sesungguhnya saat itu belum tiba, sebuah proses yang sedang kita jalani didalam Kristus. Tetapi Allah membenarkan kita berdasarkan iman kita, sehingga walau kita belum nyata benar sebagai anak-anak Allah, tetapi kita telah diperhitungkan Allah sebagai anak-anakNya karena iman. Pada saat kebangkitan orang benar, pada saat itu wujud nyata diri kita sebagai anak-anak Allah digenapkan.

1 Yohanes 3:2
Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.

Relakan diri kita dibasuhNya didalam Kebenaran dan Kebenaran itu adalah Firman Tuhan.

anda menafsirkan sampai kepada ‘ditolak oleh Yesus’ itu kebablasan, gak ada dasar.

Siapa yang menafsirkan “ditolak oleh Yesus”, anda menemukan kalimat ini dimana ?

Saya hanya berbicara ada orang yang kondisi hidupnya “dengan Yesus” dan ada yang “didalam Yesus”.

Hal ini sudah diuraikan oleh sdr Krispus dengan jelas dan bagus sekali, yaitu mengenai PINTU dan JALAN.

Harap dibaca penjelasan sdr Krispus tertulis dibawah ini.

Sekarang saya mau bertanya sama sdr.

Anda setuju atau tidak dengan penjelasan dari sdr Krispus itu, kalau anda hanya percaya kepada Yesus, artinya anda sudah melalui PINTU, akan tetapi tidak mau mengikuti JALAN yang sudah di tunjukkan oleh Yesus, maka kemungkinan kita tidak bisa tetap bersama-sama dengan Yesus di akhir hayat kita.

Tidak

Tidak apa-apa itu paham anda, tidak usah diperpanjang.

Jadi hiduplah mengikuti kenikmatan kedagingan anda, aji mumpung sebab hidup kita singkat dan hanya satu kali di dunia ini.

Kenapa begitu?
Alkitab justru berkata orang yang mencoba sekuat tenaga untuk diperkenan Tuhan malah akhirnya jatuh melakukan perbuatan-perbuatan dosa.

Coba baca lagi deh, sepertinya anda salah ‘penafsiran’ terhadap ayat yang anda maksudkan itu.

:slight_smile:

Open source kok

Lha ya itu susahnya, standard nya gak jelas.

:mad0261:

Lho mau balik ke diskusi itu lagi?
Bukankah anda sudah pakai jurus pamungkas, gak peduli seberapa gak masuk logikanya tafsiran, yang penting klaim penafsiran dari gereja paling orisinil…