JIWA ADALAH BUAH

Manusia terdiri dari tubuh, roh, dan jiwa. Tubuh berasal dari debu tanah, Roh berasal dari Allah, dan jiwa terbentuk karena adanya interaksi/kombinasi antara tubuh dan roh/became living soul (Ge 2:7). Di sini terlihat bahwa jiwa adalah unsur baru yang terbentuk karena adanya tubuh dan roh/nafas hidup. Baik Allah maupun debu tanah tidak secara langsung memberikan jiwa manusia. Saat tubuh dan nafas hidup kembali ke asalnya, maka jiwa ini tidaklah musnah, namun tidak lagi di sebut “living soul”, melainkan dalam kondisi “sleep/inactive” (biasa di terjemahkan dengan “mati”)

Alkitab mengatakan bahwa buah dari roh adalah kasih, sabar, bahagia, setia, ramah, iman.(Ga 5:22), di mana itu semua adalah sifat/pribadi manusia yang hidup dan merupakan manifestasi dari jiwa seseorang. Sehingga bisa di katakan bahwa jiwa adalah buah dari roh.

Di samping itu, jiwapun bisa merupakan buah dari daging (Ga 5:20). Sifat/perbuatan yang menyembah berhala, sihir, kebencian, keserakahan, permusuhan, egoisme, dusta, kemunafikan adalah buah yang tidak baik dan berasal dari keinginan daging. Jiwa yang seperti ini yang tidak sesuai dengan keinginan Allah, dan akan di tolak oleh sorga. Di sini terlihat bahwa baik roh maupun daging dapat mempengaruhi “kualitas” dari jiwa seseorang. Jiwa yang tidak baik di umpamakan dengan buah anggur yang asam.

Isa 5:2 Ia mencangkul tanahnya dan membuang batu-batunya. Ditanamnya anggur pilihan dibangunnya menara penjagaan. Digalinya sebuah lubang tempat memeras anggurnya, lalu ia menunggu buahnya matang, tapi hasilnya buah anggur yang asam.

Isa 5:4 Apa lagi yang harus Kubuat, tapi belum Kulakukan untuk kebun anggur-Ku itu? Mengapa buah asam yang dihasilkannya, dan bukan buah baik seperti yang Kuharapkan?

Saat manusia mati, tubuh kembali ke tanah, dan roh kembali ke Tuhan, dan jiwa masuk dalam kondisi “inactive”/tidur hingga saat di bangkitkan pada hari kiamat. Yesus di sebut sebagai “firstfruits” dari mereka yang tidur.

1Co 15:20 But now is Christ risen from the dead, and become the firstfruits of them that slept.
LT Tapi sekarang Kristus bangkit dari kematian, dan menjadi buah pertama di antara mereka yang tidur.

Di katakan sebagai “firstfruits” dari mereka yang tidur/mati, adalah karena jiwa Yesus yang pertama bangkit dari kematian. Dan mereka yang hidup dalam kristus pun akan bangkit sebagai buah - buah yang berikutnya dari pohon yang sama. Di mana jika buah pertama itu baik, maka sisanya akan baik juga.

Romans 11:16.“For if the firstfruit be holy, the lump is also holy: and if the root be holy, so are the branches.”
LT Karena jika buah pertama kudus, maka bungkalannya juga kudus, dan jika akarnya kudus, begitu juga cabang-cabangnya.

John 15:5 I am the vine, ye are the branches: He that abideth in me, and I in him, the same bringeth forth much fruit: for without me ye can do nothing.
LT Akulah pohon anggur, dan kalian cabang-cabangnya. Orang yang tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia, akan berbuah banyak; sebab tanpa Aku, kalian tak dapat berbuat apa-apa.

PERAN ROH KUDUS DALAM JIWA MANUSIA

Manusia di ciptakan se-image dengan Bapa, dalam maksudNya yang kekal, manusia di ciptakan kudus, karena Bapa juga kudus. Saat manusia jatuh dosa maka di katakan bahwa manusia telah “mati” dan kehilangan kekudusannya sehingga di katakan seperti buluh yang terkulai ataupun pelita yang redup (Isa 42:3) Dalam kondisi ini mustahil bagi manusia untuk dapat berbuah yang baik, karena secara rohani menjadi lemah dan keinginan daging menjadi dominan. Sehingga anggur asamlah yang menjadi buahnya.

Tuhan Allah telah memberikan petunjuk kepada manusia dengan hukum-hukumNya agar manusia dapat berbuah baik, namun ternyata hukum saja tidaklah cukup untuk menjadikan manusia berbuah baik (Isa 5:4). Dan akhirnya Allah mengutus Kristus untuk me-restore kembali apa yang telah hilang dari manusia/Adam (1Co 15:45). Di sinilah roh kudus mengambil peran dalam jiwa manusia dengan menguatkan kembali nafas hidup yang sudah redup. Hukum tidak lagi di tulis di atas batu ataupun kertas, tapi langsung di hati manusia, sehingga manusia dapat lagi berbuah yang baik. Yang perlu kita lakukan hanyalah percaya kepada kristus( 1st), selanjutnya biarkan roh kudus bekerja dalam diri kita. Jika pohonnya baik, maka buahnya akan baik, jika rohnya terang, maka jiwanya akan terang. Perbuatan seseorang tidak lepas dari karakter jiwanya. Ketika tertulis Tuhan menginginkan buah yang baik dari kita, maksudNya adalah Ia ingin jiwa kita baik…

GBU