Kampanye Pembersihan Umat Kristen di Somalia Meluas

Kepentingan politik dengan agama sebagai kedok untuk menjalankannya terus menerus dipakai oleh beberapa Negara di daratan benua Afrika. Teror mengerikan yang masih berlangsung hingga saat ini terjadi di Somalia. Dimana beberapa umat Kristen ataupun yang diketahui pindah kepercayaan menjadi Kristen akan diburu oleh kelompok ekstrimis yang mengatasnamakan agama.

Dilansir Christianpost, sebagaimana dimuat Compass Direct, Senin lalu (18/7) seorang anggota komunitas Kristen di kawasan Shabele ditemukan terbunuh oleh dua ekstrimis. Sebuah sumber mengatakan bahwa dua ekstrimis ini adalah anggota militan al-Shabaab yang sebelumnya juga membunuh Adawe Adan pria berusia 21 tahun di kota Shalambo.

Adan sendiri adalah seorang yang berpindah kepercayaan menjadi Kristen. Diduga perpindahan kepercayaannya itu telah diberitahukan seseorang kepada kelompok ekstrimis Al Shabaab ini. “Dua anggota Al Shabaab menyeretnya keluar dari rumahnya, dan setelah 10 menit mereka melepaskan beberapa tembakan pada dia, diapun kemudian segera meninggal.” Ujar sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Al Shabaab adalah para pemberontak yang mengendalikan sebagian besar Somalia selatan dan tengah dan berusaha menjadikan syariah menjadi hukum negara. Diperkirakan dari 3.000 hingga 7.000 orang bergabung dengan kelompok yang terkoneksi dengan jaringan teroris internasional AlQaeda ini.

Dua bulan lalu ada pertempuran sengit antara pemberontak Al Shabaab dan kekuatan Pemerintah Federal Transisi Somalia (TFG), di mana TFG berhasil memulihkan beberapa kawasan yang dikendalikan oleh para pemberontak. Pemerintah transisi di Mogadishu saat ini tengah berjuang mempertahankan kontrol negara dengan memperlakukan orang-umat Kristen sedikit lebih baik daripada pemerintahan ekstremis yang Al Shabaab lakukan.

Percobaan dan kekerasan yang terjadi kepada umat Kristen di daratan Afrika adalah buah dari konspirasi politik pihak yang mempunyai kekuatan untuk membersihkan Kristen dari dunia. Sebuah kuasa hasil manifestasi Iblis yang terus mencobai ladang misi pelayanan Firman Tuhan untuk kemuliaan Tuhan Yesus. Namun mukjizat Tuhan tidak akan pernah berhenti menyelamatkan tiap pribadi yang mempercayainya.

Source : Christianpost/Compass Direct - dpt