Kanonisasi Kitab Suci Bukan otoritatif dari Gereja?

menurut Kutipan: http://sttbethany.ac.id/artikel/dosen/alkitab/

disitu dikatakan:
Hal penting yang perlu dicatat adalah bahwa ke-27 kitab Perjanjian Baru diterima sebagai otoritatif adalah karena “intrinsic worth” dan otoritas yang jelas pada dirinya sendiri, bukan karena “ditentukan” otoritatif oleh kewenangan teolog, dewan atau lembaga agama (Gereja).

pandangan diatas adalah pandangan protestant, dimana menolak otoritas Gereja dalam menetapkan kanonisasi Kitab Suci.
pada masanya, begitu banyak kitab injil yang tersebar selain 3 Injil Sinoptik dan Injil Yohanes, dan tentu begitu banyak pandangan tentang injil-injil selain ke-4 Injil diatas.
kalau tidak ada ketetapan dari yang punya otoritas untuk mengajar, maka apa yang akan terjadi?

ada yang bisa bantu…

salah satunya: masuk board non trinitarian dan non kristian dech…

[email protected]

Sebetulnya yang tidak menjadi ketetapan dan tidak menjadi ketentuan adalah si orang ( seorang oknum ) yang berpendapat, baik itu Protestan sendiri , mauppun diluar Protestan.

Padahal 27 kitab yang dikanonkan tsb ditetapkan oleh Bapa-Bapa Gereja sbagai Jumlah KITAB DI PERJANJIAN BARU YANG MEMILIKI HAKIKATNYA FIRMAN TUHAN YANG MERUPAKAN ILHAM ALLAH /ROH KUDUS. Dengan demikian konsekwensinya adlah itulah kitab yang berwibawa penuh dan memiliki otoritas / wewenang penuh sebagai Perwakilan Allah atau Tuhan YESUS KRISTUS DI GEREJANYA TUHAN UNTUK UMATNYA TUHAN didunia ini.

Salam GBU…

nah…(maaf) banyak protestant berpendapat demikian. kira-kira bagaimana 27 Kitab menjadi satu bagian dalam Kitab Suci? masa gak ada proses seleksi! tanpa otoritas dari pengajar, tiba-tiba 27 Kitab ini menjadi satu bagian dengan sendirinya. wow… luar biasa…

Kitab Suci memang untuk mengajar, tetapi bukan satu-satunya. tidak ada ketetapan demikian, sebab Allah tidak akan cukup diwakili oleh sebuah buku.

Kalau mau pas, sebenarnya pertanyaan di atas bisa langsung diajukan ke penulisnya.
Apa yang dimaksud dengan kalimat tersebut, bagaimana batasan-batasannya.
Soalnya kalau member di sini yang menjawab, kesimpulannya belum tentu sesuai dengan yang dimaksud penulis.

Salam

Dari TUHAN oleh TUHAN dan untuk TUHAN,…

intinya seperti itu.

Beberapa orang digerakkan hatinya oleh TUHAN untuk menuliskan Firman yang dariNYA,
tulisan-tulisan itu dikumpulkan oleh manusia, tanpa digerakkan oleh TUHAN bagaimana seseorang tahu tulisan itu berasal dari TUHAN?,… jadi tetap TUHAN yang bercampur tangan…

Jikalau kita terlalu mensetarakan pengumpul dengan penulis maka kita bisa saja terlepas dari esensi mereka menulis dan mengumpulkan yaitu karena untuk kemuliaan TUHAN semata.

Cara pandang Protestan begini (perhatikan alur2 argument keseluruhan sampai akhir argument saya di bawah):

  1. Kitab Suci adalah satu-satunya referensi untuk mengajar, referensi atau sumber pengajaran, meski
  2. Buku-buku lain, tradisi-tradisi lain bisa sebagai referensi, selama sesuai dengan point 1.

Ujung2nya hanya menjadi diskusi filosofis tanpa ujung, menjadi perselisihan, dimana salah satunya saudara menulis sebab Allah tidak akan cukup diwakili oleh sebuah buku.. Pertanyaan akan timbul lagi bukan? koq bisa saudara berkesimpulan seperti itu? apa dasarnya? Apakah itu berasal dari penalaran saudara atau dari penalaran pengajar2 saudara yang kebetulan saudara setujui?..

Jikalau saya mengutarakan pendapat saya, 1 kalimat pun cukup mewakili ALLAH.
yaitu:

Allah adalah Kasih, maka kasihilah ALLAH dan sesamamu.

Shalom

Ngapain menyatakan bahwa

“Tetapi dalam Gereja Reformasi hanya Alkitab yang merupakan satu-satunya ukuran final bagi dogma dan norma kehidupan.”

Kalau ternyata,

“Artikel nomor 6 dari Church of England mengatakan, bahwa Kitab Suci memuat segala hal yang perlu bagi keselamatan umat manusia
Dengan tujuan yang sama Westminster Confession of Faith (1:2) mendaftarkan ke 39 kitab dari PL dan ke 27 kitab dari PB sebagai semuanya … telah diilhamkan Allah untuk menjadi patokan bagi iman dan hidup kristen.”

Mengapa perlu pengesahan pihak diluar Alkitab (Church of England dsb) untuk menyatakan bahwa “hanya Alkitab yang merupakan satu-satunya ukuran final bagi dogma dan norma kehidupan.”

Mengapa perlu mengutip pendapat Bruce Metzger segala ketika Metzger sendiri percaya bahwa,

“… other works such as The Shepherd of Hermas and the Epistles of Clement to be inspired but not canonical.”

Bingung bukan?

Jadi yang dipakai sebagai kebenaran itu Alkitab sendiri ataukah pihak lain selain Alkitab?
:mad0261:

Merah: bisa diperjelas?

Hijau: kenapa double standart?
yang jadi pertanyaan saya, bagaimana Protestant menolak Otoritas yang mengkanonkan dengan memberikan spekulasi seperti yang saya kutip?

bagaimana caranya Kanon Alkitab itu ada kalau tidak ada yang mengkanonkan. kalau ada yang mengkanonkan, artinya yang mengkanonkan itu sedang mengajar. dan Ajarannya adalah apa yang dikanonkannya. seperti itu kalau gak salah… :smiley:

dan apakah dengan saya menguji spekulasi diatas, artinya saya tidak mengasihi? parameternya apa!
Salam,

tidak apa-apakan om momod kalau saya bertanya disini?
saya hanya ingin sharing dengan teman-teman di FK ini, saya mau lihat bagaimana pandangannya dan mendiskusikannya.

bolehkan?

awalnya saya mencari sejarah kanonisasi Alkitab dari pandangan protestant, tapi apa yang saya dapat,
membawa saya pada kebibungan yang luar biasa…

yah begitulah om roderick, saya masih perlu banyak belajar lagi, hehehe

Mereka membuat cerita dongeng seperti dibawah ini supaya Gereja Katolik dianggap tidak punya peran sama sekali:

Sebagian lagi percaya bahwa kanonisasi Perjanjian Baru adalah hasil adikodrati, misalnya seperti kisah: delegasi pada Konsili Nicea berkeinginan untuk tahu mana buku kanonik dan yang tidak. Lalu mereka berdoa dan kemudian Tuhan menunjukkan kepada mereka buku-buku kanonik dengan ajaib dengan berpindahnya tumpukan buku-buku kanonik. Menurut cerita ini, keajaiban ini terjadi sementara doa berlangsung, dan dengan demikian kanon Perjanjian Baru terbentuk. Kisah ini tidak memiliki sumber yang jelas dan diragukan kredibilitasnya.

Memang karbitan super hybrid…

Salam

yang jelas faktanya Tuhan menggunakan Manusia dalam kanonisasi… Tuhan menganugrahkan Otoritas sebagai IMPLEMNTASINYA. dalam Kanonisasi.

mau menyangkal hal itu? coba kalau bisa?

Jad protestan haruskan tidak masuk akal? menolak dengan naif fakta? banyak orang protestan mengakui bahwa Kanonisasi PB adalah Warisan Gereja. kenapa harus membuat cerita fiksi yang tidak ilmiyah? protestan jenis ini yang dalam situs itu memang paling ngaco menurut saya… cetek theologinya, juara satu ngototnya, entertaimennya juga juara…

hahahaha… itu dia.
itu kutipan situs resmi, STT BETHANY. luar biasa calon pendetanya bahkan pendetanya sudah di-mindset sedemikian rupa, maka makin sesatlah katolik… hahaha

Saling berkaitan, sebab adanya intrinsic worth maka ditetapkanlah oleh otoritas gereja, kitab-kitab yang dikanonkan.

Seperti sebuah restoran yang terkenal makanannya enak, dinyatakan oleh para pelanggannya karena memang makanannya enak, bukan semata-mata karena niat pelanggan menyatakan enak secara suka-suka.

Topik ini ada karena ada orang-orang yang merasa bangga dengan golongannya dan merasa perlu untuk memusuhi saudara didalam Kristus di golongan yang lainnya. Bukankah itu semangat dari si Jahat?

Matius 13:27 Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?

Matius 13:37 Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;

Matius 13:38 ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.

Gal 4:16 Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu?

gak nyambung…
kalau ada restoran yang makanannya enak sampai terkenal, tentu itu karena restorannya. emang yang racik itu makanan yang enak siapa?
owh… makanan enak itu langsung jatuh dari surga gitu?
ahahahaha

baca baik-baik sejarah kanoniasasi Kitab Suci. hahahaha.
ayat yang kamu bawa itu apa sih?
hubungannya apa!

Umumnya cara pandang Protestan begitu, penulis Alkitab seolah nisbi, karena memandang semata kepada apa, siapa, dan otoritas apa beliau2 menulis, yaitu TUHAN semata.
Jika demikian para penulis apalagi para pengumpulnya.
Penulis dan pengumpul sewajarnya memelihara, menjaga, dls akan Firman TUHAN karena memang wajib, wajar, ya toh.
Jadi kenapa harus melebih-lebihkan peran Gereja di awal sebagai pengkanon PB? itu maksud singkatnya.
Dan jikalau bukan TUHAN yang menggerakan hati para penulis dan pengumpul apa berdaya para penulis dan pengumpul?, jadi intinya, kembali ke TUHAN.

Tidak ada double standard di sana.
Jikalau saudara dapat memahami tradisi d.l.l juga dipercayai ada, dan diwariskan, selama tradisi itu termaktup dalam Alkitab, itu artinya. Jadi bukan double standard.

Sekali lagi itu cara pandang umumnya Protestan.

Jadi saudara harus juga menjelaskan kenapa saudara membuat pondasi pemikiran bahwa Allah tidak cukup diwakili satu buku? dasar argument? apakah nalar saudara atau dari pengajar saudara yang kebetulan saudara setuju?

Seperti saya ucapkan di atas, protestan memandang bahwa OTORITAS selalu kepada TUHAN,… bagaimana seorang penatua gereja contohnya dapat memelihara kitab tertua dari surat Paulus jikalau bukan TUHAN yang memberi hati yang teguh kepada si penjaga tersebut.
Sebagai contoh kasus, Surat Wahyu, banyak ditentang diawalnya, tetapi beberapa orang tetap menjaganya.
Bagaimana orang bisa tetap menjaganya? Protestan memandang, campur tangan TUHANlah yang menjaga setiap hati untuk tetap memelihara FirmanNYA, oleh karena demikian, tidak ada suatu kultus kepada organisasi, perorangan, atau lembaga, bahkan sekalipun itu bernama Gereja.

Jadi dari TUHAN, oleh TUHAN dan untuk TUHAN.

Shalom

nah pandangan umum inilah yang kita kaji. jadi hanya dasar opini, tidak ada referensi yang mendukung.
tentu semua untuk Tuhan, dan itulah salah satu Bukti Tuhan menyertai Gereja-Nya.
anda tahu tidak proses kanonisasi Kitab Suci? anda sudah pernah baca?

Gereja sudah diberikan otoritas untuk mengajar, kenapa buat opini-opini yang jauh dari kenyataan?

gereja-gereja lokal pada saat itu memiliki pandangan Kitab-kitab yang berbeda-beda, makanya Gereja mengkanonkan Kitab Suci yang baku, yang diilhami oleh Roh Kudus. dan saya percaya semua itu karena Otoritas mengajar yang diberikan oleh Allah kepada Gereja.

yang mempunyai otoritas untuk menentukan sesuatu selain yang ada di Alkitab itu untuk diajarkan Siapa? Tuhan Sendiri?

saya katakan bahwa Allah tidak diwakili oleh sebuah buku. karena Allah itu Hidup, dan Allag itu lebih besar dari pada yang ada dibuku.
pernahkah Allah berkata “terimalah buku ini sebagai wakil-Ku”?

lagian, apa Allah sudah berhenti berfirman? apa semua Firman Allah sudah tercatat dalam buku?

gak kan… sampai detik ini Allah bekerja dan berfirman kepada kita semua, dan firman-Nya tidak akan muat kalau dicatatkan dalam buku.

jangan begitu naif, dengan demikian, kamu pun mengultuskan pemikiran mu sendiri. saya sarankan, bacalah Sejarah Kanonisasi Alkitab yang benar, bukan rekayasa. apakah kanonisasi tidak mebutuhkan perjuangan yang cukup panjang?

salam,

Yang tidak kembali ke Tuhan siapa?

Hanya Alkitab saja atau Solascriptura, tidak dikenal oleh para Rasul, para Bapa Gereja, Gereja Perdana, iman Rasuli bahkan Alkitab itu sendiri.

Bahkan Alkitab memberikan kesaksian yang menolak Solascriptura:

Yoh 21:25 Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
2 Tes 2:15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada tradisi-tradisi yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.
1Tim 3:15c Gereja-Nya adalah tiang penopang dan dasar kebenaran.

Solascriptura tidak dikenal oleh para Rasul, Bapa Gereja dan Alkitab.

Maka berdasarkan ketiga ayat tersebut, Gereja Katolik mengimani Alkitab, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja.

Tidak ada double standard di sana. Jikalau saudara dapat memahami tradisi d.l.l juga dipercayai ada, dan diwariskan, selama tradisi itu termaktup dalam Alkitab, itu artinya. Jadi bukan double standard.
Kesatuan Hipostatik, 25 Des dll emang ada didalam Alkitab?
Sekali lagi itu cara pandang umumnya Protestan.

Jadi saudara harus juga menjelaskan kenapa saudara membuat pondasi pemikiran bahwa Allah tidak cukup diwakili satu buku? dasar argument? apakah nalar saudara atau dari pengajar saudara yang kebetulan saudara setuju?


Hanya Alkitab saja atau Solascriptura, tidak dikenal oleh para Rasul, para Bapa Gereja, Gereja Perdana, iman Rasuli bahkan Alkitab itu sendiri.

Bahkan Alkitab memberikan kesaksian yang menolak Solascriptura:

Yoh 21:25 Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
2 Tes 2:15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada tradisi-tradisi yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.
1Tim 3:15c Gereja-Nya adalah tiang penopang dan dasar kebenaran.

Solascriptura tidak dikenal oleh para Rasul, Bapa Gereja dan Alkitab.

Maka berdasarkan ketiga ayat tersebut, Gereja Katolik mengimani Alkitab, Tradisi Suci dan Magisterium Gereja.

Seperti saya ucapkan di atas, protestan memandang bahwa OTORITAS selalu kepada TUHAN,... bagaimana seorang penatua gereja contohnya dapat memelihara kitab tertua dari surat Paulus jikalau bukan TUHAN yang memberi hati yang teguh kepada si penjaga tersebut.
Lalu atas otoritas siapa menolak 7 kitab yang dikanonkan Katolik?

PB Katolik diterima, PL kok ditolak?

Apakah pada detik yang sama ada roh jahat dan ROH KUDUS yang campur tangan dalam Kanonisasi?

Sebagai contoh kasus, Surat Wahyu, banyak ditentang diawalnya, tetapi beberapa orang tetap menjaganya. Bagaimana orang bisa tetap menjaganya? Protestan memandang, campur tangan TUHANlah yang menjaga setiap hati untuk tetap memelihara FirmanNYA, oleh karena demikian, tidak ada suatu kultus kepada organisasi, perorangan, atau lembaga, bahkan sekalipun itu bernama Gereja.
Ah, buktinya 7 kitab lain dibuang kok!
Jadi dari TUHAN, oleh TUHAN dan untuk TUHAN.
Yang tidak siapa?

Salam

Tidak semua orang dikaruniai Allah tentang Kerjaan Allah, sebagaian mereka mendegar, membaca dan tidak pernah mengerti. Apakah saya dapat membuat anda mengerti? Hanya karunia Allah saja yang membuat orang mengerti Firman Tuhan.