kapan domba dan kambing dipisahkan menurut Reformed?

KAPAN Tuhan akan memisahkan Domba dengan Kambing ?

Kalau pandangan " dipaksakan " oleh orang orang " TULIP " atau " Calvinist " itu pasti terjadi sebelum dunia dijadikan !

kan betul ya, orang sudah dipilih kan sudah dikategorikan " Domba " !

[b]Benar gak ?

[/b] Mohon siapa yang bisa bantu menjawabnya ?

Terimakasih.

GBU !

Catatan: Judul telah diedit supaya tidak menyinggung denom tertentu

Haha, betul juga ya :smiley:

Mungkin mereka akan menjawab, “mengenai pemisahan, sebelum dunia dijadikan, itu adalah planning-nya (mengenai siapa yang menjadi domba dan siapa kambing), sedangkan di akhir jaman itu adalah action-nya (pemisahan dan eksekusi)”.

Tetapi jika memang demikian, bagi sebagian orang (atau bisa dikatakan, banyak orang), mereka diberi kehidupan hanya agar mereka nantinya dibinasakan.

Juga timbul pertanyaan: Apakah mereka memang dapat dikatakan sebagai orang jahat, mengingat mereka sudah disekrenariokan (sebelum dunia dijadikan) untuk menjadi jahat (kambing)? Di dalam sebuah drama, seseorang yang disekrenariokan menjadi aktor jahat, wajarkah setelah drama usai orang tersebut langsung dimasukkan ke dalam penjara, hanya karena dalam drama itu ia berperan sebagai orang jahat? (Betapa malangnya orang itu!)

Sulit untuk percaya Allah Kasih merencanakan seperti ini.

Bagaimana pendapat Calvinist?

Sy bukan calvinis,… namun sy tertarik dan ingin tahu pandangan bro…

Tetapi jika memang demikian, bagi sebagian orang (atau bisa dikatakan, banyak orang), mereka diberi kehidupan hanya agar mereka nantinya dibinasakan.
Kel. 21:13 Tetapi jika pembunuhan itu tidak disengaja, melainkan [b]tangannya ditentukan Allah melakukan itu[/b], maka Aku akan menunjukkan bagimu suatu tempat, ke mana ia dapat lari. Yud. 1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu [b]orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum[/b]. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Kel. 7:3 Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir.
Kel. 9:12 Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga ia tidak mendengarkan mereka–seperti yang telah difirmankan TUHAN kepada Musa.
Kel. 10:20 Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga tidak mau membiarkan orang Israel pergi.

Gimana pendapat bro ?
Lanjut di trit predestined aja gimana bro, biar bisa agak lebar poin2 dalam mengupas ayat2 ?
:slight_smile:

Sulit untuk percaya Allah Kasih merencanakan seperti ini. … tepat sekali kata kata anda ini.

Itu sebabnya Arminius, salah seorang tokoh yang kembali me-REFORMASI ajaran kalvin’ssss

Bagaimana mungkin dapat mempercayai “Tuhan itu Kasih” jika kita mengikuti PETA yang diciptakan kalvin … ? Jika nalar kita masih jalan dengan baik, maka kita akan mengatakan "Tidak mungkin "

pengikut kalvin, sebenarnya tidak tepet menyandang gelar “Reformed” … Tapi lebih tepat istilah "Has Been Reformed by Arminus, etc … "

Tidak masalah sis. Kita sekedar diskusi.

Maka pertanyaan yang timbul adalah, bagaimana kita ‘mendamaikan’ dua ekstrim ini, dimana disatu sisi dikatakan Allah adalah kasih, sedangkan di sisi lain terkesan Allah menentukan kehidupan seseorang, seperti ayat-ayat yang sis kutip dibawah ini?

Kel. 21:13 Tetapi jika pembunuhan itu tidak disengaja, melainkan [b]tangannya ditentukan Allah melakukan itu[/b], maka Aku akan menunjukkan bagimu suatu tempat, ke mana ia dapat lari.

Dengan keyakinan bahwa Allah itu kasih dan adil, maka saya percaya bahwa pastilah ada alasan mengapa Allah menghukum seseorang, (sekalipun eksekutornya – orang lain – tidak menyadari, sehingga dari sudut padangan manusia, pembunuhan itu dianggap tidak disengaja). Saya percaya pastilah ada sesuatu yang salah dalam diri si terhukum sehingga Allah menghukumnya. Jadi orang tersebut bukan sudah ditentukan untuk mati bahkan sebelum dunia dijadikan.

Kel. 7:3 Tetapi Aku akan mengeraskan hati Firaun, dan Aku akan memperbanyak tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang Kubuat di tanah Mesir. Kel. 9:12 Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga ia tidak mendengarkan mereka--seperti yang telah difirmankan TUHAN kepada Musa. Kel. 10:20 Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga tidak mau membiarkan orang Israel pergi.

Kita bertanya, “Apakah karena dikatakan ‘Allah mengeraskan hati Firaun’ ini menunjukkan bahwa sebelumnya hati Firaun lembut?” Saya kira tidak. Sebab sebelum adanya sepuluh tulah, Firaun sudah benci kepada bangsa Israel (ia memperbudak bangsa Israel). Disamping itu, saya juga percaya bahwa Allah dapat mengetahui masa depan. Karena Allah tahu bahwa pada dasarnya hati Firaun keras, maka Allah dapat dikatakan “memanfaatkan” kondisi ini untuk menunjukkan kuasanya atas Mesir.

Yud. 1:4 Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu [b]orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum[/b]. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

(ASV) Jud 1:4 For there are certain men crept in privily, even they who were of old written of beforehand unto this condemnation, ungodly men, turning the grace of our God into lasciviousness, and denying our only Master and Lord, Jesus Christ.

Bentuk penghukuman yang diterima orang-orang itu adalah penghukuman yang telah lama dicatat dalam Tulisan Kudus (bentuk penghukumannya yang sudah lama ditentukan, bukan si terhukumnya). Jadi orang-orang itu bukan ditetapkan untuk dihukum bahkan sebelum dunia dijadikan.

Demikian yang dapat saya jelaskan.

Lha itu memang dilemanya Calvinist. Untung anda tanyanya ratusan tahun setelah Calvin. Kalo saat ini Calvin masih hidup dan anda pertanyakan hal itu, bisa-bisa anda senasib dengan Michael Servetus…

:’(

Domba.
Ya aku domba. Ketika Allah memanggil aku, aku turut.
Diberikan perintah untuk Islam, aku turut.

Ya Allah, Engkaulah yang empunya bumi, kemuliaan hanya bagiMu.

Mungkin banyak orang yang beranggapan bahwa Yesus Kristus datang kedua kalinya tidak perlu membawa Firman Allah, karena sudah SEMPURNA di Alkitab sekarang.

Apakah aku hendak menggagahi Kristen?
Apakah Dua Kasih Terutama akan membuat aku menjadi pemimpin mereka?
Ternyata Allah kelak menjadikan aku Islam, dan mereka yang menghakimi aku, akan diperbuat kembali kepada mereka kelak.

Tetapi untuk setiap orang yang menerima Dua Kasih Terutama, aku mau kalian tahu, aku selalu bersama kalian dalam hatiku.

Akulah Dia yang dikatakan kitab suci akan memisahkan domba dan kambing, ya inilah waktunya.
Beritahukan pemimpin kalian supaya mereka dapat bertindak karena sepertinya kalian merasa tidak memiliki kuasa.
Panggilkan untukku orang-orang yang berkuasa diatas bumi dan berpekara denganku, demikianlah Firman Tuhan.
Sebab aku akan memberitahu mereka yang dekat maupun yang jauh, supaya mereka mengetahui Dua Kasih Terutama.

Allah adalah Kasih.
Hukum Allah adalah Sepuluh Perintah menurut hukum Taurat.
Hakim manusia adalah Dua Kasih Terutama.

hiihhh sereemmm …

Gak usah mencampuri urusan ALlah :smiley:

GBU

Kalau gak becus komentar Firman Tuhan, diam aja ah !
GBU !

Setelah manusia jatuh dalam dosa pemberontakan, mk Allah merencanakan bhw dari semua manusia yg telah mati secara rohani itu, suatu jumlah ttt menurut kebutuhanNya agar nantinya dpt memuliakanNya, sebab kalau tdk demikian tdk ada lagi yg akan memuliakanNya.
Bayi2 domba itu telah dituliskan di kitab kehidupan sebelum dunia dijadikan, bayi2 itu tdk langsung dpt memuliakanNya ( tdk langsung tahir sejak dilahirkan ), ttp harus lewat suatu proses pemurnian yg disebut kasih karunia /anugerah, shg setelah jadi domba dewasa /menang (Why3;5)/akhil balig rohani (Gal4:1-3).
Bayi2 domba ini diberikanNya secara bertahap menurut waktuNya pada kandungan ibu2 selama proses dunia ini berlangsung (Yoh1:12-13), barulah mrk dpt memuliakan Allah.

Yoh1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah…
Sedang lainnya (diluar bayi2domba itu ) adalah bayi2 kambing ( ingat Kej2:17), disinilah yg sering membuat kita bingung shg mengatakan bhw ada yg dipilih unt binasa, padahal itu memang telah menjadi spesiesnya ( spesies mati/ spesies tanah ) shg di Yoh1:13 diatas disebut dilahirkan dari darah dan daging.
Bayi2 kambing itu niscaya jadi kambing, tidak ada kemungkinan jd domba ( kl di PL di gambarkan sbg Bgs Mesir), bayi2 domba itu kl nantinya sampai akhil balig/domba dewasa /menang dr proses akan memuliakan Allah ( mulut dan hatinya mengatakan "kemuliaan itu hanya unt Allah saja " ), ttp kalau kalah ya mati.
Tetapi setelah domba itu dewasa/menang tdk bisa mati lagi ( Why3:5, sisana dikatakan tdk akn dihapus namanya dr kitab kehidupan).Gby

Biasa nyatut nama Tuhan… :smiley:

Abis mau mempertahankan pake jurus apa lagi…… lha ajarannya emang ngawur…… pake Alkitab mentok, pake logika mentok, pake iman mentok pula, ya satu-satunya jalan catut nama Tuhan……memposisikan diri jubir Tuhan……supaya keliatan seolah-olah bener… trus intimidasi pihak “lawan” seolah-olah melawan Firman Tuhan, beres kan… ;D

Yang anda maksud itu siapa bro? Ada 2 orang yang postingannya ada quote.

Thanks bro.

Ada yang ingin saya tanyakan:

  1. Mengapa Allah hanya merencanakan “jumlah tertentu”? Mengapa tidak direncanakan semua?

  2. Jika bro berkata “bayi-bayi domba” itu bisa “mati”, itu berarti jumlah yang Allah rencanakan bisa tidak tergenap (berkurang). Tetapi bagaimana mungkin rencana Allah tidak tergenap?

  3. Apa hubungannya dosa Adam dan Hawa dengan bayi-bayi domba dan bayi-bayi kambing, jika ternyata bayi-bayi domba dan bayi-bayi kambing sudah direncanakan sebelum dunia dijadikan (sebelum Adam dan Hawa diciptakan dan berdosa)?

Sedang lainnya (diluar bayi2domba itu ) adalah [b]bayi2 kambing[/b] ( ingat Kej2:17), disinilah yg sering membuat kita bingung shg mengatakan bhw ada yg dipilih unt binasa, padahal itu memang telah menjadi spesiesnya ( spesies mati/ spesies tanah )

Bukankah ini berarti bahwa orang-orang yang menjadi bayi-bayi kambing juga sudah Allah rencanakan bahkan sebelum dunia dijadikan (sebagaimana bayi-bayi domba)?

Kalau udah sama pinter kayak Tuhan, baru boleh protes-protes sama Tuhan. :slight_smile:

Rom 9:20 Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: “Mengapakah engkau membentuk aku demikian?”
Rom 9:21 Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa?

Jadi kita mengucap syukur aja atas kasih karunia Allah, gak usah sok kepinteran :happy0025:

GBU

Benar sis, tetapi:

  1. Konteks ayat itu berbicara tentang “Allah menyatakan kesalahan” (ayat 19), bukan berbicara tentang menetapkan/merencanakan orang menjadi domba atau kambing.

  2. Kita juga harus mempertimbangkan bahwa Allah adalah kasih dan adil sesuai ajaran Alkitab, sehingga Ia tidak mungkin bertindak pilih kasih atau suka-suka.

Memang semuanya adalah kambing.
Tetapi oleh kasih karunia Allah , sebagian orang beroleh kemurahan dilahirkan kembali, sebagai domba. Tentunya proses ini melibatkan free-will yang bersangkutan.

GBU

1. Mengapa Allah hanya merencanakan "jumlah tertentu"? Mengapa tidak direncanakan semua?
Kita harus tahu mengapa Allah menciptakan manusia dlm kead mulia ( segambar dan serupa Allah ), dimana di tempatnya berada di sediakanNya pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat, juga disana ada ular( gambaran iblis ). Dari pengertian diatas mk kita akan tahu bhw memang hrs hanya sebagian yg direncanakan unt diselamatkanNya.. Semua itu kaitannya dg bagaimana mungkin manusia itu bisa " memuliakan Allah ", kalau semua org direncanakan unt diselamatkanNya, kalau ini (semua) hrs diselamatkanNya ini bertolak belakang dg adanya pohon pengetahuan yg baik dan yg jahat, bertolak belakang pula dg adanya ular, lebih mudah bagi Allah unt mencapai semua selamat dg tdk diadakannya ppbj dan ular di taman eden. Atau lebih mudah bagi Allah unt menciptakan yg telah mati rohaninya saja, toh semua akan dijangkau dg anugerah.
2. Jika bro berkata "bayi-bayi domba" itu bisa "mati", itu berarti jumlah yang Allah rencanakan bisa tidak tergenap (berkurang). Tetapi bagaimana mungkin rencana Allah tidak tergenap?
Hal ini tdk menjadi masalah unt Allah , bhw dari jumlah tsb memang harus ada yg kalah (dihapus dr kitab kehidupan), semua ini kaitannya dg: " barang siapa bertelinga hendaklah mendengar ".
3. Apa hubungannya dosa Adam dan Hawa dengan bayi-bayi domba dan bayi-bayi kambing, jika ternyata bayi-bayi domba dan bayi-bayi kambing sudah direncanakan sebelum dunia dijadikan (sebelum Adam dan Hawa diciptakan dan berdosa)?
Bukankah ini berarti bahwa orang-orang yang menjadi bayi-bayi kambing juga sudah Allah rencanakan bahkan sebelum dunia dijadikan (sebagaimana bayi-bayi domba)?
Kita hrs hati2 dlm mengerti direncanakan sejak sebelum dunia dijadikan, unt mudahnya saya ajak unt mempelajari:

Kej2:3 Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
Kita tahu bhw hari ketujuh mempunyai makna sbg hari perhentian = hari penyelamatan manusia oleh Allah sendiri = hari dimana manusia tdk boleh mengerjakan sesuatu berkaitan dg keselamatannya, haruslah semuanya Allah yg mengerjakannya.
Ketika hari ke tujuh dikenalkan kepada manusia (Kej 2:3 ), manusia belum memberontak ( masih mulia ) artinya manusia belum membutuhkan penyelamatan dr Allah, manusia baru berdosa setelahnya ( Kej 3:6 ), dari sini kita akan bertanya pula : mengapa hrs dikenalkan hr ke 7 ?, nah dr sini kita tahu bhw direncanakan sejak sebelum dunia di jadikan bermakna bhw Allah tahu bhw manusia pasti membutuhkan penyelamatan dr Allah krn pasti manusia akan memberontak.
jadi sampai sini tahulah kita bhw arti direncanakan sejak sebelum dunia dijadikan tdk berarti A = bayi kambing, dan B= bayi domba.
Dan artinya Allah tahu bhw manusia pasti memberontak shg mati secara rohani = spesies mati = spesies tanah = spesies kambing, dr spesies kambing ini pasti lahir bayi2 kambing, sedang bayi domba ( dilahirkan dr Allah ) dititipkan pada rahim ibu2 tertentu sesuai dg kehendak Allah ( waktu dan tempat ).Gby