Karena begitu besar kasih Allah ( Alkitab Hari Ini - 21 Mei 2013 )

Dalam suatu kotbah di bawah tema “The Power of Choice”, pendeta ini mengawalinya dengan sepotong kalimat: “Jangan berpikir bahwa nasib atau kekekalan sudah ditentukan oleh Allah.” Selanjutnya, dikatakan olehnya: “Kekekalan ditentukan oleh manusia itu sendiri, bahkan nyaris mutlak.”

Demikian pendeta ini melontarkan semacam keyakinan yang bagi saya, implikasinya sangat vital terhadap pondasi iman kristen. Maksud saya, bahwa inti iman kristen mengacu kepada kehidupan kekal dikatakan itu bergantung pada manusia justru menghilangkan signifikansi kekristenan itu sendiri dibandingkan dengan iman-iman agama lain. Itu seperti memindahkan rumah dari yang dibangun di atas pondasi batu karang ke atas hamparan pasir pantai.

Sebagai awam saya memang tidak kompeten menilai doktrin mana yang sungguh-sungguh alkitabiah di antara Calvin dan Arminius. Namun satu hal dapat dipastikan tidak satu orang pun yang lahir dan akan lahir ke dunia fana ini memiliki potensi pada dirinya untuk meraih sesuatu yang di luar jangkauannya seperti kehidupan. Setiap orang pada dasarnya sedang hanyut dalam arus dosa menuju lautan kelam kematian. Tidak ada pilihan sebab tidak satupun orang dapat memilih untuk menolak kebinasaan. Semua akan mati dan tidak satupun orang punya kuasa untuk memilih tetap survive di permukaan bumi ini.

Jadi jika yang dimaksudkan dengan ‘kekekalan’ oleh pendeta ini, adalah hidup baka, mana boleh hal itu mungkin sementara mempertahankan hidup fana saja tidak mungkin. Ini realitas manusia. Ya baiklah mungkin kalimat itu bisa dterima juga. Kekekalan ditawarkan, lalu manusia yang menentukan terima atau menolak. Tetapi bukan itu esensi kehidupan karena kehidupan itu sendiri adalah hak prerogatif Allah. Kalau Tuhan Allah tidak menawarkan, terus manusia mau pilih apa?

Bagi saya jelas, kehidupan adalah pemberian mutlak dari Tuhan Allah. Allah memelihara dan memberi jaminan kehidupan itu tetap terjaga dan eksis sepanjang Dia menghendakinya. Untuk itu Dia, dengan perantaraan RohNya, terus-menerus mencondongkan hati nurani dan jiwa manusia kepada diriNya. Manusia hanya tinggal dengan sadar merelakan diri mengikuti aliranNya, sambil mengisi kehidupannya dengan karya. Disitulah iman ambil peranan. Oleh iman, orang benar hidup.

Cilakanya, jiwa manusia banyak dalih bahkan sejak di awal kejatuhannya. Ketika orang memaksimalkan karyanya, ia malah kehilangan hakekat hidup. Ketika orang menyia-nyiakan kehidupan, kedaulatan Allah-lah yang dibikin sasaran polemik. Padahal manusia sendiri itulah yang lupa memahami the power of choice -nya.

Hak memilih dianugerahi oleh Allah ke dalam diri manusia supaya manusia sadar betapa agung dan mulia Allah itu; supaya manusia dengan kebebasannya sendiri tunduk di hadiratNya. Bagi saya, tidak ada kuasa apapun di dalam hak untuk memilih, kecuali semacam mandat saja. Silahkan saja memilih, dan memang harus memilih, tetapi jangan kira hasilnya akan sesuai yang dibayangkan. Lalu, bukankah itu seolah main-main saja? Tentu tidak, justru itu menunjukkan bahwa di dalam kehidupan ini ada rencana Allah yang jauh lebih berharga. “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.” Hanya di dalam Allah, ada jaminan dan kepastian yang dapat diandalkan. Di luar Dia, apapun menjadi goyah dan tidak teguh kokoh. Lagi-lagi di situlah iman orang benar ambil peranan. Menikmati hidup sambil bersiaga berpartisipasi kemana Tuhan menuntun arah hidup ini. Melewati suka dan duka, tetap percaya, tetap berkarya dan tetap memiliki pengharapan. Tidak tergelincir menjadi jahat, penuh amarah dan benci, sumpah serapah dan caci maki.

Baiklah, ini posting seharusnya memang hanya ungkapan rasa gelisah saja terhadap kalimat seorang pendeta. Terimakasih ya, bagi yang sudah membaca.

Ya inilah buah pengetahuan yang baik dan jahat. Akhirnya jadi mirip seperti ini :

Isa 14:13 Engkau yang tadinya berkata dalam hatimu: Aku hendak naik ke langit, aku hendak mendirikan takhtaku mengatasi bintang-bintang Allah, dan aku hendak duduk di atas bukit pertemuan, jauh di sebelah utara.
Isa 14:14 Aku hendak naik mengatasi ketinggian awan-awan, hendak menyamai Yang Mahatinggi!

Aku hendak, aku hendak, aku hendak, …dst… itulah theology freewill.
Manusia merasa berkuasa atas dirinya sendiri, menjadi tuhan atas dirinya sendiri yang bisa menentukan hidupnya sendiri sehingga malah terhilang dari Allah.

GBU

Sayangnya, doktrin predestinasi semakin lama semakin kedodoran, vid.
Karena semakin terbukti ketidak konsistenan ajarannya.

Ya kasihan, kalau mau Curhat ada kamarnya tersendiri yakni di : https://forumkristen.com/index.php?board=7.0

Konsisten koq.
Aliran freewill menganggap tidak konsisten karena mereka mengira kedaulatan Tuhan tidak bisa bekerja dalam will manusia.

GBU

Maaf, orang baru. Semoga, siapa saja yang bisa menyerap pesan tersirat dalam posting saya, tidak bersikap sama seperti Anda.

anda jangan jual jamu sana sini untuk menyerang doktrin kehendak bebas, padahal anda ngamur komentar tentangnya.

Moderator Roti Hidup aja tentang Doktrin kehendak bebas sama sekali tidak mengatakan seperti anda.!

[center]Jadi anda telah membaca teolog kehendak bebas dari karangan siapa.?

Namanya juga kehendak bebas, bukan ?
Kehendak bebas itu esensinya adalah : aku penguasa diriku sendiri, aku menentukan jalan hidupku dan tidak ada kuasa yang bisa mengintervensi. :slight_smile:

Sedangkan yang dikehendaki Tuhan adalah menyerah total, menyerahkan seluruh totalitas hidup kita kepadaNya, ke dalam kuasaNya, dalam kasih karuniaNya dan mengakui Dia di dalam segala laku kita :

Pro_3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Ia akan meluruskan jalanmu, bukan : aku akan meluruskan jalanku.
Apa pun yang kita lakukan, kita mengakui bahwa Dia ada dan berdaulat dan itu bukan karena kuat dan gagah kita, atapun kehebatan kehendak bebas kita sendiri dibanding orang lain.

GBU

Bukan tidak bisa bekerja vid, tetapi memang diberi kebebasan untuk memilih.

Di dalam ‘kebebasan’ itu kedaulatan Allah juga bekerja.

Kita lihat contohnya :

  • 1Sa 9:10 Kemudian berkatalah Saul kepada bujangnya itu: “Pikiranmu itu baik. Mari kita pergi.” Maka pergilah mereka ke kota, ke tempat abdi Allah itu.
    Saul berunding dengan bujangnya, dan memutuskan untuk mencari Samuel murni berdasarkan kemauan mereka sendiri (menurut sudut pandang Saul dan bujangnya)

  • Menurut sudut pandang Allah :
    ‘Freewill’ yang diputuskan berdasarkan kemauan Saul dan bujangnya (kagak ada yang paksa) ternyata karena disuruh Allah sebelumnya. Allah sudah mempredestinasikan Saul untuk menemui Samuel :

1Sa 9:15 Tetapi TUHAN telah menyatakan kepada Samuel, sehari sebelum kedatangan Saul, demikian:
1Sa 9:16 “Besok kira-kira waktu ini Aku akan menyuruh kepadamu seorang laki-laki dari tanah Benyamin; engkau akan mengurapi dia menjadi raja atas umat-Ku Israel dan ia akan menyelamatkan umat-Ku dari tangan orang Filistin. Sebab Aku telah memperhatikan sengsara umat-Ku itu, karena teriakannya telah sampai kepada-Ku.”

Alkitab membuktikan bahwa kedaulatan Allah bekerja dalam ‘freewill’ manusia. Kagak ada yang paksa Saul, kagak ada yang intervensi Saul dan bujangnya. Tetapi apa pun pikiran Saul, hasil akhir dari ‘freewill’ Saul adalah tepat seperti yang disuruh Allah kepadanya. Allah memerintah atas Saul melalui 'freewill’nya sendiri.

Jadi, jangan mas mengira bahwa mas percaya Yesus murni karena kehebatan freewill mas. Itu salah besar, karena Yesuslah yang sudah memilih mas dan sepatutnya mas bersyukur. Tidak ada apa pun yang dapat kita banggakan dari diri kita sendiri sehubungan dengan keselamatan.

GBU

maaf, ikut nimbrung.

Jika anda telah di tetapkan Selamat, anda akan selamat
Jika anda telah di tetapkan Binasa, akan akan masuk ke neraka.

jelas ?

permasalahannya, ada termasuk di tetapkan ke mana ? Hanya ada 1 dari 2 pilihan, yaitu ke sorga atau ke neraka.

Nah kalau yang ini teologi filosofi fatalisme yang bukan Calvin maupun Arminian dan bukan juga dari Alkitab . :slight_smile:

GBU

jadi kamu mau berkata, yang tidak ditetapkan ke sorga, akhir hidupnya akan tetap masuk ke sorga ?

hahaha answer that sis

Yang tidak dipilih binasa karena dosa mereka sendiri.
Casenya adalah :

  • Allah menempatkan manusia di Firdaus.
  • Lalu manusia memilih jalan hidupnya sendiri, tempatnya di neraka.
  • Lalu Allah kasihan, memilih sebagian berdasarkan pertimbangaNya yang tak terselami, untuk diselamatkan.

Lain jika casenya, manusia ada di tempat netral (kagak buat dosa apa-apa). Lalu Allah mindah-mindahin mereka lain ke surga lain ke neraka, itu baru logika macam mas bisa diterapkan (bahwa Allah memilih ke neraka).

GBU

Alkitab membuktikan bahwa kedaulatan Allah bekerja dalam 'freewill' manusia. Kagak ada yang paksa Saul, kagak ada yang intervensi Saul dan bujangnya. Tetapi apa pun pikiran Saul, hasil akhir dari 'freewill' Saul adalah tepat seperti yang disuruh Allah kepadanya. Allah memerintah atas Saul melalui 'freewill'nya sendiri.

Jadi, jangan mas mengira bahwa mas percaya Yesus murni karena kehebatan freewill mas. Itu salah besar, karena Yesuslah yang sudah memilih mas dan sepatutnya mas bersyukur. Tidak ada apa pun yang dapat kita banggakan dari diri kita sendiri sehubungan dengan keselamatan.

Weeeek, itu yang disebut Kemahatahuan Allah, bukan predestinasi dalam freewill (apapula ini??)
Itu yang saya sebut doktrin predestinasi semakin kedodoran, karena dalam banyak hal tidak mampu menjawab secara tegas.

Alkitab menulis :
1Sa 9:16 "Besok kira-kira waktu ini Aku akan menyuruh kepadamu seorang laki-laki dari tanah Benyamin; engkau akan mengurapi dia menjadi raja atas umat-Ku Israel dan ia akan menyelamatkan umat-Ku dari tangan orang Filistin. Sebab Aku telah memperhatikan sengsara umat-Ku itu, karena teriakannya telah sampai kepada-Ku.

Allah menyuruh Saul.
Bukan : Allah sudah tahu sebelumnya akan ‘freewill’ Saul, lalu ngaku-ngaku menyuruh.

Gw punya cerita tentang calo proyek di DPR.
Ada orang-orang yang suka nongkrong dengan panitia anggaran hingga tahu tentang anggaran yang disetujui di berbagai propinsi sebelum keluar penetapan.
Para calo tersebut mulai bergerilya di propinsi yang dimaksud minta duit, dengan janji akan ‘menyuruh’ anggota dewan menggolkan proyek tertentu (padahal dia sudah tahu bahwa proyek tersebut sudah disetujui).
Tentunya Tuhan bukan sepeti calo proyek tersebut.

GBU

Hidup ini sendiri adalah anugerah dari Tuhan. Bagi saya mudah saja menerima tanpa membantah apa yang dikatakan Tuhan Yesus.
Joh 6:40-44
sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: “Akulah roti yang telah turun dari sorga.”
Kata mereka: “Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapanya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?”
Jawab Yesus kepada mereka: "Jangan kamu bersungut-sungut. Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.

Jadi jika Tuhan Yesus tidak kasih hidup kekal, kita mau dapat dari siapa.

Allah menyuruh Saul. Bukan : Allah sudah tahu sebelumnya akan 'freewill' Saul, lalu ngaku-ngaku menyuruh.

Gw punya cerita tentang calo proyek di DPR.
Ada orang-orang yang suka nongkrong dengan panitia anggaran hingga tahu tentang anggaran yang disetujui di berbagai propinsi sebelum keluar penetapan.
Para calo tersebut mulai bergerilya di propinsi yang dimaksud minta duit, dengan janji akan ‘menyuruh’ anggota dewan menggolkan proyek tertentu (padahal dia sudah tahu bahwa proyek tersebut sudah disetujui).
Tentunya Tuhan bukan sepeti calo proyek tersebut.

Naah, pahami dulu dengan benar apa yang dimaksud dengan Kemahatahuan Tuhan, apa yang dimaksud dengan Kemahakuasaan Tuhan. Sehingga tidak terjebak dengan pengertian yang salah antara Mengetahui dengan menentukan.

Oke, vid, belajar lagi ya

Alkitab menulis : Aku (Allah) menyuruh.
Alkitab tidak menulis : Aku mengetahui sebelumnya lalu aku ngaku-ngaku bahwa Akulah yang menyuruh.

Jangan plintir-plintir ayat supaya cocok dengan apa yang mas mau. :slight_smile:

GBU

yeah yeah yeah, atur aja lah vid.
Ha ha ha ha ha ha