Karena kita adalah anak-anak Allah

Dalam Yohanes 1:12-13 dikatakan “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.”
Juga dikatakan oleh Yesus sendiri “Barangsiapa yang melakukan kehendak Allah ialah saudara-Ku laki-laki, dan saudara-Ku yang perempuan dan ibu-Ku adanya.”
Dengan kata lain Yesus seolah mengatakan kepada kita "Kalian memang bukan saudaraku secara daging namun secara roh,Allahmu adalah Allahku, Bapamu adalah Bapaku.
Alangkah luar biasanya menjadi saudara Tuhan Yesus !
Allah dalam Roh-Nya telah memperanakkan orang yang percaya kepada Tuhan Yesus.
Anak manusia adalah manusia.
Anak domba adalah domba.
Anak ayam adalah ayam.
Karena kita adalah anak-anak Allah maka kita akan disempurnakan dan menjadi Dia ! Namun dalam hal ini ,kita tidak mengambil bagian dalam Ke-Allahan-Nya. Artinya kita masih pribadi manusia namun secara esensial,hayat,dan sifat kita diserupakan dengan Anak Allah yang Tunggal itu,Yesus Kristus !Dan kita akan menjadi ahli waris-Nya dalam kerajaan Allah !

saya setuju dengan anda bro/sist qingoe1
kita manusia adalah Anak2 Allah seperti di surat Yoh tadi…
di kejadian juga kita diciptakan menurut dan serupa dengan Gambar DIA (ALLAh)
dan kita adalah pewaris/ahli waris dari Allah

Rm 8:17 Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.

Pertanyaan: Bagaimana dengan iblis, yang juga percaya bahwa Yesus adalah anak Allah ?
Apakah iblis juga saudara Tuhan Yesus ?
Jawaban: Tidak, tentu saja tidak, mana mungkin iblis menjadi saudara Yesus.
Ini adalah suatu bukti bahwa dengan hanya berpedoman " percaya ", tidaklah cukup.

Pertanyaan : Lalu bagaimana dengan ayat Yoh.1:12-13.
Jawaban: Ingat ayat Yoh.1: 12-13, dikatakan : Bagi yang percaya, diberi kuasa supaya menjadi anak-anak Allah.
Dengan kata “supaya” berarti belum menjadi anak Allah, akan tetapi baru diberi kuasa supaya berhak melangkah lebih lanjut.

Pertanyaan: Apa yang harus kita lakukan, setelah kita diberi kuasa, supaya kita menjadi Anak-anak Allah ?
Jawaban: Percaya adalah sikap hati, kita perlu melangkah, datang dan disatukan dengan Yesus.

Pertanyaan: Bagaimana kita bisa disatukan dengan Yesus, mana ayatnya ?
Jawaban: Yoh.6: 56.
Barangsiapa makan dagingKu dan minum darahKu, ia tinggal didalam Aku dan Aku di dalam dia.

Setelah kita diberi kuasa, yaitu percaya bahwa Yesus adalah Tuhan, dengan menggunakan kekuasaan ini kita berhak makan daging dan minum darah Yesus, sehingga kita menjadi anak Allah.

Di Alkitab, percaya kepada Yesus adalah minum Air Hidup.
dan
Datang dan disatukan dengan Yesus adalah makan Roti Hidup.

Yoh.6: 35.
Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi.

Tidak ada satu orangpun yang bisa menerima Air Hidup & Roti Hidup, kalau tidak diberi oleh Tuhan, dan Tuhan hanya memberi kepada orang yang merasa kecil dan berharap kepada Nya…

Roti kehidupan adalah Kristus sendiri.Datang kepada Tuhan Yesus dan memakan Tuhan sebagai roti kehidupan itulah yang benar-benar kenyang.
Percaya dalam nama-Nya artinya benar-benar percaya.
Roma 8:29
Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula,…ditentukan-Nya…untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
Apa artinya ??
Setelah kelahiran kembali, kita menjadi anak Allah, namun kita masih perlu diserupakan dengan gambar Putra Sulung Allah (Rm. 8:29), agar pada tahap yang lebih maju kita menjadi putra-putra Allah yang sempurna. Bagaimanakah kita dapat diserupakan dengan gambar Putra Sulung Allah? Pertama-tama kita harus memahami bagaimana Putra sulung Allah hidup di bumi. Putra Sulung Allah adalah Manusia Allah. Sebagai seorang manusia, setiap hari Dia berada di bawah bayang-bayang salib, menyangkal dan menyalibkan diri-Nya sendiri. Yang dikatakan-Nya tidak dikatakan dari diri-Nya sendiri dan yang dilakukan-Nya tidak berasal dari kesenangan-Nya sendiri melainkan menurut kehendak Bapa (Yoh. 8:28-29; 14:10).
Hari ini, kita sebagai orang-orang yang telah diselamatkan, adalah putra-putra Allah. Tetapi, hidup kita belum serupa dengan putra-putra Allah.

SETUJU sekali , percaya memang penting tetapi harus ada aksi bukan hanya duduk manis dan terima saja.
Seperti yang diutarakan yaitu perlu melangkah , datang dan disatukan dengan Yesus Kristus. Melakukan apa saja yang Yesus ajarkan. Ada pertumbuhan rohani yang nyata sehingga menjadi lebih baik di mata Yesus dan menjadi layak masuk dalam hadiratNYA.

Syalom , :slight_smile: