karena perpuluhan yg dipakai suka" banyak orang jahat masuk jadi pendeta?

berdasarkan hitungan teman, bila ada 10orang jemaat terkaya saja di suatu gereja.yang memberikan perpuluhan wajib dengan penuh maka pendeta pengelola yang memakai suka-suka akan menjadi yang terkaya melebihi mereka semua.

sedang pelayan2nya pendeta banyak yang gratis makanan sering dapat gratis kadang ada yang kasik mobil segala.

banyak kasus yang melibatkan pendeta yang ketahuan saja banyak apalagi yang tidak ketahuan atau dirahasiakan.terutama di gereja-gereja yang memainkan mujijat bahasa roh ataupun perpuluhan wajib yang intinya memainkan perasaan orang agar memberi sebanyak2nya dan pengelolaannya sesuka hati sehingga menjadi super kaya.

banyak orang kurang ajar awalnya ingin menjadi pendeta dengan pura-pura baik ajaran lainnya kelihat baik sedang perkataan terkadang memancing untuk memberi sebanyak-banyaknya untuk gereja atau dengan berbagai ayat yang dimainkan.walau banyak pula yang benar-benar baik

pencegahannya sebenarnya adalah menyerahkan pengelolaan keuangan kepada jemaat dengan transparant, sayang banyak gereja pengelolanya tidak mau.

yang kita dengar bahwa di gereja2 kharismatik yang pernah kita tau banyak yang sepertinya pengelolaan keuangannya tidak tranparant dan ada yang bilang bermasalah gereja h yang kena kasus pencabulan,alex azwin yang juga katanya aslinya nakal ada beberapa cerita yang pernah tau,bahkan philips yang jarang terlihat mungkin diruangan vip yang pengelolaanya ada yang bilang suka-suka keluarga pengelolaannya. bahkan katanya ada kasus-kasus gerejanya yang dirahasiakan untuk golongan pendeta atau keluarga.yg ada katanya bisa melihat orang tapi pendetanya juga ganti-ganti atau berkasus beberapa.

bagaimana cara mengatasi?

apa bahayanya bila ternyata ada pendeta memainkan jemaatnya atau berbohong tidak ketahuan?sedang banyak jemaat nya begitu percaya.

uang yang terlalu berlimpah dari jemaat untuk pendeta/gereja menjerumuskan atau baik?

Spt kata TB Joshua, banyak raja tega yg mengatakan bahwa keluarga2 pra sejahtera pun wajib setor perpuluhan tanpa kecuali.

https://i.ytimg.com/vi/AcAhxpK7c-A/hqdefault.jpg

Tahukan anda pendeta paling kaya di dunia ada di Filipina yakni Eduardo Manalo dgn hartanya satu trilyun peso atau 19 Milyar USDOLLAR lebih = 190 trilyun lebih. semestinya di Filipina tdk ada orang miskin jika dia mengerahkan uangnya utk menolong masarakat banyak di daerah2 kumuh yg berlimpah.

Maka tidak heran jika anda google : rich pastors of the world maka akan keluar wajah2 elite yg pintar mencari kesempatan dalam kesempitan dengan oplosan perpuluhan.

Kalo oplosan2 perpuluhan sdh masuk tinggal bergaya elite.

“Prophet” Bushiri, Nigeria

Gaya pendeta Enoch Adeboye, Nigeria :

banyak yang seperti itu tapi banyak pula yang baik yang bahkan menghabiskan dana usahanya untuk hal yang baik

banyak yang seperti itu tapi banyak pula yang baik yang bahkan menghabiskan dana usahanya untuk hal yang baik

Benar.

Sayangnya dari kebanyakan gedung2 gereja semegah istana sangat2 minim kepedulian utk menolong Lazarus2 miskin yg diamanatkan Tuhan, dibandingkan dgn yayasan umat seberang.

https://scontent-sin6-2.xx.fbcdn.net/v/t1.0-9/251422_10150213597556657_6240363_n.jpg?_nc_cat=102&_nc_sid=e007fa&_nc_ohc=wrWg9wgDq5gAX8pzzlj&_nc_ht=scontent-sin6-2.xx&oh=5743f9e1956a1582858195c05ed0d9f9&oe=5EE26BBD

Tidak ada yg bisa diharapkan masyarakat pra sejahtera spt dibawah ini dari gedung2 gereja seindah istana spt diatas.

https://lh3.googleusercontent.com/proxy/WTNGKNCw8Ili72ggk_CiVY4k3HlUfAX5-new0fmTBL8GBll7QYnRorPJ_AYsPlk-P95OBAMjrXGybm4ESiRjWglRzpD1_eHzatLC6MF8GmSMWg

Maka disaat kesulitan melanda masarakatpun marah dan merusak krn mereka tdk pernah dibagi dan diajarkan kasih selama ini, cuma orang koar2 kasih.

@AtA

Foto2-mu selalu menawan
Dan lumayan komunikatif
Lazarus miskin selalu ada

Kurasa ada juga yg memberi kpd mereka “gelap2-an”
Apa yg diperbuat tangan kanan jgn lah tahu tangan kiri

Mungkin banyak yg inginnya memberi “terang2-an”
Apa yg diperbuat tangan kanan mau-nya tepuk-tangan

Tidak sedikit org yg omdo, sok koar2 kasih
Tidak sedit org yg omdo, sok koar2 Alkitabiah
Ada kebebasan, kita mau diem saja atau yg mana

Org miskin akan selalu tetap ada di sekitar kita [Mar 14:4-7]
Tak usah gusar jika minyak narwastu yg mahal itu dicurahkan utk Yesus
Blm pasti lebih baik, jika minyak itu dijual dan uangnya diberikan kpd si miskin

Yesus pun sebenarnya miskin di mata dunia, Nama-Nya yg hrs dibagikan, bukan uang
Adapun org2 yg jualan Nama-nya sudah pasti akan berteriak, “Tuhan, Tuhan, Tuhan!”
Pd waktu itu Yesus akan berterus terang: “Enyahlah kamu sekalian pembuat kejahatan!”

"Ingatlah, jgn kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan org spy dilihat
mereka, karna jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yg di sorga.

Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu,
spt yg dilakukan org munafik di rumah2 ibadat dan di lorong2, spy mereka dipuji.

Aku berkata kpd-mu:
Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi
sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yg diperbuat tangan kananmu.
Hendaklah sedekahmu itu diberikan dgn tersembunyi, maka Bapamu
yg melihat yg tersembunyi akan membalasnya kpd-mu." [Mat 6:1-4]

Salam Damai Bro!

Benar jika Yesus masih ada di bumi dan engkau bisa mencurahkannya ke kakinya.

Aku kerap heran mengapa hanya gedung2 gereja seindah istana yg dibangun oleh umat Kristen, tidak ada satupun yg membangun rumah sakit murah utk merawat Lazarus2 yg bertebaran. Kasih apa yg bisa ditunjukkan kpd masyarakat ? Jelas2 menunjukkan jika Lazarus2 tsb. tdk mendptkan tempat di hati.

Tidak kulihat ada umat gereja yg menyusuri pemukiman2 kumuh atau kolong toll yg rawan dan memprihatinkan keadaan kesehatan dan kehidupannya utk membagi bantuan. Yang ada segerombolan bigot yg mencoba koar2 penginjilan di perkampungan sehingga membuat suasana tdk kondusif dan membangkitkan kemarahan, krn penginjilan asal koar2 tanpa hikmat dan cuma membuat nama Yesus dibenci bangsa2. Kecuali mereka bisa menyembuhkan orang spt Petrus dan Paulus, jika tdk bawalah bantuan medik atau bansos, bawalah kasih, jangan bawa2 khotbah dahulu.

Tuhan berkata sembuhkanlah orang2 dahulu baru bicara kerajaan surga.
Lukas 10:1-12… sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu

https://lh3.googleusercontent.com/proxy/epFcLbcwR7_sM36u5oHf6aAw_HxZawh8dZxJrLLHSLxjkFf3ziQrjTHZVizEZXVsltsINvo45X6hb-aLgDNhrPP7SqAoduDRMVBviGooJ90

Apalagi ingat warga2 bantaran kali dan membangun rusun dan sekolah utk mereka, perut kenyang ngimpi indah.

Belum tentu Yayasan yg berbuat kebaikan itu dengan sengaja mempamerkan kebaikannya, mungkin saja agar masyarakat tahu bahwa mereka membuka pintu utk mengupayakan pertolongan, jgn kita yg menghakimi.

Daripada cuma koar2 kasih Tuhan belaka di mimbar, tidak pernah sungguh2 singgung dan urus bergotong royong segereja kpd masarakat yg membutuhkan dan tdk membuka pintu, tdk pasang pengumuman harus hubungi siapa jika perlu pertolongan, pura2 tidak tahu dan tdk mau tahu jika ada umat yg terjerat kemiskinan dan hutang.

Suatu hari pada sebuah gereja aku mendengar gembala disana berkata “saudara2 jika ada yg kesulitan masalah keuangan harap hubungi saya utk diupayakan bantuannya ber sama2”, dan dia menunggu di pintu keluar menyapa orang2 yg pulang. tidak asal obral janji terus kabur, dan bukan sekedar baru bisa koar2 Firman Tuhan, tanpa kasih gereja cuma menjadi semacam fakultas Theologi belaka.

Di jaman para rasul, umat gereja hidup bersama2 dan rasul2 membagi semua sumbangan dengan adil, ini sudah tidak mungkin ada lagi. di zaman sekarang sumbangan masuk ke kantong pendeta, di zaman para rasul dibagi kpd umat.
Kisah 4:34 Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya r itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa 4:35 dan mereka letakkan di depan kaki s rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.

Jika kaki-Nya sudah di Surga, kaki-tangan-Nya banyak di Bumi
Mencurahkan secangkir air sejuk saja pun kpd se-org yg kecil itu,
Karena ia murid-Nya, kita tidak akan kehilangan upah dr padanya.

Aku kerap heran mengapa hanya gedung2 gereja seindah istana yg dibangun oleh umat Kristen,

Itu suatu kecongkakan umat yg nempel terbawa dr menara Babel
Mungkin juga bangunan2 yg spt itu penyebab Lazarus2 pd datang
Datang sbg kenek/kuli bangunan/jalan, tinggal mula2 di emperan
Lalu berbiak tak jauh dr situ, menjadikan kualinya ikan dan asam

tidak ada satupun yg membangun rumah sakit murah utk merawat Lazarus2 yg bertebaran.

Mungkin itu tugas utama pemerintah mensejahterakan rakyatnya
Tugas kita membayar pajak utk membiayai tugas pemerintah itu
Apa Puskesmas kurang murah merawat Lasarus2 yg bertebaran?

Kasih apa yg bisa ditunjukkan kpd masyarakat ?

Masyarakat tidak mengerti spt apa kasih-Nya
Baginya, “kasihlah berapa saja”, lalu lupakan
Jangan jadikan kami org “kafir”, katanya

Kita sudah melihat bagai mana masyarakat kelas atas berempati
Membangun sirkit balapan mewah ditengah kota, beli lem miliaran2
Padahal masih banyak tempat kumuh, banyak sekolah nyaris rubuh

Jelas2 menunjukkan jika Lazarus2 tsb. tdk mendptkan tempat di hati.

Kurasa, jika Lazarus2 itu dpt tempat di hati-kota
Maka Lazarus2 yg lainnya pasti datang ber-duyun2
Desa menjadi sepi, migrasi ke gemerlap terang-kota
Lahan subur terlantar, sertifikat beralih kpd org2 kaya

Tidak kulihat ada umat gereja yg menyusuri pemukiman2 kumuh atau kolong toll yg rawan dan memprihatinkan keadaan kesehatan dan kehidupannya utk membagi bantuan.

Depsos dibayar utk menyusuri itu dan menanganinya
Kita membantu mereka dgn membayar pajak yg benar
Gereja pas2-an mikirin jemaat yg banyak cengkuneknya

Yang ada segerombolan bigot yg mencoba koar2 penginjilan di perkampungan sehingga membuat suasana tdk kondusif dan membangkitkan kemarahan, krn penginjilan asal koar2 tanpa hikmat dan cuma membuat nama Yesus dibenci bangsa2. Kecuali mereka bisa menyembuhkan orang spt Petrus dan Paulus, jika tdk bawalah bantuan medik atau bansos, bawalah kasih, jangan bawa2 khotbah dahulu.

Bayanganku itu spt di zaman Yesus, atau Yomahes Pembaptis
Berkoar2 kpd masyarakat bertobatlah2, Yesus berkoar2 ttg hukum kasih
Mereka rajin berhimpun spt selalu berharap mukjizat medik atau makanan bansos

Terbukti ada ribu2-an yg mengikuti-Nya
Ia di-agul2-kan saat masuk Yerusalem, “Hosana Anak Daud 3x”
Saat besok2-nya, seruan masyarakat itu terbalik, “Salibkan Dia! 3x”
Masalah manusia bukan soal tubuh, tapi soal jiwa dan kerohaniannya

Belum tentu Yayasan yg berbuat kebaikan itu dengan sengaja mempamerkan kebaikannya,
mungkin saja agar masyarakat tahu bahwa mereka membuka pintu utk mengupayakan pertolongan, jgn kita yg menghakimi.

Pilihannya pd kita, bukan pd mereka
Sasarannya jelas bukan kedagingan, tapi kerohanian
Laluan masuknya memang dr kedagingan, melalui perut
Caranya kali lebih baik cara siluman dr pd pengumuman

Dan sebaiknya membangun atau hal2 yg spt itu dilakukan di desa
Itu sangat membantu pemerintah untuk mengurangi urbanisasi
Jika memungkinkan, lakukan transmigrasi ke perkebunan-nya
Spt banyak dilakukan pengusaha Belanda, sampai ke Suriname
(bersambung)

Mungkin orang kaya dalam cerita Lazarus yg miskin juga berfikir demikian, toh sudah bayar pajak dan ada negara.

Memang sejogjanya tdk ada kemiskinan di negeri karena Depsos itu diberikan budget pemerintah yg besar 41 Trilyun lebih. Tetapi kenyataannya keluarga2 pra sejahtera nyaris tidak tersentuh bantuan sosial.

Mungkin begitu, maka ada istilah “org kaya vs se-ekor onta”
Org kaya selalu hrs berteman dgn org kaya juga, satu ilmu
Mis dgn penguasa/penjajah, atau dgn org2 Farisi pemeras

Memang sejogjanya tdk ada kemiskinan di negeri karena Depsos itu diberikan budget pemerintah yg besar 41 Trilyun lebih. Tetapi kenyataannya keluarga2 pra sejahtera nyaris tidak tersentuh bantuan sosial.

Kekeliruan bukan pd daging dan darah
Melainkan pd jiwa yg dirusak roh2 pembisik
Itu sebenarnya musuh kita, yaitu roh2 di udara
Bukan keutamaan membereskan kedagingan domba2-Nya
Keselamatan jiwanya lah, kemampuannya bermegah dlm derita

Salam Damai!

(sambungan)

Daripada cuma koar2 kasih Tuhan belaka di mimbar, tidak pernah sungguh2 singgung dan urus
bergotong royong segereja kpd masarakat yg membutuhkan

Apa ada guna kita koar2 dr bawah?
Pendeta itu yg tugasnya koar2 dr atas
Diskusikan gimana Lazarus bisa hebat

Sebab setiap kita buka pintu sudah nemu Lazarus2 itu
Curahkanlah apa yg bisa, katakanlah itu berkat dr Yesus
Latihlah mereka berterima kasih dan bersyukur kpd-Nya

Tuhan selalu punya alasan pd setiap keadaan
Maka tetaplah kita selalu bersyukur kpd-Nya

dan tdk membuka pintu, tdk pasang pengumuman harus hubungi siapa jika perlu pertolongan,
pura2 tidak tahu dan tdk mau tahu jika ada umat yg terjerat kemiskinan dan hutang.

Ya, itu tadi!
Jika hal yg “tidak2” itu bisa beres
Maka Lazarus2 lain pd nimbul lagi dan lagi

Menurutku,
Orientasi pembangunan sebaiknya mulai dr pinggir2 desa
Membangun sawah, tali air, kolam, bendungan, jalan2nya
Org2 kota yg ke desa, ada asimilasi atau kuali tambahan
Keturunan mereka bisa2 lebih cerdas dr pd yg kemarin

Jadi pembangunan itu bukan hrs di pusat2 kota,
Kontrak kerja habis, ya, “habis manis sepah dibuang”
Lazarus2 itu setelah dimanfaatkan pemborong kota, lalu mana urus
Menejmen hanya membayar kering at mereka, habis kontrak mana urus.

Di jaman para rasul, umat gereja hidup bersama2 dan rasul2 membagi semua sumbangan dengan adil,
ini sudah tidak mungkin ada lagi.

Di zaman modern
Keadilah yg paling ilmiah itu buatan Karl Mark,
Dgn prinsip kedagingan hrs sama rata sama rasa
Faham sosialis itu sempat laris manis di dunia ini
Uni Sovyet promotornya, bubar dlm 70 thn saja

di zaman sekarang sumbangan masuk ke kantong pendeta, di zaman para rasul dibagi kpd umat.

Hrs kita sadari, bw zaman itu bergerak terus dan inilah zaman hedonisme
Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka,
Pikiran mereka se-mata2 tertuju kepada perkara duniawi saja. [Fil 3:19]

Kisah 4:34 Sebab tidak ada seorangpun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya r itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa 4:35 dan mereka letakkan di depan kaki s rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya.

Keperluan mereka ketika itu adalah “pergi”.
Pergi jauh sampai ke ujung bumi
Menjadikan semua bangsa murid-Nya

Kebanyakan pendeta zaman ini ialah datang
Datang sampai ke pusat kota mencari gula2
Utk perut sendiri, pun menipu yg tulus hati
Dgn kata muluk2 dan bahasa yg manis2
Agar semua mangut2 dan cengengesan

Kau koar2 terus spt bisa terdepan
Lihat di Israel, gimana Kekristenan
Yesus banyak berkoar dan berbuat
Mereka hanya doyan mukjizat-Nya

So,
Jgn pikir bagaiman bansos dpt membereskan
“Pikirinlah bagai mana mereka bisa kuat derita
Beri minum saja, kalau kenyang dia suka tidur”

Itu menurutku.

Salam Damai!

Teologi kemakmuran memang orientasinya kekayaan mereka tidak terbiasa membahas kaum Lazarus karena jika anda miskin berarti anda tidak beriman itu tandanya Tuhan jauh darimu namun orang2 yg beriman tanda2nya berkat mengalir kepadanya sehingga soal perpuluhan akan mudah diterapkan kepada orang2 yg “diberkati” Mereka tidak akan bicara perpuluhan kepada kaum Lazarus karena buat mereka itu hanya pengeluaran saja. Itulah prinsip teologi kemakmuran.

Perpuluhan harus dipakai untuk kepentingan pembiayaan operasional Gereja bukan masuk kedalam pundi2 Pendeta !