kasih dan pengampunan Allah ada batasnya

salam sejahtera saudaraku yang terkasih
sering kali kita beranggapan bahwa kasih dan pengampunan Allah tiada batas, kasihnya sangat besar. hal ini membuat kita berpikir bahwa berbuat dosa sebanyak-banyaknya tidak masalah karena Yesus akan terus mengampuni kita dan kita akan diselamatkan walaupun kita jahat dan berdosa.
dalam tulisan kali ini saya ingin memberikan sedikit ulasan mengenai hal ini

coba baca 1 Samuel 15 : 1-35
dengan judul " Saul ditolak sebagai raja"

15:13 Ketika Samuel sampai kepada Saul, berkatalah Saul kepadanya: “Diberkatilah kiranya engkau oleh TUHAN; aku telah melaksanakan firman TUHAN.”
15:14 Tetapi kata Samuel: “Kalau begitu apakah bunyi kambing domba, yang sampai ke telingaku, dan bunyi lembu-lembu yang kudengar itu?”
15:15 Jawab Saul: “Semuanya itu dibawa dari pada orang Amalek, sebab rakyat menyelamatkan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dengan maksud untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu; tetapi selebihnya telah kami tumpas.”
15:16 Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: “Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam.” Kata Saul kepadanya: “Katakanlah.”
15:17 Sesudah itu berkatalah Samuel: “Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?
15:18 TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.
15:19 Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?”
15:20 Lalu kata Saul kepada Samuel: “Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.
15:21 Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal.”
15:22 Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
15:23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."
15:24 Berkatalah Saul kepada Samuel: “Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka.
15:25 Maka sekarang, ampunilah kiranya dosaku; kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN.”
15:26 Tetapi jawab Samuel kepada Saul: “Aku tidak akan kembali bersama-sama dengan engkau, sebab engkau telah menolak firman TUHAN; sebab itu TUHAN telah menolak engkau, sebagai raja atas Israel.”
15:27 Ketika Samuel berpaling hendak pergi, maka Saul memegang punca jubah Samuel, tetapi terkoyak.
15:28 Kemudian berkatalah Samuel kepadanya: “TUHAN telah mengoyakkan dari padamu jabatan raja atas Israel pada hari ini dan telah memberikannya kepada orang lain yang lebih baik dari padamu.
15:29 Lagi Sang Mulia dari Israel tidak berdusta dan Ia tidak tahu menyesal; sebab Ia bukan manusia yang harus menyesal.”

15:30 Tetapi kata Saul: “Aku telah berdosa; tetapi tunjukkanlah juga hormatmu kepadaku sekarang di depan para tua-tua bangsaku dan di depan orang Israel. Kembalilah bersama-sama dengan aku, maka aku akan sujud menyembah kepada TUHAN, Allahmu.”
15:31 Sesudah itu kembalilah Samuel mengikuti Saul. Dan Saul sujud menyembah kepada TUHAN.
15:32 Lalu berkatalah Samuel: “Bawa ke mari Agag, raja Amalek itu.” Dengan gembira Agag pergi kepadanya, sebab pikirnya: “Sesungguhnya, kepahitan maut telah lewat.”
15:33 Tetapi kata Samuel: “Seperti pedangmu membuat perempuan-perempuan kehilangan anak, demikianlah ibumu akan kehilangan anak di antara perempuan-perempuan.” Sesudah itu Samuel mencincang Agag di hadapan TUHAN di Gilgal.
15:34 Kemudian Samuel pergi ke Rama, tetapi Saul pergi ke rumahnya, di Gibea-Saul.
15:35 Sampai hari matinya Samuel tidak melihat Saul lagi, tetapi Samuel berdukacita karena Saul. Dan TUHAN menyesal, karena Ia menjadikan Saul raja atas Israel.

dalam cerita ini saul ditolak oleh Tuhan karena melanggar perintah Tuhan, walaupun mungkin alasan melanggarnya kelihatnya untuk kepentingan TUhan. pada saat samuel datang dan memberitahukan kepada saul tentang semua ini, saul malah menuduh rakyatnya.
pada saat itu saul telah ditolak oleh Tuhan dan pintu kasihan untuk saul telah ditutup
walaupun saul memohon ampun dan kembali menyembah Allah, tetapi Tuhan telah menolaknya.

hal yang sama juga terjadi kepada kita, kalau kita terus menerus melanggar perintah Allah dan berbuat dosa maka bukan tidak mungkin pintu kasihan untuk kita akan ditutup karena kita telah mempermainkan kasih karunia penebusan Yesus.

gbu…

ngomong-ngomong bro tau ga sekarang saul di mana ya?
surga apa neraka

pertama dan sangat penting sekali, penulisan Gbu harap ditulis dengan G huruf besar, karena itu artinya God bless u, dan Tuhan atau God cocok untuk dikasih huruf besar untuk huruf pertama.

intinya, gua setuju dengan tidak boleh mendukakan Roh Kudus (di dogma gua ajarannya bgt). tapi tidak bisa berdasarkan kitab ini, karena ini adalah perjanjian lama. sekarang adalah perjanjian baru, masa Kasih Anugrah. kita mau berbuat dosa 100x dan mengaku dosa 100x juga tetap diampuni, cuma masalahnya apakah waktu kita diangkat / mati, apakah kita telah / sempat mengaku dosa?

pertama dan sangat penting sekali, penulisan Gbu harap ditulis dengan G huruf besar, karena itu artinya God bless u, dan Tuhan atau God cocok untuk dikasih huruf besar untuk huruf pertama.

intinya, gua setuju dengan tidak boleh mendukakan Roh Kudus (di dogma gua ajarannya bgt). tapi tidak bisa berdasarkan kitab ini, karena ini adalah perjanjian lama. sekarang adalah perjanjian baru, masa Kasih Anugrah. kita mau berbuat dosa 100x dan mengaku dosa 100x juga tetap diampuni, cuma masalahnya apakah waktu kita diangkat / mati, apakah kita telah / sempat mengaku dosa?

thank bwt koreksi nya masalah Gbu

memang benar setiap kita berbuat dosa dan mengakuinya , Yesus akan mengampuninya, akan tetapi seringkali hal ini disalahartikan oleh umat kristen yaitu merasa tidak masalah berbuat dosa karena Yesus murah hati dan penuh kasih karunia sehingga dosa akan diampuni terus, akan tetapi perlu diperhatikan bahwa dengan berpikiran demikian, kita tidak akan ada usaha untuk memperbaharui tabiat kita dan terus menerus berbuat dosa sehingga kita memiliki tabiat dosa yang akan susah diubah dan pada masanya nanti akan tiba waktu di mana pengampunan dosa selesai dan pintu kasihan ditutup sehingga ketika pada saat itu usaha manusia untuk mencari kebenaran dan pengampunan akan sia sia.
Gbu

gitu aja sich bukan faktor yg kuat untuk pengikut Yesus untuk berbuat dosa lagi, ini alasan yg bisa bikin pengikut Yesus berbuat dosa yg sama lagi.

sorry, agak OOT dikit (semoga masih nyambung dikit)

di zaman perjanjian baru ini, semua dosa yang dilakukan oleh pengikut Yesus tidak ada hukumannya, tidak ada hukum tabur tuai untuk dosa di Alkitab perjanjian baru.

contoh hukuman dosa : kalo u suka nipu, nanti Tuhan akan potong lidah u atau Tuhan akan kirim petir ke u atau Tuhan mencabut nyawa kita karena kita sering dosa.

yg ada adalah konsekuensi dosa (gk ada sangku paut-nya dengan Tuhan: kalo kita sering dosa nipu, maka gak ada orang yg percaya ama kita lagi.

gitu aja sich bukan faktor yg kuat untuk pengikut Yesus untuk berbuat dosa lagi, ini alasan yg bisa bikin pengikut Yesus berbuat dosa yg sama lagi.

sorry, agak OOT dikit (semoga masih nyambung dikit)

di zaman perjanjian baru ini, semua dosa yang dilakukan oleh pengikut Yesus tidak ada hukumannya, tidak ada hukum tabur tuai untuk dosa di Alkitab perjanjian baru.

contoh hukuman dosa : kalo u suka nipu, nanti Tuhan akan potong lidah u atau Tuhan akan kirim petir ke u atau Tuhan mencabut nyawa kita karena kita sering dosa.

yg ada adalah konsekuensi dosa (gk ada sangku paut-nya dengan Tuhan: kalo kita sering dosa nipu, maka gak ada orang yg percaya ama kita lagi.

setiap manusia sejak lahir sudah mempunyai kecendrungan untuk berbuat dosa, itulah yang dinamakan dosa keturunan dari adam dan hawa, sejak manusia menerima Yesus, maka manusia lahir baru ( ingat percakapan Yesus dan Nikodemus ? ). seorang nikodemus yang notabennya adalah ahli taurat dan melakukan semua perintah Tuhan dikatakan tidak bisa masuk ke Surga sebelum lahir kembali di dalam Roh. ketika seseorang telah lahir baru di dalam Kristus, maka semua perbuatannya akan mencerminkan iman kepada Kristus. coba tinjau lagi semua kebiasaan kebiasaan kita sekarang ini, semua perbuatan perbuatan kita sekarang ini, apakah sudah mencerminkan tabiat Yesus yang penuh kasih dan pengorbanan, misalkan belum, berarti kita belum layak masuk kerajaan Surga, ingat, ketika kita masuk ke kerajaan Surga, hanya tubuh kita yang diubahkan menjadi kekal, akan tetapi tabiat kita akan tetap sama seperti kita berada di dunia ini, jadi jangan harap bisa membawa tabiat dosa ke dalam kerajaan Surga.
Gbu

Wahyu 22:11 Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!"

kalo nikodemus itu khan lain lagi ceritanya, para ahli Taurat khan gak percaya Yesus, jadi mana mungkin bisa masuk surga? keselamatan khan bukan karena pinter / inget semua Fir-Tu

mmmm… alice itu bro ya?
btw makasih ya perhatiin postingan aku. GBU

begicu juga deh… :wink:
semoga selanjutnya kita sama-sama ga miss terus ya.

[b]Kasih dan pengampunan Tuhan tidak pernah terbatas, hal ini berhubungan dengan karakter Allah yang tidak terbatas. Bila kita mengatakan terbatas, maka kita menentang karakter Allah itu sendiri.

yang menyebabkan semua itu sepertinya terbatas adalah manusia, karena memang karakteristik manusia itu terbatas dalam semua hal. [/b]

kasih dan pengampunan Allah ga terbatas selama mns itu hidup
ketika mns itu sadar akan perbuatan salahnya dan bnr2 bertobat serta mau datang kepada Allah utk minta ampun bhkn pd saat menjelang kematian, Allah ttp mengampuni
ga ada kata terlambat bagi Allah :slight_smile:

^^^

semoga aja gua gak mati seketika, tapi gk mau mati menderita jg sich, hehehe…

ada-ada ajah deh…Kasih Allah mah ga ada batesnya…Ga tergantung seberapa kali bikin dosa. Sodara jatuh berkali-kali dalam dosa, DIA tetap mengasihimu… Allah itu KASIH. Ini kata kuncinya… :coolsmiley:

Anugrah itu tanpa syarat! Baca:
https://forumkristen.com/index.php?topic=1528.0

Dan hanya iman yang dilihat, bukan perbuatan. Baca:
https://forumkristen.com/index.php?topic=1050.0

Tetapi mengenai perbuatan, Ia sendiri yang akan mengerjakannya di dalam kita:
Rm. 8:28
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Bandingkan dengan yang ini:
https://forumkristen.com/index.php?topic=4599.0
Seandainya ada di antara umat TUHAN yang murtad, itu bukan karena TUHAN GAGAL hanya karena tidak bisa mengurus tabiat umat-Nya! Tetapi hanya karena memang orang tersebut tidak ditentukan demikian.

Imannya tetap diperhitungkan sebagai kebenaran, bukan perbuatannya yang ditimbang; perbuatan umat TUHAN berkaitan dengan upah dan pendisiplinan, sama sekali tidak berkaitan dengan hilangnya keselamatan.

GBU

Cerita ini bertentangan.

  1. Nikodemus tahu dan melakukan hukum Taurat, tapi tidak diterima, artinya bukan perbuatan yang dipermasalahkan, tetapi kepercayaannya kepada Yesus.
  1. Sekarang yang ditekankan adalah perbuatannya, sehingga seseorang bisa dianggap tidak layak masuk surga. Kalau kita berpandangan seperti ini, sama artinya dengan mengatakan bahwa TUHAN tidak sanggup memastikan keselamatan kekal bagi setiap umat-Nya. Saya sangat ragu apakah ajaran seperti ini adalah ajaran sehat.

GBU

memang dikatakan dalam kitab Galatia bahwa kita diselamatkan oleh karena iman kasih karunia, artinya dengan perbuatan baik apapun kita tidak bisa diselamatkan, karena keselamatan adalah karunia dari Yesus, akan tetapi perlu juga dibaca di Kitab Yakobus bahwa Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati, seseorang yang mengaku telah menerima Yesus sebagai juru selamat harus bisa menjadi garam dan terang dunia, apa gunanya garam kalau tidak bisa mengasinkan, selain dibuang dan diinjak injak, ketika kita telah lahir baru dalam keselamatan di dalam Yesus, kita bukan diri kita lagi yang dikuasai oleh daging, akan tetapi kita telah ditebus dan dibayar lunas dengan sangat mahal, oleh sebab itu kehidupan kita harus bisa memuliakan nama Allah, apagunanya seseorang yang mengaku Kristen,akan tetapi kehidupannya tidak mencerminkan tabiat Kristus, kasih karunia Allah memang tidak terbatas, akan tetapi ketika seseorang meremehkan kasih karunia Allah, ia akan terjerumus ke dosa yang lebih dalam, dan satu hal yang pasti ketika seseorang mati, maka putusan terhadap orang tersebut telah dibuat, apakah masuk surga atau neraka, apakah namanya dicatat dalam kitab kehidupan, ketika saat itu tidak ada lagi pengampunan dosa.

uhhh…cocok banget deh…

Begitulah, baca juga ulasan terkait di sini:
https://forumkristen.com/index.php?topic=1512.0
https://forumkristen.com/index.php?topic=1528.0
https://forumkristen.com/index.php?topic=1708.0
https://forumkristen.com/index.php?topic=1907.0

Betul itu, faktanya? Iman yang dikaruniakan TUHAN pasti bertindak atas dasar dorongan Roh Kudus yang memberikan hati nurani yang bersih bagi kita. Dan TUHAN tdk akan pernah gagal dalam hal ini, karena Ia jua memberikan disiplin keras bagi anak-anakn-Nya, walaupun tubuhnya harus dibinasakan tetapi jiwanya selamat.

Setelah saya perhatikan sebenarnya penanya tidak cukup memahami hakekat Allah.

ketika kita mengatakan Allah terbatas maka sebenarnya kita sedang memasukkan tuhan dalam keadaan terbatas yang tidak sama dengan natur Dia…

sekedar letupan…