"Kasus Investasi Emas Bodong Sudah Ditangani Satgas"

OJK:Kasus Investasi Emas Bodong Sudah Ditangani Satgas

http://img541.imageshack.us/img541/7277/investasiemas.jpg

VIVAnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku telah menerima pengaduan dari nasabah yang berinvestasi emas di PT Golden Traders Indonesia Syariah. Saat ini, laporan pengaduan itu sudah dilimpahkan ke Satgas Waspada Investasi.

“Benar, beberapa waktu lalu ada yang melaporkan,” kata Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yang Membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, dalam pesan singkatnya kepada VIVAnews di Jakarta, Kamis, 28 Februari 2013.

Kusumaningtuti menambahkan, pengaduan nasabah itu telah diteruskan ke Satgas Waspada Investasi.

Sebelumnya, nasabah Golden Traders Indonesia Syariah mempertanyakan nasib investasinya, menyusul kabar kaburnya Taufiq Michael Ong, pemilik sekaligus Presiden Direktur perusahaan itu.

Salah satu nasabah, DZ, mengaku sudah tidak mendapat transfer bagi hasil dari investasi itu seperti yang dijanjikan sebelumnya. Seharusnya, DZ yang menanamkan investasi Rp35 juta akan mendapat imbalan Rp1,9 juta per bulan.

“Saya tidak tahu nasib investasi ini,” kata dia kepada VIVAnews, Kamis.

DZ mengatakan, saat ini, agennya masih terus menenangkan nasabah-nasabah lain dengan dalih Ong tak mungkin lari dari tanggung jawab. Hanya, GTIS sudah tidak membayar bagi hasil seperti yang dijanjikan.

Waspada investasi imbal hasil tinggi
Sementara itu, OJK sendiri sudah mengidentifikasi adanya penawaran investasi dari perusahaan yang ditengarai bukan merupakan lembaga jasa keuangan di bawah pengawasan otoritas berwenang. Untuk itu, OJK meminta masyarakat mewaspadai tawaran investasi tersebut.

“Sejak membuka layanan informasi dan pengaduan masyarakat pada 21 Januari 2013, OJK telah melayani sekitar 100 pengaduan dan permintaan informasi dari masyarakat,” bunyi keterangan tertulis OJK, Rabu 6 Februari 2013.

OJK pun mengimbau masyarakat untuk mencermati ciri-ciri investasi yang memberikan iming-iming dengan tingkat imbal hasil yang sangat tinggi (high rate of return). Selain itu, yang perlu diwaspadai adalah adanya jaminan bahwa investasi tidak memiliki risiko investasi (free risk).

Ciri-ciri lain tawaran investasi yang perlu diwaspadai adalah pemberian bonus dan cashback yang sangat besar bagi konsumen yang bisa merekrut konsumen baru, penyalahgunaan pemanfaatan testimoni dari para pemuka masyarakat/agama atau pejabat publik untuk memberi efek penguatan (endorsement) dan kepercayaan.

Janji kemudahan untuk menarik kembali aset yang diinvestasikan dan jaminan keamanan aset yang diinvestasikan (easy, flexible, and safe), juga patut dicermati.

Kewaspadaan lain, menurut OJK adalah jaminan pembelian kembali tanpa pengurangan nilai (buy back guarantee). “Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk waspada dan menghindari penawaran investasi dari perusahaan yang tidak diawasi dan diatur regulasinya oleh otoritas yang berwenang,” tulis keterangan itu.

Jika mendapat penawaran investasi dengan ciri-ciri tersebut, OJK mengimbau kepada masyarakat untuk memastikan perusahaan yang menawarkan investasi tersebut berbadan hukum Indonesia dan memiliki izin usaha dari otoritas yang berwenang sesuai kegiatan usaha yang dijalankan.

OJK juga meminta masyarakat untuk selalu mengingat bahwa surat izin usaha perdagangan (SIUP) bukan izin untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi.

Selanjutnya, OJK meminta masyarakat segera melaporkan kepada polisi atau Sekretariat Satgas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi, bila mengetahui ada tawaran penghimpunan dana dan pengelolaan investasi yang diduga ilegal atau mencurigakan itu.

Investasi Emas Bodong Bersertifikat Halal
GTIS juga memberi 10 persen keuntungannya kepada MUI.

http://img152.imageshack.us/img152/6519/investasiemas2.jpg

VIVAnews - Investasi emas Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) ternyata sudah bersertifikat halal. Sertifikat itu diberikan Majelis Ulama Indonesia pada 24 Agustus 2011.

Seperti dilaporkan lembaga penyiaran publik TVRI, dalam sertifikat itu diberikan Ketua MUI M’ruf Amin kepada Presiden Direktur GTIS Taufiq Michael Ong dan disaksikan Ketua DPR Marzuki Alie.

“Ini investasi emas syariah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia,” kata Ong saat pemberian sertifikat itu.

Pada kesempatan itu, GTIS juga memberi 10 persen keuntungannya kepada MUI yang ditujukan untuk kaum duafa. Sebagian tokoh MUI juga masuk sebagai Dewan Penasehat perusahaan itu.

DZ, nasabah investasi itu juga mengatakan, agennya memberi tahu bahwa 10 persen saham GTIS dimiliki MUI, sisanya dimiliki sebagian orang, termasuk Ong yang merupakan warga negara Malaysia. “Saya juga bingung kenapa MUI punya saham,” katanya.

Selain sahamnya dimiliki MUI, DZ juga mengatakan bahwa agennya memberi tahu investasi ini telah bersertifikat halal. “Makanya saya percaya,” katanya.

DZ merupakan nasabah yang menginvestasikan Rp35 juta dengan imbalan Rp1,9 juta per bulan. Namun, sudah beberapa bulan ini tak dapat imbalannya. Bahkan tak tahu nasib uang yang ditanam setelah Ong dikabarkan lari ke Malaysia.

Penelusuran VIVAnews, dari iklan-iklan di sejumlah website komunitas dan blog, GTIS juga menawarkan satu-satunya investasi emas bersertifikat halal. Tentu saja, juga menawarkan keamanan berinvestasi.

Ketika dikonfirmasi, Ma’ruf tidak mau menjelaskan posisinya sebagai Dewan Penasehat di GTIS. “Saya sedang di Makkah,” katanya langsung mematikan telepon genggamnya.

Sedangkan Marzuki Alie mengatakan dia hanya mengislamkan Ong. Tidak ada kaitannya dengan perusahaan itu. “Mana ada di perusahaan Dewan Pembina. Memang organisasi?” katanya kepada wartawan di kampus UI, Depok. Investasi Emas Diduga Bodong Bersertifikat Halal

Investasi Emas Bodong Libatkan MUI?
DZ percaya karena ada nama-nama besar di balik perusahaan ini.

http://img96.imageshack.us/img96/7760/investasiemas3.jpg

VIVAnews - Nasabah Golden Traders Indonesia Syariah (GTIS) mempertanyakan nasib investasinya menyusul kabar kaburnya Taufiq Michael Ong, pemilik sekaligus presiden direktur perusahaan itu.

Salah satu nasabah, DZ, mengaku sudah tidak mendapat transferan bagi hasil dari investasi itu seperti yang dijanjikan sebelumnya. Seharusnya DZ yang menanamkan investasi Rp35 juta akan mendapat imbalan Rp1,9 juta per bulan.

“Saya tidak tahu nasib investasi ini,” katanya kepada VIVAnews, Kamis 28 Februari.

DZ mengatakan, saat ini agennya masih terus menenangkan nasabah-nasabah lain dengan dalih Ong tak mungkin lari dari tanggung jawab. Hanya saja GTIS sudah tak membayar bagi hasil seperti yang dijanjikan.

Tertarik karena MUI
DZ mengaku sudah mencari-cari investasi emas paling ideal. Dalam pencarian itu, ia bertemu dua agen yang tak disebutkan namanya. Mereka menawarkan investasi emas dengan dengan imbalan 2 - 5,4 persen.

Tak cuma itu, ia juga membawa nama MUI sebagai salah satu pemegang saham dalam perusahaan itu. “Karena itu saya yakin ini tidak bodong,” katanya.

Tak cuma itu, agen juga memperlihatkan manajemen perusahaan yang isinya tokoh-tokoh besar. “Ada Kyai Ma’ruf Amin dan Marzuki Alie sebagai Dewan Penasehat,” kata DZ.

Ma’ruf Amin merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), sedangkan Marzuki Alie merupakan politisi Partai Demokrat.

Ketika dikonfirmasi, Ma’ruf tidak mau menjelaskan posisinya di GTIS. “Saya sedang di Makkah,” katanya langsung mematikan telepon genggamnya.

Sedangkan Marzuki Alie mengatakan dia hanya mengislamkan Ong. Tidak ada kaitannya dengan perusahaan itu. “Mana ada di perusahaan Dewan Pembina. Memang organisasi?” katanya kepada wartawan di kampus UI, Depok. (eh) Investasi Emas Diduga Bodong Libatkan MUI?

Hushhh… gak boleh adhominem … :tongue:

Makanya kalau investasi kudu hati-hati, harus lihat ada penjaminnya gak dari pemerintah.
Lagian kalau untungnya gak masuk akal udah pasti bohongan, masak investasi emas 35jt dapat untung 1.9jt, kagak punya otak :smiley:

Kalau ada yang kena tipu kek gitu, gak heran karena gak pake otak ;D

GBU

pa_ul :
sedikit teguran, board ini dimaksudkan untuk berdiskusi, dalam hal ini mengenai kejadian2 yang sedang berlangsung. Board ini tidak dimaksudkan untuk menjadi copy portal berita.

Dengan demikian, setiap poster diharapkan membuka diskusi dengan menyampaikan pandangan dan pendapatnya mengenai topik berita yang ia posting. Jadi bukan sekedar copy paste saja.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya

Tuhan memberkati :slight_smile:

Thankyou mod.
Untung mod FK cekatan, karena yang bersangkutan justru gak ngerti.

Salam

saya mengerti itu, tapi coba lihat komen @brc yg sdh anda hapus
itusih bukan diskusi tapi memprovokasi, lebih baik member spt itu ditertibkan saja
Thx, GBU

komen member lain tidak ada hubungannya dengan teguran saya dalam hal ini. yang saya maksud adalah setiap Thread Starter (poster awal) di board ini diharapkan untuk membuka diskusi. dan Itu dimulai dengan menyampaikan pandangan atau pemikirannya tentang topik yang ia post, bukan sekedar copas artikel tanpa disertai pandangan pemikiran apa-apa.

Jika hanya copas maka akan terjadi masing2 pembaca akan berkomentar sesukanya tanpa ada arah yang jelas apa yang mau didiskusikan.

Disinilah peran Pembuat Topik, dialah yang seharusnya mengarahkan diskusi. :slight_smile:

ya sdh didelete saja TRIT ini,
diskusi saya dgn Dya juga anda hapus kan? itu jelas2 bersangkut paut dgn TRIT ini
malah yg gak karuan dibiarkan saja
Thx, GBU

Topik dikunci