Katekismus gereja katolik.

Rupanya katekismus gereja katolik ini dibuat sedemikian teratur rapi mungkin karena dianggap punya otoritas setara dengan alkitab. Saya copas sedikit tentang bagaimana Maria dianggap masih perawan walaupun telah melahirkan Kristus. Saya makin merasa hal ini dipengaruhi oleh kepercayaan mesir kuno yaitu Isis Dewi mesir yang bergelar Queen of Heaven sama dengan gelar Maria, Sama2 virgin walaupun sudah melahirkan dan sama2 punya kuasa disurga. Anaknya sama2 satu dan anaknya sama2 punya kuasa disurga.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah apa Maria ini tidak melakukan hubungan suami istri dengan Yusuf? Lalu kenapa waktu Yusuf mau membatalkan perkawinannya di peringatkan oleh Tuhan melalui mimpi untuk tetap melangsungkan perkawinan hanya Maria dan Yusuf tidak melakukan hubungan sampai Yesus lahir. Artinya setelah Yesus lahir kan melakukan hubungan suami istri bukan?

Maria - “Tetap Perawan”

499 Pengertian imannya yang lebih dalam tentang keibuan Maria yang perawan, menghantar Gereja kepada pengakuan bahwa Maria dengan sesungguhnya tetap perawan Bdk. DS 427., juga pada waktu kelahiran Putera Allah yang menjadi manusia Bdk. DS 291; 294, 442; 503; 571; 1880… Oleh kelahiran-Nya “Puteranya tidak mengurangi keutuhan keperawanannya, melainkan justru menyucikannya” (LG 57). Liturgi Gereja menghormati Maria sebagai “yang selalu perawan” [Aeiparthenos] Bdk. LG 52…
500 Kadang-kadang orang mengajukan keberatan bahwa di dalam Kitab Suci dibicarakan tentang saudara dan saudari Yesus Bdk. Mrk 3:31-35; 6:3; 1 Kor 9:5; Gal 1:19… Gereja selalu menafsirkan teks-teks itu dalam arti, bahwa mereka bukanlah anak-anak lain dari Perawan Maria, Yakobus, dan Yosef yang disebut sebagai “saudara-saudara Yesus” (Mat 13:55), merupakan anak-anak seorang Maria Bdk. Mat 27:56. yang adalah murid Yesus dan yang dinamakan “Maria yang lain” (Mat 28:1). Sesuai dengan cara ungkapan yang dikenal dalam Perjanjian Lama Bdk. misalnya Kej 13:8; 14:16; 29:15., mereka itu sanak saudara Yesus yang dekat.
501 Yesus adalah putera Maria yang tunggal. Tetapi keibuan Maria yang rohani Bdk. Yoh 19:26-27; Why 12:17. mencakup semua manusia, untuknya Yesus telah datang untuk menyelamatkannya: “Ia telah melahirkan putera, yang oleh Allah dijadikan ‘yang sulung di antara banyak saudara’ (Rm 8:29), yakni umat beriman. Maria bekerja sama dengan cinta kasih keibuannya untuk melahirkan dan mendidik mereka” (LG 63). 969, 970

Bunda Perawan Maria dalam Rencana Allah

502 Dalam hubungan dengan keseluruhan wahyu, pandangan iman dapat menemukan alasan-alasan yang penuh rahasia, mengapa Allah menghendaki dalam rencana keselamatan-Nya, bahwa Putera-Nya dilahirkan oleh seorang perawan. Alasan-alasan ini menyangkut baik pribadi dan perutusan Kristus sebagai Penebus, maupun penerimaan perutusan ini oleh Maria untuk semua manusia. 90
503 Keperawanan Maria menunjukkan bahwa Allah mempunyai prakarsa absolut dalam penjelmaan menjadi manusia. Yesus hanya mempunyai Allah sebagai Bapa Bdk. Luk 2:48-49… Ia “tidak pernah asing bagi Bapa-Nya, karena manusia yang sudah ia terima - [Ia adalah Putera] kodrati Bapa menurut keallahan, [Putera] kodrati Bunda menurut kemanusiaan, tetapi ia adalah [Putera] Bapa yang sebenarnya dalam kedua-duanya” (Syn. Friaul 696: DS 619). 422
504 Yesus dikandung dalam rahim Perawan Maria oleh Roh Kudus, karena ia adalah Adam baru Bdk. 1 Kor 15:45., yang membuka ciptaan baru: “Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari surga” (1 Kor 15:47). Kodrat manusiawi Kristus dipenuhi oleh Roh Kudus sejak perkandungan-Nya karena Allah “mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas” (Yoh 3:34). “Karena dari kepenuhan-Nya” - Kepala umat manusia yang tertebus Bdk. Kol 1:18. - “kita semua menerima kasih karunia demi kasih karunia” (Yoh 1:16). 359
505 Oleh perkandungan yang perawan, Yesus, Adam baru, memulai kelahiran baru, yang dalam Roh Kudus membuat manusia menjadi anak-anak Allah melalui iman. “Bagaimana hal itu mungkin terjadi?” (Luk 1:34) Bdk. Yoh 3:9… Keikut-sertaan dalam kehidupan ilahi datang “bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah” (Yoh 1:13). Kehidupan ini diterima secara perawan, karena ia diberikan kepada manusia semata-mata oleh Roh. Sifat keperawanan dari panggilan manusia kepada Allah Bdk. 2 Kor 11:2. terlaksana secara sempurna dalam keibuan Maria yang perawan. 1265
506 Maria adalah perawan, karena keperawanannya adalah tanda imannya, “yang tidak tercemar oleh keraguan sedikit pun” (LG 63), dan karena penyerahannya kepada kehendak Allah yang tidak terbagi Bdk. 1 Kor 7:34-35… Berkat imannya ia dapat menjadi Bunda Penebus: “Maria lebih berbahagia dalam menerima iman kepada Kristus, daripada dalam mengandung daging Kristus” (Agustinus, virg. 3). 148, 1814
507 Maria adalah perawan sekaligus bunda, karena ia adalah citra hakikat Gereja dan Gereja dalam arti penuh Bdk. LG 63.: Gereja, “oleh menerima Sabda Allah dengan setia pula - menjadi ibu juga. Sebab melalui pewartaan dan baptis, Gereja melahirkan bagi hidup baru yang kekal-abadi putera-putera yang dikandungnya dari Roh Kudus dan lahir dari Allah. Gereja pun perawan, yang dengan utuh-murni menjaga kesetiaan yang dijanjikannya kepada Sang Mempelai. Dan sambil mencontoh Bunda Tuhannya, Gereja dengan kekuatan Roh Kudus secara perawan mempertahankan imannya, keteguhan harapannya, dan ketulusan cinta kasihnya” (LG 64).

tanya… copasnya dari mana k?

Masuik link dibawah ini lalu kita akan lihat dua kolom. Kolom pertama kalau tahu pasalnya tulis pasal berapa. Kalau tidak tahu pasalnya misal kita mau tahu doctrine maria, maka ketik maria pada kolom kedua.

http://www.ekaristi.org/kat/index.php

Saya copas sedikit tentang bagaimana Maria dianggap masih perawan walaupun telah melahirkan KRISTUS.
Bagaimana kalo saya juga copas tulisan para protestan angkatan pertama seperti Luther dan Calvin yang menganggap Bunda Maria tetap perawan walaupun telah melahirkan Kristus ?

Saya juga ingin tahu, jawaban dari ayat ini?

Matius 1
1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Di dalam ayat tersebut dikatakan bahwa “sampai ia melahirkan anaknya laki-laki”, dan tidak dikatakan “sampai selama-lamanya”…^0^

Salam

Sama ada Maria perawan apa tidak, itu khan masih oke oke saja kalau beda pandangan asal tidak menyentuh esensi iman kita, oke oke saja. Kalau ada yg mau mempermasalahkan seolah2 dunia udah kiamat, I have nothing to say.

Dengan segala hormat, saya disini bukan untuk mencari ribut. Saya cuma ingin memperlihatkan, sejelek-jeleknya Katolik di mata Protestan, setidaknya kami masih mengimani ajaran dari Gereja Perdana. Tidak seperti protestan yang membangga-banggakan bahwa Luther adalah bapak reformasi tapi, ajarannya tidak 100 % diikuti oleh umatnya. That’s all…

Dominus Vobiscum

Dengan segala hormat, saya disini bukan untuk mencari ribut. Saya cuma ingin memperlihatkan, sejelek-jeleknya Katolik di mata Protestan, setidaknya kami masih mengimani ajaran dari Gereja Perdana. Tidak seperti protestan yang membangga-banggakan bahwa Luther adalah bapak reformasi tapi, ajarannya tidak 100 % diikuti oleh umatnya. That's all...
Diterima...^-^ Tetapi kami ingin menginformasikan Luther dihormati tetapi bukan dikultuskan oleh kami. Kami hanya mengikuti ajaran Yesus dan para rasul yang dinyatakan dalam Alkitab......^-^ Ajaran seseorang manusia tidaklah dapat sempurna sebab pengetahuan manusia tidak sempurna.....^0^ Firman Tuhan telah sempurna, namun pemahaman dan pengetahuan kita tidak sempurna dan dibukakan secara progresif....^-^

Salam

ya tidak apa2 bro tambah2 pengetahuan.

Yang kita banggakan adalah Kristus saja bro. Sekedar bahan renungan saja bro masak Yusuf disuruh tetap mengawini Maria melalui mimpi lalu tidak berhubungan? Bukankah ini janggal sekali bro?

Saya yakin Maria itu benar2 kawin sama Yusuf lalu kenapa ajaran katolik mengatakan Maria tetap perawan ? Pasti punya tujuan tertentu bukan? Inilah yang saya sedang ingin ketahui karena saya tidak akan mampu mengertinya dan mudah2an dengan diskusi kita akan lebih tahu.

Alkitab otoritas tertinggi,Maria hanya perawan sebelum melahirkan Yesus (Mat.1:25). Tuhan Yesus punya saudara (Yoh.7:5).

Blessed Virgin Mary, Mother Of Jesus Dibicarakan dlm Konsili Lateran th 649, Dogma dikeluarkan Paus Pius XII tgl 15 Agst 1950.

Gereja awal tidak ada ajaran ini !

Yang benar brur, udah buat penelitian sendiri? Sebaiknya kita dengar aja penjelasan dari rekan2 Katolik kita, jangan terburu2 membuat kesimpulan. Saya pikir kita juga kurang seneng apabila ada netter2 non Kristen (khususnya muslim2) yg membuat tuduhan bahwa Tritunggal tidak diajar gereja awal melainkan baru ada di abad ke-4.

829 “Namun sementara dalam diri Santa Perawan Maria Gereja telah mencapai kesempurnaannya yang tanpa cacat atau kerut, kaum beriman kristiani sedang berusaha mengalahkan dosa dan mengembangkan kesuciannya. Maka mereka mengangkat pandangannya ke arah Maria” (LG 65); di dalam dia Gereja sudah kudus sepenuhnya.

Mengenai pasal diatas saya ingin tanya kalau2 ada sobat2 katolik atau siapa saja yang tahu artinya.

  1. Kalimat pertama mengatakan:

Namun sementara dalam diri Santa Perawan Maria gereja mencapai kesempurnaannya.

Apakah ini berarti Maria itu yang menyempurnakan gereja?

  1. Kalimat berikutnya:

Maka mereka mengangkat pandangannya ke arah Maria" (LG 65); di dalam dia Gereja sudah kudus sepenuhnya.

Apakah ini berarti umat katolik percaya bahwa untuk menjadi kudus cukup dengan memandang Maria?

Inikan diskusi bro ! apa salahnya menambah pengetahuan.

Jackson…

Maria dianggap masih perawan walaupun telah melahirkan KRISTUS.

Karena KRISTUS bukan hasil persetubuhan Maria dgn Yusuf (beda dgn kita, dimana melahirkan anak adalah tanda sdh tdk lg perawan karena anak yg kita lahirkan adalah hasil persetubuhan), dan setelah KRISTUS lahir, Maria tetap tidak bersetubuh dgn Yusuf.

Mengenai kata “sampai” yg sering dijadikan dasar argumen protestan…

Bahasa asli Alkitab adalah Yunani. Kata bermasalah disini adalah ‘Heos hou’ yang diterjemahkan menjadi ‘sampai’.

Apakah ‘heous hou’ selalu berarti perubahan dari keadaan lama (maria tidak bersetubuh) menjadi keadaan yang baru (SAMPAI dia melahirkan YESUS) yang lain dari yang lama (Maria bersetubuh sesudah dia melahirkan YESUS)? Marilah kita lihat ayat lain di Alkitab yang juga menggunakan ‘heos hou’

Kisah Para Rasul 25:21
Tetapi Paulus naik banding. Ia minta, supaya ia tinggal dalam tahanan dan menunggu, sampai [‘sampai’ disini adalah kata Yunani ‘eis’, bukan ini yang dimaksud] perkaranya diputuskan oleh Kaisar. Karena itu aku menyuruh menahan dia sampai [‘heos hou’. Kata 'sampai disini menggunakan ‘heos hou’] aku dapat mengirim dia kepada Kaisar.

Ayat tersebut adalah ucapan Festus kepada raja Agrippa. Festus disini berkata bahwa dia menyuruh bawahannya untuk menahan Paulus SAMPAI (heos hou) dia dapat mengirim Paulus kepada kaisar. Nah, apakah Festus berpikiran untuk membebaskan Paulus setelah dia dapat mengirim Paulus kepada kaisar? Tentu tidak. Tentunya setelah sampai dihadapan Kaisar untuk meminta banding seorang tahanan tentunya tidak langsung dibebaskan dari tahanan. Si tahanan akan terus ditahan sampai kaisar memutuskan perkaranya dan ini bisa berlangsung lama. Kalau nanti si tahanan terbukti bersalah, maka dia akan tetap ditahan. Sedangkan kalau si tahanan terbukti tak bersalah, maka baru dia akan dibebaskan.

Jadi di Kitab Suci pun terlihat bahwa penggunaan kata “sampai” (heos hou) tidak selalu berarti bahwa terjadi perubahan dari kondisi lama ke kondisi baru.

Lihat juga Mat 22:44

“Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu”.

Apakah itu berarti setelah musuh2 KRISTUS ditaruh di bawah kaki KRISTUS maka KRISTUS tdk duduk lagi disebelah kanan Bapa-NYA?

Ayat lain yg bisa dijadikan dasar akan keperawanan Maria :

Lukas 1:31-34

Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia YESUS. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami (know not man)?”

Di ayat sebelumnya lukas 1:27, dikatakan bahwa Maria bertunangan dgn Yusuf. Jika Maria tdk mempunyai komitmen utk tetap perawan selamanya, maka seharusnya ia akan senang diberitakan akan memperoleh anak, dan ia akan mengatakan “oh ya jelas bung malaikat, saya kan sdh bertunangan dgn si Yusuf, bentar lagi menikah dan setelah itu akan punya anak deh”. Namun ternyata Maria kaget. Mengapa? Karena ia adalah seorang yg telah berkomitmen utk tetap perawan selamanya.

Pendapat para pencetus Protestantisme: Martin Luther (Lutheran dan pencetus Protestantisme pertama), John Calvin (Reformed), Huldreich Zwingli, John Wesley (Methodis)- tentang Keperawanan Maria

Martin Luther

KRISTUS, penyelamat kita, adalah buah rahim yang nyata dan alami dari Maria… Ini adalah tanpa campur tangan lelaki, dan dia tetap perawan setelah itu .
{Luther’s Works, eds. Jaroslav Pelikan (vols. 1-30) & Helmut T. Lehmann (vols. 31-55), St. Louis: Concordia Pub. House (vols. 1-30); Philadelphia: Fortress Press (vols. 31-55), 1955, v.22:23 / Sermons on John, chaps. 1-4 (1539) }

KRISTUS… adalah satu2nya anak dari Maria, dan Perawan Maria tidak mempunyai anak lain selain Dia… Aku merasa setuju dengan pernyataan bahawa “saudara” berarti “sepupu” disini, karena tulisan suci dan orang Yahudi selalu memanggil sepupu dengan saudara.
{Pelikan, ibid., v.22:214-15 / Sermons on John, chaps. 1-4 (1539) }

Kebohongan baru dituduhkan kepadaku. Aku dituduh mengkhotbahkan dan menulis bahwa Maria, Bunda Allah, tidak perawan baik sebelum kelahiran maupun sedudah kelahairan KRISTUS…
{Pelikan, ibid.,v.45:199 / That JESUS CHRIST was Born a Jew (1523) }

Kitab suci tidak mengatakan atau mengindikasikan kalau Maria setelah [kelahiran KRISTUS]… kehilangan keperawanan… Di Matius 1:25 dikatakan bahwa Joseph tidak mengenal Maria secara badaniah sampai Maria melahirkan anak, tidaklah dapat disimpulkan kalo Joseph mengenal Maria secara badaniah sesudahnya; Sebaliknya, ini berarti bahwa Joseph tidak pernah sama sekali mengenal Maria secara badaniah… Omong kosong ini [bahwa Maria tidak perawan sebelum dan setelah KRISTUS lahir] adalah tanpa pembenaran… [Orang yang menganggap kalo Maria tidak tetap perawan] tidak pernah tahu atau memperhatikan kitab suci atau idiom umum.
{Pelikan, ibid.,v.45:206,212-3 / That JESUS CHRIST was Born a Jew (1523) }

John Calvin

Helvidius mempertunjukkan ketidaktahuan berlebihan dalam menyimpulkan bahwa Maria harus mempunyai putra-putra, hanya karena saudara KRISTUS kadang2 disebutkan.
{Harmony of Matthew, Mark & Luke, sec. 39 (Geneva, 1562), vol. 2 / From Calvin’s Commentaries, tr. William Pringle, Grand Rapids, MI: Eerdmans, 1949, p.215; on Matthew 13:55}

[Mengenai Matius 1:25] Kesimpulan yang diambil Heldivius bahwa tetap perawan hanya sampai kelahiran pertama Maria, dan setelah itu dia punya anak lain dari suaminya… Tidak ada kesimpulan bulat yang dapat ditarik dari kata2 dalam Matius 1:25… mengenai apa yang terjadi setelah YESUS lahir. YESUS dipanggil ‘Anak Pertama’; tapi satu satunya tujuan sebutan tersebut adalah untuk memberi informasi bahwa YESUS dilahirkan dari Perawan… Apa yang terjadi sesudahnya tidak diinformasikan oleh sejarahwan… Tidak ada orang yang secara keras kepala meneruskan argumen [bahwa Maria tidak perawan setelah melaahirkan KRISTUS], kecuali kalau dia senang akan pertikaian
{Pringle, ibid., vol. I, p. 107}

Didalam kata ‘saudara’ orang Ibrani memasukkan juga sepupu dan relasi yang lain, apapun tingkat kedekatannya.
{Pringle, ibid., vol. I, p. 283 / Commentary on John, (7:3) }

Huldreich Zwingli

Dia [Zwingli], di tahun 1522, mempertahankan keperawanan abadi Ibu YESUS… Untuk menyangkal bahwa Maria tetap tak ternodai sebelum, selama, dan sesudah kelahiran KRISTUS, adalah sama dengan menyangkal keMaha Kuasaan Tuhan… dan karena itu sangat benar dan berguna untuk mengulangi salam malaikat Gabriel - bukan doa- ‘Ave Maria’… Tuhan mengangkat Maria diatas semua mahkluk, termasuk orang suci dan malaikat - kemurnian, keluguan dan iman Maria yang tak terkalahkanlah yang harus diikuti manusia.
{G. R. Potter, Zwingli, London: Cambridge Univ. Press, 1976, pp.88-9,395 / The Perpetual Virginity of Mary . . ., Sep. 17, 1522}

Aku tidak pernah berpikir, ataupun mengajarkan, atau menyatakan kepada umum, apapun mengenai Maria yang tetap perawan, Ibu keselamatan kita, yang bisa dipandang tidak hormat, tidak saleh, tidak menghargai ataupun jahat… Aku percaya dengan seluruh hatiku sesuai dengan kata2 di Injil suci bahwa sang perawan murni melahirkan bagi kita Anak Allah dan dia (Maria) tetap, saat kelahiran dan sesudahnya, perawan yang murni dan tak ternodai, untuk selama-lamanya.
{Thurian, ibid., p.76 / same sermon}

John Wesley (Pendiri Methodisme)

Aku percaya… Dia [YESUS KRISTUS] dilahirkan dari sang perawan terberkati yang baik setelah kelahiran YESUS tetap murni dan perawan tak ternodai.
{“Letter to a Roman Catholic,” quoted in A. C. Coulter, John Wesley, New York: Oxford University Press, 1964, 495}

Terimakasih bro Nemo, saya jadi lebih mengerti doctrine katolik.

Kalau boleh saya tanya kembali untuk memperjelas masalah ini.

Kalau memang Maria tidak bersetubuh dengan Yusuf setelah Yesus lahir, kenapa mereka melangsungkan perkawinannya?

Saya copas mat 1 24-25

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,
1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.

Menurut bro Nemo Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria walaupun kawin dengan Maria. Dan kata sampai diatas bukan berarti setelah itu ada perubahan.
Namun kalau itu yang dimaksud kenapa tidak bilang saja Tetapi tidak bersetubuh dengan dia. kata2 selanjutnya dihilangkan saja itu kan lebih kelihatan masuk akal bro?

Robin…

Blessed Virgin Mary, Mother Of JESUS Dibicarakan dlm Konsili Lateran th 649, Dogma dikeluarkan Paus Pius XII tgl 15 Agst 1950.

Gereja awal tidak ada ajaran ini !

Yeah, IN YOUR DREAM…SEE THE YEAR (Bold & Red)

“And indeed it was a virgin, about to marry once for all after her delivery, who gave birth to Christ, in order that each title of sanctity might be fulfilled in Christ’s parentage, by means of a mother who was both virgin, and wife of one husband. Again, when He is presented as an infant in the temple, who is it who receives Him into his hands? Who is the first to recognize Him in spirit? A man just and circumspect,’ and of course no digamist, (which is plain) even (from this consideration), lest (otherwise) Christ should presently be more worthily preached by a woman, an aged widow, and the wife of one man;’ who, living devoted to the temple, was (already) giving in her own person a sufficient token what sort of persons ought to be the adherents to the spiritual temple,–that is, the Church. Such eye-witnesses the Lord in infancy found; no different ones had He in adult age." Tertullian, On Monogamy, 8 (A.D. 213).

“For if Mary, as those declare who with sound mind extol her, had no other son but Jesus, and yet Jesus says to His mother, Woman, behold thy son,’ and not Behold you have this son also,’ then He virtually said to her, Lo, this is Jesus, whom thou didst bear.’ Is it not the case that every one who is perfect lives himself no longer, but Christ lives in him; and if Christ lives in him, then it is said of him to Mary, Behold thy son Christ.’ What a mind, then, must we have to enable us to interpret in a worthy manner this work, though it be committed to the earthly treasure-house of common speech, of writing which any passer-by can read, and which can be heard when read aloud by any one who lends to it his bodily ears?” Origen, Commentary on John, I:6 (A.D. 232).

“Therefore let those who deny that the Son is from the Father by nature and proper to His Essence, deny also that He took true human flesh of Mary Ever-Virgin; for in neither case had it been of profit to us men, whether the Word were not true and naturally Son of God, or the flesh not true which He assumed.” Athanasius, Orations against the Arians, II:70 (A.D. 362).

"And when he had taken her, he knew her not, till she had brought forth her first-born Son.’ He hath here used the word till,’ not that thou shouldest suspect that afterwards he did know her, but to inform thee that before the birth the Virgin was wholly untouched by man. But why then, it may be said, hath he used the word, till’? Because it is usual in Scripture often to do this, and to use this expression without reference to limited times. For so with respect to the ark likewise, it is said, The raven returned not till the earth was dried up.’ And yet it did not return even after that time. And when discoursing also of God, the Scripture saith, From age until age Thou art,’ not as fixing limits in this case. And again when it is preaching the Gospel beforehand, and saying, In his days shall righteousness flourish, and abundance of peace, till the moon be taken away,’ it doth not set a limit to this fair part of creation. So then here likewise, it uses the word “till,” to make certain what was before the birth, but as to what follows, it leaves thee to make the inference.” John Chrysostom, Gospel of Matthew, V:5 (A.D. 370).

“Thus, what it was necessary for thee to learn of Him, this He Himself hath said; that the Virgin was untouched by man until the birth; but that which both was seen to be a consequence of the former statement, and was acknowledged, this in its turn he leaves for thee to perceive; namely, that not even after this, she having so become a mother, and having been counted worthy of a new sort of travail, and a child-bearing so strange, could that righteous man ever have endured to know her. For if he had known her, and had kept her in the place of a wife, how is it that our Lord commits her, as unprotected, and having no one, to His disciple, and commands him to take her to his own home? How then, one may say, are James and the others called His brethren? In the same kind of way as Joseph himself was supposed to be husband of Mary. For many were the veils provided, that the birth, being such as it was, might be for a time screened. Wherefore even John so called them, saying, For neither did His brethren believe in Him.’ John Chrysostom, Gospel of Matthew, V:5 (A.D. 370).

“But those who by virginity have desisted from this process have drawn within themselves the boundary line of death, and by their own deed have checked his advance; they have made themselves, in fact, a frontier between life and death, and a barrier too, which thwarts him. If, then, death cannot pass beyond virginity, but finds his power checked and shattered there, it is demonstrated that virginity is a stronger thing than death; and that body is rightly named undying which does not lend its service to a dying world, nor brook to become the instrument of a succession of dying creatures. In such a body the long unbroken career of decay and death, which has intervened between the first man and the lives of virginity which have been led, is interrupted. It could not be indeed that death should cease working as long as the human race by marriage was working too; he walked the path of life with all preceding generations; he started with every new-born child and accompanied it to the end: but he found in virginity a barrier, to pass which was an impossible feat.” Gregory of Nyssa, On Virginity, 13 (A.D. 371).

“[T]he Son of God…was born perfectly of the holy ever-virgin Mary by the Holy Spirit…” Epiphanius, Well Anchored Man, 120 (A.D. 374).

“The friends of Christ do not tolerate hearing that the Mother of God ever ceased to be a virgin” Basil, Homily In Sanctum Christi generationem, 5 (A.D. 379).

“But as we do not deny what is written, so we do reject what is not written. We believe that God was born of the Virgin, because we read it. That Mary was married after she brought forth, we do not believe, because we do not read it. Nor do we say this to condemn marriage, for virginity itself is the fruit of marriage; but because when we are dealing with saints we must not judge rashly. If we adopt possibility as the standard of judgment, we might maintain that Joseph had several wives because Abraham had, and so had Jacob, and that the Lord’s brethren were the issue of those wives, an invention which some hold with a rashness which springs from audacity not from piety. You say that Mary did not continue a virgin: I claim still more, that Joseph himself on account of Mary was a virgin, so that from a virgin wedlock a virgin son was born. For if as a holy man he does not come under the imputation of fornication, and it is nowhere written that he had another wife, but was the guardian of Mary whom he was supposed to have to wife rather than her husband, the conclusion is that he who was thought worthy to be called father of the Lord, remained a virgin.” Jerome, The Perpetual Virginity of Mary Against Helvedius, 21 (A.D. 383).

“Imitate her, holy mothers, who in her only dearly beloved Son set forth so great an example of maternal virtue; for neither have you sweeter children, nor did the Virgin seek the consolation of being able to bear another son.” Ambrose, To the Christian at Vercellae, Letter 63:111 (A.D. 396).

“Her virginity also itself was on this account more pleasing and accepted, in that it was not that Christ being conceived in her, rescued it beforehand from a husband who would violate it, Himself to preserve it; but, before He was conceived, chose it, already dedicated to God, as that from which to be born. This is shown by the words which Mary spake in answer to the Angel announcing to her conception; How,’ saith she, shall this be, seeing I know not a man?’ Which assuredly she would not say, unless she had before vowed herself unto God as a virgin. But, because the habits of the Israelites as yet refused this, she was espoused to a just man, who would not take from her by violence, but rather guard against violent persons, what she had already vowed. Although, even if she had said this only, How shall this take place ?’ and had not added, seeing I know not a man,’ certainly she would not have asked, how, being a female, she should give birth to her promised Son, if she had married with purpose of sexual intercourse. She might have been bidden also to continue a virgin, that in her by fitting miracle the Son of God should receive the form of a servant, but, being to be a pattern to holy virgins, lest it should be thought that she alone needed to be a virgin, who had obtained to conceive a child even without sexual intercourse, she dedicated her virginity to God, when as yet she knew not what she should conceive, in order that the imitation of a heavenly life in an earthly and mortal body should take place of vow, not of command; through love of choosing, not through necessity of doing service. Thus Christ by being born of a virgin, who, before she knew Who was to be born of her, had determined to continue a virgin, chose rather to approve, than to command, holy virginity. And thus, even in the female herself, in whom He took the form of a servant, He willed that virginity should be free.” Augustine, Of Holy Virginity, 4 (A.D. 401).

“Where are they who think that the Virgin’s conception and giving birth to her child are to be likened to those of other woman? For, this latter case is one of the earth, and the Virgin’s is one from heaven. The one case is a case of divine power; the other of human weakness. The one case occurs in a body subject to passion; the other in the tranquility of the divine Spirit and peace of the human body. The blood was still, and the flesh astonished; her members were put at rest, and her entire womb was quiescent during the visit of the Holy One, until the Author of flesh could take on His garment of flesh, and until He, who was not merely to restore the earth to man but also to give him heaven, could become a heavenly Man. The virgin conceives, the Virgin brings forth her child, and she remains a virgin.” Peter Chrysoslogus, Sermon 117, (A.D. 432).

“And by a new nativity He was begotten, conceived by a Virgin, born of a Virgin, without paternal desire, without injury to the mother’s chastity: because such a birth as knew no taint of human flesh, became One who was to be the Saviour of men, while it possessed in itself the nature of human substance. For when God was born in the flesh, God Himself was the Father, as the archangel witnessed to the Blessed Virgin Mary: because the Holy Spirit shall come upon thee, and the power of the most High shall overshadow thee: and therefore, that which shall be born of thee shall be called holy, the Son of God.’ The origin is different but the nature like: not by intercourse with man but by the power of God was it brought about: for a Virgin conceived, a Virgin bare, and a Virgin she remained.” Pope Leo the Great (regn. A.D. 440-461), On the Feast of the Nativity, Sermon 22:2 ( A.D. 461).

“The ever-virgin One thus remains even after the birth still virgin, having never at any time up till death consorted with a man. For although it is written, And knew her not till she had brought forth her first-born Son, yet note that he who is first-begotten is first-born even if he is only-begotten. For the word first-born’ means that he was born first but does not at all suggest the birth of others. And the word till’ signifies the limit of the appointed time but does not exclude the time thereafter. For the Lord says, And lo, I am with you always, even unto the end of the world, not meaning thereby that He will be separated from us after the completion of the age. The divine apostle, indeed, says, And so shall we ever be with the Lord, meaning after the general resurrection.” John of Damascus, Orthodox Faith, 4:14 (A.D. 743).

Konsili Konstantinopel II thn 553 Masehi menyebutkan Bunda Maria sebagai, “kudus, mulia, dan tetap-Perawan Maria”

Salah satu butir pengajaran untuk menjawab ajaran yang keliru tentang Bunda Maria di dalam Konsili Konstantinopel II, butir 6, “If anyone declares that it can be only inexactly and not truly said that the holy and glorious ever-virgin Mary is the mother of God, or says that she is so only in some relative way, considering that she bore a mere man and that God the Word was not made into human flesh in her, holding rather that the nativity of a man from her was referred, as they say, to God the Word as he was with the man who came into being; if anyone misrepresents the holy synod of Chalcedon, alleging that it claimed that the virgin was the mother of God only according to that heretical understanding which the blasphemous Theodore put forward; or if anyone says that she is the mother of a man or the Christ-bearer, that is the mother of Christ, suggesting that Christ is not God; and does not formally confess that she is properly and truly the mother of God, because he who before all ages was born of the Father, God the Word, has been made into human flesh in these latter days and has been born to her, and it was in this religious understanding that the holy synod of Chalcedon formally stated its belief that she was the mother of God: let him be anathema.”

Bahkan nenek moyangnya protestan (Luther, Calvin, Zwingli) dan jg Wesley mengimani akan keperawanan Maria (telah ditunjukan pada posting sebelumnya).

Hanya ajaran para Rasul fondasi gereja bukan teolog !

Pro : Jackson

Kalau memang Maria tidak bersetubuh dengan Yusuf setelah YESUS lahir, kenapa mereka melangsungkan perkawinannya?

Untuk menjaga Maria & YESUS.

Menurut bro Nemo Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria walaupun kawin dengan Maria. Dan kata sampai diatas bukan berarti setelah itu ada perubahan. Namun kalau itu yang dimaksud kenapa tidak bilang saja [i]"...Tetapi tidak bersetubuh dengan dia..."[/i]. kata2 selanjutnya dihilangkan saja itu kan lebih kelihatan masuk akal bro?

Toh kalau ditulis demikian, protestan akan rewel lg dgn berargumentasi “tp kan tdk dibilang bahwa Yusuf tdk bersetubuh sampai selama2nya”.

“…sampai ia melahirkan anaknya laki2…” adalah sebagai keterangan utk menunjukan bahwa YESUS lahir dari seorang perawan agar jgn sampai ada yg beranggapan bahwa Yesus adalah hasil buah persetubuhan dgn Yusuf.