Katolik yang tidak mengakui bunda Maria sebagai perantara

Bro n Sis yang Katolik, saya masih awam dengan peraturan2 dan ajaran2 Katolik. Jika ada orang yang mengaku agama katolik, tapi dia tidak mengakui bunda Maria sebagai perantara doa, apakah orang itu dinyatakan dosa/bersalah? Kira2 apa sanksinya?

Biasanya “beliau” mengaku protestan bukan Katolik ;D ;D ;D

Katolik KTP

setau saya, itu adalah Katolik yang benar. :smiley:

katolik yang benar emg seperti apa…?

seperti Luther yang selalu memuji maria…? atau seperti apa…? ;D

orang2 non Kristen yang mengerti cerita Bunda Maria juga memujinya. ;D

menghubungi Tuhan melalui roh Maria.
tidak semua rekan2 Katolik setuju.

ada yang setuju bahwa Bunda Maria adalah roh yang menjadi perantara doa ke Tuhan (seperti yang ditanyakan TS)

ada yang setuju bahwa Bunda Maria adalah roh yang menjadi rekan doa bersama yang ditujukan langsung tanpa perantara kepada Tuhan.

Salam damai.

Jangan berandai-andai Bro Wenaz. Yang pasti2 saja. :smiley:

GBU

:slight_smile:

@ Wenas

katolik berdevosi bersama maria apakah yang salah…? FYI, Luther tokoh reform protestan selalu berdevosi bersama maria hingga akhir hayatnya…! :slight_smile:


sebelum jauh kamu harus tau dulu apakah devosi itu…! :slight_smile:
apakah berdevosi itu…? lihat dibawah…!
Yak 5:16Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

1 Tim 2:1 “Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,

Alkitab mengajarkan bahwa kita senantiasa ber-devosi bersama Gereja di dunia dan Gereja di sorga…!

Banyak protestan menafsirkan ayat Yak 5:16, hanya persatuan Gereja di dunia (saling mendoakan antara org hidup)…

pandangan protestan ini bertentangan dengan St. Yakobus Rasul…

Let us commemorate our all-holy, pure, most glorious, blessed Lady, Mother of God, and Ever-Virgin Mary, and all the holy and just, that we may all find mercy through their prayers and intercessions.

itu kutipan dari liturgy St. Yakobus ‘brother’ of JESUS (60 AD)…! St. Yakobus Pun berdevosi bersama Maria…!

dan pandangan protestan ini bertentangan dengan Alkitab :
Roma 8:38-39 “Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam KRISTUS YESUS, Tuhan kita”

Yoh 11:25 “Jawab YESUS: Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati

nah sekarang menurut anda Maria dan Para Kudus di surga itu mati atau tidak…?

=====
Apakah Para Kudus disorga berdoa juga…? lihat ayat ini…!
Wahyu 5:8 “Ketika Ia mengambil gulungan kitab itu, tersungkurlah keempat makhluk dan kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Anak Domba itu, masing-masing memegang satu kecapi dan satu cawan emas, penuh dengan kemenyan: itulah doa orang-orang kudus

Wahyu 8:4 " Maka naiklah asap kemenyan bersama-sama dengan doa orang-orang kudus itu dari tangan malaikat itu ke hadapan Allah"

-Deo Gratias-

seperti pujian ‘botol kecap’ anda yang mengatakan maria sebagai alat…? mengatakan maria mempunyai saudara…? yang semua tidak mendasar sama sekali…?

okelah saya tidak akan membahas itu lebih jauh karena OOT…!

BTT…

[quote di singgung diatas, tolong cari jasad maria dong di bumi ini…! ;D

biar kamu tau bedanya roh atau bukan…! ;D

Berarti katolik yang tidak mengerti akan iman katoliknya ;D

Shalom,

Coba cari jasad Kain dong di bumi ini. Wauw…, tidak ada manusia yg tahu di mana jasad Kain sekarang. Apakah itu artinya Kain sudah di sorga?

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam, JBU, Jericho, J.

Kalo gitu saya juga punya pertanyaan untuk anda: Apakah jasad Adam(manusia pertama) ditemukan? Bagaimana dengan tokoh2 Alkitab PL yang lain?

Jika reliqwi Yohanes Pembaptis dan Maria Magdalena saja masih ada sampai kini, kenapa Bunda Allah tidak ada reliqwinya?
:slight_smile:

Santo Thomas Aquinas dalam ajarannya sudah cukup jelas mewakili ajaran GKR akan “hal perantaraan” ini:

Prayer is offered to a person in two ways: one as though to be granted by himself, another as to be obtained through him. In the first way we pray to God alone, because all our prayers ought to be directed to obtaining grace and glory which God alone gives, according to those words of the Psalm (lxxxiii, 12): ‘The Lord will give grace and glory.’ But in the second way we pray to the holy angels and to men not that God may learn our petition through them, but that by their prayers and merits our prayers may be efficacious. Wherefore it is said in the Apocalypse (viii, 4): ‘And the smoke of the incense of the prayers of the ascends ascended up before God from the hand of the angel’ (Summ. Theol., II-II, Q. lxxxiii, a. 4).

Doa dihunjukkan kepada seseorang melalui dua cara: pertama adalah agar dikabulkan oleh orang yg diajak berdoa, dan kedua adalah agar terkabul melalui orang yg diajak berdoa. Melalui cara yg pertama kita berdoa kepada Tuhan SAJA untuk mendapatkan rahmat dan kemuliaan yg hanya dapat diberikan oleh Tuhan SAJA, menurut yg tertulis di kitab Mazmur: “Tuhan akan memberikan rahmat dan kemuliaan”.
Tapi melalui cara kedua, kita berdoa kepada para malaikat kudus dan kepada manusia, bukan agar Tuhan mengetahui permohonan kita melalui mereka, melainkan agar melalui doa2 dan jasa2 mereka, doa kita dapat terkabul. Dimana hal ini juga tertulis di kitab Wahyu: "Dan asap dupa dari doa2 para kudus naik ke hadapan Tuhan melalui tangan para malaikat.
-terjemahan bebas-

Mengenai pengajaran bagaimana para kudus dan malaikat Allah, termasuk Bunda Maria, dapat menjadi perantara dalam hal doa (tolong dibedakan peranan “perantaraan para kudus” ini yg hanya terbatas dalam hal doa dengan “perantaraan YESUS” dalam penyelamatan), kita dapat melihat ajaran GKR melalui ajaran St. Jerome berikut ini:

If the Apostles and Martyrs, while still in the body, can pray for others, at a time when they must still be anxious for themselves, how much more after their crowns, victories, and triumphs are won! One man, Moses, obtains from God pardon for six hundred thousand men in arms; and Stephen, the imitator of the Lord, and the first martyr in CHRIST, begs forgiveness for his persecutors; and shall their power be less after having begun to be with CHRIST? The Apostle Paul declares that two hundred three score and sixteen souls, sailing with him, were freely given him; and, after he is dissolved and has begun to be with CHRIST, shall he close his lips, and not be able to utter a word in behalf of those who throughout the whole world believedat his preaching of the Gospel? And shall the living dog Vigilantius be better than that dead lion? (“Contra Vigilant.”, n. 6, in P.L., XXIII, 344).

Jika para rasul dan martir, ketika dalam tubuh jasmaninya, dapat berdoa utk orang lain di saat ketika mereka masih memiliki kekawatiran akan diri mereka sendiri, betapa tidak lebih lagi (mereka dapat berdoa) setelah mahkota, kemenangan, dan kemuliaan telah mereka menangkan. Satu orang, Musa, memperoleh pengampunan utk enam ratus ribu orang, dan Stefanus, peneladan KRISTUS, sang martir pertama dalam KRISTUS, memohonkan pengampunan bagi para pembunuhnya, apakah kekuatan mereka akan berkurang setelah memulai hidup bersama KRISTUS? Rasul Paulus menyatakan bahwa dua ratus tiga kelompok dan enambelas jiwa, berlayar bersama dia, dengan suka rela menyerahkan dirinya; dan setelah dia bersatu dan memulai hidup bersama KRISTUS, akankan Paulus menutup mulutnya dan tidak mampu bersuara demi mereka yg di seluruh dunia percaya kepada ajarannya akan injil? Dan apakah para anjing vigilantius (kelompok orang yg tidak percaya akan manfaat doa) yg hidup adalah lebih baik daripada para singa yg telah mati?
-terjemahan bebas-

Pertanyaannya sekarang aku kembalikan ke Anda-Anda sekalian:
Jika seorang katolik tidak mengakui Bunda Maria (dan para malaikat / para kudus lainnya) sebagai perantara doa, masih dapatkah dia mengaku sebagai seorang katolik?

Gereja Katolik secara jelas meneruskan ajaran YESUS: bahwa orang benar, melalui pembatisan telah ikut mati bersama KRISTUS dan ia akan turut dibangkitkan dan tetap hidup di dalam Kristus meskipun dia telah mengalami kematian badan.
Jika seorang katolik tidak (mau) memahami ajaran ini, maka dia tidak pantas menyebut dirinya sebagai katolik, apalagi sampai melawan ajaran gereja yg satu, kudus, katolik, dan apostolik ini. :slight_smile:

KOREKSI!!!

setau cba_k orang2 yg tidak (MAU) memahami ajaran gereja katolik, itu adalah Katolik yang benar.

IMHO, sebagai seorang Katolik juga, tidak terlalu masalah menggunakan bunda Maria sebagai perantara atau tidak. saya pribadi sudah tidak menggunakan perantara, tetapi juga tetap mengakui bunda Maria sebagai perantara bagi yang lain.

selama di dalam hati semua ditujukan untuk Tuhan Allah, rasanya hal-hal tersebut hanya perbedaan cara pandang. perbedaan cara pikir, dan lain-lain. selama Tuhan yang disembah sama, bagi saya pribadi tidak perlu terlalu dipermasalahkan sih. :slight_smile:

btw, yang penting kan satu Allah. satu Tuhan. GBU. :slight_smile:

Maaf saya sebut roh, karena Tuhan pun di dunia adalah Roh Kudus.

Masalah iman, ada tiga kepercayaaan dalam hal ini,
-Kepada Tuhan Yesus sebagai satu-satunya Imam Besar melalui Bunda Maria perantaraNya (makanya Bunda Maria dalam Katolik dipercaya juga diangkat kesurga bersama tubuhnya)
-Kepada Tuhan Yesus sebagai satu-satunya Imam Besar, dan berdoa bersama para roh disurga (bukan perantara).
-Hanya kepada Tuhan Yesus sebagai satu-satunya Imam Besar (biasanya Prostestan).

saya memahami bahwa bagi rekan2 Katolik tertentu, doa perantara adalah alternatif lain, selain menjalin hubungan langsung dengan Tuhan secara pribadi.
tapi yang TS pertanyakan, bagaimana jika rekan2 Katolik hanya percaya bahwa roh Bunda Maria bisa diajak doa bersama, bukan sebagai perantara sebelum Imam Besar?

bener katamu itu mas… :slight_smile:

jasad maria tidak ada dibumi hanyalah merupakan faktor pendukung, bukan berarti hanya tidak ditemukannya jasad maria saja, terus gereja menyatakan maria diangkat kesurga. (jasad org gila juga banyak yg tidak ditemukan kali mas… )

jika untuk melahirkan YESUS, Bunda Maria disucikan dan dikandung tanpa noda dosa, dan selama hidupnya tidak berdosa (karena tidak seperti manusia lainnya, ia tidak mempunyai kecenderungan untuk berbuat dosa/ concupiscentia), maka selanjutnya, adalah setelah wafatnya, Tuhan tidak akan membiarkan tubuhnya terurai menjadi debu, karena penguraian menjadi debu ini adalah konsekuensi dari dosa manusia.

Dalam Munificentissimus Deus, Paus Pius XII menyebutkan banyak Bapa Gereja dalam usaha menelusuri tradisi yang telah lama ada sehubungan dengan SP Maria Diangkat ke Surga - beberapa di antaranya St Yohanes Damaskus, St Andreas dari Crete, St Modestus dari Yerusalem dan St Gregorius dari Tours. Uskup Theoteknos dari Livias (± 550-650) menyampaikan salah satu dari khotbah awali yang paling mendalam mengenai SP Maria Diangkat ke Surga, “Sebab KRISTUS mengambil kemanusiaan-Nya yang tak bernoda dari kemanusiaan Maria yang tak bernoda; dan apabila Ia telah mempersiapkan suatu tempat di surga bagi para rasul-Nya, betapa terlebih lagi Ia mempersiapkannya bagi BundaNya; jika Henokh telah diangkat dan Elia telah naik ke surga, betapa terlebih lagi Maria, yang bagaikan bulan bercahaya cemerlang di antara bintang-bintang dan mengungguli segala nabi dan rasul? Sebab bahkan meski badannya yang mengandung Tuhan merasakan kematian, badan itu tidak mengalami kerusakan, melainkan dipelihara dari kerusakan dan cemar dan diangkat ke surga dengan jiwanya yang murni dan tak bercela.”

St Yohanes Damaskus (wafat 749) juga menuliskan suatu kisah yang menarik sehubungan dengan SP Maria Diangkat ke Surga, “St Juvenal, Uskup Yerusalem, dalam Konsili Kalsedon (451), memberitahukan kepada Kaisar Marcian dan Pulcheria, yang ingin memiliki tubuh Bunda Allah, bahwa Maria wafat di hadapan segenap para rasul, tetapi bahwa makamnya, ketika dibuka atas permintaan St Thomas, didapati kosong; dari situlah para rasul berkesimpulan bahwa tubuhnya telah diangkat ke surga.” Secara keseluruhan, para Bapa Gereja membela dogma SP Maria Diangkat ke Surga dengan dua alasan: Sebab Maria bebas dari noda dosa dan tetap perawan selamanya, ia tidak mengalami kerusakan badan, yang adalah akibat dari dosa asal, setelah wafatnya. Juga, jika Maria mengandung KRISTUS dan memainkan peran yang akrab mesra sebagai BundaNya dalam penebusan manusia, maka pastilah juga ia ikut ambil bagian badan dan jiwa dalam kebangkitan dan kemuliaan-Nya.

Demikian, semoga bermanfaat.

Salam, JBU, Ond32lumut. :ashamed0002:

Katolik yang benar itu seperti Yohanes Paulus 2, Benediktus 16

jika agama katolik, sebaiknya mau tau ajaran katolik. tidak ada orang yg akan menolak maria sebagai perantara doa…malah mereka akan senang berdoa/didoakan bersamanya, dalam kesatuan yg harmonis sebagai keluarga Allah. jika mereka tau ajarannya…

yg menolak itu yg tidak tau ajaran tersebut, dan celakanya, mereka ini mendapat informasi yg salah ttg ajaran tsb dari para anti katolik.